Rabu, 29 Juli 2009

KEMAH BUDAYA BERNUANSA MAJAPAHIT

Berdasakrakn catatan harian kedaulatan rakyat edisi kamis 30 Juli 2009 Dinas kebudayaan dan pariwisata kota Solo mengadakan kegiatan yang sangat unik dan tergolong langka. Kegiatan ini ialah kemah budaya bernuansa masa kerajaan Majapahit, dan diselenggarakan selama 3 hari mulai kamis 30 juli 2009 dan diikuti oleh 220 kawula muda, di taman Balekambang Solo.
Semua aktivitas selama kemah berlangsung dibuat benar-benar mendekati situasi zaman Majapahit mulai dari busana peserta, interior lingkungan, sampai aktifitas jual beli diarena perkemahan tidak menggunakan uang rupiah tetapi menggunakan uang kepengyang telah disiapkan panitia.
Kegiatan yang melibatkan pemuda ini sungguh sangat menggembirakan ditengah menipisnya rasa bangga akan keluhuran dan keagungan budaya ditengah gempuran budaya asing. Rangkaian acara yang telah disipkan oleh panitia anatara lain workshop budaya, outbond budaya, seminar, pemutaran film sejarah, dll. Semua aktifitas berlangsung menggunakan bahasa jawa, demikian papan petunjuk, informasi, pengumuman dll ditulis dalam bahasa jawa.

Bookmark and Share

MONUMEN NGOTO

Monumen Ngoto yang terletak di Ngoto, bantul, Yogyakarta ini adalah monumen perjuangan TNI AU dimana ditempat itulah jazad pahlawan nasional Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh disemayanmkan. Monumen itu terasa sangat penting terutama untuk keluarga besar TNI AU pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya dimana pada tanggal 29 Juli tahun 1947 silam pesawat Dakota VT-CLA jatuh dalam misi kemanusiaan. Korban tewas dalam peristiwa itu ialah para perintis TNI-AU yaitu Komodor Muda Udara A Adisutjipto, Komodor Udara prof. Dr. Abulrahman Saleh dan Opsir Muda udara Adisumarmo.
Dengan mengenl sejarah bangsa kita diharapkan generasi penerus dapat meneladani semangat perjuangan dan selalu berbuat yang terbaik demi kejayaan bangsa dan negara dalam rangka ikut mengisi kemerdekaan ini.

PARADE DALANG CILIK

Hari ini parade dalang cilik dilaksanakan di UNY. Acara yang diselenggarakan oleh Keluarga mahasiswa Seni Tradisi (Kamasetra), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNY, Persatuan pedalangan Indonesia DIY mengambil tempat di Pendapa Tejakusuma UNY. Acara ini diikuti oleh 12 Dalang Cilik dengan usia maksimal 15 tahun.
Tertarik Untuk menyaksikan? Silah kan dating ke Pendapa Tejakusuma UNY karena acara di mulai jam 10.00

Bookmark and Share

Tiga serangkai

Mendut, Pawon, dan Borobudur terbujur pada suatu garis lurus, dan merupakan satu kesatuan perlambang. Mendut adalah yang tertua, dengan patung Buddha setinggi tiga meter, terpahat dari segumpal batu sebagai pernyataan bukti kepadasang guru yang mengajarkan jalan pembebasan dari derita.
Kurang lebih jarak dua kilometer setelah menyebrangi sungai Elo dan Progo terletak mustika arsitektur Candi Pawon yang mungil yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan untuk mensucikan diri sebelum menginjak candi Borobudur.
Kemudian setelah menempuh jarak kurang lebih seribu limaratus meter tibalah kia di Candi yang sangat megah ini bernama Borobudur.
Bila kita melngkah mengitari candi diantara dinding kutamara, angkasa menjadi langit-langit puri tempat memuja sambil menyusuri ukiran sepanjang dua setengah kilometer menanjak lke puncak suci, doa, dan mantra diucapkan mendambakan kebebasab abadi.
Para pemuja yang ingin mencapai tingkat Bodhisattva, dating ke Mendut menyampaikan penghormatan kepada Buddha.
Namun demikian Borobudur tetap merupakan batu perwujudan dan sembahyang dan doa yang dipanjatkan lewat ukiran dan hiasan untuk mencapai tingkat ke Buddhaan, pembebasan mutlak dari pengulangan kelahiran yang tak kunjung henti.
Borobubr by. Yazir marzuki and Toety Heraty