Rabu, 29 Juli 2009

Tiga serangkai

Mendut, Pawon, dan Borobudur terbujur pada suatu garis lurus, dan merupakan satu kesatuan perlambang. Mendut adalah yang tertua, dengan patung Buddha setinggi tiga meter, terpahat dari segumpal batu sebagai pernyataan bukti kepadasang guru yang mengajarkan jalan pembebasan dari derita.
Kurang lebih jarak dua kilometer setelah menyebrangi sungai Elo dan Progo terletak mustika arsitektur Candi Pawon yang mungil yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan untuk mensucikan diri sebelum menginjak candi Borobudur.
Kemudian setelah menempuh jarak kurang lebih seribu limaratus meter tibalah kia di Candi yang sangat megah ini bernama Borobudur.
Bila kita melngkah mengitari candi diantara dinding kutamara, angkasa menjadi langit-langit puri tempat memuja sambil menyusuri ukiran sepanjang dua setengah kilometer menanjak lke puncak suci, doa, dan mantra diucapkan mendambakan kebebasab abadi.
Para pemuja yang ingin mencapai tingkat Bodhisattva, dating ke Mendut menyampaikan penghormatan kepada Buddha.
Namun demikian Borobudur tetap merupakan batu perwujudan dan sembahyang dan doa yang dipanjatkan lewat ukiran dan hiasan untuk mencapai tingkat ke Buddhaan, pembebasan mutlak dari pengulangan kelahiran yang tak kunjung henti.
Borobubr by. Yazir marzuki and Toety Heraty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar