<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777</id><updated>2011-09-19T05:55:47.815-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Sejarah</title><subtitle type='html'>Kenali, sayangi, kembangkan warisan sejarah bangsa Kita</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>130</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4002009482133522464</id><published>2011-05-15T01:55:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T02:01:59.072-07:00</updated><title type='text'>Arsip Pakualaman dan Nilai Historisnya</title><content type='html'>Rangkuman&lt;br /&gt;Materi yang disampaikan oleh Dr. Sri. Margarana&lt;br /&gt;Dengan judul “ Arsip Pakualaman dan Nilai Historisnya “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsip adalah sekumpulan catatan yang telah diseleksi untuk disimpan dalam waktu yang panjang karena nilai-nilai budaya dan sejarahnya. Arsip mempunyai karakteristik tidak di publikasikan. Oleh karena itu dalam pena nganan arsip harus menggunakan cara khusus pula. &lt;br /&gt;Puropakualaman memiliki koleksi arsip yang sangat luar biasa nilainya yang mencakup periode yang panjang sejak awal berdirinya pakualam tahun 1813 hinggga pemerintahan pakualam VIII. Arsip–arsip tersebut berasal dari berbagai bagian atau kantor, seperti pemerintahan, peradilan, keuangan, kepegawaian dan kepujanggaan.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Sri Margarana arsip yang cukup menonjol ialah arsip dari urusan pemerintahan dan peradilan. Arsip-arsip dari pemerintahan umumnya berupa surat menyurat atau korespondensi, kontrak, atau perjanjian-perjanjian antara pejabat-pejabat kolonoal Ingris, Belanda dan Jepang dan Pemerintahan RI dan Daerah selama masa awal-awal ke merdekaan dengan Pakualam dan pejabat-pejabat di Pakualam. Arsip-arsip peradilan terdiri dari beberapa tingkat mulai dari perdata Pulisi atau Politierol dan Pradata atau sengketa, Misdrijven atau kejahatan, dan overtrijding atau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di wilayah Pakualaman yang mencakup periode dari tahun 1860 higga 1940an. Sengketa agraria yang melibatkan persengketaan antara petani, bekel, pemilik tanah apanage (Bangsawan dan Pejabat kerajaan). &lt;br /&gt;Menurut Dr. Sri Magrana jika kita belajar dari masa lalu dengan  kita mempelajari arsip-arsip dari pakualaman kita akan tahu bagaiman otoritas kerajaan Jawa tetap eksis walau banyak dikooptasi oleh pemerintah kolonial  Belanda. Hukum positif diwilayah kerajaan masih dapat berjalan dengan baik. Jaminan kepastian hukum dari kerajaan melalui institusi peradilan di kerajaan diberikan kepada masyarakat. Kerajaan tidak membedakan posisi siapa yang mencari keadilan hukum apakah dia petani, lurah, ataukah bangsawan. Dr. Sri Margana menceritakan kasus pemecatan bekel oleh penyewa tanah Eropa yang menganggap sebagai patuh baru telah melalaikan kewajibannya. Petani ini melakukan protes dan melaporkannya kepada peradilan. Kasus tersebut ditangani oleh pradata kabupaten dan ahirnya sang penyewa tanah harus mengganti rugi kepada bekel yang ia pecat. &lt;br /&gt;Diwilayah Kasultanan dan Pakualaman jika kasus peradilan ini melibatkan kawula/rakyat biasa seperti kasus misdrijven (kejahatan) diselesaikan di Rechtbank Voor Criminelezaken (pengadilan untuk perbuatan criminal), Overtreding (Pelanggaran), diselesaikan di Politierol. Untuk diwilayah Kasultanan sengketa Agraria diselesaikan di Pradata Balemangu, jika tidak selesai dibawa ke Pradata Kadanurejan, sengketa pernikahan dan warisan diselesaikan di perdata Surabi. Untuk orang-orang Eropa dan Timur Asing (Cina, Arab, dan Keling) diselesaikan di Raad Van Jutitie, dan jika tidak selesai dibawa ke Hoogerechtshof van Nederlands-Indie.&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang dapat kita  petik, satuhal lagi bahwa dengan mempelajari arsip-arsip ini maka kita menjadi tahu bahwa rakyat kecil di pedesaan bukanlah masyarakat yang pasrah terhadap upaya hukum, dan bukan pula masyarakat yang buta hukum dan peraturan. Mereka menurut penjelasan Dr. Sri Margana adalah masyarakat yang tahu akan hak dan kewajiban mereka. Mereka tahu secara persis dimana mereka dapat memperoleh keadilan jika mereka diperlakukan secara tidak adil. Didalam arsip-arsip yang ada di Pakualaman juga diperoleh gambaran bagimana penderitaan rakyat dibawah sistem persewaan tanah. Bagaimana ekonomi masyarakat dan bagaimana  mereka harus bertahan hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4002009482133522464?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4002009482133522464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2011/05/arsip-pakualaman-dan-nilai-historisnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4002009482133522464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4002009482133522464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2011/05/arsip-pakualaman-dan-nilai-historisnya.html' title='Arsip Pakualaman dan Nilai Historisnya'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6660142762201115198</id><published>2010-12-22T23:25:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T23:28:39.310-08:00</updated><title type='text'>Gold, Glory, dan Gospel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TRL6IEuqHDI/AAAAAAAAAvM/x5IFkGUIvT8/s1600/rahmat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TRL6IEuqHDI/AAAAAAAAAvM/x5IFkGUIvT8/s200/rahmat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553776307116579890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga kata diatas yang menjadi judul tulisan ini tentunya bukan hal yang asing lagi bbuat kita pernah belajar sejarah kolonialisme dan imperialisme. Gold ialah keinginan untuk memiliki kekayaan, glory keinginan mempunyai kejayaan, dan gospel ialah keinginan untuk menyebabrkan agama nasrani. Tiga hal diatas diyakini sebagai penyebab muncul dan berkembangnya kolonialisme dan imperialisme.&lt;br /&gt;Kolonialisme dan Imperialisme merupakan dua bentuk kalimat yang mempunyai penjelasan yang berbeda namun pada prinsipnya mempunyai maksud yang sama. Kolonialisme mempunyai kata dasar koloni  adalah usaha penguasaan suatu negara oleh negara lain, sedangkan Imperialisme dari kata dasar Imperialis dapat kita artikan sebagai sistempolitik yang ditujukan untuk menjajah bangsa lain untuk mendapat kekuasan dan keuntungan besar. Kolonialisme dan Imperialisme sama-sama merugikan bagi negara yang terkena karena tujuan dari negara pengkoloni atau pengomperialis ialah untuk mencari keuntungan.&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang bertanya-tanya benarkah munculnya kolonialisme dan imperialismea hanya karena faktor 3 G saja? Ataukah ada faktor yang lain yang ikut mempengaruhinya? Menurut hemamt penulis munculnya 3G (Gold, Glory, dan Gospel) tidak lain karena fitrah manusia sebagai mahluk sosial (Homo Socius) dan manusia sebagai mahluk ekonomi (Homo Ekonomikus).  Mausia selalu membutuhkan orang lain dan manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan  hidupnya. &lt;br /&gt;Jatuhnya Kota Konstantinopel memang membuat bangsa-bangsa Eropa kesulitan untuk mendapatkan rempah-rempah yang saat itu disuplai dadri Asia tenggara khususnya Indonesia. Dengan segala daya dan upaya mereka  berusaha dengan keras untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka melakukan perjalanan ekspedisi penjelajahan samudra untuk mencari sumber rempah-rempah yang selama ini belum pernah mereka lakukan. Perjalanan ekspedisi mencari sumber rempah-rempah ini didukung dengan ke majuan dibidang teknologi dengan penemuan teknologi pembuatan kapal yang dapat mengarungi samudra luas, munculnya teori heliosentris, ditemukannya kompas, dan juga teknologi persenjataan.&lt;br /&gt;Penulis rahmat Susanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6660142762201115198?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6660142762201115198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/gold-glory-dan-gospel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6660142762201115198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6660142762201115198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/gold-glory-dan-gospel.html' title='Gold, Glory, dan Gospel'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TRL6IEuqHDI/AAAAAAAAAvM/x5IFkGUIvT8/s72-c/rahmat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6155377949630410760</id><published>2010-12-22T22:58:00.001-08:00</published><updated>2010-12-22T22:58:31.010-08:00</updated><title type='text'>Candi Sambisari</title><content type='html'>Berdasarkan cactatan suaka peninggalan sejarah dan purbakala daerah Istimewa Yogyakarta Candi Sambisari  ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani penggarap sawah pada tahun 1966. Candi ini terletak di desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman Prop. Yogyakarta.&lt;br /&gt;Letak Candi Sambisari berada pada 6,5 meter dibawah permukaan tanah. Candi ini terdiri atas satu buah candi Induk dan tiga buah candi perwara yang berada di depan candi Induk. Candi Induk Menghadap ke Barat berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 13,65 meter x 13,6 meter, dengan tinggi keseluruhan 7,5 meter berdasarkan catatan suaka peninggalan sejarah dan purbakala DIY hal yang menarik dari candi ini ialah tidak adanya kaki candi sehingga relung-relung ditubuh candi hampir rata dengan selasar. Tangga naik keatas  selasar diapit oleh sayap tangga yang pada ujung bagian bawahnya di makara yang disangga oleh orang cebol dengan dua tangannya, namun tidak ditemukan kepala Kala pada ambang atas gapura.&lt;br /&gt;Selain itu keunikan yang lain ialah pada lantai selasar terdapat beberapa batu pipih yang pada bagian atas ada tonjolannya sebanyak 12 buah, berbentuk bulat 8 buah, dan berbentuk persegi 4 buah. Tubuh candi induk berukuran 5x5 meter dengan tinggi 2,5 meter, lebar selasar 2,5 meter mengelilingi candi dan sisis-sisinya ditutup pagar langkan pada sisi luar dinding tubuh candi terdapat relung-relung yang diatasnya terdapat hiasan kepala kala. Pada sisi luar dinding tubuh candi terdapat tiga relung yang masing-masing ditempati oleh Dewi Durha (Utara), Ganesa (Timur), dan Agastya (Selatan). Dikanan kiri pintu masuk terdapat 2 relung untuk dewa penjaga pintu yaitu mahakala dan Nandiswara namun kedua arca tersebut sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: BP3 DIY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6155377949630410760?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6155377949630410760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/candi-sambisari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6155377949630410760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6155377949630410760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/candi-sambisari.html' title='Candi Sambisari'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-731382446070840125</id><published>2010-12-18T23:11:00.001-08:00</published><updated>2010-12-18T23:11:42.153-08:00</updated><title type='text'>YOGYAKARTA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TQ2wJi0CysI/AAAAAAAAAvE/SGC6fg5fLzo/s1600/PIC_0997.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TQ2wJi0CysI/AAAAAAAAAvE/SGC6fg5fLzo/s200/PIC_0997.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552287593628093122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wajah Yogyakarta sekarang tentunya berbeda dengan Yogyakarta yang telah lalu baik pada masa zaman kolonial, zaman pergerakan, zaman kemerdekaan sampai zaman pembangunan. Yogyakarta diwarnai dengan pertumbuhan baik di sektor ekonomi, sosial maupun budaya yang semakin hari semakin meningkat perkembangannya.&lt;br /&gt;Ikon sebagai kota pendidikan dan kota budaya melekat dan menjadi jati diri kota Yogyakarta. Berbagai macam sekolah dari negeri sampai swasta dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi dapat dengan mudah kita temui. Berbagai macam peninggalan sejarah dari mulai zaman purba zaman Hindu-Budha, Mataram Islam sampai dengan masa sekarang Ini dapat kita temui dengan relatif mudah. Berbagai macam bangunan Candi berbagai hasil kesenian,upacara-upacara adat dan beraneka ragam kearifan lokal sampai saat ini masih terus terjaga. Kerja keras dan sinergi yang baiklah dari seluruh elemen masyarakat Yogyakarta, baik dari kraton Yogyakarta, Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, dan tentunya juga masyarakat umum. &lt;br /&gt;Sebagai kota yang terus tumbuh Yogyakarta tentunya mempunyai keinginan atau cita-cita yang hendak dicapai. Hal ini menjadi lumrah  karena pertumbuhan ekonomi pasti akan diikuti dengan pertumbuhan pada seckor-sektor lainnya. Oleh karena itu seluruh elemen masyarakat harus terus menerus mempersiapkan diri dengan belajar apa saja agar dapat menjawab tantangan yang akan datang. Jangan sampai kita gagal untuk belajar dan mengambil hikmah yang dapat kita petik yang dapat kita gunakan untuk masa yang akan datang. Jangan sampai kita seperti apa yang telah di katakana oleh Cicero di depan siding senat Romawi yang saya kutip dari buku Berpikir Historis Karya Sam Wineburg “ Jika kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita lahir berarti kita tetap anak kecil”.&lt;br /&gt;Modernisasi yang tidak dapat terpisahkan dari globalisasi menjadi tantangan yang mengasikkan sekaligus mendebarkan bagi setiap orang. Modernisasi identik dengan hal-hal yang berbau teknologi dan globalissi erat kaitannya dengan makin hilangnya batas-batas pemisah antar negara yang satu dengan negara yang lainnya. Bagi masyarakat Yogyakarta yang mewarisi beraneka ragam warisan budaya dan tradisi tentunya akan semakin merasa terpacu untuk terus menerus bekerja kreatif dan berinfofatif.Hal ini tidak lain ialah agar dapat terus menerus mempertahankan dan menguri-uri warisan budaya adiluhung. &lt;br /&gt;Jika warisan budaya ini terkomunikasikan dan dapat dirasakan keberadaannya oleh khalayak umum tentunya akan menambah nilai keistimewaan bagi masyarakat Yogyakarta baik sebagai pelopor dan penggerak trasver of knowledge. Dengan sendirinya akan terbangun rasa handarbeni, rasa bangga akan kekayaan budaya yang  menjadi jati diri sebuah bangsa yang menjadikan generasi penerus pembangunan bangsa tidak mudah terpengaruh dampak negative globalisasi yang cenderung bayak merusak dan mendegradasikan moral generasi penerus. Menjadi sesuatu yang sangat indah dan menjadi kado yang sangat istimewa jika bangsa ini terus tumbuh menjadi bangsa yang kuwat bangsa yang dewasa vang tangguh dalam mengarungi masa yang akan datang. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-731382446070840125?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/731382446070840125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/yogyakarta-kini-dan-masa-yang-akan_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/731382446070840125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/731382446070840125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/yogyakarta-kini-dan-masa-yang-akan_18.html' title='YOGYAKARTA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TQ2wJi0CysI/AAAAAAAAAvE/SGC6fg5fLzo/s72-c/PIC_0997.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1726773381309217750</id><published>2010-12-18T23:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-18T23:10:49.580-08:00</updated><title type='text'>YOGYAKARTA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG</title><content type='html'>Wajah Yogyakarta sekarang tentunya berbeda dengan Yogyakarta yang telah lalu baik pada masa zaman kolonial, zaman pergerakan, zaman kemerdekaan sampai zaman pembangunan. Yogyakarta diwarnai dengan pertumbuhan baik di sektor ekonomi, sosial maupun budaya yang semakin hari semakin meningkat perkembangannya.&lt;br /&gt;Ikon sebagai kota pendidikan dan kota budaya melekat dan menjadi jati diri kota Yogyakarta. Berbagai macam sekolah dari negeri sampai swasta dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi dapat dengan mudah kita temui. Berbagai macam peninggalan sejarah dari mulai zaman purba zaman Hindu-Budha, Mataram Islam sampai dengan masa sekarang Ini dapat kita temui dengan relatif mudah. Berbagai macam bangunan Candi berbagai hasil kesenian,upacara-upacara adat dan beraneka ragam kearifan lokal sampai saat ini masih terus terjaga. Kerja keras dan sinergi yang baiklah dari seluruh elemen masyarakat Yogyakarta, baik dari kraton Yogyakarta, Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, dan tentunya juga masyarakat umum. &lt;br /&gt;Sebagai kota yang terus tumbuh Yogyakarta tentunya mempunyai keinginan atau cita-cita yang hendak dicapai. Hal ini menjadi lumrah  karena pertumbuhan ekonomi pasti akan diikuti dengan pertumbuhan pada seckor-sektor lainnya. Oleh karena itu seluruh elemen masyarakat harus terus menerus mempersiapkan diri dengan belajar apa saja agar dapat menjawab tantangan yang akan datang. Jangan sampai kita gagal untuk belajar dan mengambil hikmah yang dapat kita petik yang dapat kita gunakan untuk masa yang akan datang. Jangan sampai kita seperti apa yang telah di katakana oleh Cicero di depan siding senat Romawi yang saya kutip dari buku Berpikir Historis Karya Sam Wineburg “ Jika kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita lahir berarti kita tetap anak kecil”.&lt;br /&gt;Modernisasi yang tidak dapat terpisahkan dari globalisasi menjadi tantangan yang mengasikkan sekaligus mendebarkan bagi setiap orang. Modernisasi identik dengan hal-hal yang berbau teknologi dan globalissi erat kaitannya dengan makin hilangnya batas-batas pemisah antar negara yang satu dengan negara yang lainnya. Bagi masyarakat Yogyakarta yang mewarisi beraneka ragam warisan budaya dan tradisi tentunya akan semakin merasa terpacu untuk terus menerus bekerja kreatif dan berinfofatif.Hal ini tidak lain ialah agar dapat terus menerus mempertahankan dan menguri-uri warisan budaya adiluhung. &lt;br /&gt;Jika warisan budaya ini terkomunikasikan dan dapat dirasakan keberadaannya oleh khalayak umum tentunya akan menambah nilai keistimewaan bagi masyarakat Yogyakarta baik sebagai pelopor dan penggerak trasver of knowledge. Dengan sendirinya akan terbangun rasa handarbeni, rasa bangga akan kekayaan budaya yang  menjadi jati diri sebuah bangsa yang menjadikan generasi penerus pembangunan bangsa tidak mudah terpengaruh dampak negative globalisasi yang cenderung bayak merusak dan mendegradasikan moral generasi penerus. Menjadi sesuatu yang sangat indah dan menjadi kado yang sangat istimewa jika bangsa ini terus tumbuh menjadi bangsa yang kuwat bangsa yang dewasa vang tangguh dalam mengarungi masa yang akan datang. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1726773381309217750?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1726773381309217750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/yogyakarta-kini-dan-masa-yang-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1726773381309217750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1726773381309217750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/12/yogyakarta-kini-dan-masa-yang-akan.html' title='YOGYAKARTA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5393410275204360490</id><published>2010-07-18T04:40:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T04:42:10.361-07:00</updated><title type='text'>Kerajaan Samudra Pasai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TELohkLxg1I/AAAAAAAAAuY/IY4O9txCxfE/s1600/peta+samudera+pasai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TELohkLxg1I/AAAAAAAAAuY/IY4O9txCxfE/s200/peta+samudera+pasai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495210158691812178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   1.  Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kerajaan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Kesultanan Samudera Pasai, Samudera, Samudra, Pasai, atau Samudera Darussalam belum bisa dipastikan dengan tepat kapan berdirinya dan masih menjadi perdebatan para ahli sejarah. Jika dikaitkan dengan sumber yang ada mendapat kesimpulan bahwa Kesultanan Samudera Pasai telah berdiri sebelum Dinasti Usmani di Turki, karena berdasarkan bukti pada tahun 1297 Masehi Kesultanan Samudera Pasai telah menyebarkan kekuasaan dan pengaruh terhadap Asia Tenggara. Sedangkan Adikuasa Dinasti Ottoman memulai kejayaanya pada tahun 1385 Masehi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Berita tertua tentang Kesultanan Samudera Pasai diperoleh dari berita Negeri Tirai Bambu dalam sebuah catatan tahun 1288 yang menyebutkan bahwa “Lan-Wu-Li dan Sawen-Ta-La” yang berartikan Lamuri dan samudra bersama-sama telah mengirimkan utusan ke Negeri Cina (Iskandar 1959:25). Masih dalam kabar dari Cina tapi dari lain sumber tepatnya pada buku T’oung Pao Archvies halaman 337, menyebutkan bahwa terdapat sebuah kerajaan di Sumaterayang bernama Samudra pada abad ke-14. Dalam sumber lain tetap dari Negeri Cina tahun 1385, disebutkan bahwa Kerajaan Samudra diperintah Oleh rajanya yang bernama Malik Gundhanfar, yang mengirim utusanya ke Cina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Berita lainya adalah catatan Marcopolo tahun 1292 menuturkan bahwa ada beberapa kerajaan di kawasan Sumatra diantaranya yaitu Perlec, Basma, Dagrian, Lamuri, dan Fansur. Jika kita telaah kembali dan dicermati, dalam catatan Marcopolo tidak menyebutkan Samudera Pasai tetapi Basma yang letaknya berdekatan dengan Pasai. Catatan Marcopolo menyebutkan bahwa di Perlec telah ada masyarakat beragama Islam (Iskandar 1959).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hoessein Djajadiningrat (cf.Alfian 1973:20) mengemukakan berdirinya Kerajaan Samudra Pasai sekitar 1270 dan 1275. Pendapat yang sama diperoleh dari riwayat Malaysia yang menyebutkan bahwa Raja Samudra yang awalnya menyembah berhala telah masuk Islam antara tahun 669 dan 675 Hijriah atau 1270 dan 1275 Masehi dan rajanya bergelar Islam yaitu Malikh as Shaleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Tentang kapan berdirinya Kesultanan Samudra Pasai juga menyita perhatian sejumlah ahli sejarah dan penliti dari Eropa pada masa pendudukan colonial Hindia Belanda. Penelitian dilakukan beberapa kali. Beberapa sarjana dan peneliti dari Belanda, termasuk Snouck Hurgronje, J.P. Moquette, J.L. Moens, J. Hushoff Poll, G.P. Rouffaer, H.K.J. Cowan, dan lainnya, menyepakati perkiraan bahwa Kesultanan Samudera Pasai baru berdiri pada pertengahan abad ke-13 serta menempatkan nama Sultan Malik Al Shaleh sebagai pendirinya (Rusdi Sufi &amp; Agus Budi Wibowo, 2006:50). Gelar nama Sultan Malik Al Shaleh sendiri dikenal dengan sebutan dan penulisan yang berbeda, antara lain; Malik Ul Salih, Malik Al Saleh, Malikussaleh, Malik Al Salih, atau Malik Ul Saleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Berbeda dengan sumber dan petunjuk baru berdasarkanketerangan-keterangan para musafir Arab tentang Asia Tenggara dan dua naskah lokal Idhahul Hak Fi Mamlakatil Peureula” karya Abu Ishak Al Makarany dan Tawarich Raja-raja Kerajaan Aceh yang ditemukan di Aceh. Kesimpulan yang dapat diambil dari sumber baru tersebut adalah bahwa Kesultanan Samudra Pasai sydag berdiei sejak abad XI Masehi atau tepatnya tahun  433 Hijriyah / 1042 Masehi dab sebagai pendiri dan sultan pertama adalah Maharaja Mahmud Syah, yang memerintah pada tahun 433-470 Hijriyah / 1042-1078 Masehi.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Dalam sebuah nama,penyebutan Kesultanan Samudera Pasai juga mengalami kesimpangsiuran antara pengejaan dan penyebutan. Disebutkan bahwa nama lengkap Kesultanan Samudera Pasai adalah “Samudera Aca Pasai”, yang artinya “Kerajaan Samudera yang baik dengan ibukota di Pasai” (H.M. Zainuddin, 1961:116). Pusat pemerintahan kerajaan tersebut sekarang sudah tidak ada lagi namun diperkirakan lokasinya berada di sekitar negeri Blang Melayu. Nama “Samudera” itulah yang dijadikan sebagai nama pulau yang kini disebut sebagai Sumatra, seperti yang disebut oleh orang-orang Portugis. Sebelumnya, nama wilayah tersebut adalah Pulau Perca. Sedangkan para pengelana yang berasal dari Tiongkok/Cina menyebutnya dengan nama “Chincou”, yang artinya “Pulau Emas”, seperti misalnya yang diketahui berdasarkan tulisan-tulisan I‘tsing. Raja Kertanegara, pemimpin Kerajaan Singasari yang terkenal, menyebut daerah ini dengan nama Suwarnabhumi, yang artinya ternyata sama dengan apa yang disebut oleh orang-orang Tiongkok, yakni “Pulau Emas”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sehubungan dengan asal nama Kesultanan Samudera Pasai, Hikayat Raja-raja Pasai sebuah Historiografi Melayu yang banyak mengandung unsur-unsur Mythe, Legende, Geneologi dan Sejarah di dalamnya , memberi suatu keterangan yang berkaitan dengan totemisme, yaitu disebutkan antara lain:&lt;br /&gt;“…pada suatu hari Meurah Silu pergi berburu. Maka ada seekor anjing dibawanya akan perburuan Meurah Silu itu bernama si Pasai. Maka dilepaskannya anjing itu lalu menjalak di atas tanah tinggi itu. Maka dilihatnya ada seekor semut besarnya seperti kucing maka ditangkapnya oleh Meurah Silu itu lalu dimakannya. Maka tanah tinggi tersebut disuruh Meurah Silu tebas pada segala orang yang sertanya itu. Maka setelah itu diperbuatnya akan istananya. Setelah sudah maka Meurah Silupun duduklah ia di sana dengan segala hulubalangnya dan segala rakyatnya diam ia di sana maka dinamai oleh Meurah Silu negeri Samudera, artinya semut yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selanjutnya tentang asal nama Pasai, baik Hikayat Melayu maupun Hikayat Raja-raja Pasai menyebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…setelah sudah jadi negeri itu maka anjing perburuan yang bernama si Pasai itupun matilah pada tempat itu. Maka disuruh sultan tanamkan dia di sana juga. Maka dinamai baginda akan nama anjing nama negeri itu”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Pada bagian lain dari Hikayat Raja-raja Pasai menceritakan tentang Kerajaan Samudra sebagai suatu kerajaan yang diperintah oleh Sultan Malikus Shaleh. Sementara Kerajaan Pasai adalah sebuah kerajaan yang baru setelah Samudera yang dibuka Sultan Malikus Shaleh untuk puteranya yang bernama Malikus Zahir. Dalam pemberitaan-pemberitaan selanjutnya juga sering kali kedua nama Samdra dan Pasai digabungkan menjadi Samudra Pasai untuk menyebut kerajaan Islam Pertama Di nusantara ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Ada pula pendapat yang menyebut bahwa nama Pasai berasal dari kata “tapasai”, yang artinya “tepi laut”. Kata “tapa” masih banyak dijumpai dalam bahasa-bahasa Polinesia yang berarti “tepi”. Kata “sai” dapat dimaknai sebagai “laut”, yang juga termasuk dalam kosa kata Melayu-Polinesia atau Nusantara. Kata “Pasai” adalah sinonim dari kata “pantai”. Begitu pula kata “samudera” yang juga berarti “tidak jauh dari laut”. Jadi, baik “Samudera” atau “Pasai” mengandung arti yang kurang lebih sama, yaitu “negara yang terletak di tepi laut” (Slamet Muljana, 2005:136).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peta samudera pasai.jpg&lt;br /&gt;Peta letak Samudera Pasai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Kesultanan Samudera Pasai adalah sebuah kerajaan yang bercorak Islam dan sebagai pimpinan tertinggi kerajaan berada di tangan sultan yang biasanya memerintah secara turun temurun. Kekuasaan Kesultanan Samudera Pasai berawal dari runtuhnya kerajaan Sriwijaya pada Abad ke 13. Sultan Pertama Bernama Meurah Silu yang bergelar Sultan Malik Al Shaleh. Kesultanan Samudera Pasai berlokasi di pesisir pulau sumatera, di lembah sungai merupakan pusat pemukiman penduduk yang cocok. Tanah yang subur memberikan hasil bahan makanan yang cukup. Hubungan pedalaman yang memungkinkan adanya sungai-sungai memberikan dinamika tersendiri dalam arti perdagangan dengan daerah pedalaman. Dalam keadaan yang demikian, Kerajaan Samudera Pasai yang berada pada muara sungai mempunyai potensi besar untuk berkembang sebagai bandar perdagangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Alasan yang menguatkan Kesultanan Samudera Pasai tergabung dan ikut andil dalam jaringan perdagangan antar bangsa adalah letaknya berada di jalur perdagangan internasional Arab dan Cina. Jarak pelayaran yang begitu jauh antara Arab dan Cina menjadi Kerajaan Samudera Pasai sebagai tempat singgah para pedagang, terlebih karena pelayaran mengharuskan para pedagang menunggu angin musim yang cocok untuk berlayar meneruskan perjalanan. Selain itu, Kerajaan Samudera Pasai menghasilkan komoditas perdagangan ekspor seperti lada, sutra, kapur barus dan banyak lagi komoditas ekspor yang bisa diperoleh karena Kesultanan Samudera Pasai adalah tempat pengumpul barang dari berbagai daerah. Selain itu, dalam Kesultanan Samudera Pasai terdapat beberapa jenis barang dari Cina yang dapat dibeli pedagang lainya tanpa harus berlayar ke Cina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Kemungkinan pada masa pemerintahan Sultan Malik Al-Shaleh sudah ada hubungan dengan Cina sebagaimana diberitakan dalam Dinasti Yuan bahwa tahun 1282 M seorang utusan CIna bertemu dengan salah seorang menteri dari kerajaan Sumatra di Qouilon yang meminta agar raja Sumatra (Samudra) mengirimkan dutanya ke Cina. Ternyata pada tahun itu ada dua orang utusan dari Samudra yang bernama Sulaeman dan Snams-ad-Din Hubungan dengan negeri-negeri Timur Tengah selalau ada bahkan sekitar tahun 1346 M berdasarkan berita Ibnu Battutah yang bernama Qadi Sharif Amir Sayyid dari Shiraz dan Taj-Al-Din dari Isfahan. Diceritakan Kerajaan Samudera Pasai selalu mengadakan hubungan persahabatan dengan dengan Malaka bahkan mengikat hubungan dengan perkawinan. Para pedagang yang singgah di Kerajaan Samudera Pasai dari berbagai negeri, seperti Rumi,Turki, Arab, Persia (Iran), Gujarat, Keling Bengali, Melayu, Jawa, Bruas, Siam, Kedah dan Pegu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada. Pedagang-pedagang Jawa mendapat kedudukan yang istimewa di pelabuhan Samudera Pasai. Mereka dibebaskan dari pembayaran cukai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Pada masa Kerajaan Samudera Pasai telah menggunakan mata uang seperti uang kecil yang disebut dengan ceitis, ada yang dibuat dari emas yang disebut dengan dramas yang dibandingkan dengan harga mata uang portugis crusade, yaitu 9 dramas sama dengan 1 crusadeyang juga sama dengan 500 cash. Mata uang emas dibuat dari serbukan emas dan perak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Disamping terdapat seorang sultan sebagai pimpinan kerajaan, terdapat pula beberapa jabatan lain, seperti; Menteri Besar (Perdana Menteri atau Orang Kaya Besar), seorang Bendahara, seorang Komandan Militer atau Panglima Angkatan laut yang lebih dikenal dengan gelar Laksamana, seorang Sekretaris Kerajaan, seorang Kepala Mahkamah Agama yang dinamakan Qadi, dan beberapa orang Syahbandar yang mengepalai dan mengawasi pedagang-pedagang asing di kota-kota pelabuhan yang berada di bawah pengaruh kerajaan itu. Biasanya para Syahbandar ini juga menjabat sebagai penghubung antara sultan dan pedagang-pedagang asing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Dibidang keagamaan sebagaimana telah diberitakan Ibnu Batutah tentang kehadiran para ulama dari Persia, Syria, dan Isfahan. Ibnu Batutah menceritakan bagaimana taatnya Sultan Samudera Pasai terhadap agama Islam dari madzhab syafi’i dan Sultan Samudera Pasai selalu dikelilingi oleh ahli-ahli Islam.&lt;br /&gt;     Kesultanan Samudera Pasai merupakan kerajaan besar, pusat perdagangan dan perkembangan agama Islam. Sebagai kerajaan besar, di kerajaan ini juga berkembang suatu kehidupan yang menghasilkan karya tulis yang baik. Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam, untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi. Di antara karya tulis tersebut adalah Hikayat Raja Pasai (HRP). Bagian awal teks ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 1360 M. HRP menandai dimulainya perkembangan sastra Melayu klasik di bumi nusantara. Bahasa Melayu tersebut kemudian juga digunakan oleh Syaikh Abdurrauf al-Singkili untuk menuliskan buku-bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sejalan dengan itu, juga berkembang ilmu tasawuf. Di antara buku tasawuf yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu adalah Durru al-Manzum, karya Maulana Abu Ishak. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Makhdum Patakan, atas permintaan dari Sultan Malaka. Informasi di atas menceritakan sekelumit peran yang telah dimainkan oleh Samudera Pasai dalam posisinya sebagai pusat tamadun Islam di Asia Tenggara pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Perjalanan Kesultanan Samudera Pasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Sultan Malik Al Shaleh&lt;br /&gt;      Sebelum memeluk agama Islam, nama asli Malik Al Shaleh adalah Marah Silu atau Meurah Silo. “Meurah” adalah panggilan kehormatan untuk orang yang ditinggikan derajatnya, sementara “Silo” dapat dimaknai sebagai silau atau gemerlap. Marah Silu adalah keturunan dari Suku Imam Empat atau yang sering disebut dengan Sukee Imuem Peuet. Sukee Imuem Peuet adalah sebutan untuk keturunan Empat Maharaja atau Meurah bersaudara yang berasal dari Mon Khmer (Champa) yang merupakan pendiri pertama kerajaan-kerajaan di Aceh sebelum masuk dan berkembangnya agama Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Leluhur yang mendirikan kerajaan-kerajaan Hindu atau Buddha di Aceh di antaranya adalah Maharaja Syahir Po-He-La yang membangun Kerajaan Peureulak (Po-He-La) di Aceh Timur, Syahir Tanwi yang mengibarkan bendera Kerajaan Jeumpa (Champa) di Peusangan (Bireuen), Syahir Poli (Pau-Ling) yang menegakkan panji-panji Kerajaan Sama Indra di Pidie, serta Syahir Nuwi sebagai pencetus berdirinya Kerajaan Indra Purba di Banda Aceh dan Aceh Besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Dalam Hikayat Raja Pasai diceritakan bahwa Marah Silu putra dari pasangan Marah Gadjah dan Putri Betung. Marah Silu memiliki seorang saudara laki-laki bernama Marah Sum. Sepeninggal orang tuanya, Marah Silu dan Marah Sum memutuskan untuk meninggalkan kediamannya dan mulai hidup mengembara. Marah Sum kemudian menjadi penguasa di wilayah Bieruen, sedangkan Marah Silu membuka tanah di hulu Sungai Peusangan yang terletak tidak jauh dari muara Sungai Pasai hingga akhirnya ia menjadi pemegang tahta Kerajaan Samudera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Seperti yang telah dikisahkan, Marah Silu memeluk Islam atas bujukan utusan Dinasti Mamaluk dari Mesir, yakni Syaikh Ismail dan Fakir Muhammad. Keislaman Marah Silu ditegaskan kembali dalam Hikayat Raja Pasai dengan memberikan catatan bahwa Nabi Muhammad telah menyebutkan nama Kerajaan Samudera beserta penduduk di kerajaan tersebut diislamkan oleh salah seorang sahabat Nabi yang bernama Syaikh Ismail. Berdasarkan catatan dari hikayat Raja-raja Pasai dapat diambil kesimpulan bahwa ajaran agama Islam sudah masuk ke wilayah Aceh tidak lama setelah Nabi Muhammad wafat pada sekitar abad pertama tahun Hijriah atau sekitar abad ke-7 atau abad ke-8 tahun Masehi. Bisa diperkirakan pula bahwa agama Islam yang masuk ke Aceh dibawa langsung dari Mekkah (Sufi &amp; Wibowo, 2005:58-59).&lt;br /&gt;     Data-data tentang Islam di Kerajaan Samudera menurut Hikayat Raja Pasai menunjukkan bahwa Kerajaan Samudera adalah tempat pertama kali yang diislamkan. Masih tersebut dalam Hikayat Raja Pasai, Nabi Muhammad (Rasulullah) yang membawa Islam ke Kerajaan Samudera Pasai. Dikisahkan dalam tatap muka di kala tidur antara Marah Silu dengan Rasulullah. Nabi Muhammad  telah menuntun Marah Silu memebaca dua kalimat syahadat. Dalam mimpi Nabi Muhamad meludahi mulut Marah silu sehingga Marah silu dapat membaca Alquran sebanyak 30 juz, setelah terbangun dari mimpinya Marah silu sudah keadaan berkhitan. Islamisasi lewat peran langsung Rasulullah kiranya menunjukkan proses yang esensial bagi Kerajaan Samudera Pasai. Dalam proses inilah Marah Silu tinggal dinobatkan sehingga proses Islamisasi dapat berjalan dengan lancer (Chamamah, 2002:40).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Ketika Malik Al Shaleh dinobatkan sebagai Sultan Kerajaan Samudera pertama, upacara penobatan dilakukan dengan gaya Arab dimana Malik Al Salih dinobatkan dengan mengenakan pakaian kerajaan anugerah dari Mekkah. Setelah upacara penobatan, sekalian hulubalang dan rakyat serta-merta menjunjung dan menyembah sultan baru mereka dengan menyerukan: “Daulat Dirgahayu Syah Alam Zilluilahi fil-alam”. Penyebutan gelar kehormatan kepada raja tersebut juga sangat lekat dengan nama Arab.&lt;br /&gt;      Bersamaan dalam rangkaian upacara penobatan Raja Malik Al Shaleh  telah ditetapkan dua tokoh besar, sebagai penasehat Sultan, yakni Tun Sri Kaya dengan gelar Sayid Ali Khiatuddin dan Tun Sri Baba Kaya dengan gelar Sayid Asmayuddin. Aroma Islam semakin terasa ketika Tun Sri Kaya dan Tun Sri Baba diberi gelar berkesan Arab (Said, 1963:85).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sultan Malik Al Shaleh menikah dengan Putri Ganggang Sari, keturunan Sultan Aladdin Muhammad Amin bin Abdul Kadi dari Kerajaan Perlak. Dari perkawinan ini, Sultan Malik Al Salih dikaruniai dua orang putra, yaitu Muhammad dan Abdullah. Kelak Muhammad dipercaya untuk memimpin Kerajaan Pasai, bergelar Sultan Muhammad Malikul Zahir (Sultan Malik Al Tahir), berdampingan dengan Sultan Malik Al Shaleh yang masih tegap memimpin Kerajaan Samudera. Putra kedua Sultan Malik Al Salih, Abdullah, memilih keluar dari keluarga besar Kerajaan Samudera dan Pasai, dengan mendirikan pemerintahan sendiri Kesultanan Aru Barumun pada 1295 Masehi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b.      Sultan Muhammad Malikul Zahir&lt;br /&gt;     Di bawah pimpinan Sultan Muhammad Malikul Zahir, Kerajaan Pasai mengalami masa kejayaan. Masa kejayaan Sultan Muhammad Malikul Zahir dikuatkan dengan bukti catatan Ibnu Batutah. Ibnu Batutah mencatat bahwa tanah-tanah di wilayah Kerajaan Pasai begitu subur. Aktivitas perdagangan dan bisnis di kerajaan itu sudah cukup maju, dibuktikan dengan sudah digunakannya mata uang, termasuk mata uang yang terbuat dari emas, sebagai alat transaksi dalam kehidupan ekonomi warga Kerajaan Pasai. Selain menjalin hubungan dagang dengan negara-negara dari luar Nusantara, hubungan dagang dengan pedagang-pedagang dari Pulau Jawa pun begitu baik. Bahkan, para saudagar Jawa mendapat perlakuan yang istimewa karena mereka tidak dipungut pajak. Biasanya, kaum pedagang dari Jawa menukar beras dengan lada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Ibnu Batutah mengisahkan, setelah berlayar selama 25 hari dari Barhnakar (sekarang masuk wilayah Myanmar), ia mendarat di sebuah tempat yang sangat subur. Ibnu Batutah tidak bisa menutupi rasa kagumnya begitu berkeliling kota pusat Kerajaan Pasai. Ia begitu takjub melihat sebuah kota besar yang sangat elok dengan dikelilingi dinding yang megah. Ibnu Batutah mencatat bahwa ia harus berjalan sekitar empat mil dengan naik kuda dari pelabuhan yang disebutnya Sahra untuk sampai ke pusat kota. Pusat pemerintahan kota itu cukup besar dan indah serta dilengkapi dengan menara-menara yang terbuat dari kayu-kayuan kokoh. Di pusat kota ini, tulis Ibnu Batutah, terdapat tempat tinggal para penguasa dan bangsawan kerajaan. Bangunan yang terpenting ialah Istana Sultan dan masjid(Ismail, 1997:37).Di dalam pagar yang mengelilingi kota, terdapat tempat tinggal para penguasa dan bangsawan kerajaan yang dilindungi oleh rakyat di luar pagar. Semua kehidupan komersial di kota, para pendatang baru dari desa, orang-orang asing, para pengrajin, dan segala aktivitas urban lainnya ditempatkan di luar pagar di sekeliling pusat kota. Orang-orang asing seringkali tidak diizinkan menetap dalam jarak tertentu dari Istana Sultan, bahkan adakalanya mereka harus tinggal di luar kota.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Bisa diterjemahkan dari penjelasan dari Ibnu Batutah bahwa Kota Pasai sebagai pusat pemerintahan sultan-sultan yang berkuasa di Pasai, pada tengah-tengah areal terdapat suatu daerah inti yang ditempati oleh Istana Sultan. Istana tersebut memiliki pagar yang berfungsi sebagai batas yang membedakan kawasan Istana Sultan dengan kawasan pasar di mana aktivitas perdagangan dan kegiatan lainnya berlangsung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Masih menurut catatan Ibnu Batutah, Sultan Muhammad Malikul Zahir merupakan sosok pemimpin yang memiliki semanngat belajar yang tinggi dalam menuntut ilmu-ilmu Islam. Ibnu Batutah juga mencatat, pusat studi Islam yang dibangun di lingkungan kerajaan menjadi tempat diskusi antara ulama dan tokoh kerajaan. Ibnu Batutah bahkan memasukkan nama Sultan Muhammad Malikul Zahir sebagai salah satu dari tujuh raja di dunia yang memiliki kelebihan luar biasa. Ketujuh raja yang memiliki kemampuan luar biasa menurut Ibnu Batutah antara lain Raja Melayu Sultan Muhammad Malikul Zahir yang dinilainya berilmu pengetahuan luas dan mendalam, Raja Romawi yang sangat pemaaf, Raja Iraq yang berbudi bahasa, Raja Hindustani yang sangat ramah, Raja Yaman yang berakhlak mulia, Raja Turki yang gagah perkasa, serta Raja Turkistan yang bijaksana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Kesan Ibnu Batutah terhadap sosok Sultan Muhammad Malikul Zahir memang begitu mendalam. Sebagai raja, Sultan Muhammad Malikul Zahir merupakan orang yang sangat saleh, pemurah, rendah hati, dan mempunyai perhatian terhadap fakir miskin. Meskipun ia telah menaklukkan banyak kerajaan, Sultan Muhammad Malikul Zahir tidak pernah bersikap jumawa. Sultan ini, kata Batutah, adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. “Pribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk shalat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai shalat, Sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya,” begitulah Ibnu Batutah menggambarkan sosok Sultan Muhammad Malikul Zahir. Kerendahan hati sang Sultan Muhammad Malikul Zahir salah satunya ditunjukkan saat menyambut rombongan Ibnu Batutah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Di masa keemasannya, Kerajaan Pasai dan Kerajaan Samudera menjelma menjadi pusat perdagangan internasional. Kerajaan pelabuhan Islam itu begitu ramai dikunjungi para pedagang dan saudagar dari berbagai benua seperti, Asia, Afrika, Cina, dan Eropa. Wilayah di mana Kerajaan Samudera dan Pasai berdiri, yakni di kawasan Selat Malaka, memang merupakan bandar niaga yang sangat strategis. Pada saat itu, kawasan Selat Malaka merupakan jalur perdagangan laut yang sering menjadi lokasi transaksi dan disinggahi para saudagar dari berbagai penjuru bumi, seperti dari Siam (Thailand), Cina, India, Arab, hingga Persia (Iran).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Di samping sebagai pusat perdagangan, Kesultanan Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam dan muncul sebagai pemerintahan pertama di Nusantara yang menganut ajaran Islam. Kejayaan Kesultanan Samudera dan Kesultanan Pasai yang berlokasi di daerah Samudera Geudong, Aceh Utara, diawali dengan penyatuan sejumlah kerajaan kecil di daerah Perlak, seperti Rimba Jreum dan Seumerlang. Dalam kurun abad ke-13 hingga awal abad ke-16, Pasai merupakan wilayah penghasil rempah-rempah terkemuka di dunia, dengan lada sebagai salah satu komoditas andalannya. Setiap tahunnya, Pasai mampu mengekspor lada dengan produksi yang cukup besar. Tak cuma itu, Pasai pun merupakan produsen komoditas lainnya seperti sutra, kapur barus, dan emas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sultan Muhammad Malikul Zahir mempunyai dua orang putra, yaitu Malikul Mahmud dan Malikul Mansur. Ketika Sultan Muhammad Malikul Zahir pada akhirnya meninggal dunia karena sakit, tampuk kepemimpinan Kerajaan Pasai untuk sementara diserahkan Sultan Malik Al Salih, yang juga memimpin Kerajaan Samudera, karena kedua putra Sultan Muhammad Malikul Zahir masih berusia sangat belia. Oleh Sultan Malik Al Salih, kedua cucunya itu diserahkan kepada tokoh-tokoh yang piawai supaya mereka dapat dengan baik memimpin kerajaan pada suatu saat nanti. Malikul Mahmud diserahkan kepada Sayid Ali Ghiatuddin, sementara Malikul Mansur dididik oleh Sayid Semayamuddin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c.       Malikul Mahmud&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Ketika kedua pangeran ini beranjak dewasa dan dirasa sudah siap memimpin pemerintahan, maka Sultan Malik Al Salih pun mengundurkan diri dari singgasananya yang meliputi dua kerajaan, yakni Kerajaan Samudera dan Kerajaan Pasai. Sebagai gantinya, sesuai dengan kesepakatan Orang-Orang Besar, diangkatlah Malikul Mahmud menjadi Sultan Kerajaan Pasai, sementara Malikul Mansur sebagai Sultan Kerajaan Samudera. Namun, keharmonisan kedua sultan kakak-beradik ini tidak berlangsung lama karena terjadi perseteruan di antara mereka. Penyebabnya adalah ulah Sultan Mansur yang ternyata menggilai salah seorang istri Sultan Mahmud yang tidak lain adalah abang kandungnya sendiri. Pada akhirnya, Sultan Mansur ditangkap dan diusir dari kerajaannya hingga kemudian meninggal dunia dalam perjalanan. Jadilah Sultan Malikul Mahmud menguasai singgasana Kerajaan Samudera dan Kerajaan Pasai hingga digabungkanlah kedua kerajaan itu menjadi Kesultanan Samudera Pasai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d.      Ahmad Permadala Permala&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sejak tahun 1346, kepemimpinan Kesultanan Samudera Pasai di bawah rezim Sultan Malikul Mahmud digantikan oleh anaknya yang bernama Ahmad Permadala Permala. Setelah dinobatkan sebagai penguasa Kesultanan Samudera Pasai, ia kemudian dianugerahi gelar kehormatan dengan nama Sultan Ahmad Malik Az-Zahir. Dalam Hikayat Raja Pasai dikisahkan, Sultan Ahmad Malik Az-Zahir dikaruniai lima orang anak, tiga orang di antaranya laki-laki sementara dua sisanya adalah anak perempuan. Tiga putra Sultan Ahmad Malik Az-Zahir masing-masing bernama Tun Beraim Bapa, Tun Abdul Jalil, serta Tun Abdul Fadil. Sedangkan dua anak perempuannya diberi nama Tun Medam Peria dan Tun Takiah Dara.&lt;br /&gt;Sempat terjadi hal yang sungguh memalukan dalam perjalanan kepemimpinan Sultan Ahmad Malik Az-Zahir II yang pada akhirnya memang lekat dengan citra sebagai pemimpin yang buruk. Menurut Hikayat Raja Pasai, Sang Sultan ternyata menaruh berahi terhadap kedua anak perempuannya sendiri, yaitu Tun Medan Peria dan Tun Takiah Dara. Sikap yang keterlaluan dari Sultan Ahmad Malik Az-Zahir menimbulkan kemurkaan dari banyak pihak, termasuk Tun Beraim Bapa yang tidak lain adalah putra sulung Sultan Ahmad Malik Az-Zahir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Tun Beraim Bapa sekuat tenaga melindungi kedua saudara perempuannya dari kebuasan Sultan Ahmad Malik Az-Zahir dengan melarikan mereka untuk diamankan di suatu tempat. Merasa ditentang oleh anaknya sendiri, Sultan Ahmad Malik Az-Zahir naik pitam dan kemudian memerintahkan pengawalnya untuk membunuh Tun Beraim Bapa. Pangeran yang seharusnya menjadi putra mahkota akhirnya meninggal setelah memakan racun yang diberikan utusan sang ayah. Tidak lama kemudian, kedua saudara perempuan Tun Beraim Bapa pun menyusul kakaknya dengan memakan racun yang sama (Jones [ed.], 1999:35-56).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Keganasan Sultan Ahmad Malik Az-Zahir belum berhenti sampai di situ. Sang Sultan kembali berulah biadab ketika mendengar kabar bahwa ada seorang putri dari Kerajaan Majapahit, Radin Galoh Gemerencang, jatuh cinta kepada putra kedua Sultan Ahmad Malik Az-Zahir, yakni Tun Abdul Jalil. Sultan Ahmad Malik Az-Zahir merasa terhina karena ia sendiri juga menaruh hati pada kecantikan putri Raja Majapahit tersebut. Maka kemudian, seperti yang termaktub dalam Hikayat Raja Pasai, Sultan Ahmad Malik Az-Zahir kembali memberikan mandat kepada anak buahnya untuk menghabisi nyawa Tun Abdul Jalil dan ketika rencana itu berhasil, mayat Tun Abdul Jalil ditenggelamkan ke laut. Sementara itu, rasa cinta yang tidak tertahankan, Radin Galoh Gemerencang bertekad pergi ke Pasai bersama para pengawalnya untuk menemui Tun Abdul Jalil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sesampainya di Kerajaan Samudera Pasai, rombongan dari Majapahit itu mendapat kabar bahwa Tun Abdul Jalil pujaan hati Radin Galoh Gemerencang sudah meninggal, dibunuh oleh ayahnya sendiri. Sang Putri tidak kuasa menahan sedih dan kemudian menenggelamkan diri ke dalam laut di mana jenazah Tun Abdul Jalil telah dibenamkan sebelumnya. Sisa rombongan pengawal yang mengiringi Radin Galoh Gemerencang segera kembali ke Jawa dan melapor kepada Raja Majapahit tentang kejadian tragis tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sang Raja tentu saja murka mendengar kematian putrinya serta kebiadaban Sultan Pasai itu, dan kemudian segera menitahkan kepada bala tentara Majapahit untuk bersiap menyerang Kerajaan Pasai. Meski sempat memberikan perlawanan, ternyata armada perang Kerajaan Majapahit lebih unggul dan berhasil menduduki Kerajaan Samudera Pasai. Karena semakin terdesak, Sultan Ahmad Malik Az-Zahir melarikan diri ke suatu tempat bernama Menduga, yang terletak kira-kira lima belas hari perjalanan dari Kerajaan Samudera Pasai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sementara itu, seusai meraih kemenangan gemilang dengan menaklukkan Pasai, pasukan perang Majapahit mulai bersiap untuk kembali ke Jawa setelah sebelumnya mengambil harta rampasan dan tawanan perang dari Kerajaan Samudera Pasai. Dalam perjalanan menuju Jawa, laskar tentara Majapahit terlebih dahulu singgah di Palembang dan Jambi untuk menaklukkan kedua negeri itu, sekaligus membawa barang jarahan yang semakin banyak. Demikianlah kisah penaklukan oleh Kerajaan Majapahit terhadap Kerajaan Samudera Pasai seperti yang dikisahkan dalam Hikayat Raja Pasai (Jones [ed.], 1999:57-65).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;e.      Sultanah Nahrasiyah&lt;br /&gt;      Sultanah Nahrasiyah (Nahrisyyah) Malikul Zahir bertahta dari tahun 1420 hingga 1428. Sultanah Nahrasiyah memiliki penasehat bernama Ariya Bakooy dengan gelar Maharaja Bakooy Ahmad Permala. Ariya Bakooy sebenarnya merupakan sosok kontroversial. Ia pernah diperingatkan kaum ulama agar tidak mengawini puterinya sendiri namun peringatan itu ditentangnya. Bahkan, Ariya Bakooy kemudian malah membunuh 40 ulama. Ariya Bakooy akhirnya tewas di tangan Malik Musthofa dengan bantuan Sultan Mahmud Alaiddin Johan Syah dari Kerajaan Aceh Darussalam (1409-1465). Malik Musthofa yang bergelar Pocut Cindan Simpul Alam, yang tidak lain adalah suami Sultanah Nahrasiyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Sultanah Nahrasiyah merupakan seorang perempuan muslimah yang berjiwa besar. Hal ini dibuktikan dengan hiasan makamnya yang sangat istimewa. Pada nisannya, tertulis nukilan huruf Arab terjemahannya berbunyi: ”Inilah kubur wanita yang bercahaya yang suci ratu yang terhormat, almarhum yang diampunkan dosanya, Nahrasiyah, putri Sultan Zainal Abidin, putra Sultan Ahmad, putra Sultan Muhammad, putra Sultan Mailkus Salih. Kepada mereka itu dicurahkan rahmat dan diampunkan dosanya. Mangkat dengan rahmat Allah pada hari Senin, 17 Zulhijjah 832.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Dikemukakan oleh M Zainuddin dalam “Tarikh Aceh dan Nusantara” diterbitkan oleh Pustaka Iskandar Muda – Medan 1961. Menurut Snouck Hurgronye “Arabic et la Indes Nederlands” di dalam Verspreide Geschriften (VG) IV, Sultanah Nahrisyah ini adalah Bahiah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.       Silsilah Raja-raja Kerajaan Samudera Pasai&lt;br /&gt;1.       Sultan Malikul Saleh (1267-1297 M)&lt;br /&gt;2.       Sultan Muhammad Malikul Zahir (1297-1326 M)&lt;br /&gt;3.       Sultan Mahmud Malik Az-Zahir (1326 ± 1345&lt;br /&gt;4.       Sultan Malik Az-Zahir (?- 1346)&lt;br /&gt;5.       Sultan Ahmad Malik Az-Zahir yang memerintah (1346-1383)&lt;br /&gt;6.       Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir yang memerintah (1383-1405)&lt;br /&gt;7.       Sultanah Nahrasiyah, yang memerintah (1405-1412)&lt;br /&gt;8.       Sultan Sallah Ad-Din yang memerintah (1402-?)&lt;br /&gt;9.       Sultan yang kesembilan yaitu Abu Zaid Malik Az-Zahir (?-1455)&lt;br /&gt;10.   Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, memerintah (1455-1477)&lt;br /&gt;11.   Sultan Zain Al-‘Abidin, memerintah (1477- 1500)&lt;br /&gt;12.   Sultan Abdullah Malik Az-Zahir, yang memerintah (1501-1513)&lt;br /&gt;13.   Sultan Zain Al’Abidin, yang memerintah tahun (1513-1524)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.       Sebab – sebab Keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai&lt;br /&gt;     Kejayaan Kerajaan Samudera Pasai mulai mengalami ancaman dari Kerajaan Majapahit dengan Gadjah Mada sebagai mahapatih. Gadjah Mada diangkat sebagai patih di Kahuripan pada periode 1319-1321 Masehi oleh Raja Majapahit yang kala itu dijabat oleh Jayanegara. Pada 1331, Gadjah Mada naik pangkat menjadi Mahapatih ketika Majapahit dipimpin oleh Ratu Tribuana Tunggadewi. Ketika pelantikan Gadjah Mada menjadi Mahapatih Majapahit inilah keluar ucapannya yang disebut dengan Sumpah Palapa, yaitu bahwa Gadjah Mada tidak akan menikmati buah palapa sebelum seluruh Nusantara berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Mahapatih Gadjah Mada rupanya sedikit terusik mendengar kabar tentang kebesaran Kerajaan Samudera Pasai di seberang lautan sana. Majapahit khawatir akan pesatnya kemajuan Kerajaan Samudera Pasai. Oleh karena itu kemudian Gadjah Mada mempersiapkan rencana penyerangan Majapahit untuk menaklukkan Samudera Pasai. Desas-desus tentang serangan tentara Majapahit, yang menganut agama Hindu Syiwa, terhadap kerajaan Islam Samudera Pasai santer terdengar di kalangan rakyat di Aceh. Ekspedisi Pamalayu armada perang Kerajaan Majapahit di bawah komando Mahapatih Gadjah Mada memulai aksinya pada 1350 dengan beberapa tahapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Serangan awal yang dilakukan Majapahit di perbatasan Perlak mengalami kegagalan karena lokasi itu dikawal ketat oleh tentara Kesultanan Samudera Pasai. Namun, Gadjah Mada tidak membatalkan serangannya. Ia mundur ke laut dan mencari tempat lapang di pantai timur yang tidak terjaga. Di Sungai Gajah, Gadjah Mada mendaratkan pasukannya dan mendirikan benteng di atas bukit, yang hingga sekarang dikenal dengan nama Bukit Meutan atau Bukit Gadjah Mada (Muljana, 2005:140).&lt;br /&gt;     Gadjah Mada menjalankan siasat serangan dua jurusan, yaitu dari jurusan laut dan jurusan darat. Serangan lewat laut dilancarkan terhadap pesisir di Lhokseumawe dan Jambu Air. Sedangkan penyerbuan melalui jalan darat dilakukan lewat Paya Gajah yang terletak di antara Perlak dan Pedawa. Serangan dari darat tersebut ternyata mengalami kegagalan karena dihadang oleh tentara Kesultanan Samudera Pasai. Sementara serangan yang dilakukan lewat jalur laut justru dapat mencapai istana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Selain alasan faktor politis, serangan Majapahit ke Samudera Pasai dipicu juga karena faktor kepentingan ekonomi. Kemajuan perdagangan dan kemakmuran rakyat Kerajaaan Samudera Pasai telah membuat Gadjah Mada berkeinginan untuk dapat menguasai kejayaan itu. Ekspansi Majapahit dalam rangka menguasai wilayah Samudera Pasai telah dilakukan berulangkali dan Kesultanan Samudera Pasai pun masih mampu bertahan sebelum akhirnya perlahan-lahan mulai surut seiring semakin menguatnya pengaruh Majapahit di Selat Malaka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Hingga menjelang abad ke-16, Kerajaan Samudera Pasai masih dapat mempertahankan peranannya sebagai bandar yang mempunyai kegiatan perdagangan dengan luar negeri. Para ahli sejarah yang menumpahkan minatnya pada perkembangan ekonomi mencatat bahwa Kerajaan Samudera Pasai pernah menempati kedudukan sebagai sentrum kegiatan dagang internasional di nusantara semenjak peranan Kedah berhasil dipatahkan (Said, 1963:125).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Namun,kemudian peranan Kerajaan Samudera Pasai yang sebelumnya sangat penting dalam arus perdagangan di kawasan Asia Tenggara dan dunia mengalami kemerosotan dengan munculnya bandar perdagangan Malaka di Semenanjung Melayu (Ismail, 1997:24). Bandar Malaka segera menjadi primadona dalam bidang perdagangan dan mulai menggeser kedudukan Pasai. Tidak lama setelah Malaka dibangun, kota itu dalam waktu yang singkat segera dibanjiri perantau-perantau dari Jawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Akibat kemajuan pesat yang diperoleh Malaka tersebut, posisi dan peranan Kerajaan Samudera Pasai kian lama semakin tersudut, nyaris seluruh kegiatan perniagaannya menjadi kendor dan akhirnya benar-benar patah di tangan Malaka sejak tahun 1450. Apalagi ditambah kedatangan Portugis yang berambisi menguasai perdagangan di Semenanjung Melayu. Orang-orang Portugis yang pada 1521 berhasil menduduki Kesultanan Samudera Pasai (Rusdi Sufi, 2004:57).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Tidak hanya itu, Kesultanan Samudera Pasai semakin lemah ketika di Aceh berdiri satu lagi kerajaan yang mulai merintis menjadi sebuah peradaban yang besar dan maju. Pemerintahan baru tersebut yakni Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Kesultanan Aceh Darussalam sendiri dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Aceh pada masa pra Islam, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura. Pada 1524, Kerajaan Aceh Darussalam di bawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah menyerang Kesultanan Samudera Pasai. Akibatnya, pamor kebesaran Kerajaan Samudera Pasai semakin meredup sebelum benar-benar runtuh. Sejak saat itu, Kesultanan Samudera Pasai berada di bawah kendali kuasa Kesultanan Aceh Darussalam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6.       Jejak-jejak Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai&lt;br /&gt;a.       Deureuham atau Dirham&lt;br /&gt;     Dalam buku Ying Yai Sheng Lan karya Ma Huan, sang juru tulis dan penterjemah Laksamana Muslim Cheng Ho dari Cina saat muhibah ke Sumatera Utara (1405 - 1433), disebutkan bahwa mata uang Samudera Pasai adalah Dinar emas dengan kadar 70 persen dan mata uang keueh dari timah (1 Dinar = 1.600 keueh). Pasai telah mencetak Dinar pertamanya pada masa Sultan Muhammad (1297-1326) dengan satuan mas yang sepadan dengan 40 grains atau 2,6 gram.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aceh&lt;br /&gt;Deureuham atau Dirham&lt;br /&gt;     Pada masa Sultan Ahmad Malik Az-Zahir koin Dinar lebih dikenal sebagai Derham mas, dicetak dalam dua pecahan yaitu Derham dan setengah Derham (1346-1383). Setelah Aceh menaklukkan Pasai (1524) tradisi mencetak Derham mas menyebar ke seluruh Sumatera, bahkan semenanjung Malaka. Derham ini tetap berlaku sampai bala tentara Nippon mendarat di Seulilmeum, Aceh Besar pada tahun 1942. Sampai hari inipun di Sumatera Barat masih dijumpai pemakaian satuan mas (1 mas = 2,5 gram) sebagai unit jual beli, terutama untuk tanah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Dirham merupakan alat pembayaran dari emas tertua di Asia Tenggara. Mata uang ini digunakan Samuedera Pasai sebai alat pembayaran pada masa Sultan Muhammad Malik al-Zahir. Pada satu sisi dirham atau mata uang emas itu tertulis; Muhammad Malik Al-Zahir. Sedangkan di sisi lainnya tercetak nama Al-Sultan Al-Adil. Diameter Dirham itu sekitar 10 mm dengan berat 0,60 gram dengan kadar emas 18 karat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Seorang putra pribumi pakar Aceh bernama Ibrahim Alfian (1973) mengemukakan tentang hasil analisanya tentang mata uang Aceh yang menjadi koleksi pribadinya dan yang terdapat di Museum Negeri Aceh. Diantaranya dikenali dari masa pemerintahan&lt;br /&gt;Sultan Muhammad (1326 - 1345 Masehi)&lt;br /&gt;Sultan Zainal Abidin (1371 – 1405 Masehi)&lt;br /&gt;Sultan Abu Zaid Malikh ad Dhahir (? Masehi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b.      Cakra Donya&lt;br /&gt;     Cakra Donya adalah lonceng yang berupa mahkota besi berbentuk stupa buatan Cina 1409 M. dengan tinggi 125 cm. dan lebar 75 cm. Cakra berarti poros kereta, lambang-lambang Wishnu, cakrawala atau matahari. Sedangkan Donya berarti dunia. Pada bagian luar Cakra Donya terdapat hiasan dan simbol-simbol berbentuk aksara Cina dan Arab. Aksara Cina bertuliskan Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo (Sultan Sing Fa yang telah dituang dalam bulan 12 dari tahun ke 5). Sedangkan aksara Arab tidak dapat dibaca lagi karena telah aus. Pada dasarnya Cakra Donya adalah nama sebuah kapal perang Sultan&lt;br /&gt;Lonceng-Cakra-Dounya&lt;br /&gt;Cakra Donya&lt;br /&gt;         Iskandar Muda (1607-1636), yaitu Kapal Cakra Donya di mana lonceng ini digantungkan, dalam penyerbuannya terhadap Portugis di Malaka. Pada masa lalu Lonceng dari Kapal Cakra Donya tersebut, digantung dengan rantai jangkar pada pohon kuda-kuda dekat Mesjid Baiturrahnim dalam kompleks kraton untuk dibunyikan apabila penghuni kraton harus berkumpul guna mendengarkan pengumuman Sultan. Akan tetapi, sejak tahun 1915 M Cakra Donya dipindahkan ke Museum Aceh dan ditempatkan dalam kubah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Rantai (Rante) Cakra Donya panjangnya 9,63 cm adalah rantai besi yang dahulu pernah dipakai untuk menggantung Lonceng Cakra Donya pada pohon kuda-kuda di depan Mesjid Baiturrahim dalam kompleks Istana Kesultanan Aceh Darussalam sampai tahun 1915.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Cakra Donya adalah hadiah yang diberikan Kaisar Cina kepada Sultan Samudera Pasai. Hadiah berupa bel itu terbuat dari besi dan diproduksi pada tahun 1409 M. Bel itu dipindahkan ke Banda Aceh sejak Portugis dikalahkan oleh Sultan Ali Mughayat Syah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Makam Sultan Malik Al-Saleh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;komplek_makam&lt;br /&gt;Makan Sultan Malik AL-Shaleh&lt;br /&gt;     Makam Malik Al-Saleh terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Nisan makam sang sultan ditulisi huruf Arab, yang artinya Dikubur almarhum, yang diampuni, yang takwa, pemberi nasihat, yang dicintai, bangsawan, yang mulia, yang penyantun, penakluk, yang digelar dengan “Sultan Al-Malikussaleh”. Yang paham agama, yang berpindah (wafat) dalam bulan Ramadhan tahun 690 H.&lt;br /&gt; malikul-saleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Makam Sultan Muhammad Malik Al- Zahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;samudra-pasai-rev-06&lt;br /&gt;Nisan Makam Sultan Malik Al-Zahir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Malik Al-Zahir adalah putera Malik Al- Saleh, Dia memimpin Samudera Pasai sejak 1287 hingga 1326 M. Pada nisan makamnya yang terletak bersebelahan dengan makam Malik Al-Saleh, tertulis kalimat; Ini adalah makam yang dimuliakan Sultan Malik Al-Zahir, cahaya dunia dan agama. Al-Zahir meninggal pada 12 Zulhijjah 726 H atau 9 November 1326.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Makam Sultanah Nahrisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;samudra-pasai&lt;br /&gt;Nisan Makam Sultanah Nahrisyah&lt;br /&gt;     Makam Sultanah Nahrisyah terletak di Kabupaten Aceh Utara sekitar satu kilometer ke arah pantai. Letak makam memang tidak jauh dari bibir pantai. Hanya dibatasi tambak-tambak ikan yang konon pada zaman kejayaan Samudera Pasai adalah kanal-kanal kecil yang dapat dilalui perahu untuk transportasi laut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Makan Sultanah Nahrisyah terbuat dari marmer dengan ukiran bermotif flora itu sangat mengesankan. Marmer-marmer mewah cokelat susu itu didatangkan khusus dari Gujarat, India, untuk menghias tempat peristirahatan terakhir sang ratu. Makam ini bisa dibongkar pasang, seperti lembaran papan yang bisa disusun ulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;f.        Makam Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah&lt;br /&gt;Teungku Sidi Abdullah Tajul Milah berasal dari Dinasti Abbasiyah dan merupakan cicit dari khalifah Al-Muntasir yang meninggalkan negerinya ( Irak ) karena diserang oleh tentara Mongolia Beliau berangkat dari Delhi menuju Samudera Pasai dan mangkat di Pasai tahun 1407 M. Beliau adalah pemangku jabatan Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Makam beliau terletak di Gampong Kuta Krueng Kecamatan Samudera ± 18 makam sebelah timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya terbuat dari marmer berhiaskan ukiran kaligrafi, ayat kursi yang ditulis At-Taubah ayat 21-22.melingkar pada pinggiran nisan. Sedangkan di bagian atasnya tertera kalimat Bismillah serta surat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;g.       Makam Naina Hasamuddin&lt;br /&gt;     Naina Hasamuddin wafat pada bulan Syawal 823 H ( 1420 M ). Makam beliau terletak di Gampong Mns. Pie Kecamatan Samudera kabupaten Aceh Utara , dalam komplek makam terdapat 12 batu pusara. Situs makam ini berhiaskan ornamen dan kaligrafi ayat Kursi di atas batu pualam, ditambah dengan sepotong sajak berbahasa Parsi berisikan petuah mati bagi yang hidup, Sajak tersebut ditulis penyair Iran Syech Muslim Al-Din Sa’di (1193-1292) yang diterjemahkan oleh sejarawan Ibrahim Alfian: Tiada terhitung bilangan tahun melintasi bumi, Laksana mata air mengalir dan semilir angin lalu, Bila kehidupan hanyalah separangkat kumpulan hari-hari manusia, Mengapa penyinggah bumi ini menjadi angkuh? Oh, sahabat! Jika kau lewat makam seorang musuh, Janganlah bersuka cita, sebab hal yang sama jua akan menimpamu, Wahai yang bercelik mata dengan kesombongan, Debu-debu akan merasuki tulang belulang Laksana pupur cetak memasuki kotak penyimpanannya. Barangsiapa menyombongkan diri dengan hiasan bajunya, Esok hari jasadnya yang terkubur hanya tinggal menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dunia sarat persaingan dan sedikit kasih sayang, Ketika tersadar ia terkapar tanpa daya.&lt;br /&gt;Demikianlah sesungguhnya jasad yang kau lihat terbujur berkalang tanah Barang siapa memenuhi peristiwa penting ini dari kehidupannya nanti, Kemanakah ia harus menghindar? Tak ada yang mampu memberi pertolongan, kecuali amal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saidi bernaung dibawah bayang Allah yang maha pemurah Yaa Rabbi, janganlah siksa hambamu-Mu yang malang dan tak berdaya ini Dosa senantiasa berasal dari kami, sedang engkau penuh limpahan belas kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;h.      Makam Perdana Menteri&lt;br /&gt;      Situs ini disebut juga Makam Teungku Yacob. Beliau adalah seorang Perdana Menteri pada zaman Kerajaan Samudera Pasai, sehingga makamnya digelar Makam Perdana Menteri. Beliau mangkat pada bulan Muharram 630 H atau Augustus 1252 M. Dilokasi ini terdapat 8 buah batu pusara dengan luas pertapakan 8 x 15 m. Nisannya bertuliskan kaligrafi yang indah surat Al-Ma’aarij ayat 18-23 dan surat Yasin ayat 78-81.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;i.        Makam Teungku Peuet Ploh Peuet&lt;br /&gt;     Dikomplek Makam Teungku 44 (Peuet Ploh Peuet) dikuburkan 44 orang ulama dari  Kerajaan Samudera Pasai yang dibunuh karena menentang dan mengharamkan perkawinan raja dengan putri kandungnya.&lt;br /&gt;     Makam ini dapat kita temui di Gampong Beuringen Kecamatan Samudera ± 17 km sebelah timur Kota Lhokseumawe. Pada nisan tersebut bertuliskan kaligrafi yang indah surat Ali Imran ayat 18.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;j.        Makam Said Syarif&lt;br /&gt;     Said Syarif adalah seorang menteri dari Kerajaan Samudera Pasai. Beberapa sejarawan menyebutkan beliau merupakan ayah kandung Fathillah atau Falatehan, seorang ulama terkenal bergelar Sunan Gunung Jati, pendiri Kota Jayakarta (Jakarta), lahir di Pasai 1490 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Makamnya terletak di Gampong Mancang Kecamatan Samudera ± 16 km sebelah timur Kota Lhokseumawe.   Batu nisannya terbuat dari batu marmar bertuliskan kaligrafi yang indah terdiri dari ayat Kursi, surat Ali Imran ayat 18-19 dan surat At-Taubah ayat 21-22.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;k.       Makam Teungku di Iboih&lt;br /&gt;     Makam Teungku di Iboih adalah makam Maulana Abdurrahman Al-Fasi. Sebagian arkeolog berpendapat bahwa makam ini lebih tua dari makam Malikussaleh.&lt;br /&gt;     Makam beliau terletak di desa Mancang Kecamatan Samudera ± 16 km sebelah Timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya dihiasi dengan kaligrafi yang indah terdiri dari ayat Kursi, surat Ali Imran ayat 18 dan surat At-Taubah ayat 21-22.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;l.        Makam Batee Balee&lt;br /&gt;     Makam ini merupakan situs peninggalan sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Tokoh utama yang dimakamkan pada Situs Batee Balee ini adalah Tuhan Perbu yang mangkat tahun 1444 M.&lt;br /&gt;     Lokasi di desa Meucat Kecamatan Samudera ± sebelah Timur Kot Lhokseumawe. Diantara nisan-nisan tersebut ada yang bertuliskan kaligrafi yang indah yang terdiri dari surat Yasin, Surat Ali Imran, Surat Al’Araaf, Surat Al-Jaatsiyah dan Surat Al-Hasyr.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;m.    Makan Ratu Al-Aqla (Nur ilah)&lt;br /&gt;     Ratu Al-Aqla adalah puteri Sultan Muhammad ( Malikul Dhahir ), yang mangkat pada tahun 1380 M, beliau menjadi raja di Pasai dan Kedah.&lt;br /&gt;     Makam tersebut berlokasi di Gampong Meunje Tujoh Kecamatan. Matangkuli ± 30 km sebelah timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya dihiasi dengan kaligrafi yang indah berbahasa Kawi dan bahasa Arab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;n.      Stempel Kerajaan    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stempel Peninggalan Samudra pasai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Stempel yang ditengarai Milik Sultan Muhamad Malikul Zahir,Sultan Kedua Kerajaan Samudera Pasai, oleh Tim peneliti Sejarah Kerajaan islam. Stempel di temukan Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Keadaan stempel saat ditemukan telah patah pada bagian gagangnya. Stempel berukuran 2×1 centimeter, diperkirakan terbuat dari bahan sejenis tanduk hewan. Ada pendapat, bahwa Stempel ini telah digunakan sampai dengan masa pemerintahan pemimpin terakhir Samudera Pasai, Sultan Zainal Abidin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o.      Naskah Surat Sultan Zainal Abidin&lt;br /&gt;     Naskah Surat Sultan Zainal Abidin adalah surat yang ditulis oleh Sultan Zainal Abidin sebelum wafat pada tahun 923 Hijriah atau 1518 Masehi, yang ditujukan kepada Kapitan Moran yang bertindak atas nama wakil Raja Portugis di India.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Naskah Surat Sultan Zainal Abidin ditulis dengan bahasa Arab. Merupakan sumber penggambaran keadaan Kesultanan Samudera Pasai dalam abad ke-16 terutama menyangkut tentang kondisi terakhir yang dialami Kesultanan Samudera Pasai setelah Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511 Masehi. Nama-nama negeri atau kerajaan yang mempunyai hubungan erat dengan Kesultanan Samudera pasai juga tertera di dalamnya. Sehingga dapat diketahui pengejaan asli dan nama-nama negeri atau kerajaan tersebut, antara lain; Negeri Fariyaman (Pariaman) dan Mulaqat (Malaka).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Fotografi naskah surat Sultan Zainal Abidin terdapat di Museum Negeri Aceh, sedangkan naskah asli surat Sultan Zainal Abidin tersimpan di Lisabon, Portugal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepustakaan&lt;br /&gt;     Acehlong News (2009).Stempel Usia 683 Tahun Milik Kerajaan Pasai Ditemukan [Online]http://acehlong.com/2009/03/17/stempel-usia-683-tahun-milik-kerajaan-pasai-ditemukan/. Diakses pada 28-11-2009&lt;br /&gt;      Al-Jawi, Sufyan. (2009). Enam Abad Dinar Dirham Made in Indonesia.[Online] http://wakalanusantara.com/detilurl/Enam.Abad.Dinar.Dirham.Made.in.Indonesia./104. Diakses pada 26-11-2009.&lt;br /&gt;        Gade Ismail,Muhamad.(1993). Pasai Dalam Perjalanan Sejarah : Abad Ke-13 Sampai Awal Abad ke-16.Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.&lt;br /&gt;     Gara,Putra.(2009).Napak Tilas Kerajaan Samudera Pasai.[Online].http://www.tempointeraktif.com/share/?act=TmV3cw==&amp;type=UHJpbnQ=&amp;media=bmV3cw==&amp;y=JEdMT0JBTFNbeV0=&amp;m=JEdMT0JBTFNbbV0=&amp;d=JEdMT0JBTFNbZF0=&amp;id=MTc1NDEx. Diakses pada 27-11-2009.&lt;br /&gt;     Indowarta.(2009).Makam Perdana Menteri Samudera Pasai Ditemukan.[Online]http://www.indowarta.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=959:makam-perdana-menteri-samudera-pasai-ditemukan-&amp;catid=77:sumatera&amp;Itemid=177. Diakses pada 28-11-2009.&lt;br /&gt;     Iswara NR. (2009). Kerajaan Samudera Pasai.[Online]http://www.awangfaisal.com/kerajaan-samudera-pasai. Diakses pada 26-11-2009.&lt;br /&gt;      Kadarisman Kartakusuma M.Hum, Richadiana. (2009). Selantun Kisah Tentang Samudra Pasai [Online] http://www.wacananusantara.org/content/view/category/99/id/532. Dikases pada 27-11-2009&lt;br /&gt;      Melraj04.(2007).Lonceng Cakra Donya [Online]http://melraj04.multiply.com/reviews/item/8. Diakses pada pada 27 November 2009.&lt;br /&gt;     Pocut Haslinda Hamid Azwar.(2009)_________. [Online] www.modusaceh-news.com.&lt;br /&gt;      Poesponegoro,Marwati Djoened. (2008). Sejarah Nasional Indonesia III Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam. Edisi Pemutakhiran. Jakarta : Penerbitan dan Percetakan Balai Pustaka.&lt;br /&gt;     Republika Newsroom.(2009). Ibnu Battuta Kisah Sang Pengembara. [Online]http://www.republika.co.id/berita/34670/Ibnu_Battuta_Kisah_Sang_Pengembara. Diakses pada 28-11-2009&lt;br /&gt;Ruswandi. (2008). Samudera Pasai. [Online]http://mentoring98.wordpress.com/2008/09/27/samudera-pasai/. Diakses pada 27 November 2009.&lt;br /&gt;     Schlegel,Gustave, dan Henry Codier.(1901). T’oung Pao Archvies. Sevre 2. Vol II. Leiden :E.J. Brill.&lt;br /&gt;     Sufi, Rusdi dan Wibowo, Agus Budi. (2009). Kerajaan Islam Samudra Pasai.[Online]      http://www.semestaindonesia.com/cbn/?p=985. Diakses pada tanggal 26-11-2009.&lt;br /&gt;     Situs Resmi Pemda Aceh Utara (2008).Pariwisata : Nuansa Budaya Aceh Utara.[Online]http://www.acehutara.go.id/?pilih=hal&amp;id=6. Diakses Pada 26-11-2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Foto :&lt;br /&gt;Buku Pasai Dalam Perjalanan Sejarah : Abad Ke-13 Sampai Awal Abad ke-16. Peta 1 : Kedudukan Samudera Pasai&lt;br /&gt;Koleksi dari http://m.serambinews.com&lt;br /&gt;Koleksi dari http://3.bp.blogspot.com&lt;br /&gt;Koleksi dari http://2.bp.blogspot.com&lt;br /&gt;Koleksi dari http://meuligoeaceh.files.wordpress.com&lt;br /&gt;Koleksi dari http://www.melayuonline.com&lt;br /&gt;Koleksi dari http://acehkita.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Tim Wacana Nusantara&lt;br /&gt;4 December 2009&lt;br /&gt;di Copy dari:&lt;br /&gt;http://www.wacananusantara.org/content/view/content/view/category/0/id/562&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5393410275204360490?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5393410275204360490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/kerajaan-samudra-pasai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5393410275204360490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5393410275204360490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/kerajaan-samudra-pasai.html' title='Kerajaan Samudra Pasai'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TELohkLxg1I/AAAAAAAAAuY/IY4O9txCxfE/s72-c/peta+samudera+pasai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8940926460083869063</id><published>2010-07-18T04:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T04:36:05.636-07:00</updated><title type='text'>Patung Sudirman Dilelang, Pengunjung Kecewa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TELnFOSPjBI/AAAAAAAAAuQ/UZAUM5JkUjo/s1600/sudorman1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TELnFOSPjBI/AAAAAAAAAuQ/UZAUM5JkUjo/s200/sudorman1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495208572265401362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pacitan  - Wacana pelelangan situs sejarah Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan menuai tanggapan beragam. Sebagian pengunjung monumen tersebut mengaku kecewa dengan kabar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang sekali kalau harus dilelang. Padahal nilai sejarahnya sangat tinggi," ujar Watiyo (43) warga Sumbergalih, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri di lokasi, Minggu (18/7/2010). Dia mengunjungi obyek tersebut bersama anaknya Budi Prasetyo (10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watiyo menilai, sebagai obyek wisata minat khusus, kawasan monumen justru harus dioptimalkan pengelolaannya. Sehingga dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini pemandangannya indah. Dan yang lebih penting bisa mengajari anak saya meneladani perjuangan Pak Dirman," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan berbeda diungkapkan Tarto (45) warga setempat. Pria yang lebih dikenal sebagai takmir masjid ini justru mengaku belum tahu ihwal kabar pelelangan monumen. Namun yang terpenting, kata Tarto, penyelesaian apapun yang ditempuh dapat memberi kepastian pengelolaan kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan cepat beres, supaya tidak ada kesan bangunan itu terbengkalai. Kalau memang mau dikelola pemerintah, ya cepat aja ditangani," harapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8940926460083869063?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8940926460083869063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/patung-sudirman-dilelang-pengunjung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8940926460083869063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8940926460083869063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/patung-sudirman-dilelang-pengunjung.html' title='Patung Sudirman Dilelang, Pengunjung Kecewa'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TELnFOSPjBI/AAAAAAAAAuQ/UZAUM5JkUjo/s72-c/sudorman1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-364425323589987108</id><published>2010-07-11T10:38:00.001-07:00</published><updated>2010-07-11T10:38:53.977-07:00</updated><title type='text'>Sejarah dan Tradisi</title><content type='html'>Mentawai: Sejarah dan Tradisi Peninggalan Zaman Neolitikum&lt;br /&gt;Tim Wacana Nusantara&lt;br /&gt;8 July 2010&lt;br /&gt; 1.       Gambaran Umum&lt;br /&gt;        Mentawai merupakan kepulauan yang terdiri dari beberapa puluh pulau. Pulau yang paling besar ada tiga, yakni Pulau Siberut, Pulau Pagai, dan Pulau Sipora. Di antara ketiga pulau tersebut, pulau yang paling besar adalah Pulau Siberut dengan luas 4.480 km2. Sejak era otonomi daerah, pulau-pulau Mentawai tidak lagi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman, melainkan menjadi kabupaten tersendiri, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibukota di Pulau Pagai dan termasuk wilayah Provinsi Sumatra Barat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peta Siberut&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Jarak Kepulauan Mentawai dari Kota Padang kurang lebih 135 km melintasi Samudra Hindia yang luas dengan ombak yang tinggi dan sering ganas. Oleh karena itu, transportasi menuju ke kepulauan ini sangat tergantung kepada cuaca; apabila sedang musim badai maka jarang ada kapal yang berani melintasinya. Keadaan ini sudah berlangsung selama berpuluh bahkan beratus tahun yang lalu sehingga membuat Kepulauan Mentawai menjadi seperti "terisolir." Akan tetapi, kondisi ini sesungguhnya sangat menguntungkan di mana Kepulauan Mentawai dengan segala isinya tumbuh dengan unik, terutama flora dan fauna yang hanya ada di Kepulauan Mentawai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Kondisi ini secara tidak langsung juga membuat masyarakat yang tinggal di dalamnya dan budaya yang dimilikinya memunyai ciri khas tersendiri, mengikuti keadaan alamnya. Merupakan hal yang wajar apabila daerah Mentawai menjadi salah satu kawasan yang dilindungi di Indonesia sebagai “cagar bioster”. Kawasan Taman Nasional Siberut ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan no 407/Kpts-II/93 yang berlaku surut sejak 1992.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Kepulauan Mentawai merupakan pulau yang berada di gugusan pulau nonvulkanik yang letaknya memanjang di bagian paling barat Indonesia. Meski dari segi geografis merupakan dari suatu kelompok, namun kebudayaan tadisionalnya berbeda-beda. Simalur, pulau yang paling utara, penduduknya beragama islam dan sangat dipengaruhi kebudayaan Melayu. Pulau Nias yang berada di selatannya terkenal dengan bangunan batu besarnya (Megalitikum), serta kelebihan dalam bentuk desa-desanya, yang mencerminkan pola pemikiran hierarkis dengan menonjolkan keturunan; pola pemikiran ini sangat mewarnai sistem sosial dan agama, dan merupakan kekhasan kebudayaan zaman perunggu di Indonesia. Tetapi kebudayaan tradisional di Kepulauan Mentawai, baik dari segi teknologi, sosial, maupun religius masih merupakan wujud dari kebudayaan Neolitikum (Zaman Batu Muda).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Corak masyarakat yang mencerminkan kehidupan zaman Neolitikum telah menarik perhatian orang-orang. Mereka banyak yang heran karena orang Mentawai lebih banyak menampakan kemiripan dengan penduduk Kepulauan Hawaii, Tahiti, dan Polinesia. Kemiripan ini mungkin akan dapat dijelaskan secara historis. Kebudayaan Neolitik yang berkembang di Indonesia maupun di Kepulauan Polinesia sama-sama berasal dari daratan Asia Tenggara. Dari kawasan tersebut diperkirakan kebudayan dibawa oleh migrasi penduduk sehingga akhirnya berdiam di Indonesia dan Polinesia. Penduduk yang melakukan perpindahan tersebut tergolong ras Mongoloid, dengan berbagai dialek yang tergolong satu rumpun yaitu bahasa Austonesia. Mereka sudah mengenal bercocok tanam. Salah satu pekakas yang penting bagi mereka adalah kapak batu dengan bentuk yang khas yaitu empat pesegi panjang (kapak persegi). Kapak ini ternyata masih dipakai di Polinesia sampai masa historis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Sungai-sungai yang ada di daerah sekitar digunakan sebagai jalan transportasi untuk mengangkut hasil panen dengan menggunakan perahu lesung yang ramping dan lincah. Selain untuk membawa hasil panen lewat jalan sungai, perahu digunakan sebagai alat transportasi untuk pergi menangkap ikan. Jika mereka akan menangkap ikan, perahu lesung tersebut ditambahkan leh alat lain yaitu cadik, dengan tujuan untuk keseimbangan agar tidak terbalik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.       Kosmologi&lt;br /&gt;        Orang Siberut tidak memunyai gambaran yang jelas tentang awal mula dunia tempat mereka hidup. Walau mereka memunyai gambaran tentang berbagai kisah mitologis yang kadang-kadang sebagai tema utama dan dengan sepintas bercerita tentang terciptanya jagat raya, juga perihal asal mula berbagai gejala atau mengenai riwayat manusia, namun berbagai mitos tersebut tidak dapat menjabarkan gambaran menyeluruh; beberapa gejala tertentu ada yang penting, tetapi ada pula yang kelihatannya sepele dijelaskan seluk beluknya, sementara yang lain tetap dibiarkan kabur. Namun kenyataan ini bagi orang Mentawai tidak dirasakan mengganggu. Mitos-mitos tersebut bagi mereka bukan cerita dongeng, melainkan riwayat yang benar-benar pernah terjadi. Itu sudah memadai untuk dijadikan pegangan mereka dalam menghadapi keanekaragaman yang ada. Motos-mitos yang ada dianggap sebagai kejadian yang benar-benar sudah terjadi dan memberikan gambaran tentang terciptanya kehidupan di jagat raya. Dalam pemaparan selanjutnya akan tampak bahwa sehubungan dengannya, lingkungan manusia selalu menempati posisi sentral dan merupakan titik tolak dari keseluruhan kosmos.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar monyet dengan biyawak yang terdapat pada papan rumah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Menurut pandangan orang-orang Siberut, pulau tempat kehidupan mereka merupakan titik pusat samudra dunia, dikelilingi pulau-pulau lainnya. Menurut cerita setempat, konon pada suatu hari, dari samudra muncul langit, muncul dari timur dari “tanah langit”. Langit tumbuh “bagaikan rebung”, lalu menyebar dan membentuk kubah langit. Tanah langit merupakan tempat tiggal orang-orang berkulit putih. Mereka memakan rebung langit yang selalu diolesi minyak agar tumbuh terus. Ketika langit sudah tercipta, muncullah matahari dan bulan. Keduanya mengembara secara keseluruhan, menyusur kubah langit ke arah barat. Tetapi di sana ada seekor buaya besar yang hidup di dalam laut. Buaya itu menelan matahari dan bulan, ketika keduanya turun di sebelah sana. Tidak lama kemudian benda-benda langit itu muncul kembali, tetapi kali ini mereka memperoleh pertolongan. Di pinggir sebelah barat, ada orang merah yang tinggal di situ; orang-orang itu dengan segera membuat bola-bola dengan umbi keladi. Begitu matahari dan bulan menghampiri tepi langit dan buaya mengangkangkan moncong untuk menelan keduanya, orang-orang merah tadi lantas melemparkan bola-bola yang mereka buat ke dalam kerongkongan buaya. Dengan begitu matahari dan bulan dapat kembali ke tanah langit lewat bagian dalam. Begitulah kejadian itu terus berulang sampai sekarang. Sedangkan di pinggir sebelah selatan dan utara, hanya angin saja yang ada. Selama musim badai (anggau) yang kira-kira terjadi dari Juli sampai September, angin utara atau angin barat merajalela; untuk kedua jenis angin ini tidak terdapat penamaan yang khusus. Sedangkan selama angin teduh, angin tenggara yang dinamakan kayaman bertiup sepoi-sepoi. Di suatu tempat di dalam samudra, hidup seekor kepiting raksasa yang setiap kali muncul ke permukaan, yaitu pada saat mencari makan. Kemunculannya mengakibatkan laut pasang surut. Apabila kepiting itu masuk lagi ke dalam laut maka air akan pasang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Pada mulanya langit terletak dekat di atas bumi, begitu dekat, sehingga panas matahari membakar para wanita dan anak-anak yang hendak pergi mandi ke sungai. Untuk mendorong langit agar mundur menjauh, para pria memanahnya. Anak panah yang dilepaskan menembusi kubah langit. Lubang-lubang tembusan itu menjelma menjadi bintang-bintang. Akhirnya kubah langit menjadi bertambah lengkung, dan titik rembang mundur ke kedudukannya yang sekarang. Dalam suatu mitos lain, bintang-bintang merupakan anak-anak bulan. Mulanya matahari juga memunyai anak, berwujud matahari-matahari kecil yang sinarnya menghanguskan. Timbullah rasa kasihan bulan terhadap manusia. Bulan menyapu mulutnya dengan air hasil kunyahan kulit kelapa muda. Air itu berwarna merah darah. Ia pun mengatakan pada matahari bahwa ia baru saja memakan anak-anaknya, enak sekali rasanya. Matahari terkecoh, lalu memakan anak-anaknya. Tetapi begitu malam tiba dan hari menjadi gelap, bintang-bintang bermunculan. Saat itu barulah matahari sadar bahwa ia tertipu. Dengan perasaan berang, disambarnya parangnya, lalu ditebasnya bulan sehingga terbelah-belah. Itulah sebabnya mengapa bulan sampai sekarang muncul sepotong demi sepolong. Bulan membalas serangan matahari, tetapi tidak mampu membelahnya, melainkan hanya menyebabkan pinggirannya tergerupis-gerupis. Sampai sekarang matahari muncul dengan wujud seperti berjari-jari, tanpa garis bentuk yang jelas. Dan sejak itu matahari dan bulan tidak pernah lagi tampak seiring.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Menjelang akhir setiap bulan, bulan jatuh sakit. Ia menjadi kurus, lalu pergi ke ladang kunyitnya untuk mati di situ. Ulat-ulat yang bermunculan dari tubuhnya menjadi anak-anak ikan (simarou'), yang muncul dalam jumlah berlimpah ruah di Mentawai selama kuartal bulan yang terakhir. Akan tetapi, lambat laun bulan berhasil pulih dan muncul kembali, disambut dengan nyanyian jangkerik, yaitu anak-anak bulan di bumi saat ia terbit dan kemudian sewaktu terbenam. Kedudukan istimewa di antara benda-benda langit ditempati oleh gugusan bintang Bintang Tujuh (Yunani: Pleiades), yang dalam bahasa orang Siberut disebut Balu-balu (Delapan-delapan). Gugusan bintang itu mulanya merupakan delapan anak laki-laki bersaudara yatim-piatu. Karena jumlah mereka yang begitu besar dirasa merepotkan sanak saudara mereka, mereka memasukkan kedelapan abang adik itu ke dalam guci tempat persediaan makanan yang kemudian disumbat lalu dihanyutkan di sungai. Saudara laki-laki ibu mereka yang saat itu kebetulan sedang menangkap ikan di hilir, mengeluarkan lagi guci itu dari dalam sungai, lalu memelihara anak-anak itu karena merasa kasihan. Tetapi lama-kelamaan paman itu kewalahan. Ketika kedelapan abang adik itu berada di atas sebatang pohon buah-buahan, ia berusaha mengusir mereka dengan teriakan bahwa ada musuh di dekat situ. Ia mengira anak-anak itu akan lari. Anak-anak itu menyadari bahwa teriakan itu hanya siasat belaka. Mereka sedih sekali, sehingga pada suatu hari mereka membuat perahu lesung yang sangat besar (kalabba') di ladang sebuah jurang yang dalam di sisi timur Siberut, bekas robohan pohon yang ditebang untuk dijadikan perahu mereka. Mereka lalu pergi naik perahu itu. Sebelum berangkat, dari atas perahu mereka memberitahukan kepada bapak angkat mereka tentang ciri-ciri berbagai musim: jika ia melihat mereka di langit sebelah timur pada saat menjelang fajar, maka tibalah waktu untuk pergi menangkap rajungan (aggau) di pantai; tidak lama setelah itu buah-buahan di pohon akan ranum. Tetapi pada waktu bersamaan tiba pula musim badai, saat orang sebaiknya jangan turun ke laut; sedangkan jika mereka nampak di barat tidak lama setelah malam tiba, itu berarti sudah tiba musim laut tenang; itulah saat yang baik untuk pergi berburu penyu di laut. (Ini sesuai dengan kedua musim yang di Mentawai disebut aggau dan rura).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Setelah itu "Delapan-delapan" berangkat ke langit, dan di sana menjelma menjadi gugusan Bintang Tujuh. Tiga dari mereka sudah menikah sewaktu masih ada di bumi. Para istri mereka hendak ikut, namun tidak berhasil menyusul, lalu menjelma menjadi pending gugus Orion. Karena merasa kasihan, "Delapan-delapan" melemparkan rahang bawah seekor babi hutan untuk ketiga istri itu; itu kemudian menjadi Segi Tiga Aldebaran dan kelompok Hyades, yang letaknya antara Orion dan Pleiades. Perahu yang ditumpangi kedelapan abang adik itu sampai pada posisi yang lebih jauh dari mereka sendiri, dan sampai sekarang masih tampak di langit, sebagai Triangutum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Asal mulanya hanya Pulau Siberut saja yang ada di tengah-tengah samudra raya. Tidak ada yang tahu, bagaimana terciptanya. Seorang dukun bernama Pageta Sabbau yang memiliki kekuatan gaib luar biasa, hidup di pulau itu. Pada suatu hari, anak laki-laki saudara perempuannya ingin menguji kemampuannya: ia memohon pada dukun itu agar menghanyutkan tanah bagian tenggara Pulau Siberut yang kelam. Pageta Sabbau mengambil lonceng dukunnya; sambil membunyikan lonceng itu ia menyanyikan sebuah lagu. Tanah mulai merengkah, lalu hanyut ke laut. Tetapi beberapa lama kemudian anak lonceng putus, dan gerakan tanah terhenti. Saat itu bagian tenggara dari Siberut baru saja terlepas; sampai sekarang masih ada selat sempit yang menunjukkan tempat tanah itu terlepas dari bagian pulau yang selebihnya. Melalu cara itulah tercipta tempat-tempat lainnya yang kini dihuni manusia. Gambaran yang ada mengenai tempat-tempat tersebut hanya samar-samar saja. Orang Siberut tahu bahwa di selatan terdapat pulau-pulau tempat tinggal orang Sakalagaan (yang barangkali barasal dari kata laggai, yang berarti "pemukiman", ada pula yang mengatakan bahwa asalnya dari kata eilagal, yaitu nama sejenis pohon). Pulau-pulau itu adalah Sipora (yang penghuninya menyebut diri mereka sendiri orang Sakalelegat, yang berasal dari kata lelegat, yang berarti "tempat", atau Sakobou dari kata kobou, "sumber air asin"), serta Pulau Pagai (penduduk kedua tempat itu juga menamakan diri mereka sendiri orang Sakalagaan). Di ketiga pulau di sebelah selatan itu penghuni Pulau Siberut disebut orang Sabirut (dari kata birut, "tikus"), mengacu pada nama sebuah sungai di bagian tenggara pulau itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Menurut tradisi , dari sanalah asal usul orang-orang yang pertama-tama datang untuk menghuni pulau-pulau sebelah selatan. Di sebelah utara pulau Siberut diketahui ada pulau-pulau Datu (Sabaigua), yang tampak dari pantai utara jika cuaca sedang cerah. Di Sumatra yang terletak di timurnya, tinggallah orang sasare, yaitu orang "dari jauh", nama itu pula yang diberikan pada para nelayan bersuku bangsa Minangkabau yang bermukim di pesisir timur Pulau Siberut. Dari tempat itu pada pagi hari yang cerah tampak puncak-puncak gunung api yang terdapat di Sumatra.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Hanya itulah gambaran konkrit yang ada tentang geografi. Pulau Nias saja, atau Pulau Enggano yang letaknya di selatan Kepulauan Mentawai, sudah tidak dikenal. Namun lewat perkenalan dengan orang-orang Jawa, dengan pedagang berbangsa Cina, orang-orang Belanda, Jepang, dan belakangan ini dengan para penebang kayu berbangsa Filipina, ditarik kesimpulan bahwa mestinya masih ada lagi pulau-pulau lain. Orang Mentawai juga sama sekali tidak memiliki gambaran tentang jarak ke berbagai tempat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Di kubah langit diceritakan ada tempat-tempat pemukiman yang dihuni oleh para roh (saikamanua, dari kata manua, "langit"). Tidak terdapat cerita perihal asal mula mahluk-makhluk itu. Tetapi mereka berwujud manusia, dan dalam berbagai mitos diceritakan tentang hubungan antara mereka dengan alam kehidupan manusia: putri-putri dari langit menikah di bumi, manusia naik ke langit dengan memanjat sulur dan sebagainya. Makhluk penghuni langit yang dikenal namanya adalah Kombut, saudara laki-laki seorang gadis yang pindah ke tempat kediaman manusia. Kombut jengkel karenanya, lalu bertempat tinggal di bulan; sejak itu ia sibuk memintal tali yang panjang di sana, yang hendak dipergunakannya untuk memancing manusia sebagai pembalasan dendam. Tetapi istrinya, yang tinggal di bawah bulan, sering kali memotong tali itu dan dengannya menggagalkan niat jahat suaminya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Roh -roh juga tinggal "didalam" (ka baga), yaitu di bagian-bagian bawah bumi. Yang terpenting di antara mereka ialah roh gempa Roh ilu mulanya manusia, seorang anak yatim piatu yang bersama saudara perempuannya dipelihara oleh para saudara laki-laki ayahnya yang sudah meninggal dunia. Pada suatu hari ia ikut dengan seluruh kerabatnya, pergi memetik buah-buahan. Tetapi anak laki-laki itu selalu hanya kebagian buah yang masih mentah, atau yang sudah busuk. Namun begitu ia memakan buah-buahan itu, dengan tiba-tiba semuanya menjadi ranum. Para kerabatnya terkejut melihat hal itu, lalu cepat-cepat lari naik perahu; kedua anak tadi mereka tinggalkan. Perjalanan kedua anak yang hendak pulang itu terhalang oleh sebuah sungai. Suatu roh air yang berwujud buaya merasa kasihan pada mereka. Roh itu menyatakan bahwa ia bibi mereka (saudara perempuan ayah), lalu membawa mereka ke seberang. Sesampai di sana diajarkannya anak yang laki-laki cara membuat uma serta upacara-upacara dan segala pantangan yang bertalian dengannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Di bawah bimbingan anak itu seluruh kerabat kemudian membuat sebuah rumah besar. Bagian tugas anak laki-laki itu dilakukan oleh buaya, sehingga hasilnya jauh melebihi yang lain-lainnya. Perasaan iri mereka timbul, dan ketika si anak atas desakan mereka masuk ke dalam lubang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.       Zaman Prasejarah&lt;br /&gt;        Berdasarkan penelitian antropologi, orang Mentawai paling berdekatan dengan suku bangsa di Sumatra yang belum islam. Hal ini diperkirakan bawah suku Mentawai berasal dari Sumatra. Mengenai bagaimana perpindahan tersebut terjadi, kita hanya bisa mengira-ngira. Orang Mentawai tidak mengenal teknologi pengerjaan logam, bercocok tanam padi, maupun mengerjakan kain tenun. Jadi, diperkirakan kebudayaan mereka lebih kuno dari kebudayaan zaman perunggu. Organisasi komunitas di Mentawai berdasarkan prinsip kesamaan derajat tidak mengenal kepala atau pemimpin; di sana juga tidak dikenal kebudayaan monumen-monumen bangunan batu besar (Megalitik), dengan demikian diperkirakan penduduk kepulauan Mentawai menganut kebudayaan Neolitikum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Namun pada saat sekarang ini penduduk Mentawai tidak lagi membuat mata kapak dari batu, yang merupakan kebudayaan zaman Neolitikum. Mereka juga sudah tidak mengingat lagi kapan kebudayaan kapak batu digunakan. Sudah sejak lama mereka memperoleh peralatan dari besi, seperti parang dan mata kapak dari para pedagang yang ada di Sumatra lewat pertukaran dengan buah kelapa dan rotan. Hanya dalam mitos-mitos saja diceritakan bahwa silakokkoina, yaitu sebangsa raksasa yang jahat pada zaman dahulu kala menggunakan kapak bermata kulit lokan. Sejak 1970 di Pulau Siberut ditemukan sebuah mata kapak dari batu yang jenisnya diperkirakan memunyai kesamaan dengan varian lain yang ditemukan di kepulauan Indonesia dan diperkirakan dari zaman Neolitikum. Benda-benda yang dibuat di Mentawai pada zaman sekarang ini ternyata masih memiliki kemiripan dengan hasil kebudayaan zaman Neolitikum. Dengan begitu, kita bisa memperkirakan bahwa kebudayaan Mentawai berakar sejak zaman Neolitikum awal di Asia Tenggara. Kepulauan Siberut sepertinya telah dihuni oleh manusia sebelum berkembangnya kebudayaan Megalitikum dan kebudayaan Dongson di Asia Tenggara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Adanya kontak dengan kebudayaan perunggu terutama nampak dalam kesenian orang Mentawai. Kesan tentang bentuk-bentuk seni akan diperoleh dari ornamen-ornamen pada permukaan bentuk tabuh besar, ada yang memiliki ukuran sebesar tubuh manusia dan diberi nama nekara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Pembandingan dengan bentuk ornamen yang dikenal di Mentawai dengan jelas memperlihatkan adanya keserupaan. Di sini pun terdapat semua bentuk ornamen bercorak spiral, namun yang membedakaan adalah bahan yang dihiasnya. Pada kebudayaan Dongson yang dihias adalah bahan perunggu, sedangkan pada kebudayaan Mentawai yang dihiasi adalah kayu yang diukir atau dihias dengan menggunakan warna hitam. Bentuk-bentuk yang ditemukan di Mentawai memberi kesan lebih lincah apabila dibandingkan dengan bentuk ornamen zaman perunggu yang tersusun memanjang dan diulang-ulang bentuk secara kaku. Bentuk lain dari kebudayaan Dongson yang ditemukan di Mentawai adalah pola corak yang disebut tumpal (segitiga berderet memanjang), pola kepangan (garis-garis berombak berjalinan), serta pola khas yang merupakan abstraksi dari gambar figuratif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Pada hiasan benda-benda kebudayaan Dongson, kecuali pola ornamental, terdapat pula bentuk-bentuk realistik, seperti gambar kadal dan rusa. Bentuk seperti ini pun ditemukan di Mentawai. Tetapi bentuk yang paling mencolok adalah keserupaan pada gambar-gambar manusia, yang berwujud sosok dengan cawat sebelah depan dan belakang menjulur ke bawah, hiasan kepala tinggi, dan kedua lengan terangkat. Pada zaman dulu diperkirakan sudah terdapat kebudayaan menari. Hal ini diperkuat ketika dilakukan perbandingan dengan penari-penari yang ada di Mentawai dan ternyata semakin memperkuat dugaan tersebut. Tarian-tarian tersebut menirukan seekor burung: cara lengan terangkat. Hiasan kepala dan cawat yang digunakan dapat diperkirakan merupakan contoh-contoh gambar yang terpahat dalam relif gambar nekara-nekara tersebut. Cawat serupa yang dibuat dengan teknik serupa dengan menggunakan bahan tambahan kain yang dibawa dari Sumatra, hanya dikenakan oleh para dukun. Sebagai hiasan sering dipakai pola tumpal. Di Mentawai pun ada gambar-gambar penari dengan pola hias kepala dan lengan terangkat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dukun Sakuddei yang sedang menari dengan hiasan bercorak tumpal pada cawatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Di Mentawai masih terdapat pengaruh alam pikiran dari zaman perunggu. Orang Mentawai mengatakan bahwa nenek moyang mereka naik perahu lesung di langit untuk menjemput roh orang-orang baru meninggal di dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Keserupaan antara Dongson dan Mentawai dalam berbagai bentuk seni dan religius merupakan hal yang ganjil, apabila diingat perbedaan-perbedaan yang ada di antara kedua kebudayaan ini dari segi teknologi dan sosial. Bahkan dalam segi religius hanya terapat dalam motif-motif tertentu saja. Karakteristik kepercayaan orang Mentawai sama sekali lain coraknya dari yang dapat diperkirakan akan ditemukan dalam satu komunitas Dongson yang hierarkis, dan berdasarkan tradisi kebudayaan zaman perunggu yang sampai sekarang masih hidup di Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Di Mentawai, figur-figur dari kayu terutama dibuat terutama dibuat dalam hubungan dengan pengayauan suatu figur untuk setiap korban dan dipajang di dalam rumah. Figur-figur tersebut dengan jelas menampakan wujud yang statis yang monumental, sangat disederhanakan, serta simetris. Menurut Heine-Geldern itu merupakan kekhasan dari zaman Neolitikum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.       Pengaruh Hindu-Buddha dan Islam yang Tidak Mempan&lt;br /&gt;        Masuknya pengaruh Hindu-Buddha dan Islam, ternyata tidak membekas pada kebudayaan masyarakat Mentawai. Pola ornamennya ternyata masih ada sampai sekarang. Di Sumatra Barat, jelas sekali adanya pengaruh India; wujud berupa pola-pola sulur, yang bentuk tumbuh-tumbuhannya dengan kedaun-daunan dan bunga-bungaan jelas sekali berbeda dengan pola geometrik di Mentawai. Hanya pada suatu bentuk tarian dukun, yang memutari sebuah piring berisi sajian dengan gerakan-gerakan yang sudah ditentukan dengan ketat, hal ini diperkirakan memiliki persamaan dengan tarian piring di Sumatra Barat. Tampak pula pengaruh-pengaruh dari Sumatra, yang datangnya lebih kemudian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Kontak antara satu daerah dengan daerah lain memang tidak bisa dihindarkan. Lebih lanjut terjadi kontak yang lumayan cukup intens antara orang-orang Sumatra dengan orang-orang Mentawai. Hal ini dilakukan berhubungan dengan masalah kebutuhan manusia sehari-hari, baik peralatan hidup maupun bahan pokok. Produk-produk didatangkan langsung dari Sumatra, seperti pekakas dari logam, bahan kelambu, panci besi serta manik-manik dari kaca. Namun, benda-benda yang didatangkan dari Sumatra tersebut tidak menimbulkan pengaruh yang mendasar terhadap kebudayaan Mentawai, melainkan hanya pengganti hasil-hasil sendiri yang kalah baik mutunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Kebudayaan masyarakat Mentawai dengan teknologi yang bersahaja dan struktur sosial yang berdasarkan pada kesamaan derajat, berakar pada masa awal Neolitikum di Asia Tenggara. Pada watu bersamaan mungkin juga masuk pengaruh figuratif ke Mentawai. Hal ini tampak jelas pada beberpa perwujudan bentuk tertentu dalam kesenian. Tetapi, kecuali motif-motif tertentu dalam kepercayaan, kebudayaan selebihnya hampir tidak tekena oleh kebudayaan zaman perunggu. Hubungan yang terjadi kemudian sebelum kedatangan orang-orang Eropa, hanya terbatas pada peralatan tertentu saja, dan itu tidak memengaruhi kebudayaan secara signifikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Menurut tradisi silsilah orang-orang Mentawai, kawasan yang pertama-tama dihuni terleka di Samalalu, di bagian barat pulau Siberut. Segenap clan asli penduduk Mentawai berjumlah kurang lebih dua puluh lima menyebutkan bahwa mereka berasal dari tempat pemukiman awal itu. Ada yang menarik dari clan. Mereka ternyata memiliki mitos-mitos tersendiri tentang nenek moyang mereka, namun semuanya mengandung tema-tema dasar tertentu yang serupa. Dalam setiap mitos, proses perpindahan selalu di dahului oleh sengketa, yang dalam berbagai clan diakatakan adalah mengenai buah sipeu, yang menyerupai buah kesemek. Ada dua orang laki-laki bersaudara, masing-masing memiliki batang pohon sipeu. Pohon saudara yang tua lebih kecil buahnya apabila dibandingkan dengan adiknya. Kakaknya memetik buah dari pohon adiknya, ditukarkan dengan hasil buah pohonnya yang memiliki ukuran buah lebih kecil. Tetapi adiknya yang memiliki pohon dengan buah lebih besar, begitu melihat bekas buahnya jatuh di tanah yang lunak, langsung mengetahuinya bahwa dia ditipu. Ia marah sekali lalu dia pergi mencai tempat lain untuk bermukim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Mitos lain menceritakan tentang anak-anak dari sebuah uma, yang bermain di tepi sungai. Mereka bermain lempar-lemparam. Mula-mula mereka main lempar-lemparan lumpur lalu kemudian dengan lembing batang gelagah. Salah seorang dari mereka secara diam-diam memasukkan duri kedalam lembingnya dan akhirnya melukai salah seorang anak tersebut, yang akhirnya menyebabkan kematian. Ayah anak itu mengancam akan membalas kematian anaknya dengan lembing yang sebenarnya. Mendengar ancaman tersebut, keluar anak yang bersalah lari dan mendirikan pemukiman di daerah lain. Demikianlah, lambat laun lembah-lembah di daerah tersebut dapat dihuni. Pendatang baru mencari lahan yang belum ada pemiliknya; di tempat tersebut mereka membangun tenda-tenda pada pepohonan dan wilayah temuan tersebut dinyatakan sebagai miliknya. Mereka bergotong royong membangun wilayah tersebut dengan menanam berbagai sumber makanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.       Struktur Sosial&lt;br /&gt;        Masyarakat Mentawai bersifat patrinial dan kehidupan sosialnya dalam suku disebut uma. Struktur sosial tradisional adalah kebersamaan, di mana mereka tinggal di rumah besar yang disebut juga uma yang berada di tanah-tanah suku. Seluruh makanan, hasil hutan, dan pekerjaan dibagi dalam satu uma. Kelompok-kelompok patrilinial ini terdiri dari keluarga-keluarga yang hidup di tempat-tempat yang sempit di sepanjang sungai-sungai besar. Walau telah terjadi hubungan perkawinan antara kelompok-kelompok uma yang tinggal di lembah sungai yang sama, akan tetapi kesatuan-kesatuan politik tidak pernah terbentuk karena peristiwa ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Struktur sosial itu juga bersifat egalitarian, yaitu setiap anggota dewasa dalam uma memunyai kedudukan yang sama kecuali sikerei (dukun) yang memunyai hak lebih tinggi karena dapat menyembuhkan penyakit dan memimpin upacara keagamaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Di sebagian tempat Kepulauan Mentawai, pengaruh modern membawa perubahan besar dalam kebudayaan tradisional, tetapi kebudayaan rumah panjang (uma) masih dapat ditemukan di daerah Siberut, pulau terbesar di antara gugusan pulau tersebut. Satu uma terdiri dari beberapa keluarga. Di dalam rumah panjang tersebut mereka membentuk satuan sosial terpisah yang juga disebut uma yang menjadi dasar kelompok bangunan masyarakat Mentawai. Hubungan antartetangga uma menjadi tidak jelas. Setiap uma menjadi milik dari salah satu dari banyak marga yang tersebar di antara pulau-pulau dan istri harus dicari dari marga lain dan lebih baik berasal adri uma luar daerah. Persekutuan terjadi akibat hal ini, tetapi hubungan baik antar tetangga uma secara terus-menerus diganggu oleh persaingan dan kecurigaan yang mengancam perdamaian dan sering membawa ke arah kekerasan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uma di pedalaman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Secara tradisional uma memunyai wewenang tertinggi di Siberut. Selama pemerintahan Orde Baru fungsi organisasi sosial uma kurang begitu berfungsi tetapi sejak era Reformasi uma mulai digalakkan kembali dibeberapa desa dengan dibentuknya Dewan Adat. Sejak otonomi daerah bergulir direncanakan satuan pemerintah terendah yaitu laggai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6.       Budaya Tradisional&lt;br /&gt;        Menurut agama tradisional Mentawai (Arat Sabulungan) seluruh benda hidup dan segala yang ada di alam memunyai roh atau jiwa (simagre). Roh dapat memisahkan dari tubuh dan bergentayangan dengan bebas. Jika keharmonisan antara roh dan tubuhnya tidak dipelihara, maka roh akan pergi dan dapat menyebabkan penyakit. Konsep kepercayaan ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kegiatan keseharian yang tidak sesuai dengan adat dan kepercayaan maka dapat mengganggu keseimbangan dan keharmonisan roh di alam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anggota suku Sakuddei mengadakan upacara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Upacara agama yang dikenal dengan sebagai punen, puliaijat atau lia harus dilakukan bersamaan dengan aktivitas manusia sehingga dapat mengurangi gangguan. Upacara dipimpin oleh para sikerei yang dapat berkomunikasi dengan roh dan jiwa yang tidak dapat dilihat orang biasa. Roh makhluk yang masih hidup maupun yang telah mati akan diberikan sajian yang banyak disediakan oleh anggota suku. Rumah adat uma dihiasi, daging babi disajikan dan diadakan tarian (turuk) untuk menyenangkan roh sehingga mereka akan mengembalikan keharmonisan. Selama diadakan acara, sistem tabu atau pantangan (kekei) harus dijalankan dan terjadi pula berbagai pantangan terhadap berbagai aktivitas keseharian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Kepercayaan tradisional dan khususnya tabu inilah yang menjadi kontrol sosial penduduk dan mengatur pemanfaatan hutan secara arif dan bijaksana dalam ribuan tahun. Bagaimana pun, sekarang kebudayaan tersebut berangsur hilang. Populasi penduduk tumbuh dengan cepat dan sumber daya alam dieksploitasi tanpa mengindahkan peraturan tradisional sehingga berdampak menurunya daya dukung lingkungan yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat Mentawai. Dalam melakukan kegiatan berburu, pembuatan sampan, merambah atau membuka lahan untuk ladang atau membangun sebuah uma, maka biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota uma dan pembagian kerja dibagi atas jenis kelamin. Setiap keluarga dalam satu uma membawa makanan (ayam, sagu, dll.) yang kemudian dikumpulkan dan dimakan bersama-sama oleh seluruh anggota uma setelah selesai melaksanakan kegiatan atau upacara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Makanan pokok masyarakat di Siberut adalah sagu, pisang, dan keladi. Makanan lainnya seperti buah-buahan, madu, dan jamur diramu dari hutan atau ditanam di ladang. Sumber protein seperti rusa, monyet, dan burung diperoleh dengan berburu menggunakan panah dan ikan dipancing dari kolam atau sungai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepustakaan&lt;br /&gt;Schefold, Reimar. 1991. Mainan Bagi Roh; Kebudayaan Mentawai. Jakarta: Balai Pustaka&lt;br /&gt;Soebadyo, Haryati, dkk. 2002. Indonesian Heritage: Arsitektur. Jakarta: Buku Antar Bangsa.&lt;br /&gt;….. Sosial Budaya Masyarakat Mentawai . [Online]. Terdapat di. http://tamannasionalsiberut.org/sosial-budaya-masyarakat-mentawai.html. [30/06/2010]&lt;br /&gt;…...Kebudayaan Mentawai Tidak Mengenal Logam?. [Online]. Terdapat di.&lt;br /&gt;http://uun-halimah.blogspot.com/2007/11/kebudayaan-mentawai-tidak-mengenal.html. [30/06/2010]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-364425323589987108?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/364425323589987108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/sejarah-dan-tradisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/364425323589987108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/364425323589987108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/sejarah-dan-tradisi.html' title='Sejarah dan Tradisi'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6928689636068958629</id><published>2010-07-11T10:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T10:23:00.860-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Karakter</title><content type='html'>Pencetus pendidikan karakter yang menekankan dimensi etis-spiritual dalam proses pembentukan pribadi ialah pedagog Jerman FW Foerster (1869-1966). Pendidikan karakter merupakan reaksi atas kejumudan pedagogi natural Rousseauian dan instrumentalisme pedagogis Deweyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, pedagogi puerocentris lewat perayaan atas spontanitas anak-anak (Edouard Claparède, Ovide Decroly, Maria Montessori) yang mewarnai Eropa dan Amerika Serikat awal abad ke-19 kian dianggap tak mencukupi lagi bagi formasi intelektual dan kultural seorang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik anti-positivis dan anti-naturalis di Eropa awal abad ke-19 merupakan gerakan pembebasan dari determinisme natural menuju dimensi spiritual, bergerak dari formasi personal dengan pendekatan psiko-sosial menuju cita-cita humanisme yang lebih integral. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk menghidupkan kembali pedagogi ideal-spiritual yang sempat hilang diterjang gelombang positivisme ala Comte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Bagi Foerster, karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Foerster ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter. Pertama, keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasar hierarki nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, koherensi yang memberi keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya satu sama lain. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, otonomi. Di situ seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat dilihat lewat penilaian atas keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan keempat karakter ini, lanjut Foerster, memungkinkan manusia melewati tahap individualitas menuju personalitas. ”Orang-orang modern sering mencampuradukkan antara individualitas dan personalitas, antara aku alami dan aku rohani, antara independensi eksterior dan interior.” Karakter inilah yang menentukan forma seorang pribadi dalam segala tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebangkrutan moral bangsa, maraknya tindak kekerasan, inkoherensi politisi atas retorika politik, dan perilaku keseharian, pendidikan karakter yang menekankan dimensi etis-religius menjadi relevan untuk diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan karakter ala Foerster yang berkembang pada awal abad ke-19 merupakan perjalanan panjang pemikiran umat manusia untuk mendudukkan kembali idealisme kemanusiaan yang lama hilang ditelan arus positivisme. Karena itu, pendidikan karakter tetap mengandaikan pedagogi yang kental dengan rigorisme ilmiah dan sarat muatan puerocentrisme yang menghargai aktivitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi pendidikan di Indonesia tampaknya belum matang untuk memeluk pendidikan karakter sebagai kinerja budaya dan religius dalam kehidupan bermasyarakat. Pedagogi aktif Deweyan baru muncul lewat pengalaman sekolah Mangunan tahun 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan berpikir kritis melalui pendasaran logika yang kuat dalam setiap argumentasi juga belum menjadi habitus. Guru hanya mengajarkan apa yang harus dihapalkan. Mereka membuat anak didik menjadi beo yang dalam setiap ujian cuma mengulang apa yang dikatakan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loncatan sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin sebuah loncatan sejarah dapat terjadi dalam tradisi pendidikan kita? Mungkinkah pendidikan karakter diterapkan di Indonesia tanpa melewati tahap-tahap positivisme dan naturalisme lebih dahulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan karakter yang digagas Foerster tidak menghapus pentingnya peran metodologi eksperimental maupun relevansi pedagogi naturalis Rousseauian yang merayakan spontanitas dalam pendidikan anak-anak. Yang ingin ditebas arus ”idealisme” pendidikan adalah determinisme dan naturalisme yang mendasari paham mereka tentang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertentangan dengan determinisme, melalui pendidikan karakter manusia mempercayakan dirinya pada dunia nilai (bildung). Sebab, nilai merupakan kekuatan penggerak perubahan sejarah. Kemampuan membentuk diri dan mengaktualisasikan nilai-nilai etis merupakan ciri hakiki manusia. Karena itu, mereka mampu menjadi agen perubahan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nilai merupakan motor penggerak sejarah, aktualisasi atasnya akan merupakan sebuah pergulatan dinamis terus-menerus. Manusia, apa pun kultur yang melingkupinya, tetap agen bagi perjalanan sejarahnya sendiri. Karena itu, loncatan sejarah masih bisa terjadi di negeri kita. Pendidikan karakter masih memiliki tempat bagi optimisme idealis pendidikan di negeri kita, terlebih karena bangsa kita kaya akan tradisi religius dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang memiliki religiusitas kuat akan semakin termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, bertanggung jawab atas penghargaan hidup orang lain dan mampu berbagi nilai-nilai kerohanian bersama yang mengatasi keterbatasan eksistensi natural manusia yang mudah tercabik oleh berbagai macam konflik yang tak jarang malah mengatasnamakan religiusitas itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni Koesoema, A, Mahasiswa Jurusan Pedagogi Sekolah dan Pengembangan Profesional Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kepausan Salesian, Roma&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/pendidikan/umum1.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6928689636068958629?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6928689636068958629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/pendidikan-karakter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6928689636068958629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6928689636068958629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/pendidikan-karakter.html' title='Pendidikan Karakter'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2699530177208533200</id><published>2010-07-01T20:03:00.001-07:00</published><updated>2010-07-01T20:09:11.965-07:00</updated><title type='text'>Candi Banyu nibo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XQ_e4JKI/AAAAAAAAAuI/DDahxJmGTgQ/s1600/8+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XQ_e4JKI/AAAAAAAAAuI/DDahxJmGTgQ/s200/8+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489139470264968354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XLbGi3hI/AAAAAAAAAuA/EnCZDlnTjFg/s1600/9+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XLbGi3hI/AAAAAAAAAuA/EnCZDlnTjFg/s200/9+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489139374599888402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XD-OpVGI/AAAAAAAAAt4/2itU8qB8lFw/s1600/11+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XD-OpVGI/AAAAAAAAAt4/2itU8qB8lFw/s200/11+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489139246590153826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beautifully carved double makara-motif is above the niche which frames a seated female deity. Three stone oxen stand in a row. You can see the spaces where the most important sculpture has been robbed. Most of the roof is missing. A statue of a goddess points of Java's ancient links with Ceylon, some believe, in its strong facial and bodily form, very reminiscent of India. An almost duplicate goddess can be found in a niche above the entrance of the House of Pilgrims behind the Temple of the Tooth in Kandy, Sri Lanka.&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.borobudurpark.co.id/en-banyunibo.html&lt;br /&gt;foto: Rahmat s&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2699530177208533200?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2699530177208533200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/candi-banyu-nibo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2699530177208533200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2699530177208533200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/candi-banyu-nibo.html' title='Candi Banyu nibo'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1XQ_e4JKI/AAAAAAAAAuI/DDahxJmGTgQ/s72-c/8+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2851475489502761969</id><published>2010-07-01T19:49:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T19:51:16.520-07:00</updated><title type='text'>peninggalan sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1T9pJawPI/AAAAAAAAAtw/Asv2pWrnXWY/s1600/13+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1T9pJawPI/AAAAAAAAAtw/Asv2pWrnXWY/s200/13+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489135839316984050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak peninggalan sejarah baik pra dan masa hindu Buddha di Indonesia benayak ditemukan tidak utuh...?&lt;br /&gt;Topografi wilayah Indonesia mulai dari letak astronomisnya antara 6 derajat 08' LU- 11derajat 15 'LS dan antara 94 derajat 45 ' BT-141derajat 05'BT. Maka kondisi geografis Indonesia antara beriklim tropis dengan ciri-ciri curah hujan tinggi rata-rata kurang lebih 2000mm/tahun, temperatur udara rata-rata sepanjang tahun rata-rata 26 derajat. Batuan-batuan akan cepat mengalami pelapukan, tumbuh suburnya berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Indonesia memiliki kebudayaan yang bersifat tropis karena memang indonesia beriklim tropis :), bentuk kebudayaan ini bisa kita lihat dari bentuk rumah, cara berpakaian, matapencaharian dan juga cara pandang.&lt;br /&gt;Selain faktor kondisi geografis faktor manusia ternyata sangat besar pengaruhnya. LIhat dan perhatikan secara seksama UUCB tahun 1992 di adakan tidaklain untuk melindungi BCB yang ada di Indonesia dari pengaruh negatif Manusia :). Selain itu juga terdapat tata cara pelestarian BCB disana.&lt;br /&gt;Bagaimana sikap kita setelah tahu ini semua? apakah kita mau untuk selalu mengingat? Ya mengingat masalalu? untuk kita pelajari, kita gunakan untuk kesejah teraaan kehidupan kita sekarang? dan juga untuk kita proyeksikan kedepan menghadapi kejamnya globalisasi terhadap kebudayaan Indonesia?? semuanya berpulang pada kita semua sebagai generasi penerus bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2851475489502761969?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2851475489502761969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/peninggalan-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2851475489502761969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2851475489502761969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/07/peninggalan-sejarah.html' title='peninggalan sejarah'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TC1T9pJawPI/AAAAAAAAAtw/Asv2pWrnXWY/s72-c/13+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2471715021044098593</id><published>2010-06-29T18:58:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T18:59:15.624-07:00</updated><title type='text'>Diprotes, Bangunan Tua di Jogja Dijadikan Resto Cepat Saji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TCqk2J3_kyI/AAAAAAAAAto/h2XxnPjgGVU/s1600/2247513p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TCqk2J3_kyI/AAAAAAAAAto/h2XxnPjgGVU/s200/2247513p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488380346175034146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Swadaya Masyarakat Madya yang aktif dalam pelestarian bangunan warisan dan cagar budaya memprotes pembongkaran sebuah bangunan kuno di Jalan Jenderal Sudirman yang rencananya akan dibangun sebuah rumah makan cepat saji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada bagian bangunan kuno tersebut yang dibongkar untuk kepentingan pembangunan rumah makan cepat saji. Kami meminta agar pembongkaran itu dihentikan sementara waktu sambil menunggu hasil dialog lebih lanjut," kata Ketua LSM Madya Johanes Marbun di Yogyakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pihaknya tidak menentang adanya alih fungsi bangunan kuno, namun alih fungsi yang dilakukan tidak harus mengubah kondisi fisik bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pembangun, lanjut dia, harus tetap memperhatikan nilai-nilai budaya, sejarah, arsitektur dan ilmu pengetahuan dari setiap bangunan warisan atau cagar budaya yang akan dialihfungsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bukan hanya ingin menyelamatkan fisik bangunannya saja, tetapi juga nilai-nilai budaya dan kesejarahan yang menyertainya, sehingga masyarakat tidak akan lupa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyayangkan, pembongkaran bangunan kuno tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DPPWB) Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan adanya pembongkaran ini, kami menilai bahwa pemerintah sepertinya tidak memiliki konsep yang jelas dalam pelestarian bangunan warisan atau cagar budaya," katanya, sambil menyebutkan bahwa tata ruang di kawasan tersebut masuk dalam kawasan cagar budaya Kotabaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung di Jalan Jenderal Sudirman tersebut sebelumnya digunakan sebagai kantor pelayanan pelanggan sebuah provider telepon selular namun kemudian kosong sejak Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Widyastuti menyatakan, pembongkaran tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari DPPWB Dinas Kebudayaan DIY, dengan syarat pembongkaran dan rehabilitasi harus sesuai dengan bentuk aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gedung tersebut belum termasuk dalam bangunan cagar budaya atau warisan budaya. Bangunan itu baru masuk dalam daftar verifikasi calon bangunan warisan budaya Kota Yogyakarta pada tahun ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menyatakan belum memperoleh informasi terkait pembongkaran bangunan kuno tersebut dari Dinas Perizinan.  "Akan kami koordinasikan dulu dengan Dinas Perizinan tentang masalah ini, sehingga belum dapat berkomentar lebih jauh," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), terdapat pembagian citra kota yang mencerminkan karakter wilayah sesuai dengan bentuk arsitektur bangunan, aktifitas dan fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang rinciannya belum ada. Rencana secara rinci tentang tata ruang kota baru akan kami selesaikan pada 2011," katanya.&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://properti.kompas.com/read/2010/06/16/17240549/Diprotes..Bangunan.Tua.di.Jogja.Dijadikan.Resto.Cepat.Saji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2471715021044098593?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2471715021044098593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/06/diprotes-bangunan-tua-di-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2471715021044098593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2471715021044098593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/06/diprotes-bangunan-tua-di-jogja.html' title='Diprotes, Bangunan Tua di Jogja Dijadikan Resto Cepat Saji'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TCqk2J3_kyI/AAAAAAAAAto/h2XxnPjgGVU/s72-c/2247513p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4742710165532901104</id><published>2010-06-29T18:55:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T18:57:51.860-07:00</updated><title type='text'>Terancam Dibongkar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TCqkLKokrGI/AAAAAAAAAtg/S7WNnrdynVI/s1600/terancam-dibongkar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TCqkLKokrGI/AAAAAAAAAtg/S7WNnrdynVI/s200/terancam-dibongkar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488379607644417122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JOGJA - Terbukti, pengembang selalu mengantongi surat rekomendasi membongkar bangunan itu. ’’Pemerintah, dalam hal ini Pemkot Jogja tak memiliki konsep jelas soal kawasan budaya seperti di Kotagede dan Kotabaru,’’ kata Koordinator Madya Jhohanes Marbun, kemarin (16/6).&lt;br /&gt;Marbun mengatakan, bangunan di Kotabaru yang diklaim sebagai kawasan budaya tak bisa mengalami perubahan. Terutama, pada bentuk arsitektur yang memiliki citra khusus cermin dari budaya di kawasan tersebut pada masa lampau.&lt;br /&gt;’’Masyarakat yang melewati Kotabaru pasti tahu jika kawasan tersebut sebelumnya merupakan kawasan yang ditinggali Belanda. Ini sudah menjadi citra dari kawasan tersebut,’’ tandas arkeolog ini. Ia mengatakan, pembongkaran terhadap bangunan warisan budaya tersebut menjadi indikasi ketiadaan konsep yang jelas.&lt;br /&gt;Dari advokasi yang pernah dilakukan Madya terhadap Mardi Wuto dan bangunan bekas kantor Grapari Telkomsel di Jalan Sudirman, pengembang mengantongi rekomendasi dari Dinas Kebudayaan DIJ.&lt;br /&gt;’’Saya merasa keinginan pemkot melestarikan bangunan-bangunan warisan budaya tidak dikomunikasikan dengan baik dengan instansi pemerintah terkait lain. Ini yang membuat pengembang di kedua bangunan tersebut merasa apa yang dilakukan saat ini tidak melanggar. Malah mendapat restu dari pemerintah,’’ sesalnya.&lt;br /&gt;Kotabaru merupakan sebuah kawasan yang ditetapkan dalam Perda No. 2 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jogja sebagai kawasan budaya. Sesuai perda tersebut, setiap bangunan di kawasan yang arsitekturnya bergaya Eropa itu, jika dipugar harus mengikuti ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;Seperti telah diketahui, di kawasan Kotabaru ini ada dua bangunan yang dianggap kaum pelestari warisan budaya telah dibongkar. Pertama, terjadi Mei silam di belakang RS Mata Dr Yap atau sering disebut Mardi Wuto. Bangunan yang menjadi cikal bakal pelatihan kaum difabel tunanetra ini tak mampu harus diruntuhkan dan akan diganti dengan pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;Belum usai pro dan kontra Mardi Wuto, satu bangunan yang berumur lebih dari 50 tahun yakni bekas kantor Grapari Telkomsel juga akan dibongkar. Senin lalu (14/6), Madya bersama pemerhati warisan budaya melakukan negosiasi dengan pengembang. Hasilnya, aktivitas pembongkaran diberhentikan sementara sambil menunggu diskusi dengan seluruh kaum pemerhati budaya dan pemerintah.&lt;br /&gt;’’Sebenarnya masih ada salah satu bangunan yang juga menjadi warisan budaya di Jalan Mas Suharto No. 46 yang dibongkar,’’ imbuhnya.&lt;br /&gt;Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Aman Yuriadjaya mengakui Kotabaru masuk sebagai kawasan budaya yang disahkan di Perda RTRW. Hanya, belum ada ketentuan soal pembongkaran sebuah bangunan. Detailnya masih dibahas di DPRD Kota Jogja dan eksekutif untuk disahkan menjadi perda.&lt;br /&gt;’’Hal tersebut sedang kami kaji yang melibatkan pemangku kepentingan di sana dalam Raperda Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK). Prosesnya sudah mencapai 50 persen. Termasuk kajian terhadap kawasan Kotabaru,’’ ujar Aman.&lt;br /&gt;Kepala Seksi Pelestarian Nila-Nilai Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Jogja Widiastuti menolak jika bangunan di Jalan Jenderal Sudirman diklaim sebagai BCB dan BWB. Dari catatan Disparbud, bangunan tersebut sedang diusulkan bersama 200 bangunan lain.&lt;br /&gt;’’Yang kami ketahui, proses pembongkaran bangunan tersebut sudah mengantongi izin dari DP2WB (Dewan Pertimbangan Pelestarian dan Warisan Budaya) Dinas Kebudayaan DIJ. Jadi tidak ada masalah jika proses pemugaran dilakukan. Karena setiap rekomendasi pasti ada arahan bangunan apa yang harus disisakan, bentuknya seperti apa, dan hal lain yang mendasar,’’ katanya. (eri)&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/8384-terancam-dibongkar.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4742710165532901104?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4742710165532901104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/06/terancam-dibongkar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4742710165532901104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4742710165532901104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/06/terancam-dibongkar.html' title='Terancam Dibongkar'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/TCqkLKokrGI/AAAAAAAAAtg/S7WNnrdynVI/s72-c/terancam-dibongkar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2184761319479329080</id><published>2010-06-21T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T01:36:46.757-07:00</updated><title type='text'>Benda cagar budaya di DIY</title><content type='html'>Yuwono Sri Suwito&lt;br /&gt;“Bangunan Tambahan harus dibongkar”&lt;br /&gt;KR, Sabtu 19 Juni 2010&lt;br /&gt;Benda cagar budaya (BCB) di DIY membutuhkan penanganan serius. Namun dilapangan masih ada masyarakat yang memiliki anggapan keliru terhadap makna kelestarian BCB. Akibatnya saat pembongkaran bangunan, mereka beranggapan telah terjadi perusakan BCB.  Padahal untuk mengembalikan bangunan ke bentuk aslinya atau menguatkan karakter bangunan asli terkadang ada bangunan tambahan yang harus dibongkar. &lt;br /&gt;“saya ingin menegaskan bahwa keberadaan dewan pertimbangan pelestarian warisan budaya (DP2WB)&lt;br /&gt;Dalam memberikan rekomendasi tidak hanya membolehkan atau melarang suatu bangunan dibongkar (direnovasi), tetapi juga merekomendasikan bagaimana sebaiknya bangunan tersebut dibangun, ‘papar ketua DP2WB DIY Ir. Yuwono Sri Suwito MM, didampingi Kabid Sejarah Purbakala dan Museum Tri Rubiyanto SE MSi dan Kasi Purbakala Dra. Riharyani saat bersilaturahmi dengan direktur utama PT BP kedaulatan Rakyat, Drs. HM Romli, Jum’at (18/6).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2184761319479329080?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2184761319479329080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/06/benda-cagar-budaya-di-diy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2184761319479329080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2184761319479329080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/06/benda-cagar-budaya-di-diy.html' title='Benda cagar budaya di DIY'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7332565646744776378</id><published>2010-03-22T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T21:06:23.267-07:00</updated><title type='text'>KRISIS PSIKOLOGIS SUDAH MEMUNCAK</title><content type='html'>Berbagai krisis yang berkaitan dengan psikologi masyarakat, sudah memuncak dan dikawatirkan akan menjadi petaka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika hal ini dibiarkan terus menerus bukan tidak mungkin kekawatiran ini akan terjadi. Bermula dari krisis Jatidiri, kemudian merembet menjadi krisis Ideologi, dan berlanjut ke krisisi Karakter dan mencapai puncak pada krisis kepercayaan. &lt;br /&gt;Hal ini terlontar pada acara temu Ilmiah dan kongres Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) XI di hotel Sunan Solo. Wakil Gubernur jawatengah menyatakan bahwa kemunculan berbagai macam krisis ini tidak lain karena dipengaruhi oleh hiruk-pikuknya kejiwaan masyarakat akibat gempuran aneka sisi kehidupan baik sosial, politik, komunikasi dan juga modernitas yang sangat melelahkan jiwa. Hal ini termanivestasikan kedalam bentuk sikap dan prilaku, seperti bagaimana dia  tidak paham akan dirinya sendiri.  Sebagai contoh orang yang mengaku warga Jawa Tengah tetapi dalam kehidupan kesehariannya tidak mencerminkan sikap dan prilaku warga Jawatengah yang sarat akan nilai, dan etika yang harusnya dipegang teguh. Menurut belio krisis ini telah merembet menjadi krisisi Ideologi, dimana dapat kita lihat dari sikap dan prilaku sebagian masyarakat yang tidak pernah sabar dalam menghadapi persoalan, mau menang sendiri tanpa memperhatikan kepentingan yang lebih besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7332565646744776378?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7332565646744776378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/03/krisis-psikologis-sudah-memuncak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7332565646744776378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7332565646744776378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/03/krisis-psikologis-sudah-memuncak.html' title='KRISIS PSIKOLOGIS SUDAH MEMUNCAK'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8004656103672991646</id><published>2010-03-20T13:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T13:03:24.486-07:00</updated><title type='text'>Arkeologi, Sejarah, dan Etnografi Banten</title><content type='html'>http://bantenheritage.org/id/category/arkeologi-sejarah-etnografi/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8004656103672991646?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8004656103672991646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/03/arkeologi-sejarah-dan-etnografi-banten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8004656103672991646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8004656103672991646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/03/arkeologi-sejarah-dan-etnografi-banten.html' title='Arkeologi, Sejarah, dan Etnografi Banten'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7066137087177533291</id><published>2010-03-20T13:01:00.001-07:00</published><updated>2010-03-20T13:01:22.095-07:00</updated><title type='text'>Visual Antropologi</title><content type='html'>http://ethnographicfilms.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7066137087177533291?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7066137087177533291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/03/visual-antropologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7066137087177533291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7066137087177533291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/03/visual-antropologi.html' title='Visual Antropologi'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2917545832717329171</id><published>2010-01-01T06:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T06:36:26.378-08:00</updated><title type='text'>Daerah Istimewa Yogyakarta</title><content type='html'>Tentang Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;br /&gt;Image content&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAL USUL&lt;br /&gt;              Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai tradisi pemerintahan, karena Yogyakarta adalah Kasultanan, termasuk di dalamnya terdapat juga Kadipaten Pakualaman. Daerah yang mempunyai asal-usul dengan pemerintahannya sendiri, di jaman penjajahan Hindia Belanda disebut Zelfbesturende Landschappen. Di jaman kemerdekaan disebut dengan nama Daerah Swapraja.&lt;br /&gt;             Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri sejak 1755 didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I Kadipaten Pakualaman, berdiri sejak 1813, didirikan oleh Pangeran Notokusumo, (saudara Sultan Hamengku Buwono II) kemudian bergelar Adipati Paku Alam 1.&lt;br /&gt;              Baik Kasultanan maupun Pakualaman, diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Terakhir kontrak politik Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1941 No.47, dan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 No. 577.&lt;br /&gt;              Pada saat proklamasi kemerdekaan R1, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII mengetok kawat kepadaPresiden RI, menyatakan bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi bagian wilayah Negara RI, sertabergabung menjadi satu, mewujudkan satu kesatuan Daerah lstimewa Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggungjawab langsung kepada Presiden RI. Pegangan hukumnya adalah:&lt;br /&gt;a.Piagam kedudukan Sri Sultan (Hamengku Buwono IX dan S. Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dart Presiden RI.&lt;br /&gt; b.Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Amanat Sri Paku Alam VIII tertanggal 5 September 1945 (yang dibuat sendiri-sendiri secara terpisah).&lt;br /&gt; c.Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (yang dibuat bersama dalam satu naskah).&lt;br /&gt;               Dari 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949, Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI, justru dimasa perjuangan bahkan mengalami saat-saat yang sangat mendebarkan, hampir-hampir saja Negara RI tamat riwayatnya. Oleh karena itu pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia yang berkumpul dan berjuang di Yogyakarta pada waktu itu mempunyai kenangan tersendiri terhadap kota Yogyakarta. Apalagi pemuda-pemudanya yang setelah perang selesai, melanjutkan studinya di Universitas Gajah Mada, sebuah Universitas Negeri yang pertama didirikan oleh Pemerintah RI, sekaligus menjadi monumen hidup untuk memperingati perjuangan Yogyakarta.&lt;br /&gt;               Pada saat ini Kraton Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Puro Pakualaman dipimpin oleh Sri Paduka Paku Alam IX. Keduanya memainkan peran yang sangat menentukan didalam memelihara nilai-nilai budaya dan adat-istiadat jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta.&lt;br /&gt;               Kemudian Negara RI mengeluarkan Undang-undang Pokok Pemerintahan Daerah, yaitu Undang-undang No. 1 tahun 1957. Penetapan Presiden RI No. 6 tahun 1959 (disempurnakan), kemudian Undang-undang No. 18 tahun l964. Kesemuanya itu mengatur perihal pembentukanPemerintahan Daerah Otonom. Yang terakhir Undang-­ undang No. 5 tahuri 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintah di Daerah kecuali mengatur Pemerintahan Daerah Otonom, sekaligus mengaturPemerintahan Administratif.&lt;br /&gt;               Sebagai Daerah Otonom setingkat Provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk secara tersendiri dengan Undang-undangNo. 3 tahun 1950 jo. No. 19 tahun 1950 yang sampai saat ini masih berlaku. Undang-undang No. 5 tahun 1974 Bab VII Aturan Peralihan pasal 91 (b) menyebutkan bahwa Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekarang adalah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Istimewa menurut Undang-undang ini, dengan sebutan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak terikat pada ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengangkatan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah lainnya.&lt;br /&gt;                Dengan dasar pasal 18 Undang-undang Dasar 1945, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menghendaki agar kedudukan sebagai Daerah Istimewa untuk Daerah Tingkat I, tetap lestari dengan mengingat sejarah pembentukan dan perkembangan Pemerintahan Daerahnya yang sepatutnya dihormati.&lt;br /&gt;                Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 itu menyatakan bahwa "pembagian Daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dalam sistem Pemerintahan Negara dan hak-hak asal-usul dalam daerah yang bersifat Istimewa".&lt;br /&gt;                Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk dengan Undang­-undang No.3 tahun 1950, sesuai dengan maksud pasal 18 UUD 1945 tersebut. Disebutkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah meliputi bekas Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman.&lt;br /&gt;Sesudah Sri Sultan Hamengku Buwono IX wafat pada 3 Oktober 1988, Sri Paku Alam VIII, Wakil Gubernur Kepala Derah Istimewa Yogyakarta ditunjuk untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sehari-hari Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, diberi kedudukan sebagai Pejabat Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 340 tahun 1988.&lt;br /&gt;Sebagai ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta kaya predikat, baik berasal dari sejarah maupun potensi yang ada, seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata.&lt;br /&gt;Sebutan kota perjuangan untuk kota ini berkenaan dengan peran Yogyakarta dalam konstelasi perjuangan bangsa Indonesia pada jaman kolonial Belanda, jaman penjajahan Jepang, maupun pada jaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan, baik Kerajaan Mataram (Islam), Kesultanan Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman. &lt;br /&gt;Sebutan kota kebudayaan untuk kota ini berkaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi semasa kerajaan-kerajaan tersebut yang sampai kini masih tetap lestari. Sebutan ini juga berkaitan dengan banyaknya pusat-pusat seni dan budaya. Sebutan kata Mataram yang banyak digunakan sekarang ini, tidak lain adalah sebuah kebanggaan atas kejayaan Kerajaan Mataram. &lt;br /&gt;Predikat sebagai kota pelajar berkaitan dengan sejarah dan peran kota ini dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di samping adanya berbagai pendidikan di setiap jenjang pendidikan tersedia di propinsi ini, di Yogyakarta terdapat banyak mahasiswa dan pelajar dari seluruh daerah di Indonesia. Tidak berlebihan bila Yogyakarta disebut sebagai miniatur Indonesia.&lt;br /&gt;Sebutan Yogyakarta sebagai kota pariwisata menggambarkan potensi propinsi ini dalam kacamata kepariwisataan. Yogyakarta adalah daerah tujuan wisata terbesar kedua setelah Bali. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di wilayah ini, seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata pendidikan, bahkan, yang terbaru, wisata malam.&lt;br /&gt;Disamping predikat-predikat di atas, sejarah dan status Yogyakarta merupakan hal menarik untuk disimak. Nama daerahnya memakai sebutan DIY sekaligus statusnya sebagai Daerah Istimewa. Status Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa berkenaan dengan runutan sejarah Yogyakarta, baik sebelum maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Geografis&lt;br /&gt;Letak Astronomi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 7o15- 8o15 Lintang Selatan dan garis 110 o 5- 110 o 4 Bujur Timur, dengan batas wilayah:&lt;br /&gt;Sebelah Barat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah&lt;br /&gt;Sebelah Barat Laut Kabupaten Magelang, Jawa Tengah&lt;br /&gt;Sebelah Timur Laut Kabupaten Klaten, Jawa Tengah&lt;br /&gt;Sebelah Timur Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah&lt;br /&gt;Sebelah Selatan Samudera Indonesia.&lt;br /&gt;Luas Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta 3.185,80 km2 terdiri atas Kota Yogyakarta 32,50 km2 , Kabupaten Sleman 574,82 km2 , Kabupaten Bantul 506,85 km2 ,Kabupaten Kulon Progo 586,27 km2,Kabupaten Gunung Kidul 1485,36 km2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Temperatur&lt;br /&gt;Temperatur harian rata-rata berkisar antara 26,6 o C sampai 28,8 o C sedang temperatur minimum 18 o C dan maximum 35 o C.&lt;br /&gt;b. Kelembaban Udara&lt;br /&gt;Kelembabab udara rata-rata 74 % dengan kelembaban minimum 65 % dan maximum 84 %.&lt;br /&gt;c. Curah hujan&lt;br /&gt;Curah hujan bervariasi antara 3 mm samapi 496 mm. Curah hujan diatas 300mm terjadi pada bulan Januari ,Pebruari,April. Curah hujan tertinggi 496 mm terjadi pada bulan Pebruari dan curah hujan terendah 3mm sampai 24 mm terjadi pada bulan Mei sampai Oktober. Curah hujan tahunan rata-rata 1855 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Alam&lt;br /&gt;Disebagian utara seluas lebih kurang 4 % tanah miring (kelanjutan dari gunung berapi ) dengan sifat-sifat : wilayah hujan,kaya akan mata air dan sangat subur.&lt;br /&gt;Dibagian selatan/barat seluas lebih kurang 7 % dari barat ke arah selatan dengan ketinggian semakin rendah berakhir pada daratan pantai alluvial dengan sifat tanah : wilayah hujan,banyak mata air. Dibagian tengah seluas 41 % merupakan tanah datar/ngarai dengan sifat tanah cukup subur,jaringan pengairan baik dengan penduduk yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Tanah&lt;br /&gt;Tanah Regosal/vulkanis muda yang terletak antara sungai Progo dan sungai Opak (di Kabupaten Sleman dan Bantul)&lt;br /&gt;Tanah Latosol dan Inargalit terletak di atas batu kapur terdapat di daerah Gunung Kidul dan perbukitan Kabupaten Bantul serta Kabupaten Kulonprogo.&lt;br /&gt;Tanah Alluvial dan Regosal terdapat di sepanjang selatan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kependudukan&lt;br /&gt;Jumlah penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan registrasi tahun 2000 sebanyak 3.120.478 jiwa. Pada tahun 2006 berdasarkan hasil Susenas jumlah penduduk tercatat sebanyak 3.518.492 jiwa dengan perincian: Kota Yogyakarta 519.633 jiwa, Kabupaten Sleman 829.851 jiwa,Kabupaten Bantul 814.370 jiwa, Kabupaten Kulonprogo 457.817 jiwa dan Kabupaten Gunung Kidul 896.821 jiwa.Kepadatan penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata 1.104 jiwa/km2 (Sumber data :BPS Provinsi DIY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrasi Pemerintahan&lt;br /&gt;Sebagai Daerah Otonom, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk dengan Undang-Undang Nomor: 3 Tahun 1950 jo Nomor : 19 tahuin 1950 terbagi dalam 5 Daerah Tingkat II yang terdiri satu daerah Kota dan empat Kabupaten masing-masing :&lt;br /&gt;Kota Daerah Tingkat II Yogyakarta terdiri dari 14 Kecamatan dan 45 Kelurahan.&lt;br /&gt;Kabupaten Daerah Tingkat II Sleman terdiri dari 17 Kecamatan dan 86 Desa.&lt;br /&gt;Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul terdiri dari 17 Kecamatan dan 75 Desa.&lt;br /&gt;Kabupaten Daerah Tingkat II Kulonprogo terdiri dari 12 Kecamatan dan 75 Desa.&lt;br /&gt;Kabupaten Daerah Tingkat II Gunung Kidul terdiri dari 13 Kecamatan dan 144 Desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota dengan 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan yaitu :&lt;br /&gt;Kota Yogyakarta terdiri dari 14 Kecamatan dan 45 Kelurahan.&lt;br /&gt;KabupatenSleman terdiri dari 17 Kecamatan dan 86 Desa.&lt;br /&gt;Kabupaten Bantul terdiri dari 17 Kecamatan dan 75 Desa.&lt;br /&gt;Kabupaten Kulonprogo terdiri dari 12 Kecamatan dan 88 Desa.&lt;br /&gt;Kabupaten Daerah Tingkat II Gunung Kidul terdiri dari 18 Kecamatan dan 144 Desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR FILOSOFI PEMBANGUNAN DAERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Hakekat budaya adalah hasil cipta, karsa dan rasa, yang diyakini masyarakat sebagai sesuatu yang benar dan indah. Demikian pula budaya daerah di DIY, yang diyakini oleh masyarakat sebagai salah satu acuhan dalam hidup bermasyarakat, baik ke dalam (Intern) maupun ke luar (Extern). Secara filosofis, budaya Jawa khususnya Budaya DIY dapat digunakan sebagai sarana untuk Hamemayu Hayuning Bawana. Ini berarti bahwa Budaya tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat ayom ayem tata, titi, tentrem karta raharja. Dengan perkataan lain, budaya tersebut akan bermuara pada kehidupan masyarakat yang penuh dengan kedamaian, baik ke dalam maupun ke luar. Perjuangan untuk mensejahterakan masyarakat telah diupayakan dan dilaksanakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan diteruskan oleh pengganti beliau, tetap dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana, yang artinya Kewajiban melindungi, memelihara, serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat dari pada memenuhi ambisi pribadi. Dunia yang dimaksud inipun mencakup seluruh peri kehidupan dalam sekala kecil, yaitu Keluarga ataupun masyarakat dan lingkungan hidupnya, dengan mengutamakan Dharma Bhakti untuk kehidupan orang banyak, tidak mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI PEMBANGUNAN DAERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertitik tolak dari kondisi dan potensi diatas, maka visi pembangunan daerah adalah sebagai berikit : Terwujudnya pembangunan Regional sebagai wahana menuju pada kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2020 sebagai pusat pendidikan, budaya dan Daerah tujuan wisata terkemuka, dalam lingkung-an masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera lahir batin didukung oleh nilai-nilai kejuangan dan pemerintah yang bersih dalam pemerintahan yang baik dengan mengembangkan Ketahanan Sosial Budaya dan sumberdaya berkelanjutan.Kondisi yang secara bertahap ingin dicapai dengan ditetapkannya visi tersebut, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Terbentuk citra Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah pengem-bangan sosiokultural dan sosioekonomi yang dinamis dan inovatif, berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi maju serta moral masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Tersedianya lapangan kerja yang memberikan penghasilan yang cukup bagi masyarakat secara adil dan merata .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Terciptanya tingkat kesehatan dan gizi masyarakat yang cukup baik, sehingga sumber daya manusia yang maju, mandiri dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat, sehingga dapat diandalkan dalam persaingan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Terciptanya kondisi yang kondusif bagi partisipasi masyarakat secara luas dalam pembangunan daerah yang bertumpu pada tata nilai budaya serta sumberdaya yang berkelanjutan, dengan mengembangkan kerukunan hidup antar komponen masyarakat, baik antara agama, suku dan budaya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Terciptanya masyarakat yang menghormati dan menegakkan Hak Azasi Manusia (HAM) dalam segala aspek kehidupan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Terlaksananya pelayanan pemerintah yang handal, effisien dan transparan didalam suasana kehidupan yang aman dan tentram dalam kerangka otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI PEMBANGUNAN DAERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan visi pembangunan serta kondisi daerah yang diharapkan akan terbentuk secara bertahap tersebut diatas, maka ditetapkan misi pembangunan daerah, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pusat Pendidikan Terkemuka di Indonesia yang didukung oleh masyarakat yang berilmu pe-ngetahuan dan teknologi (IPTEK) tinggi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan Terkemuka di Indonesia dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai Pusat Budaya, dan bertaqwa (IMTAQ), serta mampu memilih dan me-nyerap Budaya Modern yang positif dan tetap melestarikan Budaya Daerah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah otonom yang maju dan didukung oleh aparatur yang terpercaya, professional, transparan dan akuntabel, menuju penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, demokratis dan berlandaskan pada supremasi hukum dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah pembangunan yang terpadu, komplementatif dan sinergi antar Wilayah dan antar sektor yang efisien dan efektif serta didukung pelibatan secara langsung dan aktif peran masyarakat dalam pembangunan daerah, melalui ketahanan social budaya dan ketahanan sumberdaya, yang berwawasan lingkungan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata MICE (Meeting Incentive, Conference and exibition) utama di Indonesia dan sekaligus mengembalikan posisi DIY sebagai Daerah Tujuan Wisata kedua setelah Bali, yang didukung posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai simpul strategis dan penting dalam perhubungan dan komunikasi di Pulau Jawa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Wilayah pengembangan Industri sedang dan kecil non polutan serta industri rumah tangga modern yang didukung oleh pengembangan teknologi tepat guna dan sepadan seni daerah dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata daerah dan permintaan pasar global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah pengembangan pertanian dalam arti luas (Pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) yang didukung oleh berkembangnya perekonomian rakyat yang berkualitas dalam rangka memenuhi tuntutan pasar local, regional dan global dengan produk Agrobisnis dan Agroindustri yang kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://bapeda.jogjaprov.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2917545832717329171?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2917545832717329171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/daerah-istimewa-yogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2917545832717329171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2917545832717329171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/daerah-istimewa-yogyakarta.html' title='Daerah Istimewa Yogyakarta'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2822230671597134950</id><published>2010-01-01T06:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T06:25:13.302-08:00</updated><title type='text'>Jenis Baru Sejarah Bukti: Foto</title><content type='html'>CAMBRIDGE, MA.-Sebuah pameran di Harvard's Fogg Art Museum akan menyajikan gambar dari koleksi foto, negatif, dan terkait dengan materi yang dikumpulkan selama empat dekade oleh kurator di University's Carpenter Center for Visual Arts. Gambar mencerminkan penggunaan berbagai medium, termasuk film dokumenter sosial, bahasa, dan seni fotografi. Jenis Baru Sejarah Bukti: Foto-foto dari Pusat Carpenter Koleksi, akan menampilkan 70 foto dan sesuatu yg tdk kekal dipilih dari 28.000-benda koleksi, yang ditempatkan pada deposito permanen di Fogg pada tahun 2002. Judul pameran berasal dari Buletin Alumni Harvard 1967 artikel yang melaporkan pembentukan Pusat Carpenter fotografi pengumpulan dan menggembar-gemborkan sebagai "jenis baru bukti sejarah." Pengumpulan fotografi berisi beberapa gambar paling terkenal dan merupakan sumber daya yang sangat berharga untuk sarjana dan peneliti. Di antara foto-foto di layar akan menjadi klasik Edward Weston Nude (1936), dari Fine Art Fotografer Koleksi; Frances komparatif Benjamin Johnston foto (c. 1899) dari orang miskin runtuh dan rapi gubuk berlantai dua rumah seorang lulusan Hampton Institute di Virginia, sekali ditampilkan di Museum Sosial untuk menunjukkan manfaat pendidikan; Harry studio 1949 Hanas potret anak laki-laki dalam pakaian koboi, Untitled (Lockhart, Texas), dari Fotografer Profesional Amerika Koleksi dan Paulus Rowell's ER Warren , Motorman - 1907 potret seorang muda, pria berkumis berkancing ganda penuh mantel panjang dan konduktor topi, dari Boston Transit Koleksi. Pusat Tukang Kayu Koleksi Foto didirikan oleh Universitas Harvard pada pertengahan 1960-an sebagai sumber daya untuk mengajar sejarah estetika fotografi dan praktek. Sejarah Pusat Tukang Kayu Koleksi - Meskipun foto-foto yang telah dikumpulkan di Harvard sejak hari-hari awal medium, kepentingan khusus mereka tidak diakui sampai pertengahan 1960-an, ketika sejarah fotografi menjadi disiplin yang berdiri sendiri. University menciptakan sebuah repositori di Carpenter Center untuk mengkonsolidasikan kepemilikan sejarah penting foto, dan koleksi dimulai dengan pengalihan cetak abad ke-19 milik Perpustakaan Departemen Geologi.&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://artknowledgenews.com/id/node/580&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2822230671597134950?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2822230671597134950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/jenis-baru-sejarah-bukti-foto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2822230671597134950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2822230671597134950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/jenis-baru-sejarah-bukti-foto.html' title='Jenis Baru Sejarah Bukti: Foto'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6276144250541298346</id><published>2010-01-01T06:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T06:19:56.722-08:00</updated><title type='text'>Foto Bisa Jadi Sumber Inspirasi</title><content type='html'>Laporan oleh: Ratih Anbarini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Unpad.ac.id, 18/11] Rata-rata masyarakat Indonesia lebih mudah mencerna sesuatu dalam bentuk gambar dibanding tulisan. Belum membudayanya kegemaran membaca menjadi salah satu penyebab mengapa foto atau gambar lebih disukai masyarakat Indonesia. Fotografi dianggap sebagai jawaban dalam membantu masyarakat memahami sesuatu karena foto atau gambar sesungguhnya mampu berbicara.&lt;br /&gt;Galih Sedayu ketika memaparkan materi tentang fotografi (Foto: Tedi Yusup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galih Sedayu ketika memaparkan materi tentang fotografi (Foto: Tedi Yusup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan pegiat foto, Galih Sedayu, yang juga pengelola Air Photography Communication saat menjadi pembicara dalam “Photo Speak: Fotografi sebagai Fungsi Komunikasi” di Grha Sanusi Hardjadinata, Rabu (18/11). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati Dies Natalis ke-52 Unpad dalam Pekan Ilmiah Unpad 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Galih, foto berfungsi sebagai pencitraan visual, di mana foto mampu merekam kembali realitas yang ada. Foto juga dianggap sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat. Galih mencontohkan saat foto karya Joe Rosenthal pada 1945 tentang pengibaran bendera Amerika Serikat di Gunung Suribachi, Iwo Jima, Jepang menginspirasi sutradara Clint Eastwood berjudul Flag of Our Father. “Film itu membuktikan bahwa foto yang dihasilkan fotografer dapat menjadi sumber inspirasi bagi sutradara dalam menghasilkan sebuah karya,” ujar Galih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia menyebut bahwa foto juga berfungsi sebagai arsip peristiwa atau perekam sejarah. “Di Indonesia, kantor berita pertama IIPHOS yang didirikan oleh Mendur bersaudara mengabadikan peristiwa-peristiwa bersejarah, seperti proklamasi. Foto-fotonya masih ada hingga saat ini dan menjadi arsip sejarah bangsa kita di masa lampau,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paparannya, Galih juga menjelaskan mengenai sejarah foto pertama di dunia yang dihasilkan Joseph-Nicephone Niepce melalui alat bernama heligraf pada 1839. Ia juga menjelaskan tentang awal mula masuknya foto di Indonesia yang diperkenalkan oleh dua warga Inggris dan menjadi tonggak sejarah pendokumentasian di Indonesia. Saat itu, foto-foto yang dihasilkan masih bewarna hitam putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Galih bahwa seiring waktu, foto tidak lagi berfungsi sebagai media visual semata, melainkan telah berfungsi sebagai media informasi, pesan, dan harapan. Melalui foto, kata Galih, masyarakat dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. “Saya pernah punya pengalaman, ketika memotret kawasan cekungan Bandung yang kondisi sudah cukup memprihatinkan. Foto tersebut dipajang dalam pameran dan disaksikan oleh pejabat pemerintah. Setelah melihat foto tersebut, kawasan itu pun akhirnya dipagari,” ungkap Galih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galih menilai bahwa memproduksi foto yang menarik harus dilandaskan pada tiga hal penting. Pertama, foto harus sesuai dengan tema. Kedua, ide menarik dan berbeda, dan ketiga, melakukan eksekusi akhir. Ia juga menyarankan agar sebelum memotret sebaiknya sang fotografer memahami latar belakang objek yang akan diambilnya. “Misalnya, kita ingin memotret kehidupan kampung naga. Lebih baik kita membaca literatur tentang kampung naga, sehingga kita mengetahui latar belakangnya dan lebih mudah mencari sisi menarik,” saran Galih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Foto&lt;br /&gt;Selain seminar, dalam kegiatan itu diumumkan pula pemenang Lomba Foto KKNM 2009. Foto berjudul “Sekolahku Malang, Tempatku Menuntut Ilmu” karya Ice Kusumaningrum menjadi Juara I yang mendapat hadiah sebesar Rp 1.000.000. Sementar Juara II diraih oleh Oginawa Ramadhan dengan karyanya berjudul “Along The Way”. Foto berjudul “Ramai-Ramai Menggosok Gigi” karya Ihsan Raharjo meraih tempat ketiga. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara juara favorit diraih Polimobin Andalas dari Fakultas Geologi dengan karyanya berjudul “Perjuangan Menuju Sekolah”. Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.D. (eh)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Faisal Basri, “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terseok” - 18 November 2009&lt;br /&gt;    * Mahasiswa Peternakan Berwirausaha Jual Hewan Kurban - 18 November 2009&lt;br /&gt;    * Risiko Osteoporosis Dapat Terjadi pada Siapa Saja - 17 November 2009&lt;br /&gt;    * Mahasiswa FH Gali Pengalaman Alumni di Next Generation - 17 November 2009&lt;br /&gt;    * IKK Baru Perlu Lebih Gencar Disosialisasikan - 17 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Unpad Berharap pada Pesilat Putri - 31 Desember 2009&lt;br /&gt;    * Sofani Rahmalianti, Pulang dari SEA Games Langsung Tampil di Kejurnas - 31 Desember 2009&lt;br /&gt;    * Hari Kedua, Kejurnas Pencak Silat Makin Seru - 30 Desember 2009&lt;br /&gt;    * Galeri Foto: Darso The Phenomenon - 30 Desember 2009&lt;br /&gt;    * Darso Ingin Pemerintah Buatkan Patung Mang Koko - 30 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber di copy dari&lt;br /&gt;http://www.unpad.ac.id/berita/foto-bisa-jadi-sumber-inspirasi/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6276144250541298346?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6276144250541298346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/foto-bisa-jadi-sumber-inspirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6276144250541298346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6276144250541298346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/foto-bisa-jadi-sumber-inspirasi.html' title='Foto Bisa Jadi Sumber Inspirasi'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7143963388623889230</id><published>2010-01-01T05:47:00.001-08:00</published><updated>2010-01-01T05:48:34.146-08:00</updated><title type='text'>Dekonstruksi</title><content type='html'>Dekonstruksi adalah sebuah metode pembacaan teks. Dengan dekonstruksi ditunjukkan bahwa dalam setiap teks selalu hadir anggapan-anggapan yang dianggap absolut. Padahal, setiap anggapan selalu kontekstual: anggapan selalu hadir sebagai konstruksi sosial yang menyejarah. Maksudnya, anggapan-anggapan tersebut tidak mengacu kepada makna final. Anggapan-anggapan tersebut hadir sebagai jejak (trace) yang bisa dirunut pembentukannya dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacques Derrida menunjukkan bahwa kita selalu cenderung untuk melepaskan teks dari konteksnya. Satu term tertentu kita lepaskan dari konteks (dari jejaknya) dan hadir sebagai makna final. Inilah yang Derrida sebut sebagai logosentrisme. Yaitu, kecenderungan untuk mengacu kepada suatu metafisika tertentu, suatu kehadiran objek absolut tertentu. Dengan metode dekonstruksi, Derrida ingin membuat kita kritis terhadap teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode dekonstruksi merupakan proyek filsafat yang berskala raksasa karena Derrida sendiri menunjukkan bahwa filsafat barat seluruhnya bersifat logosentris. Dengan demikian, dekonstruksi mengkritik seluruh proyek filsafat barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di copy dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Dekonstruksi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7143963388623889230?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7143963388623889230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/dekonstruksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7143963388623889230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7143963388623889230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/dekonstruksi.html' title='Dekonstruksi'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4523241002164647454</id><published>2010-01-01T05:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T05:11:56.109-08:00</updated><title type='text'>Kyai Haji Abdurrahman Wahid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sz30TCSFOSI/AAAAAAAAAtY/p668Js1tiho/s1600-h/371px-Abdurrahman_Wahid_youth.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sz30TCSFOSI/AAAAAAAAAtY/p668Js1tiho/s200/371px-Abdurrahman_Wahid_youth.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421758134291347746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun[1]) adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Ia menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan awal&lt;br /&gt;Abdurrahman Wahid lahir pada hari ke-4 dan bulan ke-8 kalender Islam tahun 1940 di Denanyar Jombang, Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Terdapat kepercayaan bahwa ia lahir tanggal 4 Agustus, namun kalender yang digunakan untuk menandai hari kelahirannya adalah kalender Islam yang berarti ia lahir pada 4 Sya'ban, sama dengan 7 September 1940.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk".[2] Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati "abang" atau "mas".[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Wahid lahir dalam keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan[3]. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur secara terbuka pernah menyatakan bahwa ia memiliki darah Tionghoa. Abdurrahman Wahid mengaku bahwa ia adalah keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak.[4][5] Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Putri Campa, puteri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V.[5] Tan Kim Han sendiri kemudian berdasarkan penelitian seorang peneliti Perancis, Louis-Charles Damais diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini yang diketemukan makamnya di Trowulan.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1944, Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua pertama Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), sebuah organisasi yang berdiri dengan dukungan tentara Jepang yang saat itu menduduki Indonesia. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Pada akhir perang tahun 1949, Wahid pindah ke Jakarta dan ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Wahid juga diajarkan membaca buku non-Muslim, majalah, dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya[6]. Gus Dur terus tinggal di Jakarta dengan keluarganya meskipun ayahnya sudah tidak menjadi menteri agama pada tahun 1952. Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Wahid berlanjut dan pada tahun 1954, ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Pada tahun itu, ia tidak naik kelas. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya. Pada tahun 1957, setelah lulus dari SMP, Wahid pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun). Pada tahun 1959, Wahid pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang. Di sana, sementara melanjutkan pendidikannya sendiri, Abdurrahman Wahid juga menerima pekerjaan pertamanya sebagai guru dan nantinya sebagai kepala sekolah madrasah. Gus Dur juga dipekerjakan sebagai jurnalis majalah seperti Horizon dan Majalah Budaya Jaya.[7]&lt;br /&gt;Pendidikan di luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1963, Wahid menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Ia pergi ke Mesir pada November 1963. Meskipun ia mahir berbahasa Arab, Gus Dur diberitahu oleh Universitas bahwa ia harus mengambil kelas remedial sebelum belajar Islam dan bahasa Arab. Karena tidak mampu memberikan bukti bahwa ia memiliki kemampuan bahasa Arab, Wahid terpaksa mengambil kelas remedial.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman Wahid menikmati hidup di Mesir pada tahun 1964; menonton film Eropa dan Amerika, dan juga menonton sepak bola. Wahid juga terlibat dengan Asosiasi Pelajar Indonesia dan menjadi jurnalis majalah asosiasi tersebut. Pada akhir tahun, ia berhasil lulus kelas remedial Arabnya. Ketika ia memulai belajarnya dalam Islam dan bahasa Arab tahun 1965, Gus Dur kecewa. Ia telah mempelajari banyak materi yang diberikan dan menolak metode belajar yang digunakan Universitas [9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, Wahid dipekerjakan di Kedutaan Besar Indonesia. Pada saat ia bekerja, peristiwa Gerakan 30 September terjadi. Mayor Jendral Suharto menangani situasi di Jakarta dan upaya pemberantasan Komunis dilakukan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kedutaan Besar Indonesia di Mesir diperintahkan untuk melakukan investigasi terhadap pelajar universitas dan memberikan laporan kedudukan politik mereka. Perintah ini diberikan pada Wahid, yang ditugaskan menulis laporan [10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahid mengalami kegagalan di Mesir. Ia tidak setuju akan metode pendidikan serta pekerjaannya setelah G 30 S sangat mengganggu dirinya.[11] Pada tahun 1966, ia diberitahu bahwa ia harus mengulang belajar.[11] Pendidikan prasarjana Gus Dur diselamatkan melalui beasiswa di Universitas Baghdad.[12] Wahid pindah ke Irak dan menikmati lingkungan barunya. Meskipun ia lalai pada awalnya, Wahid dengan cepat belajar. Wahid juga meneruskan keterlibatannya dalam Asosiasi Pelajar Indonesia dan juga menulis majalah asosiasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970, Abdurrahman Wahid pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya. Wahid ingin belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Universitas Baghdad kurang diakui.[13] Dari Belanda, Wahid pergi ke Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.&lt;br /&gt;Karir awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur kembali ke Jakarta mengharapkan bahwa ia akan pergi ke luar negeri lagi untuk belajar di Universitas McGill di Kanada. Ia membuat dirinya sibuk dengan bergabung ke Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) [14], organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat. LP3ES mendirikan majalah yang disebut Prisma dan Wahid menjadi salah satu kontributor utama majalah tersebut. Selain bekerja sebagai kontributor LP3ES, Wahid juga berkeliling pesantren dan madrasah di seluruh Jawa. Pada saat itu, pesantren berusaha keras mendapatkan pendanaan dari pemerintah dengan cara mengadopsi kurikulum pemerintah. Wahid merasa prihatin dengan kondisi itu karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan ini. Gus Dur juga prihatin dengan kemiskinan pesantren yang ia lihat. Pada waktu yang sama ketika mereka membujuk pesantren mengadopsi kurikulum pemerintah, pemerintah juga membujuk pesantren sebagai agen perubahan dan membantu pemerintah dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Wahid memilih batal belajar luar negeri dan lebih memilih mengembangkan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman Wahid meneruskan karirnya sebagai jurnalis, menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas. Artikelnya diterima dengan baik dan ia mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. Dengan popularitas itu, ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar, membuat dia harus pulang-pergi antara Jakarta dan Jombang, tempat Wahid tinggal bersama keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun memiliki karir yang sukses pada saat itu, Gus Dur masih merasa sulit hidup hanya dari satu sumber pencaharian dan ia bekerja untuk mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es untuk digunakan pada bisnis Es Lilin istrinya [15]. Pada tahun 1974, Wahid mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas dan segera mengembangkan reputasi baik. Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi Guru Kitab Al Hikam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam. Sekali lagi, Wahid mengungguli pekerjaannya dan Universitas ingin agar Wahid mengajar subyek tambahan seperti pedagogi, syariat Islam dan misiologi. Namun, kelebihannya menyebabkan beberapa ketidaksenangan dari sebagian kalangan universitas dan Wahid mendapat rintangan untuk mengajar subyek-subyek tersebut. Sementara menanggung semua beban tersebut, Wahid juga berpidato selama ramadhan di depan komunitas Muslim di Jombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info lengkap silahkan kunjungi:&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicopy dari:&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Abdurrahman_Wahid_youth.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4523241002164647454?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4523241002164647454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/kyai-haji-abdurrahman-wahid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4523241002164647454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4523241002164647454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/kyai-haji-abdurrahman-wahid.html' title='Kyai Haji Abdurrahman Wahid'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sz30TCSFOSI/AAAAAAAAAtY/p668Js1tiho/s72-c/371px-Abdurrahman_Wahid_youth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6646653901100511132</id><published>2010-01-01T05:04:00.001-08:00</published><updated>2010-01-01T05:05:12.535-08:00</updated><title type='text'>Franciscus Xaverius Seda</title><content type='html'>Franciscus Xaverius Seda (lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926 – meninggal di Jakarta, 31 Desember 2009 pada umur 83 tahun) adalah seorang politikus, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemerintahan, posisi yang pernah diembannya antara lain adalah Menteri Perkebunan dalam Kabinet Kerja IV (1963-1964) dan Menteri Keuangan (1966-1968) sewaktu awal Orde Baru, serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973) dalam Kabinet Pembangunan I.&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Frans_Seda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6646653901100511132?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6646653901100511132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/franciscus-xaverius-seda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6646653901100511132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6646653901100511132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/franciscus-xaverius-seda.html' title='Franciscus Xaverius Seda'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4721004864165023518</id><published>2010-01-01T04:31:00.001-08:00</published><updated>2010-01-01T04:35:39.827-08:00</updated><title type='text'>TEMPO Interaktif, Jakarta - Frans Seda tutup usia. Mantan menteri di Jaman Orde Lama ini tutup usia di rumahnya Jalan Metro Kencana V Pondok Indah pad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sz3sDXWF3cI/AAAAAAAAAtQ/htgvI697gOQ/s1600-h/frans-seda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sz3sDXWF3cI/AAAAAAAAAtQ/htgvI697gOQ/s200/frans-seda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421749068974382530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Frans Seda tutup usia. Mantan menteri di Jaman Orde Lama ini tutup usia di rumahnya Jalan Metro Kencana V Pondok Indah pada pukul 05.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans meninggalkan seorang istri dan dua orang putri. Saat ini jenazah sedang dimandikan dan rencananya akan dilakukan prosesi Misa pukul 06.00 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, jenazah akan dikebumikan Sabtu, lusa, di Pemakaman Santiago Hill, Karawang, Jawa Barat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4721004864165023518?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4721004864165023518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/tempo-interaktif-jakarta-frans-seda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4721004864165023518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4721004864165023518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/tempo-interaktif-jakarta-frans-seda.html' title='TEMPO Interaktif, Jakarta - Frans Seda tutup usia. Mantan menteri di Jaman Orde Lama ini tutup usia di rumahnya Jalan Metro Kencana V Pondok Indah pad'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sz3sDXWF3cI/AAAAAAAAAtQ/htgvI697gOQ/s72-c/frans-seda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2620905551396329667</id><published>2010-01-01T04:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T04:20:09.567-08:00</updated><title type='text'>Trowulan</title><content type='html'>Senin, 28 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH kota abad ke-13 yang hilang di pelosok Jawa Timur mungkin bisa bicara tentang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisanya ditemukan di sebuah tanah lapang di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Di area seluas 63 x 63 meter persegi itu, di bawah atap rendah, berderet petak galian, semuanya cuma sekitar setengah meter dalamnya. Tapi warna gelap bumi seakan-akan melindungi apa yang hanya sedikit terungkap di sana: bekas-bekas rumah, pola lantai halaman, gerabah yang halus, tangga, lorong parit, gobang, ribuan artefak….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah, bukan candi, bukan gerbang, bukan tempat ritual keagamaan. Arkeolog Mundardjito, guru besar dari UI yang telah bertahun-tahun bekerja dalam ekskavasi besar ini, menunjukkan betapa pentingnya yang ditemukan di sana: sebelum Trowulan, para arkeolog belum pernah menemukan sisa-sisa sebuah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, inilah buat pertama kalinya mereka berhasil. Inilah sebuah pintu baru ke masa silam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak urung, saya (yang tak pernah berpikir sebelumnya tentang itu) tertular oleh semangat itu dan pergi ke Trowulan—mengikuti Mundardjito berjalan dari situs ke situs, menggali, menelaah, membuat hipotesis. ”Kalau di lapangan, umur saya bukan 73, tapi 37,” katanya, setengah bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur + energi tambahan memang diperlukan untuk kerja besar ini, yang sebenarnya dimulai pada 1924, ketika Bupati Mojokerto, Kromodjojo Adinegoro, bersama Arsitek Henry MacLaine Pont mendirikan Oudheidkundige Vereeneging Majapahit (OVM). Mundardjito bersama para arkeolog yang lebih muda adalah penerus ikhtiar OVM—mungkin dengan gairah dan rasa ingin tahu yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu memang sederet panjang tanda tanya. Di wilayah sekitar 100 kilometer persegi, di mana lapangan ekskavasi tadi terletak, sejarah Majapahit terpendam. Tapi kenapa terpendam? Kenapa Majapahit yang berdiri di abad ke-13 kini tak bersisa, sedangkan Cordoba dan masjidnya, yang mulai dibangun kerajaan Islam di Spanyol di abad ke-8, masih bisa utuh? Kenapa Majapahit, yang kurang-lebih seumur Cambridge University di Inggris, kini hanya bekas yang terserak dan tersembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin perang telah merusak semuanya, hingga kota itu ditinggalkan dan pelan-pelan rubuh. Mungkin iklim merapuhkan bahan-bahan yang membentuknya. Mungkin gempa atau wabah. Tidak atau belum ada penjelasan. Tapi bahwa ia tak mampu bertahan terus (sebuah kronologi Jawa menyebutnya ”sirna ilang”) menunjukkan sebuah kelemahan dasar: di kota itu tampaknya tak ada kekayaan sosial—dalam bentuk harta dan pemikiran—yang secara kontinu bisa merawat, merenovasi, dan merekonstruksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sebuah catatan dari Cina abad ke-15 menggambarkan Majapahit, yang dicatatnya adalah istana: bersih dan terawat, dikelilingi tembok bata merah setinggi lebih dari 10 meter. Dalam kompleks istana, bangunan bertiang kayu yang besar setinggi 10-13 meter. Atap bangunan terbuat dari sirap. Atap rumah rakyat dari ijuk atau jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua memang bahan yang tak tahan lama, tapi akan bisa diperbaharui terus-menerus seandainya kekuasaan dan struktur masyarakatnya punya basis ekonomi yang luas, bila mereka tak cuma tergantung kepada satu poros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin Majapahit benar-benar cuma tergantung kepada satu poros. Mungkin Majapahit satu contoh yang disebut Marx sebagai ”despotisme timur”: sang baginda punya kuasa yang absolut; ia tak mengizinkan kekuatan sosial-ekonomi di luar dirinya. Dalam despotisme ini, tak boleh ada satu lapisan elite yang kurang-lebih mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh, di bawah Sultan Iskandar Muda di abad ke-17, adalah sebuah kerajaan yang dahsyat. Sultan yang perkasa ini—yang dengan kekuatan militernya mengalahkan sebuah armada Portugis dan menaklukkan pelbagai kerajaan di Semenanjung—memegang dengan ketat monopoli perdagangan. Dengan itu ia buat ”orang kaya”, satu lapisan elite yang sedang tumbuh, tergantung kepada belas kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mataram abad ke-17, Amangkurat I bertindak mirip: ia menampik saran seorang tamu Belanda agar baginda membuat rakyatnya kaya. Jika mereka berharta, kata raja Mataram yang bengis itu, ”mereka bisa melawanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dengan demikian kekuasaan para sultan seakan-akan berdiri di atas pedestal yang tinggi tapi sendiri. Ketika takhta guncang, ketika para raja kehabisan sumber kekayaan dan gagasan, tak ada penyangga sosial lain. Tak ada kelompok masyarakat yang mandiri seperti halnya kaum burger dalam sejarah kota-kota Eropa. Dari kalangan ini—yang kemudian disebut bourgeoisie—lahir kekuatan yang memperkukuh kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh bila di Eropa, kota dilambangkan sebagai ”tembok”. Kata tuin dalam bahasa Belanda lama juga berarti pagar. Tapi saya tak tahu tepatkah kiasan itu berlaku untuk ibu kota Majapahit. Kitab Negarakartagama yang ditulis di masa itu hanya menyebut ”kuwu”: unit permukiman yang dikelilingi tembok. Tapi tak jelas, adakah dengan demikian kota pun lahir sebagai sebuah wilayah yang merdeka. Atau ia hanya sebuah tempat ”di mana kita tak usah berjalan melalui sawah”. Artinya tak ada batas yang tegas antara ”kota” dan ”di luarnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan itulah yang terjadi—yang secara tak sadar berlanjut hingga kini: orang berpindah dari luar ke dalam kota tanpa membuat hidupnya berubah. Perilaku dan nilai-nilai ”udik” merembes ke kehidupan urban—dan begitu juga sebaliknya. Yang ”udik” menyebabkan gerak jadi lamban, karena harmoni harus dijaga dan orang saling menunggu. Sebaliknya yang ”udik” membuat hidup lebih santai dan bisa berbagi. Walhasil, harmoni bisa memperkuat sebuah kota, tapi juga bisa memperlemahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itukah barangkali riwayat kota yang hilang di Trowulan itu: dirawat tumbuh dengan harmoni + serasi, dan tak siap untuk hidup tanpa harmoni + tak serasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;dari: http://tempointeraktif.com/hg/caping//2009/12/28/mbm.20091228.CTP132340.id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2620905551396329667?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2620905551396329667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/trowulan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2620905551396329667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2620905551396329667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2010/01/trowulan.html' title='Trowulan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5384256611479854527</id><published>2009-12-11T07:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T07:22:03.837-08:00</updated><title type='text'>Efek Rumah Kaca Memanaskan Dunia</title><content type='html'>&lt;http://tempointeraktif.com/hg/flashgrafis/2009/12/09/grf,20091209-235,id.html&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5384256611479854527?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5384256611479854527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/efek-rumah-kaca-memanaskan-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5384256611479854527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5384256611479854527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/efek-rumah-kaca-memanaskan-dunia.html' title='Efek Rumah Kaca Memanaskan Dunia'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4334089532402475242</id><published>2009-12-08T17:37:00.001-08:00</published><updated>2009-12-08T17:39:52.461-08:00</updated><title type='text'>Pecandu Internet Berisiko Besar Melukai Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sx7_s7ZulqI/AAAAAAAAAtE/ncOOtkiqrhI/s1600-h/2564334846-pecandu-internet-berisiko-besar-melukai-diri-sendiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sx7_s7ZulqI/AAAAAAAAAtE/ncOOtkiqrhI/s200/2564334846-pecandu-internet-berisiko-besar-melukai-diri-sendiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413044949470844578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Remaja yang kecanduan internet punya kemungkinan lebih besar untuk melakukan perbuatan yang membahayakan diri mereka. Demikian hasil studi ilmuwan Australia-China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilaporkan Reuters, pekan lalu para peneliti mengkaji 1.618 remaja berusia 13 sampai 18 tahun dari Provinsi Guangdong di China mengenai perilaku memukul diri, menjambak, mencubit atau membakar diri. Para responden juga diberi tes guna mengukur tingkat kecanduan mereka terhadap internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes itu mendapati bahwa sebanyak 10 persen siswa yang disurvei kecanduan internet pada tingkat sedang, sementara kurang dari satu persen adalah pecandu berat internet. Kecanduan internet telah dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental sejak pertengahan 1990-an dengan gejala yang serupa dengan kecanduan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua siswa yang dikategorikan sebagai kecanduan tingkat sedang terhadap internet, 2,4 kali lipat lebih besar kemungkinannya melukai diri sendiri, satu sampai lima kali dalam 6 bulan belakangan dibandingkan dengan siswa yang tidak kecanduan internet," kata Dr. Lawrence Lam dari University of Notre Dame, Australia dan rekannya dari Sun Yat-Sen University, Guangzhou dalam hasil risetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengatakan hasil itu menunjukkan hubungan "yang kuat dan mencolok" antara kecanduan internet dan tindakan melukai diri di kalangan remaja bahkan jika dihitung bersama variabel lain yang berkaitan dengan perilaku seperti depresi, ketidakpuasan pada keluarga, atau peristiwa hidup yang membuat stres. Para peneliti mengatakan hal itu menunjukkan bahwa kecanduan ialah satu faktor risiko terpisah bagi tindakan melukai diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menafsirkan kecanduan internet antara lain jika ada perasaan depresi, gelisah, dan murung ketika tidak melakukan kegiatan internet. Semua itu baru bisa hilang ketika pecandunya kembali melakukan kegiatan online. Mengkhayal atau terlalu memikirkan kegiatan online adalah tanda lain mengenai kecanduan internet. Meski diakui soal kecanduan internet ini perlu diteliti lebih lanjut.&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://id.news.yahoo.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4334089532402475242?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4334089532402475242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/pecandu-internet-berisiko-besar-melukai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4334089532402475242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4334089532402475242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/pecandu-internet-berisiko-besar-melukai.html' title='Pecandu Internet Berisiko Besar Melukai Diri Sendiri'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sx7_s7ZulqI/AAAAAAAAAtE/ncOOtkiqrhI/s72-c/2564334846-pecandu-internet-berisiko-besar-melukai-diri-sendiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8586767793334540926</id><published>2009-12-08T17:27:00.001-08:00</published><updated>2009-12-08T17:29:37.547-08:00</updated><title type='text'>Kritik Stiglitz atas Pasar Bebas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sx79Kn_E2xI/AAAAAAAAAs8/ucXo62UcPmc/s1600-h/image.tempointeraktif.com.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sx79Kn_E2xI/AAAAAAAAAs8/ucXo62UcPmc/s200/image.tempointeraktif.com.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413042161119976210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Joseph Stiglitz boleh disebut sebagai pemikir ekonomi saat ini yang sangat kritis terhadap konsep pasar bebas. Sebagai mantan pejabat dunia, ia menguliti kebijakan-kebijakan Bank Dunia maupun Badan Moneter Internasional (IMF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter karya Jacques Sarasin yang berjudul Around the World with Josep Stiglitz (2009) ini selama 88 menit menyajikan perjalanan Stiglitz dari kota kelahirannya, Gary, Indiana, menyusuri negara berkembang Ekuador, Botswana, sampai kemudian menuju India dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kacamata pandang Stiglitz, film ini memperlihatkan bagaimana negara-negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, karena kebijakan yang salah, tetap miskin. Ekuador misalnya. Wilayah Ekuador dekat dengan hutan Amazon, yang kaya akan sumber daya minyak mentah. Perusahaan asing Texaco yang menambangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kontrak penambangan habis, perusahaan itu meninggalkan begitu saja wilayah tersebut sehingga pencemaran tanah dan air terjadi. Fauna mati di sana-sini. Semestinya penduduk desa dekat Amazon sudah harus jauh-jauh pergi dari wilayah itu. Apa daya, mereka bertahan karena tanah leluhur. Tak ada solusi yang jelas. Mereka kaya akan sumber daya alam, tapi tetap berada dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan desa di wilayah Botswana. Perusahaan penambang timah mengharuskan penduduk asli yang menempati daerah sekitar pertambangan harus mengosongkan wilayah itu pada radius 5 kilometer. Alih-alih menjadi daerah penyeimbang, yaitu kawasan hijau, masyarakat malah dirugikan. Ekonomi tidak berputar di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India tidak semacam itu. Sebagian besar penduduknya adalah petani. Subsidi besar yang diberikan pemerintah Amerika kepada petani di negaranya membuat petani-petani di negara berkembang kalah bersaing. Harga kapas dan kedelai menjadi rendah karena pasokan dari Amerika yang sangat besar jika perdagangan bebas diberlakukan. Menurut Stiglitz, di sinilah pentingnya insentif. Negara berkembang selayaknya memberikan insentif untuk menyelamatkan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lawatan terakhirnya, Stiglitz menganggap Cina adalah contoh negara yang berhasil dalam globalisasi. Persaingan ekonomi tumbuh subur, baik di dalam negeri sendiri maupun di kancah internasional. Negara yang berpenduduk besar dan tak luput dari kemiskinan itu memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stiglitz tahu bahwa konsep pasar bebas bagi negara-negara yang tidak siap dengan potensinya akan semakin menjadi buruk. Solusi yang ditawarkan Bank Dunia maupun IMF tak semuanya efektif diterapkan. Dalam film ini, ia mencoba menawarkan solusi untuk sebuah jenis globalisasi yang adil, namun tetap kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Around the World with Joseph Stiglitz&lt;br /&gt;Tahun produksi : 2009&lt;br /&gt;Genre : Film dokumenter&lt;br /&gt;Durasi : 88 menit&lt;br /&gt;Sutradara : Jacques Sarasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subtitle : bahasa Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismi Wahid&lt;br /&gt;dicopy dari:&lt;br /&gt;http://tempointeraktif.com&lt;br /&gt;Rabu, 09 Desember 2009 | 07:39 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8586767793334540926?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8586767793334540926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/kritik-stiglitz-atas-pasar-bebas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8586767793334540926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8586767793334540926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/kritik-stiglitz-atas-pasar-bebas.html' title='Kritik Stiglitz atas Pasar Bebas'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sx79Kn_E2xI/AAAAAAAAAs8/ucXo62UcPmc/s72-c/image.tempointeraktif.com.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4162618943671351071</id><published>2009-12-01T21:20:00.001-08:00</published><updated>2009-12-01T21:28:13.390-08:00</updated><title type='text'>Sutradara "Balibo" Kecewa Filmnya Dilarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxX61xghERI/AAAAAAAAAs0/aEygHEoyRiY/s1600-h/80978_ramos_horta_dan_kru_film_balibo_five_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxX61xghERI/AAAAAAAAAs0/aEygHEoyRiY/s200/80978_ramos_horta_dan_kru_film_balibo_five_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410506329085251858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Sutradara film "Balibo" mengaku kecewa atas larangan penayangan film tentang kematian lima jurnalis Australia di Timur Timur (Timor Leste) pada 1975 tersebut. Film yang dibuat berdasarkan peristiwa "Balibo Five" dan dirilis di Australia awal 2009 tersebut sedianya tayang perdana di Jakarta pada Selasa malam, 1 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hanya beberapa jam sebelum tayang, film garapan sutradara Australia, Robert Connolly, tersebut dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film (LSF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat, saya sangat kecewa. Saya punya harapan sangat tinggi terhadap film ini dan juga harapan akan dampaknya bila film ini diputar di Indonesia," kata Robert Connolly kepada stasiun televisi ABC News, Rabu 2 Desember 2009. "Saya menyesalkan bahwa meski di zaman demokrasi sekarang di Indonesia, rakyat Indonesia tidak bisa menyaksikan film yang berhubungan dengan, kita tahu, sejarah mereka," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan yang dirasakan Connolly diibaratkan sebagai seorang produser yang membuat film pada tahun 1980 mengenai peristiwa-peristiwa tahun terakhir Perang Dunia II, kemudian menerima pemberitahuan kalau film tersebut tidak bisa ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya, kalau kita memikirkan rentang waktu dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam periode sejarah itu, kita bisa meneliti peristiwa-peristiwa tahun 1975 itu secermat mungkin," kata sutradara yang ikut menulis naskah "Balibo".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film "Balibo" dibuat berdasarkan peristiwa Balibo Five di mana sekelompok pencari berita jaringan televisi Australia di kota Balibo, dibunuh pada 16 Oktober 1975 dalam serangan TNI ke wilayah tersebut sebelum invasi Indonesia ke Timor Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2007, pengadilan Australia menetapkan bahwa para jurnalis tersebut sengaja dibunuh oleh pasukan khusus Indonesia. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, mereka terbunuh dalam sebuah baku tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menjadi korban Balibo Five adalah dua warga Australia, yakni reporter Greg Shackleton (27 tahun) dan perekam suara Tony Stewart (21 tahun); seorang warga Selandia Baru, juru kamera Gary Cunningham (27 tahun) yang bekerja untuk jaringan HSV-7 (Seven Network) di Melbourne; serta dua warga Inggris, yakni juru kamera Brian Peters (29 tahun) dan reporter Malcolm Rennie (28 tahun) yang bekerja untuk jaringan TCN-9 (Nine Network) di Sydney.&lt;br /&gt;• VIVAnews&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://dunia.vivanews.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 2 Desember 2009, 12:05 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4162618943671351071?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4162618943671351071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/sutradara-balibo-kecewa-filmnya_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4162618943671351071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4162618943671351071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/sutradara-balibo-kecewa-filmnya_01.html' title='Sutradara &quot;Balibo&quot; Kecewa Filmnya Dilarang'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxX61xghERI/AAAAAAAAAs0/aEygHEoyRiY/s72-c/80978_ramos_horta_dan_kru_film_balibo_five_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4419213731728843067</id><published>2009-12-01T21:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T21:21:30.008-08:00</updated><title type='text'>Sutradara "Balibo" Kecewa Filmnya Dilarang</title><content type='html'>VIVAnews - Sutradara film "Balibo" mengaku kecewa atas larangan penayangan film tentang kematian lima jurnalis Australia di Timur Timur (Timor Leste) pada 1975 tersebut. Film yang dibuat berdasarkan peristiwa "Balibo Five" dan dirilis di Australia awal 2009 tersebut sedianya tayang perdana di Jakarta pada Selasa malam, 1 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hanya beberapa jam sebelum tayang, film garapan sutradara Australia, Robert Connolly, tersebut dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film (LSF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat, saya sangat kecewa. Saya punya harapan sangat tinggi terhadap film ini dan juga harapan akan dampaknya bila film ini diputar di Indonesia," kata Robert Connolly kepada stasiun televisi ABC News, Rabu 2 Desember 2009. "Saya menyesalkan bahwa meski di zaman demokrasi sekarang di Indonesia, rakyat Indonesia tidak bisa menyaksikan film yang berhubungan dengan, kita tahu, sejarah mereka," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan yang dirasakan Connolly diibaratkan sebagai seorang produser yang membuat film pada tahun 1980 mengenai peristiwa-peristiwa tahun terakhir Perang Dunia II, kemudian menerima pemberitahuan kalau film tersebut tidak bisa ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya, kalau kita memikirkan rentang waktu dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam periode sejarah itu, kita bisa meneliti peristiwa-peristiwa tahun 1975 itu secermat mungkin," kata sutradara yang ikut menulis naskah "Balibo".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film "Balibo" dibuat berdasarkan peristiwa Balibo Five di mana sekelompok pencari berita jaringan televisi Australia di kota Balibo, dibunuh pada 16 Oktober 1975 dalam serangan TNI ke wilayah tersebut sebelum invasi Indonesia ke Timor Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2007, pengadilan Australia menetapkan bahwa para jurnalis tersebut sengaja dibunuh oleh pasukan khusus Indonesia. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, mereka terbunuh dalam sebuah baku tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menjadi korban Balibo Five adalah dua warga Australia, yakni reporter Greg Shackleton (27 tahun) dan perekam suara Tony Stewart (21 tahun); seorang warga Selandia Baru, juru kamera Gary Cunningham (27 tahun) yang bekerja untuk jaringan HSV-7 (Seven Network) di Melbourne; serta dua warga Inggris, yakni juru kamera Brian Peters (29 tahun) dan reporter Malcolm Rennie (28 tahun) yang bekerja untuk jaringan TCN-9 (Nine Network) di Sydney.&lt;br /&gt;• VIVAnews&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://dunia.vivanews.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 2 Desember 2009, 12:05 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4419213731728843067?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4419213731728843067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/sutradara-balibo-kecewa-filmnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4419213731728843067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4419213731728843067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/12/sutradara-balibo-kecewa-filmnya.html' title='Sutradara &quot;Balibo&quot; Kecewa Filmnya Dilarang'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-503422002047638539</id><published>2009-11-29T05:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T06:01:19.012-08:00</updated><title type='text'>Tim Sembilan Datangi Rumah Amien Rais</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxJ-BKMKTII/AAAAAAAAAss/WAZg_eJA7gw/s1600/58169_amien_rais_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxJ-BKMKTII/AAAAAAAAAss/WAZg_eJA7gw/s200/58169_amien_rais_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409524660805717122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Tim Sembilan yang terdiri para penggagas Hak Angket Century, sore ini mendatangi kediaman Amien Rais di Gandaria, Jakarta Selatan. Tim 9 ingin meminta masukan sekaligus dukungan dari tokoh nasioanal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu 29 November 2009 sore, kediaman Amien Rais dipenuhi wartawan, dan anggota Tim Sembilan pun sudah mulai berdatangan. Ahmad Muzani, inisiator angket dari Fraksi Gerindra, dan Bambang Soesatyo, inisiator asal Fraksi Golkar, tampak telah memasuki rumah Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bertemu Amien, Tim Sembilan juga berencana untuk menemui mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan mantan wapres Jusuf Kalla, Senin besok, 1 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hari Selasa tanggal 2 Desember, Tim Sembilan akan bertemu dengan Akbar Tandjung. Terakhir, hari Rabu tanggal 3 Desember, mereka akan lanjut bertemu dengan Aburizal Bakrie dan Wiranto. Roadshow Tim Sembilan ini guna menggalang dukungan atas angket Century yang hendak disahkan di Rapat Paripurna DPR, 1 Desember, esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendatangi kediaman Amien, Tim Sembilan menegaskan komitmen mereka untuk mengusut tuntas skandal Century, dengan menandatangani pakta bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Sembilan terdiri dari perwakilan lintas fraksi kecuali Demokrat. Demokrat tidak dianggap sebagai penggagas angket, karena mereka baru menandatangani dukungan angket pada saat-saat terakhir, usai BPK menyerahkan hasil audit investigasinya ke DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://politik.vivanews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29 November 2009, 16:05 WIB&lt;br /&gt;Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-503422002047638539?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/503422002047638539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/tim-sembilan-datangi-rumah-amien-rais.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/503422002047638539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/503422002047638539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/tim-sembilan-datangi-rumah-amien-rais.html' title='Tim Sembilan Datangi Rumah Amien Rais'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxJ-BKMKTII/AAAAAAAAAss/WAZg_eJA7gw/s72-c/58169_amien_rais_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1027577075783397640</id><published>2009-11-29T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T05:35:53.607-08:00</updated><title type='text'>Skandal Bank Century "Boediono dan Sri Mulyani Sebaiknya Mundur"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxJ4s9biYCI/AAAAAAAAAsk/57TpkYJnwt4/s1600/58169_amien_rais_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxJ4s9biYCI/AAAAAAAAAsk/57TpkYJnwt4/s200/58169_amien_rais_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409518816225026082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Tokoh nasional Amien Rais menghimbau kepada Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar mundur sementara dari jabatannya. Ini agar mempermudah proses penyelesaian kasus Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kedua tokoh itu sebaiknya non aktif saja," kata Amien di rumahnya, Komplek Perumahan Taman Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu 29 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono dan Sri Mulyani kerap disinggung keterkaitannya dalam kasus Bank Century. Boediono waktu itu menjabat Gubernur Bank Indonesia dan Sri Mulyani menjabat Menteri Keuangan. Jika keduanya mundur sementara, itu akan mempermudah pengusutan dan penyelesaian masalah Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amien, kasus ini telah membuat kedua tokoh itu tidak dipercaya masyarakat. "Lebih enak, Pak Boediono dan Sri Mulyani jangan sampai menjadi beban Presiden. Sekarang orang sudah tidak percaya kepada mereka, sebaiknya mundur dulu," ujar Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadi.suprapto@vivanews.com&lt;br /&gt;Minggu, 29 November 2009, 18:04 WIB&lt;br /&gt;Hadi Suprapto, Mohammad Adam&lt;br /&gt;di copy dr: http://bisnis.vivanews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1027577075783397640?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1027577075783397640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/skandal-bank-century-boediono-dan-sri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1027577075783397640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1027577075783397640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/skandal-bank-century-boediono-dan-sri.html' title='Skandal Bank Century &quot;Boediono dan Sri Mulyani Sebaiknya Mundur&quot;'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SxJ4s9biYCI/AAAAAAAAAsk/57TpkYJnwt4/s72-c/58169_amien_rais_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5117236149056754620</id><published>2009-11-25T03:06:00.001-08:00</published><updated>2009-11-25T03:09:24.048-08:00</updated><title type='text'>Mobil Hitler Dihargai Rp 141 Miliar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sw0P2K-a3KI/AAAAAAAAAsc/5tbFWoY5x7Q/s1600/80605_adolf_hitler__berkumis__saat_berkendara_bersama_benito_mussolini_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sw0P2K-a3KI/AAAAAAAAAsc/5tbFWoY5x7Q/s200/80605_adolf_hitler__berkumis__saat_berkendara_bersama_benito_mussolini_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407996150875348130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Hitler Dihargai Rp 141 Miliar&lt;br /&gt;Mobil Mercedes Benz model 770 K itu diminati seorang miliarder asal Rusia&lt;br /&gt;VIVAnews - Mobil kuno model Mercedes Benz milik diktator Nazi, Adolf Hitler, kini berada di tangan seorang miliarder Rusia. Taipan yang dirahasiakan namanya tersebut rela merogoh kocek hingga US$15 juta (sekitar Rp 141 miliar) demi mendapatkan mobil biru tua Mercedes Benz model 770 K yang pernah ditunggangi Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalur mobil bekas di Duesseldorf, Jerman, bernama Michael Froehlich mengisahkan bahwa seorang perantara untuk miliuner Rusia itu datang ke kantornya dan meminta Froehlich melacak mobil 770 K Mercedes Benz milik Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kaget dan merasa tercabik-cabik," kata Froehlich kepada surat kabar Jerman, Cologne Express, Senin 23 November 2009. "Bagaimanapun itu adalah mobil seorang pembunuh massal yang sangat mengerikan," lanjut Froehlich. Namun dia tetap berusaha melacak keberadaan mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencari beberapa pekan, Froehlich mengetahui kalau Mercedes asli milik Hitler pernah berada di Austria pada akhir Perang Dunia II. Mobil itu lalu ditempatkan di museum mobil klasik (Classic Car Museum) di Las Vegas, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil klasik itu akhirnya jatuh ke tangan seorang pengusaha minuman bir asal Bavaria, Jerman. Setelah pengusaha terkemuka itu meninggal pada 2008, istrinya memutuskan untuk menjual mobil Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rabu pekan lalu saya menerima kabar kalau mobil yang diinginkan taipan Rusia itu berada di Jerman. "Saya pastikan dulu ke aparat hukum apakah kesepakatan semacam ini ilegal atau tidak. Mereka tidak keberatan asalkan tidak ada simbol Nazi terlihat," terang  Froehlich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencocokkan plat nomor 1A 148461 dengan foto saat Hitler berada di mobil tersebut yang diperoleh Froehlich dari berbagai dokumen dan catatan mengenai Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pembeli dari Rusia tiba di Jerman menggunakan jet pribadi untuk menyelesaikan kesepakatan dan membeli mobil Hitler dari pemilik sebelumnya dengan harga berkisar US$6 juta hingga US$15 juta. Mobil Hitler kini memliki tempat tinggal baru di Moskow, kota yang tidak pernah bisa dikunjungi Hitler meski pasukan Nazi berusaha mendudukinya. (AP)&lt;br /&gt;• VIVAnews&lt;br /&gt;dicopy dari: http://vivanews.com/&lt;br /&gt;Rabu, 25 November 2009, 17:37 WIB&lt;br /&gt;penulis Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5117236149056754620?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5117236149056754620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/mobil-hitler-dihargai-rp-141-miliar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5117236149056754620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5117236149056754620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/mobil-hitler-dihargai-rp-141-miliar.html' title='Mobil Hitler Dihargai Rp 141 Miliar'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sw0P2K-a3KI/AAAAAAAAAsc/5tbFWoY5x7Q/s72-c/80605_adolf_hitler__berkumis__saat_berkendara_bersama_benito_mussolini_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-57948694455462473</id><published>2009-11-24T17:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T17:18:04.473-08:00</updated><title type='text'>Mahfud: Ada Distrust Masyarakat Mengarah ke Presiden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwyFj6Dk4fI/AAAAAAAAAsU/GoN12saptHQ/s1600/418044138-mahfud-ada-distrust-masyarakat-mengarah-ke-presiden.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwyFj6Dk4fI/AAAAAAAAAsU/GoN12saptHQ/s200/418044138-mahfud-ada-distrust-masyarakat-mengarah-ke-presiden.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407844104491295218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Mahfud: Ada Distrust Masyarakat Mengarah ke Presiden] Mahfud: Ada Distrust Masyarakat Mengarah ke Presiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Pimpinan lembaga tinggi negara berkumpul membahas reformasi penegakan hukum di tengah konflik KPK-Polri. Ketujuh pemimpin tersebut menilai ada ketidakpercayaan masyarakat terhadap simbol negara yang mengarah kepada Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai saat ini terjadi distrust yang luar biasa antara lembaga penegak hukum . Ketidakpercayaan ini mengarah kepada simbol-simbol negara. Bisa mengarah ke presiden kita karena itu simbol negara kita," kata Ketua MK Mahfud MD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfud mengatakan, pertemuan ini dalam rangka sinergi antara lembaga negara di tengah konfrontasi perselingkuhan suatu lembaga yang bermain dengan lembaga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti yang selama ini terjadi. Fokus kita adalah reformasi penegakan hukum," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfud, pihaknya yakin kalau SBY akan mengumumkan sikap yang terbaik untuk bangsa dan negara. Ketujuh pemimpin lembaga tinggi negara ini pun berharap untuk jangka panjang ada langkah-langkah sistematis untuk reformasi penegakan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sepakat kita tidak boleh tersandera dengan kejadian sekarang. Sebulan lebih kita tak bisa melakukan tugas penting. Kita harus bersinergi agar tidak menimbulkan masalah di masa yang akan datang," pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari:&lt;br /&gt;http://id.news.yahoo.com/dtik/20091123/tpl-mahfud-ada-distrust-masyarakat-menga-b28636a.html&lt;br /&gt;detikcom - Selasa, 24 November&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-57948694455462473?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/57948694455462473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/mahfud-ada-distrust-masyarakat-mengarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/57948694455462473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/57948694455462473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/mahfud-ada-distrust-masyarakat-mengarah.html' title='Mahfud: Ada Distrust Masyarakat Mengarah ke Presiden'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwyFj6Dk4fI/AAAAAAAAAsU/GoN12saptHQ/s72-c/418044138-mahfud-ada-distrust-masyarakat-mengarah-ke-presiden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3814005510046395488</id><published>2009-11-21T17:35:00.001-08:00</published><updated>2009-11-21T17:39:19.932-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwiVeKL59lI/AAAAAAAAAsE/roH1rWzm3yY/s1600/cureng285dispenau.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwiVeKL59lI/AAAAAAAAAsE/roH1rWzm3yY/s200/cureng285dispenau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406735698021185106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bandung - Sejarah TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan diangkat menjadi sebuah game. Game ini akan dikembangkan oleh Regional IT Centre of Excellence (RICE), PT INTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RICE saat ini tengah mencari investor untuk proyek pembuatan game yang menceritakan cikal bakal Angkatan Udara RI tersebut. Dana sebesar Rp 200 juta dibutuhkan untuk membuat game yang rencananya akan ada 2 skenario dengan beberapa level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek yang diberi nama Cureng 47 ini sengaja mengambil nama yang memang menjadi sejarah bagi TNI AU. Pesawat Cureng adalah pesawat peninggalan Jepang yang dipergunakan untuk melakukan pengemboman daerah-daerah yang dikuasai oleh Belanda. Peristiwa ini kemudian dijadikan sebagai cikal bakal TNI AU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kenapa game tersebut diberi nama Cureng 47. Cureng sendiri dari jenis pesawat dan 47 dari tahun kejadiannya 1947. Game ini mengambil cerita cikal bakal TNI AU RI," tutur Manager Regional IT Centre of Excellence (RICE) PT INTI, Gerhard Simanjuntak, saat ngobrol santai dengan detikINET, Jumat (20/11/2009) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Game yang rencananya akan dibuat secara bertahap ini, ada 2 skenario. Pemain akan diberikan pilihan untuk menyelesaikan game melalui skenario yang sesuai dengan cerita sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini semuanya berdasarkan riset yang dilakukan oleh anak-anak(game development binaan RICE - red)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan pula Gerhard, proyek ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dalam proposalnya, dibutuhkan kurang lebih Rp 200 juta untuk lama waktu pengerjaan selama 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Detilnya mereka (game development binaan RICE - red) yang tahu. Tapi yang jelas mereka butuh biaya untuk riset dan biaya sehari-hari mereka selama proses pengerjaan," kata pria berkacamata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( afz / wsh )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;Andrian Fauzi - detikinet&lt;br /&gt;http://www.detikinet.com&lt;br /&gt;Minggu, 22/11/2009 08:20 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3814005510046395488?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3814005510046395488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/bandung-sejarah-tni-angkatan-udara-tni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3814005510046395488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3814005510046395488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/bandung-sejarah-tni-angkatan-udara-tni.html' title=''/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwiVeKL59lI/AAAAAAAAAsE/roH1rWzm3yY/s72-c/cureng285dispenau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-480838597589398412</id><published>2009-11-20T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T17:27:44.247-08:00</updated><title type='text'>Gigi &amp; Jari Galileo Galilei Ditemukan</title><content type='html'>Roma - Kolektor benda seni menemukan satu gigi, jempol dan jari ilmuwan Italia Galileo Galilei. Bagian tubuh ini dipotong dari jenazah Galileo saat pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan gigi, jempol dan jari itu diumumkan Museum Sains dan Sejarah Florence seperti yang dilansir dari Reuters, Sabtu (21/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tubuh Galileo, bersama dengan jari lain dan sebuah tulang belakang, dipotong dari jenazah Galileo saat upacara pemakaman pada 95 tahun setelah kematiannya pada 1642 oleh beberapa ilmuwan dan sejarahwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang ilmuwan sejarah Giovanni Targioni Tozzetti yang memotong bagian itu dan menulis tentang upacara pemakaman mengakui susah melawan godaan untuk tidak membawa tengkorak Galileo yang super jenius itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relik gigi dan jari itu telah berpindah-pindah dari satu kolektor ke kolektor lain sampai hilang jejaknya pada tahun 1905. Sementara sisa-sisa jari dan tulang belakang lainnya telah diawetkan sejak 1737 dalam mumifikasi di Florence dan Padua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari dan gigi itu dibeli seorang kolektor yang tak diketahui namanya saat pelelangan yang diadakan baru-baru ini. Relik Galileo itu terjual sebagai artefak yang tak terindentifikasi dalam peti abad  ke 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua materi organik diambil dari jenazah (Galileo) dan sekarang telah diidentifikasi dan dikonservasi di tangan yang bertanggung jawab. Dalam dokumentasi sejarah, tidak ada keraguan lagi tentang keaslian benda itu," imbuh museum Sains dan Sejarah Florence itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan relik itu akan dipamerkan pada awal 2010, di mana museum akan dibuka kembali setelah renovasi dan diganti namanya menjadi Museum Galileo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galileo, lahir di Pisa, Italia pada tahun 1564 dianggap bapak ilmu pengetahuan modern karena penelitiannya di bidang fisika, matematika, astronomi hingga penemuan terbesarnya, teleskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 95 tahun setelah kematiannya, pada 1642 Galileo ditolak otoritas Gereja untuk dimakamkan di Basilika Santa Croce karena pemikirannya bertentangan dengan gereja. Pada tahun 1737 tulang belulangnya dimakamkan ulang di Gereja Santa Croce Florence, di depan makam pelukis Michelangelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nwk/nwk)&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com&lt;br /&gt;Sabtu, 21/11/2009 05:45 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-480838597589398412?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/480838597589398412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/gigi-jari-galileo-galilei-ditemukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/480838597589398412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/480838597589398412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/gigi-jari-galileo-galilei-ditemukan.html' title='Gigi &amp; Jari Galileo Galilei Ditemukan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5979700121523997899</id><published>2009-11-20T17:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T17:21:52.434-08:00</updated><title type='text'>Hobbit Flores, Spesies Baru Hominin</title><content type='html'>TEMPO Interaktif, Jakarta  - Debat tentang fosil Manusia Flores, Homo floresiensis, sering disebut juga dengan hobbit Flores, masih terus berlangsung. Selama ini ada dua arus pendapat. Pertama, yang menganggap Homo floresiensis sebagai spesies baru dari hominin, sering disebut Hobbit, pendapat ini dimotori oleh para peneliti dari Australia, seperti antropolog Peter Brown, Michael Morwood, dan para koleganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua mengatakan, Homo floresiensis bukan merupakan spesies baru, tetapi merupakan bagian dari spesies manusia modern dari bangsa Homo erectus yang menderita sindroma kekerdilan dan penyakit microchepaly, --penyakit yang menyebabkan pengerdilan volume otak dan ukuran tubuh, pendapat ini dimotori Profesor Teuku Jacob dan para koleganya dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, para peneliti dari Universitas Medis Stony Brook, New York, Amerika Serikat, mengumumkan hasil penelitiannya terhadap fosil Homo florensiensis yang cenderung mendukung pendapat pertama dan menyimpulkan bahwa fosil itu merupakan spesies manusia kuno baru, atau hobbit, dan kelainan mereka bukan disebabkan oleh suatu penyakit sehingga ukuran tubuhnya menjadi mini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan metode penelitian analisa statistik terhadap kerangka fosil yang ditemukan, para peneliti meyakini Homo floresiensis merupakan sebuah spesies baru dari manusia kuno, atau hobbit, yang bertubuh mini, dan bukan versi manusia modern yang terkena penyakit sehingga tubuhnya menjadi kerdil dan kemudian diturunkan secara genetis. Sehingga Homo floresiensis merupakan generasi manusia yang belum sempurna jika dibandingkan dengan generasi Homo erectus, dan generasi manusia sempurna Homo sapiens yang kini mendiami bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detail lengkap dari hasil penelitian ini baru akan dipublikasikan dalam Jurnal Significance, terbitan Royal Statistical Society, pada edisi bulan Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosil Homo florensiensis pertama kali ditemukan pada tahun 2003 oleh sekelompok peneliti Australia dan Indonesia, di Liang Bua, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil rekonstruksi diketahui fosil ini merupakan kerangka dari manusia yang memiliki tubuh mini, volume otak kecil, dan mirip dengan hominin, yaitu bangsa manusia kuno. Dari uji karbon terhadap fosil temuan, spesies ini diperkirakan hidup di Flores sekitar 18.000 tahun yang lalu. Jika Anda menonton seri film Lord of The Ring, manusia hominin ini disebut dengan hobbit yang bertubuh kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti dari Universitas Medis Stony Brook yang dipimpin William Jungers dan Karen Baad melakukan penelitian terhadap kerangka fosil Homo floresiensis berjenis kelamin perempuan yang diberi code LB1 dan diberi nama penelitian 'Little Lady of Flores' atau 'Flo', menyimpulkan fosil itu merupakan spesies hasil evolusi hobbit. Penelitian meliputi fosil bagian tengkorak, rahang, telapak tangan, kaki, dan telapak kaki, yang dibandingkan dengan ukuran fosil-fosil manusia temuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan, kapasitas otak LB1 diperkirakan hanya sekitar 400 cm saja, yang sebanding dengan ukuran otak Simpanse atau Siamang berkaki dua di Afrika. Ukuran tengkorak dan tulang rahang Homo floresiensis, juga lebih primitif dari ukuran fosil manusia modern normal yang ditemukan daerah dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan fosil Homo floresiensis relatif lengkap, sehingga para ilmuwan dapat melakukan rekonstruksi sosoknya, yang dapat dibandingkan dengan sosok manusia modern. Tulang paha dan tulang betisnya jauh lebih pendek daripada yang dimiliki manusia modern, bahkan jika dibandingkan dengan temuan fosil manusia kerdil serupa di Afrika Tengah, Afrika Selatan, dan manusia kerdil negritto di Kepulauan Andaman dan Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga para peneliti berspekulasi ini merupakan bagian dari sebuah rantai evolusi dari bangsa hominid, yang menyebar di berbagai lokasi dunia pada masa lalu. “Sulit dipercaya proses evolusi dipengaruhi juga dengan kemampuan gerak agar lebih ekonomis,” ujar Jungers, “spesies ini mengembangkan paha dan kaki yang lebih pendek, agar dapat berjalan kaki lebih baik dan efektif pada waktu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis statistik dari Jungers dengan persamaan regresi yang dia kembangkan, menunjukkan rata-rata tinggi Homo floresiensis sekitar 106 cm, jauh lebih pendek dari rata-rata tinggi manusia modern kerdil yang rata-rata memiliki tinggi 150 cm. Rekonstruksi menunjukkan sosok fisik LB1, juga jauh berbeda dengan umumnya orang kerdil serupa yang ditemukan di Asia Tenggara maupun Afrika, baik pada tinggi maupun ukuran tubuh. “Anatomi Homo floresiensis jauh lebih unik daripada anatomi manusia yang terkena penyakit seperti microcephaly dan sindroma kekerdilan,” tegas Dr. Baab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat apakah Homo floresiensis merupakan jenis manusia modern yang menderita penyakit kelainan atau salah satu varian hobbit, tampaknya masih belum akan final. Namun jika Anda ingin mengenal sosoknya, Anda bisa mengunjungi Museum Geologi Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, yang membuat dan memajang patung sosok Hobbit Flores ini didepan museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCIENCEDAILY l WAHYUANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di copy dari:&lt;br /&gt;http://tempointeraktif.com&lt;br /&gt;Jum'at, 20 November 2009 | 13:51 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5979700121523997899?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5979700121523997899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/hobbit-flores-spesies-baru-hominin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5979700121523997899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5979700121523997899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/hobbit-flores-spesies-baru-hominin.html' title='Hobbit Flores, Spesies Baru Hominin'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8809340843784328922</id><published>2009-11-18T22:22:00.001-08:00</published><updated>2009-11-18T22:23:24.341-08:00</updated><title type='text'>Kontingen Garuda (Konga)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwTkNiH9H3I/AAAAAAAAAr8/A9eZupYPqP8/s1600/r_ti_UNIFIL.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwTkNiH9H3I/AAAAAAAAAr8/A9eZupYPqP8/s200/r_ti_UNIFIL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405696373901041522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kontingen Garuda (Konga) dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) saat acara pelepasan di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (19/11). TNI memberangkatkan 1.125 personel. TEMPO/Subekti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8809340843784328922?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8809340843784328922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/kontingen-garuda-konga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8809340843784328922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8809340843784328922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/kontingen-garuda-konga.html' title='Kontingen Garuda (Konga)'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwTkNiH9H3I/AAAAAAAAAr8/A9eZupYPqP8/s72-c/r_ti_UNIFIL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3930541637716516457</id><published>2009-11-18T17:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T17:11:35.248-08:00</updated><title type='text'>Italia Kritik Pengusiran Aktivis Greenpeace dan Jurnalis di Riau</title><content type='html'>TEMPO Interaktif, Milan - Italia mengkritik pengusiran aktivis Greenpeace asal Italia dan seorang jurnalis asal Italia dari Indonesia. Aktivis Greenpeace asal Italia diusir karena berunjuk rasa menolak pembalakan hutan di Semenanjung Kampar, Riau, sedangkan wartawan asal Italia diusir dengan alasan belum melengkapi syarat peliputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia pekan lalu mengumumkan akan mendeportasi beberapa aktivis Greenpeace dari luar Indonesia karena ikut berdemonstrasi di Kampar. Unjuk rasa tersebut digelar untuk menarik perhatian dunia internasional terkait kerusakan hutan di Indonesia menjelang sebuah konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Denmark yang membahas soal iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut AP, Kementerian Luar Negeri Italia secara resmi mengirim surat berisi keluhan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma, Rabu (18/11). Dalam surat tersebut, Italia meminta hak-hak wartawan L'Espresso Raimondo Bultrini dan aktivis Greenpeace Chiara Campione dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenpeace sebelumnya mengkritik respons pemerintah Italia terkait pengusiran dua warga Italia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenpeace mulai berunjuk rasa di area lahan Gambut Pelalawan, Riau, Kamis lalu. Namun, unjuk rasa tersebut berakhir ricuh. Polisi pun menangkap 33 aktivis Greenpeace, salah satunya Chiara Campione dari Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, polisi menangkap dua jurnalis asing yang hendak menuju Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Semenanjung Kampar, Riau. Mereka adalah Raimondo Bultrini dari L'Espresso, Italia, dan Kumkum Dasgupta dari Hidustan Times, India. Kepala Kepolisian Resor Pelalawan Ajun Komisaris Ary Rachman mengatakan kedua jurnalis itu belum melengkapi sejumlah syarat melakukan peliputan seperti surat dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Markas Besar Polri, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicopy dari:&lt;br /&gt;http://www.tempointeraktif.com&lt;br /&gt;Kamis, 19 November 2009 | 07:33 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE AGE| KODRAT SETIAWAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3930541637716516457?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3930541637716516457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/italia-kritik-pengusiran-aktivis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3930541637716516457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3930541637716516457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/italia-kritik-pengusiran-aktivis.html' title='Italia Kritik Pengusiran Aktivis Greenpeace dan Jurnalis di Riau'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7572091336703971432</id><published>2009-11-18T17:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T17:04:41.863-08:00</updated><title type='text'>Presiden: Jangan Paksa Saya Ambil Langkah di Luar Kewenangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwSZhno6E0I/AAAAAAAAAr0/--FJXvyKax0/s1600/oke.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwSZhno6E0I/AAAAAAAAAr0/--FJXvyKax0/s200/oke.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405614255606731586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta -  Hari ini, presiden memanggil sejumlah menteri beserta Kapolri dan Jaksa Agung untuk membahas rekomendasi Tim Independen Pencari Fakta dan Verifikasi kasus Bibit dan Chandra (tim delapan). Presiden menyatakan pemerintah memang harus bertindak cepat dan tepat menyikapi kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;presiden"Ini tidak perlu harus didorong oleh siapapun, agar kemelut ini tidak terus berkepanjangan," katanya saat memberikan paparan sebelum rapat terbatas dimulai di Kantor Presiden, Rabu (18/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, diingatkannya langkah pemerintah dan tindakan presiden harus tetap berlandaskan konstitusi, undang-undang dan ketentuan hukum serta sistem yang berlaku. Menyikapi masalah yang serius seperti kasus tersebut, kata presiden, harus hati-hati. Jangan sampai memecahkan masalah menimbulkan masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai pula saya sebagai presiden didorong dan dipaksa untuk mengambil langkah yang bukan kewenangan saya. Kalau begitu berarti saya melawan Undang-Undang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden juga menyatakan rekomendasi tim delapan belum tentu diterima atau ditolaknya. "Rapat sekarang ini bukan untuk tetapkan apakah kita terima atau tidak menerima rekomendasi tim 8 itu, bukan itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Ia beserta jajaran terkait perlu untuk mendalami dan mempelajari denean seksama. "Jangan buru-buru katakan tidak menerima atau jangan buru-buru bahwa semua rekomendasi itu sudah diterima. mari kita telaah dengan jernih," katanya. Semua harus disikapi dengan sikap positif. "Tidak perlu kita apriori terhadap apa yang dilakukan tim 8 ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah itu, kata dia, memang tidak boleh berlama-lama tetapi koridornya harus jelas. Persoalan tersebut, kata presiden, merupakan bagian dari sejarah yang panjang dan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat kelak di kemudian hari. "Jadi tidak boleh kita serampangan atau gegabah saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya didalami, rekomendasi tersebut tetap akan diserahkan kepada kepolisian dan kejaksaan agung untuk ditindaklanjuti. Setelah itu, baru presiden akan mengambil respon menyikapi kasus tersebut. "Kita memang harus memilih opsi terbaik dan dalam memilih opsi itu saya minta untuk tetap jernih, kita harus utamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan yang lain, bukan kepentingan yang sempit atau pun jangan melihat dari sisi satu saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUNANTO E S &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicopy dari:&lt;br /&gt;http://tempointeraktif.com&lt;br /&gt;Rabu, 18 November 2009 | 15:55 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7572091336703971432?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7572091336703971432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/presiden-jangan-paksa-saya-ambil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7572091336703971432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7572091336703971432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/presiden-jangan-paksa-saya-ambil.html' title='Presiden: Jangan Paksa Saya Ambil Langkah di Luar Kewenangan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwSZhno6E0I/AAAAAAAAAr0/--FJXvyKax0/s72-c/oke.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5978255864786290838</id><published>2009-11-18T16:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T16:58:10.050-08:00</updated><title type='text'>Ini Dia Penanggalan Maya yang Jadi Biang Kerok Isu Kiamat 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwSX9klyxLI/AAAAAAAAArs/QOjRVxwOWrs/s1600/image.tempointeraktif.com.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwSX9klyxLI/AAAAAAAAArs/QOjRVxwOWrs/s200/image.tempointeraktif.com.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405612536801445042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Film "2012" memancing kontroversi di Indonesia karena memunculkan bencana besar. Bencana itu disebut-sebut terkait dengan berakhirnya penanggalan panjang suku Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggalan Maya memang agak aneh dibanding kalendar yang dipakai di dunia maupun kalendar Indonesia, misalnya. Biasanya perhitungan hanya sepanjang satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya, suku Indian Amerika Latin, memiliki tiga sistem kalendar yang dipakai bersamaan. Di satu kalendar, satu tahun memiliki panjang 265 hari, satu lagi 260 hari, dan satu lagi--disebut perhitungan panjang--akan berakhir pada 2012 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggalan perhitungan panjang itu memiliki unit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 hari = kin&lt;br /&gt;20 kin = uinal&lt;br /&gt;18 uinal = tun&lt;br /&gt;20 tun = katun&lt;br /&gt;20 katun = baktun&lt;br /&gt;Lingkaran panjang=13 baktun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan penanggalan masehi yang lazim digunakan dunia saat ini yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30/31 hari = bulan (kecuali Februari yang 28/29 hari)&lt;br /&gt;12 bulan = tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perhitungan panjang itu, satu baktun memiliki panjang 144.000 hari atau sekitar 400 tahun. Saat ini penanggalan masuk baktun ke-13. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tanggal Maya, hari ini Rabu (18/11) adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 baktun&lt;br /&gt;19 katun&lt;br /&gt;16 tun&lt;br /&gt;15 uinal&lt;br /&gt;11 kin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan, sebagian ahli menyatakan penanggalan Maya hanya sampai pada baktun ke-13. Baktun ke-13 ini akan berakhir pada tanggal 20 Desember 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 20 Desember 2012 itu, penangalan Maya menjadi&lt;br /&gt;12 baktun&lt;br /&gt;19 katun&lt;br /&gt;19 tun&lt;br /&gt;17 uinal&lt;br /&gt;19 kin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari berikutnya akan masuk baktun ke-14 yakni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 baktun&lt;br /&gt;0 katun&lt;br /&gt;0 tun&lt;br /&gt;0 uinal&lt;br /&gt;0 kin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah ahli, seperti dari badan antariksa Amerika Serikat, menyatakan bahwa pada penanggalan Maya akan mulai lagi pada tanggal 1. Tidak dijelaskan apakah masuk baktun ke-12 atau mulai lagi dari titik awal seperti beberapa ribu tahun silam atau masuk ke baktun ke-14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Maya sendiri, menurut Susan Milbrath, kepala bagian seni dan arkeologi Amerika Latin di Museum Florida, tidak menyebutkan dunia bakal berakhir jika baktun ke-13 ini selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANKSVILLE.ORG/WIKIPEDIA/NURKHOIRI &lt;br /&gt;http://www.tempointeraktif.com&lt;br /&gt;Rabu, 18 November 2009 | 16:33 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5978255864786290838?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5978255864786290838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/ini-dia-penanggalan-maya-yang-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5978255864786290838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5978255864786290838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/ini-dia-penanggalan-maya-yang-jadi.html' title='Ini Dia Penanggalan Maya yang Jadi Biang Kerok Isu Kiamat 2012'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwSX9klyxLI/AAAAAAAAArs/QOjRVxwOWrs/s72-c/image.tempointeraktif.com.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1593943050453123183</id><published>2009-11-18T04:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T04:03:58.856-08:00</updated><title type='text'>Belum Ada Tanda-tanda, People Power Masih Jauh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwPimJzwW7I/AAAAAAAAArk/SRqjO4E9QqI/s1600/korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwPimJzwW7I/AAAAAAAAArk/SRqjO4E9QqI/s200/korupsi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405413122870631346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Potensi munculnya people power (gerakan kekuatan rakyat) diprediksi akan terjadi menyusul kasus kriminalisasi pimpinan KPK. Namun, pengamat intelijen Wawan Purwanto membantah hal ini. Menurutnya, kemungkinan terjadinya people power masih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"People power masih jauh kalau dalam artian kerusuhan karena belum ada afiliasi oknum-oknum yang memiliki kekuatan bersenjata," ujar Pengamat Intelijen Wawan Purwanto dalam jumpa pers di Restoran Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawan kemudian membandingkan people power yang terjadi pada tahun 1998 lalu. Menurutnya, saat itu ada oknum bersenjata yang memback-up (mendukung), ada unsur pembiaran, ada upaya menarik massa dari luar masuk ke Jakarta. Sedangkan, kata dia, tahun ini belum ada arah ke sana, negeri kita masih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun ada upaya people power, tapi itu dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Belum ada tanda-tanda arah ke sana, semua masih undercontrol," tutur dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Wawan, tanda-tanda tersebut bisa jadi ada pada dua kepemimpinan di tubuh militer. Namun, sampai saat ini Wawan beranggapan militer masih solid sehingga tanda-tanda ke arah sana masih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"TNI-Polri belum ada dualisme, belum ada kepentingan yang berseberangan," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di copy dari: Didi Syafirdi - detikNews&lt;br /&gt;Rabu, 18/11/2009 18:08 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1593943050453123183?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1593943050453123183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/belum-ada-tanda-tanda-people-power.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1593943050453123183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1593943050453123183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/belum-ada-tanda-tanda-people-power.html' title='Belum Ada Tanda-tanda, People Power Masih Jauh'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwPimJzwW7I/AAAAAAAAArk/SRqjO4E9QqI/s72-c/korupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8761338586963041535</id><published>2009-11-16T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T18:02:03.419-08:00</updated><title type='text'>Televisi, Bikin Hidup Lebih Redup</title><content type='html'>TEMPO Interaktif, Letty hampir tidak pernah ketinggalan menonton reality show di televisi. Dia mengikutinya dari acara Cinta Lokasi, Cinta Lama Bersemi Kembali, hingga Termehek-mehek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Letty sadar reality show yang lagi marak itu adalah dagelan. Namun, siswi kelas II sekolah menengah pertama di Sukabumi ini merasa tidak punya pilihan acara hiburan lain bagi anak seusianya. "Sambil ngemil tambah seru," ujar gadis 14 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi kotak ajaib itu memang menjadi bagian kehidupan anak dan remaja. Namun, orang tua seharusnya waspada. Dari temu ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) di Surabaya, Jumat-Minggu lalu, studi tiga ahli gizi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menemukan ada hubungan intensitas menonton televisi dengan status gizi remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli gizi (di antaranya Irianton Aritonang, Ida Rubaida, dan Idi Setiyobroto), televisi, yang keberadaannya dirayakan sedunia tiap 21 November, mempengaruhi kebiasaan makan remaja lewat iklan makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam, serta rendah serat. Akibatnya, banyak remaja punya pola makan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi menunjukkan, remaja yang menonton televisi selama dua sampai empat jam sehari, 33,3 persennya mengkonsumsi energi melebihi yang dianjurkan. Lalu 77,4 persen asupan energi lemak didapati lebih dari 25 persen dari total energi. Sebanyak 20,4 persen subyek menderita gizi lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelebihan gizi sendiri mengarah pada penyakit degeneratif dan obesitas. Studi ini melibatkan 93 siswa sekolah menengah pertama favorit di Yogyakarta. Status gizi ditetapkan berdasarkan persentil indeks massa tubuh (IMT) menurut usia pada kurva standar baku Badan Kesehatan Dunia (WHO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, spesialis saraf anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Dwi Putro Widodo SpA, mengatakan bahwa televisi akan sangat mempengaruhi perilaku anak yang menontonnya dengan berlama-lama. Menurut Dwi, apa yang diserap dari gambar bergerak terproses di saraf dan diterjemahkan lewat perilaku. "Semua itu ujungnya ke saraf," ujar Dwi ditemui di Surabaya, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Fabiola Priscilla Setiawan, MPsi, psikolog anak dan remaja, mengatakan tayangan televisi yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangan anak adalah pembelajaran salah yang diperoleh anak. Misalnya, Fabiola mencontohkan, anak belajar cara menunjukkan rasa marah melalui kata-kata kasar seperti di televisi. "Banyak kata-kata baru yang dipelajari anak, dan mereka akan menggunakan kata-kata tersebut ketika berinteraksi dengan lingkungannya," ujar Fabi melalui sambungan telepon pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membuat anak berperilaku buruk, menurut Fabi, televisi membuat manajemen waktu anak menjadi tidak efektif. Seperti waktu belajar, bermain kreatif, dan bersosialisasi. Hal itu, menurut dosen di Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya, Jakarta, ini, dapat menghambat anak untuk mengembangkan keterampilan bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Fabiola, anak 0-2 tahun sebenarnya tidak dianjurkan menyaksikan televisi. Mereka lebih baik mendapatkan stimulasi lewat interaksi langsung orang tua dan lingkungannya. Beberapa studi menyimpulkan, anak 6-9 tahun, maksimal diperbolehkan menyaksikan acara televisi sekitar 60 menit. Sedangkan untuk anak 9-13 tahun, maksimal selama 90 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fabiola, pengasuh di www.curhat.net ini, menyarankan kepada orang tua untuk memberi contoh nyata pada anak, dengan tidak menjadikan televisi sebagai satu-satunya kegiatan. Orang tua bisa mendampingi anak menonton sambil mendiskusikan dengan anak akan dampak buruk dari acara televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak jadi terbiasa menerima dan melakukan interaksi satu arah dari tayangan televisi sehingga anak kurang memiliki kesempatan dan kemampuan dalam menjalin interaksi sosial dua arah.&lt;br /&gt;2. Waktu menjadi tidak efektif. Waktu tidur malam menjadi waktu menonton. Akibatnya, saat belajar di sekolah dari pagi hingga siang, anak mengantuk.&lt;br /&gt;3. Prestasi belajar anak menurun karena kurang punya waktu untuk mengulang pelajaran, menggali potensi, dan melakukan kegiatan belajar di luar waktu sekolah.&lt;br /&gt;4. Anak tidak memiliki waktu cukup menggali dan menekuni minat dan bakatnya di berbagai aspek kecerdasan. Misalnya menekuni bidang musik atau olahraga.&lt;br /&gt;5. Anak akan mengalami obesitas karena kurangnya kesempatan untuk melakukan olah gerak tubuh.&lt;br /&gt;6. Anak kurang mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan masalah secara kreatif. Umumnya acara televisi memberikan semua informasi--baik benar maupun salah--dan kurang memberi kesempatan agar anak aktif menemukan sendiri solusi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Fabiola Priscilla Setiawan, MPsi | HERU TRIYONO&lt;br /&gt;di copy dari:  &lt;br /&gt;http://tempointeraktif.com&lt;br /&gt;Selasa, 17 November 2009 | 07:29 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8761338586963041535?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8761338586963041535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/televisi-bikin-hidup-lebih-redup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8761338586963041535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8761338586963041535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/televisi-bikin-hidup-lebih-redup.html' title='Televisi, Bikin Hidup Lebih Redup'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7396542905319016608</id><published>2009-11-15T17:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T17:19:43.948-08:00</updated><title type='text'>Kasus KPK Tim 8 Janji Buka Rekomendasi ke Publik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwCoXMtr_6I/AAAAAAAAArc/3VjoKjmT8v4/s1600/79474_tim_independen_verifikasi_fakta___hukum_kasus_kpk_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwCoXMtr_6I/AAAAAAAAArc/3VjoKjmT8v4/s200/79474_tim_independen_verifikasi_fakta___hukum_kasus_kpk_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404504669347905442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum akan menyerahkan rekomendasi kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rekomendasi itu juga akan dibuka ke publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira setelah diserahkan kepada Presiden, hak masyarakat untuk mendapatkan informasi perlu kita perhatikan juga," kata Amir Syamsuddin, salah satu anggota Tim yang juga disebut Tim 8, dalam perbincangan Kabar Pagi di TvOne, Senin 16 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amir, hasil rekomendasi itu akan diberikan kepada Presiden SBY yang hari ini baru tiba dari kunjungan kerja ke luar negeri. Meski demikian, Amir tidak merinci kapan rekomendasi itu akan diungkap ke publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, menurut anggota Tim 8 lainnya, Denny Indrayana, isi laporan akhir itu terdiri dari rekomendasi beberapa hal. Diantaranya, rekomendasi perbaikan sistem di Kepolisian, kejaksaan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), juga KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rekomendasi juga akan memuat rekomendasi penyelesaian kasus Chandra-Bibit," kata Denny dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Minggu 15 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata dia, laporan akhir juga akan memuat rekomendasi untuk memberantas mafia hukum, makelar kasus (markus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal ini mencuat dalam pemeriksaan Tim 8 saat klarifikasi kasus Bibit-Chandra. "Detail rekomendasi lengkap hanya akan disampaikan kepada Presiden, sesuai mandat Tim 8, kata dia.&lt;br /&gt;oleh: Ismoko Widjaya&lt;br /&gt;Senin, 16 November 2009, 07:44 WIB&lt;br /&gt;http://korupsi.vivanews.com/news/read/105813-tim_8_janji_buka_rekomendasi_ke_publik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7396542905319016608?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7396542905319016608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/kasus-kpk-tim-8-janji-buka-rekomendasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7396542905319016608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7396542905319016608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/kasus-kpk-tim-8-janji-buka-rekomendasi.html' title='Kasus KPK Tim 8 Janji Buka Rekomendasi ke Publik'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwCoXMtr_6I/AAAAAAAAArc/3VjoKjmT8v4/s72-c/79474_tim_independen_verifikasi_fakta___hukum_kasus_kpk_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8510548225596103232</id><published>2009-11-15T17:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T17:12:59.086-08:00</updated><title type='text'>Insiden Kaki Gajah Pernyataan Menkes Terburu-buru, Masyarakat Tak Bisa Disalahkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwCnFm5xv7I/AAAAAAAAArU/xybDnLpJwyg/s1600/Endang-R-(abror-rumgapres)-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwCnFm5xv7I/AAAAAAAAArU/xybDnLpJwyg/s200/Endang-R-(abror-rumgapres)-dalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404503267628662706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Masyarakat tidak boleh disalahkan dalam insiden usai pengobatan massal anti-Filariasis di Majalaya, Kabupaten Bandung. Departemen Kesehatan, selaku pelaksana, harusnya menyelidiki terlebih dahulu insiden yang telah menewaskan 8 orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan, pada detikcom, Senin (16/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak delapan orang meninggal dan sedikitnya 900 orang lebih dilarikan ke rumah sakit setelah mengkonsumsi obat anti-Filariasis atau penyakit kaki gajah dalam pengobatan massal program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono di Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (10/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, meski berjanji akan melakukan penyelidikan, namun Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, sudah menyatakan korban tewas akibat koinsiden atau penyakit bersamaan yang diderita korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia (korban) ada penyakit lain. Saya tahu penyakitnya. Masa dikasih tahu, nanti kurang enak ya," kata Endang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, belum ada perkembangan terbaru mengenai penyelidikan yang dilakukan pihaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih sama seperti yang Ibu Menkes katakan. Hasil akan diumumkan Ibu Menkes," singkat Tjandra saat dihubungi per telepon oleh detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ade, pernyataan Menkes itu terlalu prematur. Mengingat, apa pun yang terjadi, seharusnya Depkes bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengobatan kan ada prosedurnya. Masa langsung diberikan tanpa pengecekan kondisi pasien dulu. Jangan langsung menyalahkan korban, kalau menyalahkan warga 2 kali menjadi korban," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade menengarai dua faktor yang berpotensi menyebabkan insiden tersebut, yakni obat dan prosedur pemberian obat (human error).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau human error harus diberi sanksi tegas. Kalau karena koinsiden, masak terjadinya masal. Saya menduga ini kesalahan prosedur," pungkas Ade.&lt;br /&gt;posting oleh:&lt;br /&gt;Laurencius Simanjuntak - detikNews&lt;br /&gt;Senin, 16/11/2009 07:40 WIB&lt;br /&gt;http://vivanews.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8510548225596103232?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8510548225596103232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/insiden-kaki-gajah-pernyataan-menkes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8510548225596103232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8510548225596103232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/insiden-kaki-gajah-pernyataan-menkes.html' title='Insiden Kaki Gajah Pernyataan Menkes Terburu-buru, Masyarakat Tak Bisa Disalahkan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SwCnFm5xv7I/AAAAAAAAArU/xybDnLpJwyg/s72-c/Endang-R-(abror-rumgapres)-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4619951684509649102</id><published>2009-11-13T17:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T18:01:54.984-08:00</updated><title type='text'>Amankan Kantor MK, GP Ansor Kirim 500 Banser Tahan Bacok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sv4NGcNyqJI/AAAAAAAAArM/iKzZeaPfLy0/s1600-h/image.tempointeraktif.com.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sv4NGcNyqJI/AAAAAAAAArM/iKzZeaPfLy0/s200/image.tempointeraktif.com.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403771007195588754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 13 November 2009 | 14:27 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Kediri - Pengurus Cabang Anshor Kota Kediri, Jawa Timur, siap mengirimkan 500 personil Barisan Anshor Serbaguna (Banser) ke Jakarta. Mereka telah dibekali ilmu kekebalan dan siap mengamankan kantor Mahkamah Konstitusi yang ditinggalkan kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua PC Anshor Kota Kediri Anwar Bahrudin mengatakan ratusan personil Banser tersebut telah menjalani rangkaian latihan bela diri di kaki Gunung Klotok. Selain ilmu silat dan memainkan senjata tajam, mereka juga dibekali ilmu kekebalan tubuh dari seorang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka siap ke Jakarta sekarang juga,” kata Anwar Bahrudin kepada Tempo, Jumat (13/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar menjelaskan keberangkatan personil Banser ke Jakarta ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan kepada kader Nahdlatul Ulama Mahfud MD. sebagai ketua Mahkamah Konstitusi yang dianggap mampu menyelesaikan konflik Polri – KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga tersebut,jelas Anwar, wajib diamankan dari segala bentuk ancaman. Terlebih lagi sejak beberapa hari terakhir kepolisian menarik diri dari kantor itu dengan alasan yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan personil Banser ini menurut Anwar sangat berpengalaman melakukan tugas-tugas tersebut. Sebelumnya mereka juga pernah melakukan pengamanan terhadap mantan Presiden Abdurrahman Wahid dalam unjuk rasa 1998 di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami juga baru saja melakukan latihan bersama di Blitar,” tambah Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kualitas personil, Anshor Kediri membatasi usia anggota Banser maksimal 50 tahun untuk diperbolehkan bergabung dalam tugas ini. Mereka siap ditempatkan dalam kondisi apapun dan bergabung dengan Banser daerah lain untuk menjaga keselamatan Mahfud MD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Imam Yahya Mahrus menyerukan kepada seluruh ulama untuk melindungi KPK. Menurut dia keberadaan lembaga itu sangat diperlukan untuk menjaga penegakkan hukum di Indonesia. “Saya setuju pendapat yang mengatakan ada upaya melemahkan KPK,” kata ulama yang juga Rektor Universitas Tribhakti Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama yang akrab disapa Gus Yahya ini juga mendesak Presiden Yudhoyono segera menyelesaikan persoalan ini. Hal ini untuk mencegah terjadinya konflik horisontal yang muncul di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Rabu (11/11),sebanyak 19 kepolisian yang bertugas di kantor mahkamah konstitusi ditarik kesatuannya. Penarikan itu sempat menimbulkan rumor bahwa kepolisian marah akibat dari sidang terbuka soal rekaman pembicaraan anatara Anggodo Widjojo dengan sejumlah petinggi polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan penarikan, tetapi rotasi biasa. Kami setuju dengan kebijakan kepolisian," ujar Mahfud MD.&lt;br /&gt;diposting pada:&lt;br /&gt;Jum'at, 13 November 2009 | 14:27 WIB&lt;br /&gt;oleh: http://tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4619951684509649102?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4619951684509649102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/amankan-kantor-mk-gp-ansor-kirim-500.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4619951684509649102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4619951684509649102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/amankan-kantor-mk-gp-ansor-kirim-500.html' title='Amankan Kantor MK, GP Ansor Kirim 500 Banser Tahan Bacok'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Sv4NGcNyqJI/AAAAAAAAArM/iKzZeaPfLy0/s72-c/image.tempointeraktif.com.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3362587121992440855</id><published>2009-11-13T17:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T17:39:10.670-08:00</updated><title type='text'>Syafii Maarif Minta SBY Tunjukan Jiwa Kepemimpinan</title><content type='html'>Jakarta - Kritik pedas dilontarkan oleh Syafii Maarif melihat masalah dua pimpinan KPK nonaktif yang tak berujung. Mantan Ketua PP Muhamaddiyah ini meminta Presiden SBY segera menunjukan jiwa kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kesempatan baik bagi SBY untuk menunjukan kepemimpinan, jika dia punya kepemimpinan," sindir Syafii di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Jumat malam (13/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syafii, SBY seharusnya lebih percaya diri dalam menentukan sikapnya dengan dukungan rakyat. Namun yang terjadi, tambah Syafii, justru sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia dipilih kemudian dia ditentang karena tidak ada ketegasan, jangan sampai terjadi konflik sosial," pesan Syafii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafii juga miris melihat keadaan bangsa, khususnya di bidang hukum, yang begitu tercoreng. "Aparat tidak punya martabat lagi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafii berpesan agar suara-suara rakyat yang kritis tidak ditanggapi enteng oleh penguasa. Mulai dari media yang begitu kompak menyuarakan ketidakadilan hingga dukungan lewat facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tandanya hati nurani masih ada," tandasnya.&lt;br /&gt;data diterbitkan oleh: http://www.detiknews.com&lt;br /&gt;pada Sabtu, 14/11/2009 04:29 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3362587121992440855?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3362587121992440855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/syafii-maarif-minta-sby-tunjukan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3362587121992440855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3362587121992440855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/syafii-maarif-minta-sby-tunjukan-jiwa.html' title='Syafii Maarif Minta SBY Tunjukan Jiwa Kepemimpinan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-620815482517767269</id><published>2009-11-13T17:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T17:36:29.664-08:00</updated><title type='text'>Kisruh KPK-Polri Syafii Maarif Setuju People Power Asal Damai Moksa Hutasoit - detikNews</title><content type='html'>Jakarta - Reaksi masyarakat terus bermunculan menanggapi persoalan yang menimpa Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif setuju jika muncul people power asal berlangsung damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asal dijalankan dengan damai, why not," kata Syafii singkat di Gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Jumat (13/11/2009) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafii meminta agar setiap gerakan dapat diorganisir sedemikian rupa. Ia berharap, dengan cara seperti itu, resiko terjadinya konflik dapat diminimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sah saja selama tidak merusak, jangan merusak. Sebab kalau nanti merusak, rusaklah negeri ini," pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafii juga berpesan agar tuntutan yang ingin disampaikan lebih realistis. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan hanya dengan mundurnya Kapolri dan Jaksa Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sesederhana itu," tandasnya.&lt;br /&gt;data dipublikasikan pada: Sabtu, 14/11/2009 05:43 WIBoleh:&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/11/14/054352/1241572/10/syafii-maarif-setuju-people-power-asal-damai?991102605 &lt;br /&gt;diposting:&lt;br /&gt;sabtu, 14/11/2009&lt;br /&gt;08.30 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-620815482517767269?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/620815482517767269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/kisruh-kpk-polri-syafii-maarif-setuju.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/620815482517767269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/620815482517767269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/kisruh-kpk-polri-syafii-maarif-setuju.html' title='Kisruh KPK-Polri Syafii Maarif Setuju People Power Asal Damai Moksa Hutasoit - detikNews'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8791658534365680226</id><published>2009-11-10T21:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T21:39:01.387-08:00</updated><title type='text'>Stop Kekerasan di Sekolah</title><content type='html'>Selasa, 10 November 2009 | 01:33 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganiayaan yang dialami Ade Fauzan Mahfuzah, siswa kelas I SMA 82 Jakarta, amat memprihatinkan. Apalagi ia dikeroyok oleh teman-temannya sendiri di lingkungan sekolah. Sekali lagi, kejadian ini menunjukkan kelalaian institusi pendidikan dalam menjamin keamanan dan kenyamanan bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula Ade dipukuli oleh tujuh siswa kelas III di sekolah yang sama saat istirahat. Seusai jam pelajaran, ia kembali dikeroyok oleh 30 kakak kelasnya. Alasan pengeroyokan ini adalah Ade melintasi koridor kelas III--mereka menyebutnya "Jalur Gaza"--yang selama ini "terlarang" bagi siswa kelas I dan II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perbuatan brutal itu, Ade mengalami luka-luka parah. Beberapa bagian tubuhnya harus dijahit, antara lain enam di bagian mulut. Ade juga mengalami memar di tempurung kepala bagian belakang dan telinga membiru. Hingga sekarang, Ade masih dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi seperti ini tidak boleh dianggap enteng. Apa yang terjadi pada Ade merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak. Disebutkan dalam Pasal 54 undang-undang ini bahwa anak-anak yang berada di lingkungan sekolah harus dilindungi dari tindakan kekerasan oleh guru dan teman-temannya. Pelanggaran terhadap aturan ini diancam hukuman pidana kurungan 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, langkah orang tua Ade yang melaporkan kasus ini kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia dan kepolisian sudah tepat. Tindakan tegas terhadap pelaku harus dilakukan untuk menimbulkan efek jera. Meski demikian, sanksi pidana terhadap siswa pelaku kekerasan itu tetap harus ditetapkan secara arif sehingga masa depan mereka tidak terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kepada kepala sekolah yang telah lalai, salah satunya, bisa dikenai beberapa tindakan, dari normatif hingga administratif. Sanksi administratif bisa dilakukan secara berjenjang, dari teguran hingga mutasi. Bahkan kalau perlu dipertimbangkan penundaan kenaikan pangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi tegas perlu diberikan agar kasus serupa tak terulang. Apalagi kasus seperti ini sudah berkali-kali terjadi. Bukan hanya kekerasan yang dilakukan oleh siswa, tapi juga oleh guru. Data tahun 2008 bahkan menunjukkan, kekerasan guru terhadap siswa meningkat sebesar 39,6 persen dibanding sebelumnya. Untuk tahun 2009 belum diperoleh datanya. Namun, diperkirakan angkanya tak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat menekan angka kekerasan, pengelola sekolah harus lebih memperhatikan aspek-aspek perlindungan anak, komunikasi anak dengan sekolah, perlakuan senior terhadap junior, dan perlakuan guru terhadap siswa. Pihak sekolah pun perlu menghilangkan aneka peraturan yang menekan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kalangan orang tua juga tak bisa lepas dari tanggung jawab untuk menciptakan kondisi ideal itu dengan ikut mengawasi perilaku anaknya. Tapi, ketika berada di sekolah, siswa jelas berhak untuk mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman agar dapat belajar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8791658534365680226?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8791658534365680226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/stop-kekerasan-di-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8791658534365680226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8791658534365680226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/stop-kekerasan-di-sekolah.html' title='Stop Kekerasan di Sekolah'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4390190858304434690</id><published>2009-11-10T21:37:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T21:37:54.309-08:00</updated><title type='text'>Cicak &amp; Buaya</title><content type='html'>Senin, 09 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… dan metafor pun menang. Mungkin itu tak disadari ketika kata ”cicak” melawan ”buaya” dipakai pertama kalinya dalam pertentangan yang kini disebut sebagai konflik antara ”KPK” dan ”Polisi”. Saya yakin Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji tak memperhitungkan betapa ampuhnya perumpamaan yang dipakainya dalam majalah Tempo, 16 Juni 2009:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya, di situ cicak. Cicak kok melawan buaya.…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana, muncullah dalam gambaran pikiran kita dua pelaku yang bertentangan—dan tak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu reptil kecil. Ia tak lebih dari 10 sentimeter panjangnya, hidup di celah-celah rumah kita, tak mengganggu, dengan suaranya yang berbisik. Ia bahkan menyenangkan: mangsanya nyamuk-nyamuk yang menggigiti jangat kita. Anak-anak menyanyikan lagu yang riang tentang dia, (”Cicak-cicak di dinding…”) dan pada umumnya ia tak membuat takjub siapa pun, kecuali orang dari Eropa yang tak pernah melihat ”kadal” kecil dari khatulistiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seekor lagi reptil besar. Ia bisa sampai 8 meter panjangnya. Kulitnya kasar keras, moncongnya menakutkan, dan meskipun matanya seakan-akan tertidur, ia mendadak bisa menyerang. Kecuali ketika diternakkan atau dikurung di kebun binatang, habitatnya jarang didatangi manusia. Ia pembunuh. Mangsanya hewan lain, juga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Indonesia, ”buaya” umumnya sebuah metafor untuk sesuatu yang punya sifat tak baik: ”buaya darat”, misalnya. Ada memang kata ”buaya kroncong”, yang barangkali dipakai untuk mengesankan sifat penggemar yang amat doyan jenis musik itu—dan penggemar itu tak gampang puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka memang aneh, kenapa justru seorang jenderal polisi mengumpamakan dirinya—mungkin juga korpsnya—dengan seekor reptil yang ganas. Besar kemungkinan ia hanya melihat dalam diri buaya faktor kekuatan yang handal. Atau mungkin juga kepintaran yang agresif. Dalam wawancara yang saya kutip tadi, Susno Duadji melihat pihak ”sana”, yakni KPK, sebagai cicak yang ”masih bodoh”. Pihaknya, si buaya, sebenarnya sudah berusaha ”memintarkan”, tapi sang cicak tak kunjung pandai. Si kecil itu telah diberi kekuasaan, kata Susno Duadji, tapi ”malah mencari sesuatu yang enggak dapat apa-apa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu tampak, metafor Susno—seperti halnya metafor pada umumnya—tidak berperan sebagai ornamen. Memang ada yang menganggap sebuah metafor cuma sebingkai hiasan, karena selalu mengandung sesuatu yang penuh warna dan rupa (dengan kata lain: sesuatu yang tercerap pancaindra). Tapi orang yang menganggap bahasa metaforik hanyalah hiasan untuk memperindah sebuah gagasan sebenarnya tak tahu, bahwa bahasa tak dimulai dari ide. Bahasa bermula dari tubuh. Bahasa berpangkal dari proses indrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya acap kali bunyi mendahului pemberian arti. Dan ini berlaku sejak kata seru seperti ”Wah!” sampai kata benda yang mengandung bunyi yang menimbulkan imaji dan asosiasi tertentu di dalam pikiran kita. Kata ”sulur”, misalnya, mengandung bunyi ”lur” yang kita dapatkan dalam ”julur”, ”salur”, ”balur”: sebuah bunyi yang menimbulkan imaji tentang sesuatu yang memanjang tapi tak meregang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sesuatu yang konkret seperti itulah (bunyi dan imaji), dan bukan sesuatu yang rasional dan kognitif, metafor dilahirkan dan dipergunakan. Metafor memang mirip simbol. Baik metafor maupun simbol memakai sesuatu yang konkret untuk menyampaikan sebuah pengertian. Tapi antara keduanya ada beda yang fundamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol: kita menemukannya dalam pohon beringin yang dipilih untuk merumuskan cita-cita Partai Golkar; atau palu-arit untuk menghadirkan dasar kelas sosial dan ideologi PKI. Tapi bila simbol dipilih dengan rencana yang sadar, metafor lahir lebih spontan; ia lebih bergerak ke arah asosiasi ketimbang ke arah konsep. ”Pungguk merindukan bulan” adalah sebuah metafor, bukan simbol, sebab yang muncul dari kalimat itu adalah imaji seekor burung buruk muka yang hinggap di sebuah dahan ketika malam mengagumi purnama. Antara si pungguk dan rembulan itu ada kontras yang jelas—juga jarak yang tak akan terjangkau. Metafor itu lebih memantulkan situasi yang melankolis ketimbang mengikhtisarkan sebuah ide tentang cinta yang tak sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ketika kata ”cicak” dan ”buaya” dengan spontan dipakai: saya kira yang berperan bukan sebuah konsep yang dipikirkan. Bahkan ada anasir dari bawah sadar yang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipakai dalam sebuah suasana konflik, kedua kata itu menyugestikan bahwa yang terjadi tak berbeda dari perseteruan di alam bebas, di mana penyelesaiannya bukanlah atas dasar hukum sebagai aturan bersama, melainkan ditentukan oleh kekuatan. Memang Susno Duadji tak melanjutkan cerita tentang cicak-lawan-buaya itu dengan cerita bentrokan. Ia mengatakan, sang buaya tak marah, ”cuma menyesal” karena menurut penilaiannya si cicak masih tetap saja bodoh. Namun dengan mengambil ibarat dari dunia hewan, kekerasan dan kebuasan jadi demikian tampak penting ketika sebuah pertentangan harus diputuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah itu yang sebenarnya tersimpan di kepala: bahwa konflik antarlembaga negara hanya selesai karena kekuatan fisik, bukan karena aturan yang sudah ada dan rasionalitas dalam manajemen pemerintahan? Ataukah metafor yang kini dipakai secara luas itu memang menunjukkan sebuah pengakuan bahwa ”hukum” selalu punya dimensi konflik politik? Bahwa pengertian ”keadilan” sesungguhnya ditentukan melalui sebuah persaingan hegemoni atas bahasa dan makna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun jawabnya, sebuah metafor telah menang. Ia bahkan lepas dari keinginan sang pemakai pemula. Ia ramai-ramai dipungut, mungkin karena imaji yang muncul dari dunia hewan itu mengasyikkan seperti sebuah fabel. Tapi bukankah dongeng yang kita sukai bisa bercerita tentang hasrat dan cemas kita yang tersembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4390190858304434690?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4390190858304434690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/cicak-buaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4390190858304434690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4390190858304434690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/cicak-buaya.html' title='Cicak &amp; Buaya'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6219441592804582280</id><published>2009-11-01T18:52:00.001-08:00</published><updated>2009-11-01T18:52:55.888-08:00</updated><title type='text'>Eumenides</title><content type='html'>Senin, 02 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kira-kira tahu dari mana datangnya hukum, tapi tahukah kita dari mana datangnya keadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memang dimaksudkan sebagai aktualisasi dari “rasa keadilan”. Kata “rasa” di sini sebenarnya lebih dekat ke arah “kesadaran”. Dengan catatan: kesadaran akan keadilan itu tak hanya sebuah produk kognitif, hasil proses pengetahuan, melainkan juga tumbuh melalui proses penghayatan. Dengan kata lain, sebagai aktualisasi, hukum adalah ibarat realisasi dari hasrat yang kita sebut “rasa keadilan” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi “rasa keadilan” punya sejarah yang rumit, separuhnya gelap yang mungkin belum juga selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masanya “keadilan” kurang-lebih sama dengan pembalasan simetris, sesuatu yang kita dapatkan dalam cerita silat Hong Kong abad ke-20 atau riwayat Keris Empu Gandring dari Jawa abad ke-11: Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, dan atas nama keadilan, Ken Arok dibunuh Anusapati, kemudian Anusapati dibunuh Tohjaya. Pendek kata, pelbagai versi lex talionis yang mengharuskan, untuk memakai rumusan Perjanjian Lama, “satu mata dibalas satu mata”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika “keadilan” yang sama artinya dengan dendam itu kita temukan dalam pelbagai cerita, juga dalam Mahabharata, agaknya hanya dalam sebuah karya Aeschylus di Yunani abad ke-5 Sebelum Masehi kita temukan bagaimana “keadilan” itu mengalami transformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lakon Oresteia yang terdiri dari tiga bagian itu, Agamnenon membunuh anaknya yang perempuan, dan sebagai pembalasan ia dibunuh isterinya sendiri, ibu si gadis. Dalam kisah berikutnya, si ibu dibunuh oleh Orestes, anak kandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kepada sahabatya, Pylades, ia bertanya: “Apa yang kulakukan? Membunuh ibu sendiri, betapa mengerikan!”. Tapi atas nama hukum Zeus dan Apollo, ia akhirnya melakukan hal yang mengerikan itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal, para dewi pembalasan yang disebut ?????? – yang dalam bahasa Inggris disebut “the furies” – mengejarnya. Orestes harus membayar perbuatannya dengan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun trilogi ini berakhir dengan sebuah transformasi yang radikal: lex talionis digantikan dengan sebuah proses peradilan. Dewi Athena datang dan memanggil sebuah dewan juri buat mengambil keputusan dengan pemungutan suara. Athena sendiri memberikan suara untuk membebaskan Orestes. Lalu diubahnya para peri pembalasan jadi peri budi baik, eumenides. Dalam kisah ini, mereka ditanam di bawah gedung pengadilan untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dikatakan ini adalah lakon lahirnya hukum yang proses dan sikapnya berbeda sama sekali: prosedur hukum inilah (yang mencoba menterjemahkan “keadilan”) yang agaknya yang jadi tauladan di Eropa dan Amerika kemudian, sampai hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di situ tampak juga, betapa hukum meringkas dan meringkus. Hukum yang diletakkan dasarnya oleh Athena memotong ingatan; kejahatan masa lampau tak bisa dikenang terus sepenuhnya. Tak ada dendam tujuh turunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum itu juga meringkus: ia tak mengijinkan perasaan pribadi seseorang bergejolak jadi pedoman memutuskan “pembalasan”. Inilah awal pandangan yang disebut “positivisme hukum”: para hakim tak boleh menggunakan perasaan dan nilai-niai pribadinya. Mereka hanya harus mengikuti apa yang digariskan undang-undang – biarpun itu dirasakan tak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah lakon terkenal Sophocles di masa sesudah Aeschylus, Antigone, positivisme itulah yang jadi prinsip Raja Kreon. Ia melarang salah seorang putra Oedipus yang tewas dikuburkan di dalam makam Thebes. Pemuda itu mati dalam peperangan yang melawan tanahairnya sendiri. Ia pengkhanat. Menurut undang-undang yang berlaku, mayatnya harus dibiarkan tergeletak dimakan gagak di luar dinding kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Antigone, saudara sekandung pemuda yang mati itu, hal itu tak bisa diterima. Untuk itu Antigone siap melawan dan mengorbankan diri, karena ia percaya ada hukum yang lebih luhur, yakni hukum dari dewa-dewa. Sebaliknya bagi Kreon, yang baru saja selesai berperang: negara tak akan kukuh hukumnya bila ia guyah -- meskipun putranya sendiri, tunangan Antigone, membela gadis yang membangkang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari kedua lakon Yunani kuno itu kita bisa tahu: di dasar hukum, di awal hukum, ada kekerasan yang disembunyikan. Para dewi pembalasan yang tertanam di bawah mahkamah adalah semacam bawah-sadar hukum positif. Dan kita lihat: hukum Kreon adalah kelanjutan dari peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hukum mengandung kekerasan sejak awal, ketika undang-undang mereduksikan hidup seseorang yang unik dan khas jadi oknum yang bisa dikenai hukum yang berlaku umum. Derrida menyebut reduksi ini “kekerasan klasifikasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekerasan itu, di manakah keadilan? Jika keadilan telah diubah jadi sesuatu yang tak lagi pembalasan dendam, dari manakah keadilan datang? Antigone berbicara tentang hukum dewa-dewa yang lebih adil, sebab para dewa tahu bahwa seorang manusia tak bisa dianggap sebagai sekedar sebuah kasus legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada saat yang sama kita tahu para dewa Yunani kuno ikut dalam percaturan yang berdarah antara manusia. Rasanya tak ada mereka digerakkan oleh rasa keadilan. Dalam agama Abrahami, Tuhan disebut maha adil, tapi kita tak paham mengapa, dalam Alkitab, Tuhan menyengsarakan Ayub walaupun lelaki yang baik dan soleh ini tak berbuat aniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan seperti ini menyebabkan riwayat keadilan tak selamanya jelas, dan mungkin memang tak akan jelas. Tapi tiap kali kita tahu, ketika rasa keadilan kita terkoyak, kita melihat ke sebuah arah, sebuah cakrawala, yang mengimbau kita dan mungkin mengubah kita jadi seseorang yang berteriak: “Keadilan, atau kehancuran!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan keadilan punya dewi pembalasan yang tak bisa dibenamkan oleh bangunan mahkamah manapun. Hukum selamanya sebuah kekurangan.&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;http://tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6219441592804582280?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6219441592804582280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/eumenides.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6219441592804582280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6219441592804582280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/11/eumenides.html' title='Eumenides'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8966738041361019235</id><published>2009-10-25T17:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T17:56:02.932-07:00</updated><title type='text'>ERASMUS</title><content type='html'>Senin, 26 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini akhir pekan Erasmus. Saya diminta bicara tentang humanisme dalam pandangan Indonesia untuk ulang tahun tokoh humanisme Eropa yang lahir 27 Oktober 1466 itu di Erasmus Huis, Jakarta. Saya tak tahu banyak tentang humanisme abad ke-15 Eropa, dan yang pertama kali saya ingat tentang Erasmus adalah apa yang dikatakan Luther tentang dia. Bagi Luther, pemula Protestantisme yang pada akhirnya mengambil posisi yang tegas keras menghadapi Gereja itu, Erasmus ibarat ”belut”. Licin, sukar ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erasmus memang tak selamanya mudah masuk kategori, tak mudah menunjukkan di mana ia berpihak, ketika zaman penuh hempasan pertentangan keyakinan theologis. Pada mulanya ia membela Luther, ketika pembangkang ini diserang dan diancam, tapi kemudian ia menentangnya, ketika Luther dianggapnya semakin mengganas dalam menyerang Roma. Dalam sepucuk suratnya kepada Paus Adrianus VI, Erasmus sendiri mengatakan, ”Satu kelompok mengatakan hamba bersetuju dengan Luther karena hamba tak menentangnya; kelompok lain menyalahkan hamba karena hamba menentangnya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Erasmus, sikapnya menunjukkan apa yang disebut di zamannya sebagai civilitas. Dalam kata-kata sejarawan Belanda terkemuka, Huizinga, itulah ”kelembutan, kebaikan hati, dan moderasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangai tokoh humanisme abad ke-15 ini agaknya seperti sosok tubuhnya. Kita hanya bisa melihat wajahnya melalui kanvas Holbein di Museum Louvre: kurus, pucat, wajah filosof yang meditatif dan sedikit melankolis. Tetapi ia—yang merupakan pengarang terlaris di masanya ini (seorang penjual buku di Oxford pada 1520 mengatakan, sepertiga bukunya yang terjual adalah karya-karya Erasmus)—juga seorang yang suka dipuji. Dan di balik sikapnya yang santun, ada kapasitas untuk menulis satire yang sangat berat sebelah yang menyerang Paus Julius II. Dalam satire ini, Santo Petrus bertanya kepada Julius di gerbang akhirat: ”Apa ada cara mencopot seorang Paus yang jahat?” Jawab Julius: ”Absurd!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya memang tak begitu jelas bagaimana ia harus diperlakukan. Ia meninggal di Basel, Swiss, pada 1536, tanpa disertai seorang pastor, tanpa sakramen Gereja. Tapi ia dapat kubur di katedral kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya itu menggambarkan posisinya: seorang yang meragukan banyak hal dalam agama Kristen, tapi setia kepada Gereja. ”Aku menanggungkan Gereja,” katanya, ”sampai pada suatu hari aku akan menyaksikan Gereja yang jadi lebih baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itulah sebabnya yang selalu dikagumi orang tentang pemikir ini adalah seruannya untuk menghadapi perbedaan pikiran dengan sikap toleran dan mengutamakan perdamaian. ”Tak ada damai, biarpun yang tak adil sekalipun, yang tak lebih baik ketimbang kebanyakan perang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini agaknya orang berbicara tentang ”humanisme Kristen” bila berbicara tentang Erasmus—atau, dalam perumusan lain, ”rasionalisme religius”. Dalam jenis ”rasionalisme” ini, skeptisisme dan rasa ingin tahu, curiositas, diolah dengan baik, tapi pada akhirnya tetap dibatasi oleh apa yang ditentukan agama. Tak mengherankan bila Ralf Dahrendorf menyebut posisi Erasmus sebagai ”leise Passion der Vernunft”, gairah yang lembut untuk akal budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal itu, Erasmus memang tak bisa diharapkan akan mengatasi pikiran yang umum di zamannya—yang tak amat leluasa dan luas. Di abad ke-21 sekarang, rasa ingin tahu yang dikendalikan oleh iman bukanlah sikap ilmiah maupun filsafat. Itu hanya sikap yang membuat pemikiran buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus lain, Erasmus juga bisa tidak konsisten. Pernah untuk menghadapi kritik pedas Ulrich von Hutten—seorang tokoh Reformasi Jerman yang teguh tapi sengsara—Erasmus ikut bersama para tokoh Gereja di Basel untuk mengusir orang itu dari kota. Dalam kasus lain, Erasmus memang penganjur jalan damai menghadapi Turki, tapi ia tetap memandang ”Turki” sebagai yang tak setara dengan Eropa yang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, pada diri Erasmus ada nilai-nilai yang mengagumkan dari humanisme, tapi juga ada unsur yang menyebabkan humanisme itu dikecam. Humanisme ini sejak mula—dengan kegairahannya mempelajari khazanah yang tak hanya terbatas pada kitab agama, tapi juga karya-karya Yunani kuno yang ”kafir”—yakin bahwa kita, sebagai manusia, dapat menangkap dunia obyektif dengan menggunakan akal budi. Di dalamnya tersirat asumsi bahwa (tiap) manusia adalah identitas yang tetap, atau ”diri” dan ”subyek” yang utuh dan tak berubah. Subyek ini menentukan makna dan kebenaran. Pikiran manusia menangkap dunia sebagaimana adanya dan bahwa bahasa merupakan representasi dari realitas yang obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya kemudian, pandangan seperti ini terbentur kepada apa yang jadi tajam sejak abad ke-19 Eropa. Dan itu ketika manusia, sebagai subyek yang ulung, jadi penakluk ”yang-lain” di sekitarnya. Ternyata sang subyek tak seluruhnya bisa dikatakan utuh, tetap, dan rasional. Tak berarti manusia sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erasmus sendiri menulis sebuah karya satire yang termasyhur, Encomium Moriae, yang dalam bahasa Inggris terkenal sebagai The Praise of Folly. Di dalamnya, folly atau laku yang gebleg, yang tak masuk akal, dipujikan. ”Tak ada masyarakat, tak ada kehidupan bersama, yang dapat jadi nyaman dan awet tanpa sikap gebleg.” Dengan sikap gebleg itulah manusia mencintai, bertindak berani, termasuk berani menikah, apalagi cuma sekali, dan dengan sikap yang tak masuk akal pula ia percaya kepada apa yang diajarkan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin manusia selalu harus mengakui ada yang lain yang menyertai satu sisi dari dirinya dan satu bagian dari dunianya. Yang lain dan yang tak cocok bahkan tak senonoh itu tak dapat dibungkam—atau manusia hilang dalam kepongahan dan ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;SUMBER: http://tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8966738041361019235?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8966738041361019235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/erasmus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8966738041361019235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8966738041361019235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/erasmus.html' title='ERASMUS'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5467440973573054006</id><published>2009-10-18T17:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T17:36:52.596-07:00</updated><title type='text'>Des</title><content type='html'>Senin, 19 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des Alwi adalah seonggok sejarah Indonesia dalam miniatur yang padat. Juga berwarna-warni. Jika kita lihat lelaki ini duduk di bawah pohon ketapang berumur 100 tahun yang menaungi halaman hotelnya di Bandaneira, jika kita ingat sosok yang tambun tinggi itu (kini dalam umur 83 tahun) sudah ada di tempat itu pada 1936 dan, sebagai anak kecil, melihat Hatta dan Syahrir jadi orang buangan yang turun dari kapal dengan paras pucat, kita bisa iri kepadanya: begitu banyak yang telah dilihatnya, begitu beragam pengalamannya, begitu pas ia di pulau Maluku itu. Begitu ”Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des Alwi seperti Bandaneira: elemen yang sering tak diingat, tapi saksi penting dari riwayat Indonesia—dalam hal ini Indonesia sebagai sebuah perjalanan kemerdekaan. ”Di sini,” kata Rizal Mallarangeng, yang telah dua kali ke Bandaneira dengan rasa kagum kepada para perintis kemerdekaan yang dibuang ke pulau itu, ”bermula apa yang kemudian menjadikan Indonesia.” Dia benar: di sini berawal kolonialisme dan antitesisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa baca: di Banda-lah pada 1529 usaha kolonisasi Eropa dipatahkan; di sini kontingen orang Portugis terus-menerus diserang hingga mereka batal membangun sebuah benteng. Hampir seabad kemudian, pada 1609, ketika sepasukan Belanda mencoba memperkuat Benteng Nassau, para pemimpin Banda, disebut ”orang kaya”, membunuh laksamana asing itu dengan segenap stafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda mencatat konflik seperti itu sampai ke dalam abad ke-20: para penentang VOC (kemudian Hindia Belanda) diasingkan ke sini silih berganti. Kita tahu sebabnya: pada mulanya adalah rempah-rempah, terutama pala, yang di dunia hanya ditemukan di Banda, yang menggerakkan perdagangan internasional paling awal, seperti minyak bumi pada zaman ini. Dan bersama perdagangan, datang peradaban. Juga kebiadaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum orang Portugis masuk ke Maluku pada abad ke-16, letak Banda yang kaya rempah itu dirahasiakan para saudagar Arab (atau ”Mur”) yang membawa barang berharga itu ke Eropa. Kemudian penakluk dari Semenanjung Iberia masuk, kemudian Belanda dan Inggris. Perjalanan jauh dan berbahaya, tapi mereka selalu datang. Untuk laba yang 300 kali lipat dari jual-beli pala, bahkan yang bengis siap dihadapi dan diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandaneira ada sebuah monumen kecil. Di Parigi Rante itu ada sebuah sumur di sepetak halaman. Di sanalah, 8 Mei 1621, seregu samurai Jepang didatangkan Jan Pieterszoon Coen (Gubernur Jenderal VOC yang terkenal itu) ke Neira. Mereka disewa untuk menyembelih 40 orang pemuka masyarakat Banda yang menolak klaim Belanda dalam monopoli niaga pala. Tubuh ke-40 orang itu dicincang, kepala mereka dipancangkan di deretan tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dinding di belakang perigi itu juga tertulis sederet nama orang dari pelbagai penjuru Nusantara yang dibuang ke pulau itu sejak abad ke-19: dari Pontianak, Yogya, Kutaraja, Cirebon, Serang, Blitar. Pada abad ke-20 ada nama yang kini lebih dikenal: Cipto Mangunkusumo, Iwa Kusumasumantri, Hatta, Syahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan mengherankan bila dari kepulauan ini sejarah tampak berbeda: kita tak akan mengatakan bahwa yang berlangsung selama lebih dari 350 tahun di Nusantara adalah 350 tahun penjajahan. Dari Banda kita jadi tahu: sejarah Nusantara adalah 500 tahun perlawanan. Dan Des Alwi, yang lahir 7 November 1927 di Neira dan sejak kecil mengenal Cipto, Hatta, dan Syahrir—orang-orang hukuman yang mengubah hidup Des—mungkin saksi terakhir dari rangkaian perjuangan panjang itu. Saya menyadari itu ketika sore itu saya dan beberapa teman duduk di dekatnya, mendengarkan ceritanya, di petak atap Benteng Belgica yang berumur 400 tahun. Seakan-akan pada sore itu, sejumlah abad bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng yang menjulang hitam di bukit ini dibangun Belanda pada 1611. Letaknya dipilih pada posisi yang bisa mengawasi seantero selat dan laut. Sejak didirikan, empat menara pengintainya menyaksikan armada-armada Eropa datang, meriam-meriam ditembakkan, destruksi dan pembunuhan berkecamuk: 200 orang Belanda dihabisi pasukan Inggris di Pulau Ai pada 1615, ratusan orang Inggris dibantai Belanda sebagai pembalasan. Dari sini pula tampak kapal-kapal Inggris meninggalkan Pulau Run setelah pulau itu ditukar-guling dengan Pulau Manhattan milik Belanda di New York pada 1667. Tapi seratus tahun lebih kemudian, pada 1810, marinir Inggris merebut Benteng Belgica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad demi abad, energi dicurahkan, dan uang diperebutkan dengan gigih dan ganas hingga dunia berubah. Kekuasaan pun tegak dan runtuh, kemerdekaan ditindas atau dilahirkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari mulai gelap ketika Des berkisah tentang kemerdekaan yang dicoba digagalkan tapi dilahirkan kembali: Indonesia yang tak mudah. Des bukan sejarawan, bukan pula pelaku utama, tapi—dan ini lebih menarik—ia saksi yang terlibat. Jika kita baca bukunya yang baru, Friends and Exiles, yang diterbitkan Cornell University, kita dapatkan bukan saja kisah kelahiran Indonesia, tapi juga kisah seorang yang ”menjadi Indonesia”, sejak dari darah dan dagingnya, sampai dengan ketika ia terlibat, sengaja atau tidak, dalam peristiwa-peristiwa besar yang mengguncang dan membentuk tanah airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des Alwi Baadila—yang orang tuanya berdarah Cina dan ”Mur” (nama ”Baadila” ditemukan di Maroko dan Spanyol), yang masa kecilnya dibentuk Hatta dan Syahrir, yang masa mudanya ikut bertempur dan terluka di Surabaya 10 November 1945—adalah contoh bahwa Indonesia ”men-jadi” dengan riwayat seperti pantai pulau-pulau Banda: kekerasan bisa meletup, tapi inilah negeri yang tak merasa perlu memberi batas mutlak tentang ”luar” dan ”asing”. Kecuali ketika yang ”luar” dan ”asing” itu menegaskan diri dengan senjata dan pemaksaan. Dan kita melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;        http://tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5467440973573054006?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5467440973573054006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/des.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5467440973573054006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5467440973573054006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/des.html' title='Des'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6213888171305009919</id><published>2009-10-15T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T20:19:34.103-07:00</updated><title type='text'>Kastil</title><content type='html'>Senin, 12 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEORANG gubernur mengeluh. Saya kebetulan mendengarnya. Maka tahulah saya ada yang ganjil yang jadi rutin dalam pemerintahan kota yang dipimpinnya, seakan-akan sang gubernur dan administrasinya muncul dari novel Kafka, seakan-akan Kafka bukan hidup di Praha di awal abad ke-20 melainkan di Jakarta, mungkin di sekitar Gambir, sejak empat dasawarsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cerita ini bukan buah imajinasi seorang sastrawan: pada suatu hari di tahun 1990-an gubernur itu memang mengirim surat dinas ke direktur kebun binatang di Ragunan. Berhari-hari ia tak menerima jawaban dari bawahannya itu. Kemudian baru ia ketahui, surat yang ditandatanganinya itu perlu waktu tiga bulan untuk keluar dari kantor gubernuran. Berminggu-minggu kertas itu diteruskan dari biro satu ke biro lain di dalam kantor yang sama, sebelum akhirnya dikirim ke alamat yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur itu, seorang perwira tinggi angkatan darat yang lurus hati yang diberi jabatan itu baru satu tahun, bertanya seakan-akan pada dirinya sendiri: ”Kantor macam apa ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wali kota juga mengeluh. Atau mungkin lebih tepat terenyak. Ia seorang mantan pengusaha sukses yang dipilih dengan penuh harapan oleh rakyat di kota Jawa Tengah itu. Tapi pada hari pertama ia masuk kantor balai kota, ia lihat ratusan orang duduk di dalamnya: para pegawai. Sebagian besar baca koran. Sebagian lagi main catur. Bahkan ada seorang pegawai perempuan asyik merajang sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wali kota pun pulang ke rumahnya dan termangu di hari pertama masa jabatannya: ”Kantor macam apa itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya sangat mengejutkan: itu adalah kantor yang biasa saja, Pak—kantor pemerintah. Itu adalah kantor di mana mesin yang disebut birokrasi hadir, nongkrong, seakan-akan untuk membatalkan tesis Max Weber dan mengukuhkan gambaran yang absurd dalam karya-karya fiktif Kafka—meskipun cerita birokrasi Indonesia tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kemuraman Kafka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Max Weber, kita ingat, mempertautkan birokrasi dengan keniscayaan dunia modern. Berbeda dari kaki tangan raja-raja di zaman lampau, yang bekerja berdasarkan perpanjangan kharisma Yang-Dipertuan-Agung, birokrasi merupakan alat sebuah otoritas yang bersifat ”legal-rasional”. Dalam tesis Weber, birokrasi membawa dalam dirinya aturan dan hierarki yang jelas. Organisasi itu punya arah atau sasaran yang terfokus, dan ia dengan sadar bersifat impersonal. Seluruh bangunan itu punya rasionalitas yang mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa kiranya yang ”rasional” di kantor sang gubernur dan sang wali kota?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur kita tak tahu, wali kota kita tak tahu, saya juga tak tahu. Tapi jangan-jangan inilah ”rasionalitas” itu: birokrasi itu adalah sebuah agregat yang lahir dari argumen bahwa ia diperlukan. Birokrat, kata Hannah Arendt dengan sedikit mencemooh, adalah ”the functionaries of necessity”. Dengan catatan: necessity itu, keperluan yang tak bisa dielakkan itu, pada awal dan akhirnya ditentukan oleh dinamika organisasi itu sendiri. Birokrasi tak perlu punya sasaran untuk dicapai. Mesin itu berjalan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah yang absurd berlangsung—sesuatu yang dibuat alegorinya oleh Kafka dalam cerita pendeknya yang termasyhur, Di Koloni Hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau itu, seorang opsir menjelaskan kepada seorang pengunjung tentang proses eksekusi yang akan dijalani seorang terhukum. Ia akan diletakkan telungkup di bawah sebuah mesin yang bekerja seperti sehimpun jarum tato raksasa, mesin yang akan menusuki si terhukum dan dengan itu akan tertulis sebuah kalimat perintah di tubuhnya. Setelah 12 jam, si terhukum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari penceritaan Kafka adalah bahwa yang jadi fokus bukan si terhukum; orang ini cuma diam saja, bahkan tak tahu atau peduli apa kesalahannya. Melalui sang Opsir, tokoh utama yang muncul adalah mesin yang ganjil, brutal, dan rumit itu. Ketika sang Opsir yang mengoperasikan mesin itu tahu penggunaannya tak akan diizinkan lagi, ia membiarkan dirinya jadi korban. Mesin ada, dan sebab itu harus didapatkan sasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birokrasi juga menyatakan diri perlu, tapi kita tak tahu apa fungsinya ketika ia hadir, dalam jumlah yang berlebih dan tak bekerja untuk satu hasil. Dalam aturan yang berlaku, sang wali kota tak boleh memecat pegawainya—meskipun ia sanggup bekerja dengan 20% saja dari tenaga yang ada. Bahkan tiap tahun ia harus menerima 700 pegawai baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus ditambahkan di sini: berbeda dari mesin yang digambarkan Kafka, aparat pemerintahan di kantor-kantor negara tak tampak mengerikan. Bahkan mungkin alegori Di Koloni Hukuman tak tepat dipakai. Mereka yang duduk menganggur di kantor wali kota itu tak punya ciri-ciri mesin yang efektif. Jika kita harus memakai kiasan Kafka—mungkin satu-satunya novelis yang dengan imajinatif menggambarkan dunia modern yang harus menanggungkan organisasi—maka birokrasi kita lebih mirip sebuah kastil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel Das Schloß, (artinya ”kastil” dan juga ”gembok”), kita dipertemukan dengan sebuah konstruksi yang mendominasi lanskap desa. Kastil itu menguasai wilayah itu, tapi tak tampak siapa yang punya. Ketika K datang untuk menghadap, yang disebut hanya seorang administrator yang bernama Klamm (dalam bahasa Cek berarti ”ilusi”) yang tak pernah bisa ditemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan itu tak jelas, tapi terasa, kadang-kadang muncul, melalui lapisan staf dan telepon yang berdering dan tak disahut. Birokrasi yang impersonal itu pada akhirnya tak menjawab dan tak jelas kepada siapa ia bertanggung jawab. Di balik bangunan besar itu, mungkin sebenarnya hanya ada khaos. Gubernur itu menyerah. Wali kota itu menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;http://tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6213888171305009919?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6213888171305009919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/kastil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6213888171305009919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6213888171305009919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/kastil.html' title='Kastil'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8273279217218459342</id><published>2009-10-09T20:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T20:15:02.421-07:00</updated><title type='text'>Kisah Perwira Kesayangan Soeharto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Ss_8D6D5NnI/AAAAAAAAArE/ynqJqRsd0lI/s1600-h/img00.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 182px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Ss_8D6D5NnI/AAAAAAAAArE/ynqJqRsd0lI/s200/img00.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390804423041169010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Selasa, pengujung tahun 1966. Penjara Militer Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Dua pria berhadapan. Yang satu bertubuh gempal, potongan cepak berusia 39 tahun. Satunya bertubuh kurus, usia 52 tahun. Mereka adalah Letnan Kolonel Untung Samsuri dan Soebandrio, Menteri Luar Negeri kabinet Soekarno. Suara Untung bergetar. "Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih," kata Untung kepada Soebandrio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perkataan Untung sesaat sebelum dijemput petugas seperti ditulis Soebandrio dalam buku Kesaksianku tentang G30S. Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan Untung bahwa ia bakal diselamatkan Soeharto adalah salah satu "misteri" tragedi September-Oktober. Kisah pembunuhan para jenderal pada 1965 adalah peristiwa yang tak habis-habisnya dikupas. Salah satu yang jarang diulas adalah spekulasi kedekatan Untung dengan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperingati tragedi September kali ini, Koran Tempo bermaksud menurunkan edisi khusus yang menguak kehidupan Letkol Untung. Tak banyak informasi tentang tokoh ini, bahkan dari sejarawan "Data tentang Untung sangat minim, bahkan riwayat hidupnya," kata sejarawan Asvi Warman Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempo berhasil menemui saksi hidup yang mengenal Letkol Untung. Salah satu saksi adalah Letkol CPM (Purnawirawan) Suhardi. Umurnya sudah 83 tahun. Ia adalah sahabat masa kecil Untung di Solo dan bekas anggota Tjakrabirawa. Untung tinggal di Solo sejak umur 10 tahun. Sebelumnya, ia tinggal di Kebumen. Di Solo, ia hidup di rumah pamannya, Samsuri. Samsuri dan istrinya bekerja di pabrik batik Sawo, namun tiap hari membantu kerja di rumah Ibu Wergoe Prajoko, seorang priayi keturunan trah Kasunan, yang tinggal di daerah Keparen, Solo. Wergoe adalah orang tua Suhardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia memanggil ibu saya bude dan memanggil saya Gus Hardi," ujar Suhardi. Suhardi, yang setahun lebih muda dari Untung, memanggil Untung: si Kus. Nama asli Untung adalah Kusman. Suhardi ingat, Untung kecil sering menginap di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi Untung kurang dari 165 sentimeter, tapi badannya gempal. "Potongannya seperti preman. Orang-orang Cina yang membuka praktek-praktek perawatan gigi di daerah saya takut semua kepadanya," kata Suhardi tertawa. Menurut Suhardi, Untung sejak kecil selalu serius, tak pernah tersenyum. Suhardi ingat, pada 1943, saat berumur 18 tahun, Untung masuk Heiho. "Saya yang mengantarkanUntung ke kantor Heiho di perempatan Nonongan yang ke arah Sriwedari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jepang kalah, menurut Suhardi, Untung masuk Batalion Sudigdo, yang markasnya berada di Wonogiri. "Batalion ini sangat terkenal di daerah Boyolali. Ini satu-satunya batalion yang ikut PKI (Partai Komunis Indonesia)," kata Suhardi. Menurut Suhardi, batalion ini lalu terlibat gerakan Madiun sehingga dicari-cari oleh Gatot Subroto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/g30s/index.php&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8273279217218459342?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8273279217218459342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/kisah-perwira-kesayangan-soeharto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8273279217218459342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8273279217218459342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/kisah-perwira-kesayangan-soeharto.html' title='Kisah Perwira Kesayangan Soeharto'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Ss_8D6D5NnI/AAAAAAAAArE/ynqJqRsd0lI/s72-c/img00.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1166654357684189144</id><published>2009-10-02T18:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T18:22:01.475-07:00</updated><title type='text'>NIGHT TIME JOURNEY AT MUSEUM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Ssallbo-3KI/AAAAAAAAAq8/DtMSKS2TDB8/s1600-h/museum-bank-mandiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Ssallbo-3KI/AAAAAAAAAq8/DtMSKS2TDB8/s200/museum-bank-mandiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388176066688769186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Jelajah Budaya dan Museum Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersembahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIGHT TIME JOURNEY AT MUSEUM&lt;br /&gt;I Love Batik Nusantara&lt;br /&gt;Sabtu, 10 Oktober 2009&lt;br /&gt;Pukul 18.30 Wib – Selesai&lt;br /&gt;Museum Mandiri&lt;br /&gt;Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya partisipasi : Rp 80.000,- (Delapan puluh ribu rupiah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome Drink&lt;br /&gt;Makan Malam ala Rijsttafel&lt;br /&gt;Walking Tour gedong NHM&lt;br /&gt;Rekontruksi Bank Tempo Doeloe&lt;br /&gt;Live Music&lt;br /&gt;Nonton Film Hindia Belanda Tempo Doeloe&lt;br /&gt;Pin &amp; Sinopsis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran &amp; Registrasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNITAS JELAJAH BUDAYA&lt;br /&gt;0817 99 40173 / 021 99700 131&lt;br /&gt;Email : kartum_boy@yahoo. com&lt;br /&gt;Jelajahbudaya. blogspot. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Maksimal peserta 100 orang&lt;br /&gt;* Disarankan menggunakan dresscode batik, sesuai dengan tema kegiatan kali ini dalam rangka mendukung batik sebagai Warisan Budaya Dunia ( World Heritage)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info @ &lt;br /&gt;Warta Museummandiri&lt;br /&gt;http://3.bp.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1166654357684189144?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1166654357684189144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/night-time-journey-at-museum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1166654357684189144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1166654357684189144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/night-time-journey-at-museum.html' title='NIGHT TIME JOURNEY AT MUSEUM'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/Ssallbo-3KI/AAAAAAAAAq8/DtMSKS2TDB8/s72-c/museum-bank-mandiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1418241104591219094</id><published>2009-10-01T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T19:16:52.146-07:00</updated><title type='text'>Perlu Dicegah Merosotnya Pemahaman Sejarah Generasi Muda</title><content type='html'>Peringatan Hari Kesaktian PancasilaPeringatan Hari Kesaktian Pancasila pada dasarnya adalah untuk memperkokoh Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup Bangsa. Hal ini ini perlu kita sadari dalam rangka mengembalikan Pancasila sebagai dasar, arah, serta paradigma yang selama ini cenderung dilupakan bahkan mungkin hendak ditinggalkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Asisiten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Tavip Agus Rayanto. MSi pada acara malam Tirakatan memperintai Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2009 di Monumen Pancasila Sakti Kentungan, Yogyakarta, Rabu. ( 30 /09/2009). Diakatakan pula oleh Tavip bahwa peringatan hari Kesaktian Pancasila perlu dijadikan refleksi untuk merenungkan bagaimana Bangsa Indonesia saat ini menggunkan Pancasila dalam hidup berbangsa dan bernegara, dalam masa transisi kearah demokrasi yang ternyata telah terjadi krisis dan disintegrasi moral dan mental. ”Untuk mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara, semua elemen masyarakat perlu berkomitmen unutk membela Pancasila. Dalam konteks merevitalisasi Pancasila sebagai Dasar Negara menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis. Seluruh lapisan masyarakat harus menyadari bahwa tanpa suatu platform dalam format dasar Negara atau ideologi , maka suatu bangsa akan mustahil untuk mempertahankan survivalnya”, ujar Tavip A Rayanto. Sementara dalam ceramahnya, Drs. Adaby Darban Dosen Ilmu Budaya UGM mengatakan kita patut bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkan Bangsa Indonesia dan telah memberikan dan menguatkan Pancasila sehingga dapat menjadi perekat dan mengokohka integrasi bangsa Indonesia. Bukti sejarah, lanjutnya, menunjukkan bahwa Monumen Kentungan ini merupakan bukti sejarah korban pemberontakan Gerakan 30 S PKI. Dengan Dewan Revolusinya, PKI melakukan pemberontakan terhadap Negra Kesatuan Republik Indonesia. ”Pemberontakan itu tidak hanya masalah politik kenegaraan, namun lebih dari itu. Sebuah idiologi Marxisme-Komunisme yang anti Tuhan dan anti agama telah memberontak terhadap bangsa yang religius (ber-Tuhan-,ber-Agama) dengan ikatan Pancasila”, tegas Adaby Darban. Dengan upacara di malam hari ini, katanya lebih lanjut, kita mengingat dan sekaligus belajar dari sejarah. Bangsa kita pernah kena virus idiologi Marxistme-Komunisme yang menjelma menjadi Partai Komunis Indonesia ( PKI ), yang bertentangan dengan kehidupan sebagian besar rakyat dan bangsa Indonesia yang memiliki religiositas ber Tuhan dan ber Agama. ”Mereka berkali-kali mengadakan pemberontakan berdarah, menciptakan antagonisme sosial dengan semangat conflict approach, memecah belah persatuan bangsa Indonesia”, katanya. Acara Malam Tirakatan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila diikuti oleh para peserta sebanyak kuran lebih 250 orang, terdiri dari beberapa unsur dan instansi terkait , seperti pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY, TNI dan Pelajar dari beberapa sekolah. Pada acara itu juga diadakan dialog, dipandu oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Prof. Suwarsih Madya, PHd. Salah satu putra pelaku sejarah R. Sugiyono, Ganis Priyono, pada kesempatan itu menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah bahwa setiap tahunya diselenggarakan malam tirakatan. Acara ini, katanya, secara tidak langsung mengenang ayahandanya yang mernjadi korban keganasan PKI. Malam Tirakaatan dilaksanakan di dalam kompleks bangunan Monument Pancasila Sakti, dimana Pahlawan Revolusi R. Sugiyono dan Brigjen Katamso dibunuh dan dimasukan dalam lubang di tengah monumen. Dalam dialog peserta tirakatan mengemukakan pendapat, yang secara umum mengkhawatirkan merosotnya nasionalisme dan pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa. Sekolah-sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA tidak lagi memberikan pelajaran sejarah secara khusus. Kalaupun diberikan, tidak mendalam. Direkomendasikan pula pada malam itu agar pelajaran sejarah diberi porsi khusus dalam Kurkulum Pendidikan. Prof. Suwarsih Madya PHd mengusulkan hal itu untuk dimulai di DIY dengan memberikan pelajaran sejarah di sekolah dan dapat dikemas sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga mudah diterima dan dipahami. ( dyk ) Ro. Umum, Humas dan Protokol &lt;br /&gt;Sumber: YOGYAKARTA, (30/09/09), pemda-diy.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1418241104591219094?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1418241104591219094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/perlu-dicegah-merosotnya-pemahaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1418241104591219094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1418241104591219094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/10/perlu-dicegah-merosotnya-pemahaman.html' title='Perlu Dicegah Merosotnya Pemahaman Sejarah Generasi Muda'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-9029213328955894682</id><published>2009-09-28T19:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T19:22:16.544-07:00</updated><title type='text'>KENANGAN TRANSPORTASI KERETA UAP</title><content type='html'>KENANGAN TRANSPORTASI KERETA UAP : ANTARA AMBARAWA DAN PINJARRA&lt;br /&gt;Oleh: Devi Kausar&lt;br /&gt;Graduate School of International Development, Nagoya University Japan&lt;br /&gt;E-mail : devikausar@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada masanya kereta uap pernah berjasa menjadi alat transportasi di berbagai belahan dunia. Kereta uap pertama kali digunakan sebagai alat angkutan umum pada tahun 1825 di jalur yang menghubungkan kota Stockton dan Darlington di Inggris (Ganeri et al. 2001).&lt;br /&gt;Bentuk lokomotif kereta uap sangat berbeda dengan kereta bertenaga diesel maupun kereta listrik yang menggantikan keberadaannya. Lokomotif kereta uap mempunyai fitur yang khas berupa tempat menyimpan batu bara sebagai bahan bakarnya, sebuah tangki air (boiler), dan sebuah cerobong asap. Saat berjalan kereta uap akan terus mengeluarkan uap dari cerobongnya. Warna lokomotif pun bermacam-macam dan dengan bentuk lokomotifnya yang khas menjadi keindahan tersendiri yang masih dikenang hingga kini.&lt;br /&gt;Nostalgia kereta uap sering dituangkan dalam film dan buku, antara lain film seri anak-anak “Thomas the Tank Engine” tentang kehidupan kereta uap yang dapat berbicara dan mempunyai karakter yang berbeda-beda di Pulau Sodor, Inggris dan di film-film Harry Potter sebagai kereta yang mengangkut murid-murid sekolah sihir Hogwarts dari London ke Hogwarts. Kereta uap juga menjadi karakter utama dalam buku anak-anak “The Little Engine that Could” yang bercerita mengenai keteguhan hati sebuah kereta uap kecil yang harus melewati bukit yang menanjak sambil menarik gerbong-gerbong yang berat di belakangnya.&lt;br /&gt;Di Indonesia, kereta uap pertama kali dioperasikan pada masa penjajahan Belanda di jalur Kemijen dan Tanggung, Jawa Tengah pada tanggal 17 Juni 1864 (Lee 2003). Jarak antara Kemijen dan Tanggung hanya 26 km, namun jalur tersebut kemudian berkembang menjadi jalur rel yang menghubungkan Semarang, Solo, dan Yogyakarta.  Sejak saat itulah kereta uap turut mewarnai dan menjadi saksi sejarah dinamika kehidupan di Pulau Jawa dan Sumatra sampai sekitar tahun 80an.&lt;br /&gt;Nostalgia Kereta Uap sebagai Atraksi Pariwisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tempat di penjuru dunia, kereta uap saat ini menjadi atraksi utama pariwisata. Bahkan beberapa pihak menginginkan jalur-jalur kereta bersejarah seperti jalur Ipswich – Toowoomba di Australia, the Darjeeling Himalayan Railway, dan jalur Ambarawa – Bedono di Jawa Tengah dijadikan sebagai salah satu Pusaka Dunia (World Heritage) (Lee 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFuthMfcrI/AAAAAAAAAqs/Nnh3LxBIkJY/s1600-h/java06003.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFuthMfcrI/AAAAAAAAAqs/Nnh3LxBIkJY/s200/java06003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386708357595755186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gb. 1. Kereta Uap Tertua koleksi Ambarawa, C1218 Hartmann (2152/1896). Sumber foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.internationalsteam.co.uk/ambarawa/locos/C1218.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Museum Kereta Api Ambarawa yang dulunya bernama Stasiun Willem I Ambarawa (didirikan oleh the Netherlands Indische Spoorweg Maatschappij – NIS pada tahun 1873) diresmikan pada tahun 1976. Museum ini memiliki sekitar 21 loko uap yang terletak di halaman museum. Beberapa di antara loko uap tua tersebut mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Loko C28 buatan pabrik lokomotif Jerman (Henschel, Hartmann Chemnitz, dan Esslingen pada 1921-1922) misalnya merupakan loko penarik kereta Kepresidenan Republik Indonesia setelah 1945. Loko C28 yang kecepatannya bisa mencapai 110 kilometer per jam dan merupakan salah satu loko tercepat pada masa 1920an itu telah berjasa besar dalam membantu pelarian Presiden Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 3 Januari 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi lain yang bahkan menyimpan cerita sejarah dunia adalah loko D5106. Loko produksi Hartmann Chemnitz tahun 1920 ini pernah bertugas di jalur Hedjaz Railway untuk melayani perjalanan KA penumpang yang khusus mengangkut jemaah haji dan logistik tentara Turki pada masa pemerintahan Utsmaniyah di Turki. Pada masa itu, jalur Hedjaz Railway menghubungkan Damaskus, Suriah dengan Amman, Yordania, serta Madinah, Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, koleksi loko-loko bersejarah tersebut kini kondisinya cukup memprihatinkan dan tak terawat. Sebagian besar lapisan cat pada bodi loko tersebut telah mengelupas dan tak lagi menarik dipandang mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb. 2. Staf Museum Kereta Api Ambarawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: http://www.internationalsteam.co.uk/ambarawa/shed.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Kereta Api Ambarawa juga menawarkan kesempatan naik kereta uap ke Stasiun Bedono yang terletak 9 kilometer dari museum. Sebuah loko yang masih berfungsi dengan cukup baik beserta dua gerbong penumpang siap untuk mengangkut wisatawan. Tetapi untuk naik kereta ini pengunjung tidak bisa membeli karcis secara perorangan. Kereta uap yang masih berfungsi ini hanya dapat disewa secara penuh untuk satu kali perjalanan, yaitu kira-kira sebesar 3,2 juta rupiah. Oleh karenanya, sulit bagi pengunjung yang tidak datang bersama rombongan dan tidak memesan lebih dulu paket perjalanan untuk merasakan pengalaman naik kereta uap di Ambarawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Ambara dan Pinjarra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Ambarawa, lain pula halnya atraksi kereta uap di Pinjarra, Australia Barat yang dikelola oleh Hotham Valley Tourist Railway, sebuah perusahaan swasta yang sengaja mengemas nostalgia kereta uap menjadi atraksi wisata. Tidak seperti Museum Kereta Api Ambarawa yang koleksi lokonya adalah loko yang memang pernah digunakan di Indonesia, beberapa koleksi Hotham Valley Tourist Railway sengaja dibeli dan didatangkan dari belahan dunia untuk beroperasi di jalur wisata tersebut. Kesamaan jalur Hotham Valley dan jalur Ambarawa – Bedono adalah bahwa keduanya merupakan jalur yang pada masa silam memang berfungsi sebagai jalur transportasi umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFvNPNJ2oI/AAAAAAAAAq0/ZCXH_Wy8mY0/s1600-h/image003.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFvNPNJ2oI/AAAAAAAAAq0/ZCXH_Wy8mY0/s200/image003.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386708902522509954" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb. 3. Lokomotif di Hotham Valley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: www.hothamvalleyrailway.com.au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotham Valley Tourist Railway tidak mempunyai museum secara khusus seperti di Ambarawa karena hampir seluruh koleksi loko serta gerbongnya digunakan untuk mengangkut para wisatawan lokal maupun mancanegara di Pinjarra maupun Dwellingup (kedua kota kecil ini terletak kira-kira 90an kilometer dari ibukota Australia Barat, Perth). Pada akhir minggu, perusahaan ini bahkan membuat paket wisata kereta uap yang berangkat dari Stasiun Perth di Kota Perth ke Kota Pinjarra, Dwelingup, atau kota lainnya. Jenis paket yang ditawarkan juga beragam, mulai dari “Forest Railway” yaitu menyusuri hutan di Dwellingup, “Steam Rangers” di jalur yang menghubungkan Pinjarra dan Dwellingup, “Restaurant Train” yaitu paket perjalanan berikut makan di kereta uap, sampai “The Mistery Train” yaitu paket perjalanan yang di dalamnya para penumpang akan terlibat dalam sebuah permainan untuk memecahkan persoalan misteri. Untuk mengikuti perjalanan di jalur wisata kereta uap ini, wisatawan dapat membeli karcis secara perorangan dengan harga yang cukup terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan sejarah loko-loko yang digunakan pada jalur Pinjarra dan sekitarnya mungkin tidak sebanding dengan sejarah beberapa loko di Museum Kereta Api Ambarawa yang sangat tinggi nilainya. Namun demikian, pengelolaan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, sebagai saksi sejarah perkeretaapian di Indonesia, dan khususnya sebagai atraksi pariwisata masih bisa lebih ditingkatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi wisatawan. Di Museum Kereta Api Ambarawa, fasilitas umum seperti toilet yang memadai kurang tersedia. Sedangkan fasilitas-fasilitas lain yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman berwisata, seperti tempat makan atau restoran yang menawarkan menu khas setempat atau toko cindera mata tidak tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, Kota Pinjarra yang merupakan pusat dari Hotham Valley Tourist Railway adalah juga sebuah kota kecil seperti halnya Ambarawa. Namun demikian, pengelola paket kereta uap yang merupakan perusahaan swasta bersinergi dengan badan promosi pariwisata kota dalam hal promosi jalur wisata Hotham Valley dan dalam menjual cindera mata Hotham Valley di pusat informasi pariwisata Kota Pinjarra maupun Kota Dwellingup. Pengalaman berwisata pun menjadi lebih lengkap karena wisatawan dapat membeli aneka cindera mata (baik yang berhubungan dengan kereta uap maupun tidak), mencicipi hidangan di restoran setempat, bahkan dapat memperoleh informasi tentang berbagai obyek wisata lain dari pusat informasi pariwisata yang terletak tidak jauh dari stasiun kereta uap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Museum Kereta Api Ambarawa dikelola oleh pemerintah dan Hotham Valley Tourist Railway dikelola oleh swasta, namun tidak menutup kemungkinan pengelola museum dapat bersinergi dengan pihak swasta dalam menciptakan atraksi pariwisata atau dalam menyediakan fasilitas yang lebih memadai bagi para wisatawan. Kuncinya adalah kreativitas dan kesadaran bahwa aset yang dimiliki adalah aset yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.         Ganeri, A., Hibbert, A., Malam, J., Oliver, C., Oxclade, C., Pickering, J. And Robson, D. (2001) Amazing Questions and Answers. Parragon Book, UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.         Lee, R. (2003) Potential Railway World Heritage Sites in Asia and the Pacific. Institute of Railway Studies, University of York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.york.ac.uk/inst/irs/irshome/papers/robert2.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.         Harian Kompas edisi 25 Juni 2005, Museum KA Ambarawa, dari Soekarno hingga Hedjaz Railway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.         http:// 64.203.71.11/kompas-cetak/0506/25/Wisata/1794597.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copyright: http://io.ppi-jepang.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-9029213328955894682?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/9029213328955894682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/09/kenangan-transportasi-kereta-uap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/9029213328955894682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/9029213328955894682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/09/kenangan-transportasi-kereta-uap.html' title='KENANGAN TRANSPORTASI KERETA UAP'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFuthMfcrI/AAAAAAAAAqs/Nnh3LxBIkJY/s72-c/java06003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8464316973858218971</id><published>2009-09-28T18:48:00.001-07:00</published><updated>2009-09-28T18:59:40.198-07:00</updated><title type='text'>kereta uap wisata solo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFng-A1JoI/AAAAAAAAAqU/LBj0mPXP2C8/s1600-h/kereta+uap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFng-A1JoI/AAAAAAAAAqU/LBj0mPXP2C8/s200/kereta+uap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386700445411780226" /&gt;&lt;/a&gt;sumber: http://farm3.static.flickr.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, Minggu (27/9), meresmikan pengoperasian kereta wisata di Kota Solo. Kereta api yang merupakan kereta uap kuno itu menggunakan lokomotif berwana hitam jenis C1218 buatan Jerman tahun 1896. sumber: http://regional.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFo4ATp9jI/AAAAAAAAAqc/ivwEh9jV8Uo/s1600-h/kereta+uap+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFo4ATp9jI/AAAAAAAAAqc/ivwEh9jV8Uo/s200/kereta+uap+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386701940676228658" /&gt;&lt;/a&gt;sumber: http://farm4.static.flickr.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFpRNjF56I/AAAAAAAAAqk/jjHQ4vgelN4/s1600-h/java06003.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFpRNjF56I/AAAAAAAAAqk/jjHQ4vgelN4/s200/java06003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386702373727365026" /&gt;&lt;/a&gt; sumber: http://www.internationalsteam.co.uk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8464316973858218971?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8464316973858218971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/09/kereta-uap-wisata-solo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8464316973858218971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8464316973858218971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/09/kereta-uap-wisata-solo.html' title='kereta uap wisata solo'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsFng-A1JoI/AAAAAAAAAqU/LBj0mPXP2C8/s72-c/kereta+uap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4219690022806244791</id><published>2009-09-28T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T01:01:02.847-07:00</updated><title type='text'>ANTARA SEJARAH DAN MASA LAMPAU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsBtIGQYmkI/AAAAAAAAAqM/-Fe7gO7yGmg/s1600-h/Faces-of-time-past.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsBtIGQYmkI/AAAAAAAAAqM/-Fe7gO7yGmg/s200/Faces-of-time-past.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386425140220828226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan masa lampau adalam dua hal (dwitunggal) yang tidak dapat kita lepaskan dan tidak dapat kita pahami satu persatu secara terpisah. Sejarah adalah bagian dari masalampau begitu juga masalampau adalah unsure penting dari sejarah. Hal ini pelu saya kemukakan karena dalam pemahaman sejarah kita sebagai seorang awam terkadang memukul rata (gebyahuyah) terhadap pemahaman sejarah. Tidak sedikit orang menganggap bahwa sejarah adalah masa lampau begitu juga setiap peristiwa masa lampau kita sebut dengan sejarah. Dalam persoalan ini ada hal mendasar yang perlu saya kemukakan agar pemahaman kita terhadap sejarah sesuai dan benar tidak salah kaprah, diantaranya ialah pemahaman sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah. Dalam buku Pemahaman Sejarah Indonesia Sebelum dan Sesudah Revolusi terbitan LP3ES dijabarkan dengan lugas hal apa saja yang membatasi diantara pemahaman keduanya. Berbeda dengan disiplin ilmu yang lain sejarah memang sangat unik sesuai dengan sifatnya-sifnya enmaling dan hanya sekali terjadi dengan demikian tidak mungkin terluang kembali dalam waktu yang sama dan peristiwa yang sama. Sesuai dengan sifat dari sejarah itu sendiri maka kita harus hati-hati mengkatagorikan mana sejarah yang termasuk kedalam sebuah kisah dan sebuah peristiwa. Hal ini sangat penting guna mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan pendapat kita yang keluar. Sejarah sebagai sebuah peristiwa ialah semua hal yang terjadi hanya satu kali dan tidak mungkin terjadi lagi baik sama persis waktu, peristiwa, motif, dan kejadian yang melatar belakangi. Peristiwa yang demikian bisa kita sebut sebagai peristiwa sejarah dengan asumsi peristiwa tesebut tidak dapat kita ulangi lagi. Sedangkan sejarah sebagai sebuah kisah ialah sejarah yang telah melalui tahap penulisan oleh seorang sejarawan. Sejarah tiadalain ialah hasil karya dari seorang sejarawan yang telah melakukan interprestasi terhadap suatu data-data baik data primer maupun sekunder .dengan menggunakan metode ilmiah khusus yang menghasilkan tulisan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Dengan demikian seharusnya kita memposisikan sejarah sebagai salah satu usaha kita untuk memahami masa lapau untuk kita gunakan di masa sekarang dan untuk menyusun masa depan yang lebih baik. Karena dengan memahami sejarah secara tepat maka kita dapat memberikan yang terbaik untuk hidup kita baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sejarah dan masa lampau adalah satu kesatuan sejarah tidak mungkin ada tanpa masa lampau begitupun tanpa ada sejarah kita tidak dapat memahami masa lampau. Sejarah sebagai kisah dan peristiwa sudah jelas perbedaannya, dimana sejarah yang kita pelajari di linggkungan akademis baik sekolah dasar samapai perguruan tinggi ialah sejarah sebagai sebuah kisah yang dapat kita pertanggungjawabkan. Dengan demikian tidak ada alasan untuk menganggap sejarah sebagai disiplin ilmu yang menjenuhkan dan tidak penting. Sejarah akan selalu dibutuhkan oleh generasi mana saja, kapan saja, dan dimana saja untuk membantu mengerti jati diri yang sebenarnya dan untuk menuntun langkah yang tepat untuk menentukan masa depan yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4219690022806244791?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4219690022806244791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/09/antara-sejarah-dan-masa-lampau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4219690022806244791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4219690022806244791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/09/antara-sejarah-dan-masa-lampau.html' title='ANTARA SEJARAH DAN MASA LAMPAU'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SsBtIGQYmkI/AAAAAAAAAqM/-Fe7gO7yGmg/s72-c/Faces-of-time-past.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1269994688926158376</id><published>2009-08-26T07:08:00.001-07:00</published><updated>2009-08-26T07:08:50.709-07:00</updated><title type='text'>Lindungi Warisan Budaya</title><content type='html'>Tak meneherankan jika kemudian banyak warisan budaya kita banyak dikalaim oleh negara lain jika kita menilik seberapa peduli kita dalam ngugemi ( baca: mempelajari dan melestarikan) warisan budaya kita. Warisan budaya kita sangatlah kaya, kita tilik dari ratusan suku bangsa kita yang mempunyai aneka ragam kebudayaan yang berbeda satu dengan lannya. Namun kiranya tesis yang mengatakan demikian serasa terbantahkan  utuk klaim atas tarian Pendet (Bali). Betapa tidak tarian yang sangat populer dan dikembangkan oleh masyarakat Bali serta merta dianggap kepunyaan Malaysia. Walau terdapat bantahan dari kedubes Malaysia yang diwakilkan oleh 3 korang kuasa usaha  sementara kedutaan besar Malaysia (KR. 25 Agustus 2009) bahwa pemerintah malaysia tidak pernah mengklaim dan yang ada selama ini ialah salah paham dan iklan yang diproduksi tersebut ialah produksi swasta. Ini merupakan sesuatu hal yang tidak masuk akal bagai mana tidak iklan visit malaysia year beredar tanpa sepengetahuan pemerintah malaysia?. &lt;br /&gt;Sebagai bangsa yag besar kita harus mengkoreksi diri ada apa sebenarnya dibalik semua peristiwa klam mengkalam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1269994688926158376?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1269994688926158376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/08/lindungi-warisan-budaya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1269994688926158376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1269994688926158376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/08/lindungi-warisan-budaya.html' title='Lindungi Warisan Budaya'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7047375047736625924</id><published>2009-08-25T19:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T19:59:32.578-07:00</updated><title type='text'>Padri</title><content type='html'>Senin, 24 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan puasa tahun 1818, Thomas Standford Raffles memasuki pedalaman Minangkabau. Ia ingin menemukan kerajaan Pagaruyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita, kerajaan ini tegak sebelum Islam datang, tapi sejak orang Portugis mendatanginya di tahun 1648 ia tak pernah lagi diketahui orang luar. Pagaruyung hidup bagaikan sebuah kerajaan dongeng, berlanjut sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, Raffles praktis tak menemukan petilasan apa pun. Yang dilihatnya cuma seonggok puing yang dibatasi pohon buah dan nyiur. Tapi, seperti ditulis dengan menarik oleh Jeffrey Hadler dalam Muslims and Matriarchs, (NUS Press, 2009), Raffles mampu merekonstruksi sebuah masa lalu dari fantasi hingga jadi sejarah, mungkin melalui “a feat of archeological alchemy”. Maka lahirlah Pagaruyung yang megah tapi tak bersisa. Konon ia tiga kali terbakar dan reruntuhannya terabaikan selama Perang Padri yang waktu itu baru tiga tahun berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Raffles, (ia masih Letnan-Gubernur Inggris di Bengkulu), tema itu penting. Ia seorang Inggris yang tertarik kepada apa saja yang “India”, dan ingin membuktikan adanya kekuasaan Hindu-Melayu yang kemudian runtuh karena datangnya Islam. Tersirat dalam pandangannya, Islam adalah kekuatan pendatang yang tak membangun apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Islam, bagi Raffles, adalah Islam sebagaimana ditampakkan kaum Padri: sejumlah orang berjubah putih dan bersorban dalam pelbagai bentuk, berjanggut pula, dan jadi variasi lokal dari kaum Wahabi yang keras dan sewenang-sewenang di gurun pasir Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangannya tentang Islam tak ramah tapi dalam satu hal Raffles tak sepenuhnya salah. Kaum Wahabi yang menguasai Mekkah sejak 1806 sampai dengan 1812 mengumandangkan ajaran yang menampik tafsir apapun tentang Qur’an. Mereka dengan keras menuntut agar kaum muslimin kembali ke teks kitab suci dan Hadith, (seakan-akan sikap mereka sendiri bukan sebuah tafsir), dan di Hijaz mereka bakar kitab, mereka hancurkan kubur dan tempat ziarah, dan mereka habisi orang-orang yang tak sepaham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa itulah tiga orang haji dari Minangkabau pulang. Mereka tak bisa lagi menerima kebudayaan Minangkabau yang matriarkat. Penampikan mereka radikal. Haji Miskin, salah seorang dari ketiga haji itu, mendirikan desa-desa yang dilingkari tembok, dan mencoba menerapkan sejenis budaya Arab di wilayah pedalaman Sumatra Barat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap radikal itu membuka jalan kekerasan. Dalam buku Hadler dikutip laporan bagaimana Tuanku nan Renceh membunuh bibinya sendiri. Jihad pun dimaklumkan terhadap lapisan sosial yang matriarkal, rumah-rumah gadang dibumihanguskan dan para pemimpin adat dibunuh. Pada 1815, dengan pura-pura mengundang berunding, kaum Padri membinasakan keluarga kerajaan Pagaruyung di dekat Batusangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada 1821 kekuasaan kolonial Belanda masuk ke kancah sengketa. Tapi konflik bersenjata itu masih panjang, dan barus habis setelah 27 tahun. Apa sebenarnya yang didapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan, tentu, tapi juga satu titik, ketika orang menyadari bahwa tiap tatanan sosial dibentuk oleh kekurangannya sendiri. Kaum Padri bisa mengatakan bahwa Islam adalah sebuah jalan lurus. Tapi jalan yang paling lurus sekali pun tetap sebuah jalan: tempat orang datang dari penjuru yang jauh dan dekat, berpapasan, tak menetap. Yang menentukan pada akhirnya bukanlah bentuk jalan itu, melainkan orang-orang yang menempuhnya. Islam jalan lurus, tapi Minangkabau akhirnya tak seperti yang dikehendaki kaum Padri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang cukup arif untuk menerima ketidak-sempurnaan itu adalah Tuanku Imam Bonjol. Muslims and Matriarchs -- yang dipuji Sejarawan Taufik Abdullah sebagai salah satu buku terbaik tentang Minangkabau selama dua dasawarsa terakhir – menampilkan segi yang menarik dalam hidup tokoh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bonjol bukanlah tokoh paling agresif dalam gerakan Padri. Tapi sudah sejak awal 1800-an ia ikut membentuk sebuah bentang Padri di Alahan Panjang. Kemudian ia pindah ke Bonjol, yang jadi pusat yang kaya karena berhasil mengumpulkan hasil jarahan perang. Dari sini ia mengatur pembakaran di Koto Gadang dan peng-Islam-an masyarakat Batak di Tapanuli Selatan. Imam Bonjol ulung dalam pertempuran, juga ketika menghadapi pasukan Belanda, karena ia menguasai sumber padi dan tambang emas yang menjamin suplai yang tetap bagi pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia bukan seorang yang membabi buta dalam soal ajaran. Memoarnya, Naskah Tuanku Imam Bonjol, menyebutkan bagaimana pada suatu hari ia bimbang: benarkah yang dijalankannya sesuai dengan Qur’an? Selama delapan hari ia merenung dan akhirnya ia mengirim empat utusan ke Mekkah. Pada 1832 utusan itu kembali dengan kabar: kaum Wahabi telah jatuh dan ajaran yang dibawa Haji Miskin dinyatakan tak sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Imam Bonjol pun berubah. Ia mengundang rapat akbar para tuanku, hakim, dan penghulu. Ia mengumumkan perdamaian. Ia kembalikan semua hasil jarahan perang. Ia berjanji tak akan mengganggu kerja para kepada adat. Sebuah kompromi besar berlaku. Di tahun 1837, administratior Belanda mencatat bagaimana masyarakat luas menerima formula yang lahir dari keputusan Imam Bonjol itu: “Adat barsan di Sarak dan Sarak barsan di Adat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, syariat Islam ternyata tak bisa berjalan sendiri – juga seandainya perang Padri diteruskan. Paguruyung tersisa atau tidak, kerajaan pra-Islam itu hanya mitos atau bukan, tapi ada sesuatu yang tetap bertahan dari masa lampau – sesuatu yang tak tertangkap oleh hukum apapun, sesuatu Entah yang ada bersama sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;sumber: http://tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7047375047736625924?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7047375047736625924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/08/padri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7047375047736625924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7047375047736625924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/08/padri.html' title='Padri'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7348034868674430489</id><published>2009-08-03T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T01:07:19.714-07:00</updated><title type='text'>PENYELIDIKAN PREHISTORY</title><content type='html'>Masa kini adalah jumlah hidup dari masa sebelumnya. Untuk sekedar mengerti  akan makna masa silam itu, untuk memahami bagaimana tumbuh serta terjadinya segala apa, menjadilah suatu keharusan dan kewajiban untuk mengusut dan mempelajari dokumen-dokumen dan peniggalan-peninggalan yang berasal dari masa silam itu, selama masih mungkin, dan sisa-sisanya masih ada. Tiada kurangnya mengenai masa lampau yang sejauh-jauhnya, ialah prehistory, yang meliputi bagian terbesar kurang lebih 99% dari sejumlah waktu adanya umat manusia.&lt;br /&gt;Dokumen-dokumen tadi tersembunyi dalam lapisan-lapisan bumi yang sangat tua, untuk menimbulkannya kembali dengan jalan penggalian yang sistematis dan kemudian untuk mempelajarinya, adalah tugas adalah dipikulkan kepada ahli prehistory dari dinas purbakala. &lt;br /&gt;Evolusi manusia, dipandang dari sudut padang anatomi dan kebudayaan tidak selalu berrti kemajuan. Adakalanya berhenti, ada waktunya jatuh dan disuatu tempat musnah. Tetapi dari runtuhan tersebut kebanyakan timbullah sesuatu yang lebih baik. Jenis-jenis manusia datang dan lenyap kembali dari bumi. Peradaban-peradaban timbul, berkembang dan runtuh atau terkubur dalam kebudayaan lain. Tetapi corak umumnya selalu ialah kemajuan.&lt;br /&gt;Semakin jauh kita mengikuti manusia ke dalam masa silam, semakin nampak manusia itu menjadi bagian dari alam dan dari lingkungannya yang menguasainya sepenuhnya. Baru kemudian sekali manusia belajar untuk menaklukan dan menguasahi alam dalam berbagai hal. &lt;br /&gt;Makhluk-mahluk pertama yang bersifat manusia di Indonesia ialah seperti Phitecanthropus Erectus (Manusia kera yang berjalan tegak) dari Trinil, masih banyak memiliki sifat kebinatangan. Kepalanya seperti kepala kera, tak berdagu, tak tegas lengkungan dahinya, dan diatas kelopak mataya tulangnya menonjol tebal. Otaknya lebih sedikit besarnya daripada otak manusia sekarang. Tetapi anggota badannya telah sama sekali seperti kepunyaan manusia. Bahwa mahluk ini adalah manusia sekarang ini tidak lagi disangsikan.  Ternyata mereka telah dapat membuat alat-alat kasar  dari batu, bahkan membuat api. Dan binatang manakah yang dapat meniru? Manusia kera itu hidupnya masih sengsara (sederhana sekali), yang dimakan ialah yang ia dapatkan dari lingkungannya, jadi sebagaimana ia peroleh dari alam dalam keadaan sewajarnya. Tak ada dalam pikirannya bertindak mengatur sendiri untuk menjaga, menambah, makanan dengan bercocok tanam dan memeliharanya. Hari esok tak masuk dalam pikirannya apa yang ia tangkap, yang ia dapat, segeralah dimakan. tak pernah ia menyimpan guna persediaan. Hidup berkeluarga pasti telah dikenal, tetapi apakah ia telah dapat berbicara tidaklah diketahui.&lt;br /&gt;Penyelidikan terhadap bekas-bekas yang tertua dari umat manusia sifatnya masih bercorak ilmu alam sama sekali. Yang menjadi dasar ialah Geologi dan Paleantologi. Sisa-sisa rangka yang telah membatu dan alat-alat batu itu ditemukan dalam bekas-bekas lahar dan lapisan tanah pengendapan kali dan laut zaman dahulu, terutama di Jawa, tetapi belum lama berselang untuk pertama kalinya juga di Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;Sisa-sisa rangka dan tengkorak dari Pithecanthropus, dari manusia Solo yang mewakili tingkat sederhana dari manusia Neanderthal yang hidup nya sebelum jenis-jenis manusia sekarang, kemudian sisa-sisa dari manusia Wajak yang yang mengalahkan kita karena otaknya lebih besar dari pada manusia modern. Selanjutnya alat-alat bantu dari Pacitan, ialah alat-alat penetak terbuat dari batu-batu kali yang dipecahkan dan dikerjakan pada satu sisi saja secara kasar. Cara demikian itu menjadi sebagian dari lingkungan kebudayaan besar dari lingkungan kebudayaan besar yang terdapat diseluruh Asia Tenggara. Di Tiongkok utara terdapatnya bersama-sama dengan bagian-bagian rangka manusia Peking yang mirip sekali kepada Pithecanthropus Erectus dari Jawa. Suban-suban dan bilah-bilah batu yang dipangkan secara teratur dari batu terasnya, yang dihadapkan di Sangiran di Jawa dan Cabenge di Sulawesi Selatan. Dan alat-alat penetak yang terbuat dari tanduk-tanduk rusa yang telah habis mati, dari Ngandong di lembah kali Solo.&lt;br /&gt;Tak disatu tempatpun didunia ini telah ditemukan demikian banyaknya bermacam-macam manusia fosil seperti di Jawa, meskipun penyelidikan-penyelidikannya masih sangat bersifat sementara. Pendapatan-pendapatan tersebut menjadi pusat minat ilmu pengetahuan oleh karena mengenai masa yang mula-mula sekali dari pertumbuhan bentuk serta perkembanga umat manusia. Menjelang peperangan ditemukan sisa-sisa dari semacam raksasa yang hidup di Jawa setengah juta tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Kita sekarang mengetahui binatang apa saja yang hidup bersamaan waktunya dengan manusia-manusia tertua itu. Tingkatan rendah dari gajah, kudanil, hyena, rusa, badak, jenis kerbau, dan harimau raksasa. Binatang-binatang ini telah lama musnah dari bumi. Seandainya tak diketemukan kembali fosil-fosil tulang belulang mereka, tak pernahkah kita akan mengetahui sedikitpun dari adanya mereka. &lt;br /&gt;Dengan istilah geologi kepulauan Indonesia itu umumya demikian mudanya (kebanyakan baru timbul diatas permukaan laut pada zaman ahir masa TERTIAIR sehingga tak mungkinlah bahwa binatang-binatang dan manusia itu terjadinya disini. Mereka harus datang kemari dari benua Asia. Dengan berenang? Tak dapatlah binatang menyusui itu.  Tetapi selama zamn es dimana tepatnya permukaan air lut turun hingga kurng lebih 100 meter, menjadikan laut jawa yang dangkal berubah menjadi tanah. Maka terjadilah titian  itu  tanah yang menghubungkan pulau-pulau Sunda besar dengan Daratan Asia melalui Semenanjung Malaka. Melewati titian itu datanglah binatang-binatang menyusui yang besar dan mendiami kepulauan kita sekarang ini. Perhubungan itu terjadi berulang-ulang , tetapi terputus sesekali jika air laut naik. Pada zaman es luas tanah wilayah kita lebih besar daripada sekarang ini. Saat itu laut Jawa menjadi tanah Pula. Diamana dilalui sungai yang sangat besar sekali, lebih besar daripada sungai Misisipi. Bengawan ini juga yang membawa air dari kali-kali di Kalimantan Barat dan Bagian timur Sumatra dan ahirnya bermuara di Laut Tiongkok Selatan.&lt;br /&gt;Semua binatang menyusui dan manusia-manusia tertua sudah lama sekali musnah.  Tetapi mereka  digantikan oleh manusia-manusia dan biatang lainnya. Orang-orang kemudian hampir secara bersamaan  waktu datang mendiami Indonesia  semua termasuk jenis Homo Sapiens (jenis yang meliputi seluruh umat manusia yang hidup sekarang).Yang masuk kekepulauan ini dengan melalui Malaka dan Filipina adalah suku-suku bangsa AUSTRALO-MELANOSOIDE, WEDDA, dan NEGRITO. Manusia-manusia ini tingkat peradabanya masih sangat sederhana diamana mereka sebagai pemburu dan mengumpulkan makanan, dan masing-masing diantara mereka ialah memepunyai kebudayaannya masing-masing yang berbeda-beda. Pada suatu waktu kira-kira pada enam ratus ribu tahun yang lalu, sudah ada kecondongan kearah tinggal menetap untuk waktu yang lama, seperti di tepi-tepi pantai yang kaya akan kerang-kerang, dan menjamin adanya makanan, terutama untuk waktu yang lama. Mereka hidup setengah mengembara. Mereka tinggal secara berkelompok antara 40 hingga 100 orang. Pembagian kerja sudah ada terutama didasarkan atas jenis kelamin.&lt;br /&gt;Bentuk kebudayaan yang pertama ialah saat dari batu kali yang dikerjakan sebelah sisi saja secara kasar dan biasanya berbentuk lonjong. Dengan alat-alat tersebut dipancunglah kerang-kerang itu dari batu karangnya. Setelah dimakan isinya, kulit kerang tersebut dilempar begitusaja, sehingga tertimbun hingga bermeter-meter tingginya. Dalam timbunan kerang tersebut kelak ditanam pula mayat-mayat penduduk disana. Mayat-mayat itu telah dirawat baik-baik, kadang dikubur dengan dilipat lututnya, ada kalanya yang mati diberi bawaan di kuburannya berupa kulit-kulit kerang yang berlobang, dan ada yang ragkanya ditebari sejenis cat merah. Kecuali dipiggir-pinggir pantai orang pada masa itu juga mendiami gua-gua. Kebudayaan itu datang dari penduduk yang masuk melalui Malaka, Karena bekas-bekasnya yang terutama ditemukan di Sumatra timur laut sampai Tonkin. Pendukung kebudayaan ini adalah orang-orang yang berkepala panjang, bergigi besar dan bercorak AUTRALO-MELANOSOIDE. &lt;br /&gt;Adapun bentuk kebudayaan kedua jauh lebih beragam lagi dan megenal jauh lebih banyak alat-alat. Alat-alat yang berupa seperti pecahan-pecahan hasil dipukulinya batu dengan cara tertenu dan selanjutnya lagi dikerjakan secara teliti menjadi pisau, alat pengeruk, penggores, Ujung lembing, Ujung Panah, Gurdi, Pengait, ada yang dari batu ada pula yang dari tulang. Semuanya berasal dari kebudayaan MIKROLITHIKUM. Kebanyakan didapatkan dari dalam gua-gua di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan juga disekeliling danau seperti di dataraan tinggi Bandung, Dan dataran Kerinci. Jenis batu yang sering digunakan seringkali sangat indah. Diataranya ialah jenis Chalcedon dan Obsidian. Pendekatan yang menjadi bahan ialah bahan jenis batu yang mudah dibelah namun keras. Alat-alat tersebut sering digunakan sebagai berburu dan menangkap ikan.&lt;br /&gt;Rangka-rangka manusia dari kebudayaan ini tidak kita kenal karena mayat-mayatnya tidak ditanam didalam gua melainkan diatas pohon. Setelah beberapa lama tulang-tulang tersebut dibagikan kepada ahli warisnya sebagai tanda peringatan. Dibawanya tulang belulag ini kemana-mana seringkali bertahun-tahun untuk mengingat orang yang telah mati. Yang di ketemukan kembali dari penggalian hanyalah sebagian kecilnya saja, teruatama tulang-tulang rahang bawah dan bagian atas dari tengkorak. Lebih jaeang diketemukan  ialah bagian bawah rangka. Sisa-sisa tersebut selalu menunjukan berasal dari jenis manusia yang kecil dan bergigi kecil pula. Kebudayaan ini telah mengenal TOTENISME CLAN. cat merah banyak digunakan untuk mengulasi muka dan tubuh pada waktu diadakan upacara. Masyarakat juga telah pandai mengukir batu karang baik gambar binatang, bintang, dan cap-cap tangan atas dasar bercat merah. Pada lukisan seekor babi hutan sedang, meloncat yang belum lama diketemukan di Sulawesi Selatan, pada bagian jantungnya sebuah tanda mirip kepada ujung tombak, dengan memberikan tanda itu orang pada masa tersebut berpendapat akan bisa menguasahi binatang-binatang buruan dan mempunyai kepastian akan berhasilnya nanti jika berburu. Jadi WISHFUL PAINTIG. Aneh dari penjelmaan yang tertua dari seni yang bersandar sihir itu bukannya corat-coret anak kecil, melainkan sebaliknya menunjukan kepandaian luar biasa dan perasaan seni yang tinggi. Kebudayaan tersebut masuk nusantara melalui Filipina. &lt;br /&gt;Bentuk kebudayaan yang ketiga tidak begitu jelas, namun peninggalannya nampak pada gua Samping, maka kebudayaan tersebut rupa-rupanya hanya mengenal alat-alat dari tulang dan tanduk. Rangka-rangka manusia di dalam gua itu menunjukan suatu bangsa yang mempunyai sifat-sifat PAPUA-MALANESIA dan WEDDIDE. Pekerjaan mengurus mayat banyak mendapatkan perhatian. Mayat-mayat itu ditanam, ditidurkan miring dan kakinya dilipat dan kadang-kadang tangannya disedekapkan menutupi mukanya, dan ada pula yang diberikan barang bawaan berupa kalung yang dibuat dari kulit-kulit kerang.  dan gigi-gigi binatang buas yang dilubangi.&lt;br /&gt;Sampai kini kita belum bicara mengenai manusia Indonesia. Sebab meskipun terasa sangat janggal bangsa Indonesia bukan penduduk asli dari Indonesia, sebagaimana dapat diketahui dari uraian diatas, mereka baru kemudian sekali baru datang ke kepulauan nusantara dari negeri asal mereka tinggalkan paling lama 4000 tahun yang lalu. Negeri asal ini sangat mungkin sekali letaknya di daerah YUNAN. Mereka datang kemari  dengan menggunakan perahu-perahu bercadik yang tidak diberi layar. Mereka masih menggunakan alat-alat dari batu dan telah bercocok tanam dan berternak. &lt;br /&gt;Mereka megusahakan padi dan Jawut. Mereka memelihara kerbau untuk kendaraan dan korban, juga babi dan ayam. Mereka tinggal dirumah-rumah paggung yang besar dan berbentuk persegi panjang. Selajutnya mereka telah pandai membakar periuk belanga, tetapi belum menggunakan roda landasan. Pakaian mereka dibuat dari kulit kayu. Rumah-rumah dan perkakas mereka seringkali digambari dengan hiasa-hiasan geometris yang indah. Memanglah banyak bekas yang mereka tinggalkan. Para petani sering kali menemukaan saat membajak dan  barang itu seringkali dianggap gaib dan beliung-beliung batu berbentuk persegi panjang dan telah diumpam itu dinamakn gigi guntur.&lt;br /&gt;Zaman ini adalah yang paling penting untuk perkembangan kebudayaan selanjutnya di Indonesia, oleh karena menjadi dasar pembentukkan kemasyarakatan pada masa kini.  Penyelidikan dengan penggalian masih  terlalu sedikit dilakukan. Hanya beberapa saja di Jawa dan Sulawesi.  Sebab sebnya ialah bahwa kenyataan demikian bahwa tempat-tempat kediaman itu sukar sekali diusut.  Di daerah-daerah yang kaya akan bahan-bahan batu  seperti gunuungung sewu terdapat banyak tempat-tempat guwa pembikinan alat-alat batu seperti kapak-kapak dan ujung –ujung panah. &lt;br /&gt;Agaknya setelah kebudayaan ini, Indonesia tidak mengenal zman perunggu yang sesungguhnya. Sebab sangat sergera disusul oleh zaman besi. Maka dari itu lebih baik untuk mengatakan zaman logam tua yang mengenal alat-alat dari perunggu maupun besi. Tetapi hal inin  tidak mengurangi kenyatan bahwa  pengaruh-pengaruh zman perunggu dari Indo Cina dan Tiongkok selatan sangat mendalam sekali dan  sampai kini masih seringkali nyata pada seni hias zaman sekarang. Hasil-hasil tertua dari zaman  perunggu  itu tak terdapat di negeri ini. Sekonyong-konyong  kita melihat benda-bend  perunggu uyang indah-indah, kapak sepatu, Ujung Lembing, Nekara, dan juga monumen-monumen Megalitikum pun Pahatan-pahatan indah dari kayu dan batu. Kita dapat membwdakan dengan nyata dua corak dalam ornamental. Keduanya berlainan asalnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana dapat nyata dengan jelas maka di Indonesia Kebudayaan itu dapat berkembang degan sesubur-suburnya  ditempt-tempat yang mendapat kesempatan  yang seluas-luasnya untuk mengadakan hubungan kebudayaan. Sebaliknya didaerah-daerah yang terpencil  atau di pulau-pulau yang terpisah dan sukar dicapai kebudayaan tersebut membeku. Untuk melepaskan suku-suku bangsa ini dari kedudukannya yang terpencil adalah suatu masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia. &lt;br /&gt;Seorang prehistoranicus hidupnya penuh pengalaman yang bergilir berganti. Sering ia harus berpergian jauh. Sewbagian Waktunya ia gunakan untuk penggalian-penggalian, seringkali harus jauh dari keenakan hidup.  Waktu selebihnya ialah ada di kmar belajar. Seorang prehistoricus harus memiliki keberanian dan fantasi  untuk dapat menyusun  hypothese-hypothesenya. Akan tetapi jika ia mulai mengadakan penggalian  maka betapa menyenangkan juga, pekerjaan itu harus dilakukan dengan exact sekali denga menggunakan alat pengukur yang tepat. Ia juga harus memiliki rasa tanggungjawab  dan harus selalu berusaha  untuk meemperbaiki  dan menyempurnakan  cara-caranya bekerja. Ia harus menginsafi, bahwa jika suatu penggalian  tidak dilakukan  menurut aturan yang tepat , maka tempat penemuan itu  bagi ilmu pengetahuan hilang lenyap untuk selamanya.  Tidak hanya semua barang temuan yang harus dicatat  akan letaknya dengan teliti tetapi pun keadan-keadaan di sekelilingnya harus diperhatikan . Warna lain di dalam tanah, bekas-bekas abu,  semuanya kelak akan dapat ternyata penting.  Selanjutnya peta-peta penggalian dan foto-foto dari pekerjaan yang dilakukan harus sedemikian rupa , sehingga kelak  jika dikehendaki sedala-galanya dapat direkonstruksi. Dengan demikian  50 tahun yang kemudian misalnya prehistoricus itu dapat menyelidiki dan memepelajari soal itu lagi sebab ilmu pengetahuan  itu tidak berhenti saja.  Apa yang hari ini belum diketahui barang kali kelak akan menjadi hal yang seterang-terangnya.  Setelah penggalian itu selesai,.  Maka mulailah  pekerjaan  di dalam kamar belajar, dan semua barang-barang temuan  yang telah diberi nomor, dipilah-pilah dan dipelajari. Sekarang Prehistoricus itu bertindak sebagai seorang redaktur.  Prehistori itu meliputi ilmu-ilmu pengetahuan  demikian banyaknya sehingga pertolongan dari ahli-ahli khusus tak mungkin diabaikan untuk menjamin hasil sebaik-baiknya. Untuk itu bekas-beks binatang yang telah membatu dikirimkan padaahli Paleoantologi, untuk dipelajari lebih lanjut, sisa-sisa neo fauna  kepadaahli zoology, sisa-sisa manusia diserahkan pada ahli antropololgi,  dan contoh-contoh tanah diserahkan pad ahli tanah.  Jika padatulang-tulang yang telah membatu terdapat karat-karat maka hal ini harus diselidiki di labolatorium, secara mineralogy. &lt;br /&gt;Jika dengan demikin segala bahan telah terkumpul, haruslah dibuat satu laporan dari bahan-bahan yang terkumpul itu. Barangkali prehistoricus itu menarik kesimpulan-kesimpulan  yag tertentu dan dapat sampai kepada penentuan umur  yang nisbah atau yang mutlak.&lt;br /&gt;Penyelidikan tanah di negeri ini masih sangt muda  disi masih terbuka lapangan yang luas sekali dengan kemungkinan-kemungkinan yng menggetarkan jiwa. Di India sudah ada berbagai ahli prehistori yang berpendidikan baik sekali. Bilamanakah calon Prehistoricus bangsa Indonesia yang pertama mencatatkan dirinya, untuk dapat melanjutkan pekerjaan kami di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.R. Van Heekeren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7348034868674430489?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7348034868674430489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/08/penyelidikan-prehistory.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7348034868674430489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7348034868674430489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/08/penyelidikan-prehistory.html' title='PENYELIDIKAN PREHISTORY'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7800557332682102928</id><published>2009-07-31T19:42:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T19:43:59.588-07:00</updated><title type='text'>Kemah ditengah Cagar Budaya</title><content type='html'>Kemah budaya tahun 2009 ini mengambil tempat di Benteng Vredeburg Yogyakarta dari tanggal 31 Juli-2 Agustus 2009. Kegiatan yang dibuka oleh  Ketua kwarda Paku Alam IX ini bertujuan untuk mengapresiasikan kebersamaan, kemandirian, dan belajar tentang budaya dan pariwisata. Kegiatan ini diikuti oleh 200 pramuka perwakilan tingkat penggalang  dan penegak dari kwartir cabang  Kabupaten/kota se DIY.&lt;br /&gt;Harapan Paku Alam IX dalam pidato pembukaannya ialah mengharapkan agar generasi muda  harus mempunyai budi pekerti luhur serta semangat bela negara dalam persaingan global.  Sehingga perlulah dibagun sumberdaya manusia yang berkepribadian, kuat handal, dan berpegang pada identitas  dan jatidirinya. Salah satu caranya ialah dengan mengenalkan dan menghayati nilai-nilai sejarah  dan perjuangan bangsa melelui pemahaman terhadap benda-benda peninggalan sejarah.&lt;br /&gt;Rangkaian acara yang akan dilangsungkan mengutip KR edisi Sabtu 1 Agustus 2009 ialah  karnaval budaya guyon maton, pentas seni daerah, kunjungan kesitus bersejarah, konservasi dan ekskavasi di taman sari, Kota Gede, Candi Prambanan, dan laboratorium purbakala di kantor BP3 DIY serta benteng vedeburg yogyakarta. Selain itu juga ada kegiatan napak tilas kawasan nol kilometer kota yogyakarta meliputi benteng Vredeburg, ,gedung kepresidenan yogyakarta, rumah dinas wakil presiden (kantor korem 072, gedung de Javaseche Bank (kantor BI) dan pemutaran Film kesejarahan serta dialog budaya, juga lomba memahami dan melestarikan  budaya local seperti masakan tradisional, dolanan anak, majalah dinding, karya tulis ilmih, , vokal, serta grup lagu kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7800557332682102928?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7800557332682102928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kemah-ditengah-cagar-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7800557332682102928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7800557332682102928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kemah-ditengah-cagar-budaya.html' title='Kemah ditengah Cagar Budaya'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5852755363419089740</id><published>2009-07-31T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T19:41:10.582-07:00</updated><title type='text'>UPACARA ADAT TUNGGUL WULUNG</title><content type='html'>Upacara adat ini digelar oleh masyarakat dusun Tengahan, desa sendangagung, kecamatan Minggir jumat 27 Juli 2009. upavara adat ini diawali dengan kirab prajuritdan pusaka diawali dari baledesa  Sendangagung minggir  menuju ke rumah juru kunci makam Ki Ageng Tunggul Wulung sejauh dua kilometer. Prosesi upacara adat ini dilaksanakan di tiga titik  lokasi, yakni balai desa sendang agung, rumah jurukunci makam Ki Ageng Tunggal Wulung dan di makam. Prosesinya sendiri berdasarkan catatan KR edisi Sabtu Wage 25 juli 2009 diawali dengan laporan prajurit di Balai desa Sendang Agung, dilanjutkan denga kirab kerumah jurukunci utuk menyerahkan sesaji dan dilanjutkan kemakam untuk kenduri bersama.  &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5852755363419089740?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5852755363419089740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/upacara-adat-tunggul-wulung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5852755363419089740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5852755363419089740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/upacara-adat-tunggul-wulung.html' title='UPACARA ADAT TUNGGUL WULUNG'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-828400407371314736</id><published>2009-07-31T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T19:40:11.173-07:00</updated><title type='text'>Merti Dusun Kalasan</title><content type='html'>Hari ini Sabtu 25 Juli 2009 masyarakat dusun ngajeg, desa Tirtomartani, kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar upacara adat merti bumi bertajuk “poco Tunggal”.    &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-828400407371314736?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/828400407371314736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/merti-dusun-kalasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/828400407371314736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/828400407371314736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/merti-dusun-kalasan.html' title='Merti Dusun Kalasan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5528716629148315825</id><published>2009-07-31T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T19:37:09.116-07:00</updated><title type='text'>TUGU WEDI</title><content type='html'>Tugu Wedi yang berlokasi di  simpang tiga kecamatan Wedi atau jalan Kompleks pasar Wedi dibangun kembali dabn digeser letaknya. Tugu ini merupakan tugu baru dimana tugu yang runtuh akibat diseruduk sebuah truk. Walau pembangunan tugu ini menelan biaya sebesar25 juta rupiah hal intu bukan menjadi penghalang untuk membangun kembali tugu ini. Menurut keterangan Camat Wedi Endro Susilo dang dikutip dari KR edisi rabu 29 Juli 2009 tugu ini bagi masyarakat dirasakan sangat penting karena nilai akan sejarahnya dimana tugu ini yang dibangun oleh PB IV sebagai tanda Wedi merupakan bagian dari tlatah Kraton Surakarta.&lt;br /&gt;Mengutip pernyataan bapak camat  dari KR tugu ini juga sarat akan makna filosofis sebagai pemersatu, pusat pandagan dan juga pusat pemerintahan, namun dalam pembangngunannya sedikir digeser dari lokasi semula agar lebih lurus dengan pertigaan yang ada sekarang. Peresmian ini dilakukan selasa 28 juli 2009 ditandai dengan penandatanganan prasati  oleh bupati Klaten Sunarno SE M Hum dan pengguntingan pita oleh ketrua DPRD KlatenHarry Pramono. &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5528716629148315825?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5528716629148315825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/tugu-wedi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5528716629148315825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5528716629148315825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/tugu-wedi.html' title='TUGU WEDI'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-6403392559946199375</id><published>2009-07-31T19:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T19:35:11.514-07:00</updated><title type='text'>KIRAB BOYONG KEDATON</title><content type='html'>Kirab Boyong Kedaton menandai puncak hari jadi kabupaten Wonosobo yang ke-184, selain itu juga diadakan upacara Birat Sengkolo, dan juga kenduri rakyat pada Jumat 24 Juli 2009. Arak-arakan kirab ini merupakan symbol dari menyatunya pemerintah dengan rakyatnya, bahkan masing-masig desa dean kalurahan  turut meramaika dan berpartisipasi dalam kirab budaya ini. Meliputi seni kuda kepang, reog, lengger, dan aneka kesenian lainnya. &lt;br /&gt;Ritual Birat Sengkolo merupakan ritual upacara tradisional  &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-6403392559946199375?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/6403392559946199375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kirab-boyong-kedaton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6403392559946199375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/6403392559946199375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kirab-boyong-kedaton.html' title='KIRAB BOYONG KEDATON'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3716093580509439496</id><published>2009-07-31T19:26:00.002-07:00</published><updated>2009-07-31T19:28:22.732-07:00</updated><title type='text'>Pelestarian Cagar Budaya Memprihatinkan</title><content type='html'>Apa gerangan yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. Dari hari-ke hari kepedulian masyarakat kita terutama terhadap kelestarain benda cagar budaya semakin menurun. Memang melestaraikan Benda cagar budaya memang bukanlah perkara yang mudah dan harus melibatkan banyak pihak, mulai dari pemilikaset, pemerintah dan juga mastarakat luas. Mengutip artikel di koran kedaulatan rakyat edisi rabu 29 Juli 2009 faktor terbesar penyebab alih fungsinya bangunan cagar budaya ialah pandangan terhadap Benda Cagar budaya yang dilihat hanya dari sudut pandang ekonomi. Memang hal ini menjadi peroalan yang cukup pelik karena di satu sisi kita sebagai generasi penerus bangsa yang sadar akan pentingnya nilai-nilai kesejarahan  menganggap penting akan kelestaraian akan BCB tersebut namun disisi lain tidak sedikit para pemilik BCB melihatnya dari sudutpandang ekonomi terlebih lokasinya yang strategis. Mengutip keterangan ketua dewan kebudayaan DIY  Yuwono Sri suwito dalam diskusi Forum Wartawan DPRD DIY digedung DPRD Propinsi  selasa 28 Juli 2009 memberi contoh betapa sulitnya melestaraikan BCB di jalan Ahmad dahlan yogyakarta yang berarsitektur perpaduan gaya cina dan Yogyakarta menolah diberi lebel Bendacagar budaya. Pemilik beralasan jika bangunan mereka diberi lebel BCB akan sulit dijual. &lt;br /&gt;Belio juga menjelaskan lebih lanjut dimana usaha untuk melestarikan BCB perlu dilakukan dengan pendekatan komunitas kesukuan, dan pemilik asset diberikan apresiasi untuk memotivasi mereka agar sadar dan peduli akan warisan budaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3716093580509439496?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3716093580509439496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/pelestarian-cagar-budaya-memprihatinkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3716093580509439496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3716093580509439496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/pelestarian-cagar-budaya-memprihatinkan.html' title='Pelestarian Cagar Budaya Memprihatinkan'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4745185442636819463</id><published>2009-07-31T19:26:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T19:32:14.633-07:00</updated><title type='text'>JEMBATAN DUWET JADI BENDA CAGAR BUDAYA</title><content type='html'>Kali bawang. &lt;br /&gt;Jembatan Duwet yang berada di kecamatan kalibawang merupakan warisan budaya. Selanjutnya  akan dijadikan benda cagar budaya. Karena jembatan tersebut harus dilestarikan makan dalam perencanan kedepan akan dibangun disampingnya jembatan barusebagai lalulintas niaga dan publik. &lt;br /&gt;Jembatan Duwet memilliki nilai sejarah  dan bernilai untuk riset, Karen arsitektur jembatan ini  Kuno dan unik. Mengutip harian Kedaulatan rakyat Edisi Jumat31 Juli 2009 jembatan ini dibangun pada tahun 1930 sebagai jembatan perjuangan, yaitu untuk lalulintas tentara Republik Indonesia. Jembatan dengan panjang 100 meter ini pernah diruntuhkan musuh, tahun 1948 dibangun kembali, tetapi sekitar tahun 1950 dihancurkan lagi dan di tahun 1960 di dibangun kembali untuk menghubungkan kecamatan kalibawang dengan kecamatan Ngluwar magelang.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4745185442636819463?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4745185442636819463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/jembatan-duwet-jadi-benda-cagar-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4745185442636819463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4745185442636819463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/jembatan-duwet-jadi-benda-cagar-budaya.html' title='JEMBATAN DUWET JADI BENDA CAGAR BUDAYA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3722273675340982579</id><published>2009-07-30T20:14:00.001-07:00</published><updated>2009-07-30T20:18:37.680-07:00</updated><title type='text'>KETOPRAK ULTAH PDAM KOTA YOGYAKARTA</title><content type='html'>Kegiatan ini selain dilaksanakan dalam rangka ulangtahun ke-40 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  kota yogyakarta juga sebaagai langkah peduli terhadap kelestarian  dan pengembangan seni ketoprak yang menjadi ikon Yogyakarta. Lakon yang akan di mainkan ialah cerita Penangsang Golek Bala kayra sutradara nano Asmorodono. Pentas ini akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Jumat 31 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3722273675340982579?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3722273675340982579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/ketoprak-ultah-pdam-kota-yogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3722273675340982579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3722273675340982579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/ketoprak-ultah-pdam-kota-yogyakarta.html' title='KETOPRAK ULTAH PDAM KOTA YOGYAKARTA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2315406148466904871</id><published>2009-07-30T20:13:00.001-07:00</published><updated>2009-07-30T20:21:17.216-07:00</updated><title type='text'>APRESIASI BUDAYA ETNIS</title><content type='html'>Benar kiranya jika ada anggapan bahwa setiap etnik memiliki kearifan yang perlu dimengerti, dipahami dan di kembangkan  oleh komunitas itu sendiri maupun oleh komunitas lainnya. Terlebih globalisasi sekarang ini tantangan untuk mengembangkan kearifan budaya local banyak mendapatkan tantangan. Yogyakarta memang kota budaya dimana segenap senitradisi sampai sekarang masih tetap terjaga akkan kelestarainnya, tidak bias terlepas begitu saja dari dampak globalisasi apalagi visi kota yogyakarta menuju tahun 2020 menjadi pusat kebudayaan terkemuka sekaligus mewujudkan Memayu Hayuning Buwana. &lt;br /&gt;Seperti yang dilansir oleh harian kedaulatan rakyat edisi Jumat 31 Juli 2009 dalam liputan pembukaan gelar apresiasi Budaya Etnis di halaman mmonumen serangan Oemom 1 maret yogyakarta (selasa. 29 Juli 2009). Acara yang bertemakan Aktualisasi nilai-nilai kearifan local memperkuat jatidiri Bangsa  di era Global, menampilkan tari maddupa Bosara (Prop. Sulsel), Nyamut Onu bage’ik (Kalimantan Barat), Muli mekhanai (lampung), dayung (Papua), dan Senam patrol jember (jatim).&lt;br /&gt;Kegiatan ini menurut kepla bidang tradisi, seni, film dinas kebudayaan yogya, Nur Satwika adalah untuk meningkatkan apresiasi budaya antar etnis, menumbuhkan sikap toleransi akan kesetaraan dan hak hidup yang sama bagi semua kebudayaan yang berbeda, sekaligus media informasi dan promo dari daerah untuk memupuk potensi serta meningkatkan persatuan dan kesatuan negara kesatuan republik Indonesia.&lt;br /&gt;Sungguh kegiatan yang patut diacungi jempol, betapa tidak inilah wujudnyata dalam usaha meningkatkan ketahanan nasional dalamrangka menjawab tantangan global yang menuntut kedinamisan dalam segala aspek, tak terkecuali seni dan budaya. Tentunya hal ini dapat terwujud karena kita sebagai bangsa merasa bangga akan kekayaan budaya yang kita miliki, dengan rasa iklas kita mengeksplorasi kemampuan diri, mempelajari sejarah dan mengembangkannya. Selamat dan sukses, amin.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2315406148466904871?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2315406148466904871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/apresiasi-budaya-etnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2315406148466904871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2315406148466904871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/apresiasi-budaya-etnis.html' title='APRESIASI BUDAYA ETNIS'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-809540651322184557</id><published>2009-07-30T20:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T20:10:55.224-07:00</updated><title type='text'>TUMBUHKAN CINTA WARISAN BUDAYA BANGSA</title><content type='html'>Kegiatan menumbuhkan cinta pada warisan budaya bangsa ini dilakukan oleh management PT. taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan ratu Boko dengan mengelar Prambanan-ratu book Fun Bike dan Fun Walk.  Kegiatan ini merupakan wujud nyata usaha untuk lebih mengenalkan warisan budaya bangsa dengan segala potensinya kepada masyarakat luas.  Kegiatan ini akan diselenggarakan minggu 09 Agustus 2009.&lt;br /&gt;Mengutip harian KR Kegiatan ini juga diselenggarakan juga dalam rangka ulangtahun ke-29 PT TWC BPRB juga sekaligus menyemarakan HUT ke-64 Kemerdekaan RI.&lt;br /&gt;Untuk dapat mengikuti kegiatan ini peserta harus membayar 30 000 rupiah dengn mendapatkan fasilitas yang telah disediakan panitia. Namun sungguh disayangkan hadiah hadah yang diberitan tekesan kurang mendidik, mencermati tema diatas seharusnya hadiah-hadiah yang diberikan juga harus “mendidik”. Karena menumbuhkan cinta terhadap warisan budaya bangsa ini membutuhkan penanganan yang lebih serius dan berkesinambungan. Penulis berharap tema diatas dapat dikembangkan lebih lanjut seperti dengan sosialisasi terhadap sekolah-sekolah dari SD hingga perguruan tinggi melalui dialog interaktif sehingga akan tercipta rasa cinta yang tertanam didalam hati generasi muda sejak dini.&lt;br /&gt;Sukses untuk acara yang digelar, selamat ulangtahuna ke-29 PT TWC BPRB. Selamat ulangtahun Indonesia ke-64, tetap jaya dan tetap MERDEKA.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-809540651322184557?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/809540651322184557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/tumbuhkan-cinta-warisan-budaya-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/809540651322184557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/809540651322184557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/tumbuhkan-cinta-warisan-budaya-bangsa.html' title='TUMBUHKAN CINTA WARISAN BUDAYA BANGSA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4610713440032671244</id><published>2009-07-30T00:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T00:33:25.451-07:00</updated><title type='text'>triad of Monuments</title><content type='html'>Standing in a straight row, the triad of Monuments Mendut, Pawon, and Borobudur forms a symbolic unity.&lt;br /&gt;In the oldest of the three, the Mendut temple, a tree metre high statue of Buddha carved from one piece of stone, represent an imposing expression of homage to the preacher of the faith of deliverance.&lt;br /&gt;Less than two kilometers away, sparated by the rivers Elo and Progo, lies smaller Pawon, a jewel of Javanese temple architecture. In all probability this temple served as a stop to purify the mind, prior to ascending Borobudur.&lt;br /&gt;Amere fifteen hundred meters from Pawon, a stone hill of terraces arises, Borobudur with its hundreds of Buddhas.&lt;br /&gt;When makingn the tour of the galleries with their high-set balustrades under the celestial canopy, one may imagine being in a temple. Saying one’s prayers, passing along the two and a half kilometres of reliefs to the summit of the sanctuary, resembles a passage along an altar up to the hope for fulfillment.&lt;br /&gt;The pilgrim or he who hopes to attain Buddhasip (or Bodhisattva in Sankrit), enters Mendut in honour of Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borobubr by. Yazir marzuki and Toety Heraty&lt;br /&gt;Borobudur Chandi, however, is like and Ornaments. It rises to heaven towards the acquisition of Buddhaship, the absolute deliverance from the cycle of perpetual reincarnation.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4610713440032671244?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4610713440032671244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/triad-of-monuments.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4610713440032671244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4610713440032671244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/triad-of-monuments.html' title='triad of Monuments'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8150406495428095912</id><published>2009-07-30T00:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T00:09:12.515-07:00</updated><title type='text'>GLOBALISASI ANCAM PENGEMBANGAN BUDAYA</title><content type='html'>Pengembangan kebudayaan DIY menghadapi tantangan dengan derasnya arus globalisasi teknologi dan informasi. Tantangan tersebut dirasakan semakin sulit dengan posititioning budaya yang belum dilihat sebagai hal yang penting, serta tidak didukung oleh kebijakan structural. &lt;br /&gt;Kebudayaan telah di rugikan oleh berbagai  proses social politik dan biaya cultural masuknya teknologi. Oleh karena  itu diperlukan sikap tegas dalam upaya pelestaraian dan pengembangan budaya, agar seni tradisi tidak stagnan, dan mati karena arus perubahan zaman. &lt;br /&gt;Untuk mencermati hal ini diperlukan kecerdasan untuk dapat mengintegrasikan kebudayaan local guna meningkatkan kebudayaan nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menciptakan masterpiece bahkan sampai adaptasi kontemporer (Sektiadi, Dewan kebudayaan kota Yogyakarta). Hal ini penting Karena dalam mengembangkan budaya haruslah disesuaikan dengan kebutuhan  dan system produksi kontemporer, sehingga ,memperluas jangkauan informasi sehingga akan lebih mempermudah tukar informasi, dengan demikian diharapkan akan semakain terjalin kolaborasi dengan kebudayaan daerah lain di Indonesia sehingga akan memunculkan karya-karya baru yang berdimensi nasional bercitarasa loka. &lt;br /&gt;Tentunya untuk mewujudkan hal ini harus diimbangi dengan usaha konkrit semua pihak karena dalam pengembangan budaya local yang berdimensi nasional perlu diimbangi dengan landasan edukasi dan nilai ketradisionalan yang berbasis pada masyarakat local.  Sehingga seperti diungkapakan Amiluhur perlu system pedagogic dan menagemen dengan pendekatan plural, hetero budaya local yang benar sebagai pendukung entitas nasional. &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8150406495428095912?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8150406495428095912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/globalisasi-ancam-pengembangan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8150406495428095912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8150406495428095912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/globalisasi-ancam-pengembangan-budaya.html' title='GLOBALISASI ANCAM PENGEMBANGAN BUDAYA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3595877661395806741</id><published>2009-07-30T00:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T00:07:19.882-07:00</updated><title type='text'>MAGISME WAYANG DI SAINT FLORENT</title><content type='html'>Saint Florent le veiel adalah kota tua yang menjadi habitat sejumlah situs bersejarah berupa gereja tertua di Perancis, dan juga jejak perjalanan kaum Viking. Mengutip berita dari harian kedaulatan rakyat edisi 30 juli 2009 ditempat itulah Ki Enthus didaulat menampilkan dua lakon wayang, yang pertama Ki Enthus melakonkan cerita Timun mas dengan media Wayang golek, sedangkan yang kedua melakonkan Dewa Ruci. Sungguh suatu kabar yang menggembirakan karena ditengah pertunjukan berlangsung para penonton mengapresiasi dengan positif.&lt;br /&gt;Bersama dengan seniman dari Iran, India, Indonesia, Aljazair, Cina, Mongolia, dan Asia tegah kientus memaksimalkan kemampuannya dalam melakonkan kedua cerita tersebut. Alhasil dalam setiap pertunjukannya tiket terjual habis. Ki entus patut diacungi jempol karena dalam perjalanannya ke Belandadan Perancis mendapatkan sambutan hangat. Hal ini tada lan dari hasil kerja keras Ki Enthus dalam melakukan eksplorasi budaya dan kemampuannya dalam melalonkan wayang alhasil Ki Enthus menampilkan konsep yang berbeda dalam setiap pergelarannya di Amsterdan dan Prancis di sesuaikan dengan karakter penonton. Ungkap Ki Enthus Sumsono. Sungguh seniman Kontemporer cerdas, selamatdan sukses penulis ucapkan. Salam budaya. &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3595877661395806741?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3595877661395806741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/magisme-wayang-di-saint-florent.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3595877661395806741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3595877661395806741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/magisme-wayang-di-saint-florent.html' title='MAGISME WAYANG DI SAINT FLORENT'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5633287144369927374</id><published>2009-07-30T00:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T00:03:25.660-07:00</updated><title type='text'>PERANGKO HARI JADI KENDAL DI LUNCURKAN</title><content type='html'>Sampul, perangko, dan kartu pos peringatan hari jadi Kendal dluncurkan oleh bupati Kendal Dra. Hj. Siti Nurmarkesi selasa kemarin (KR. Kamis 30 juli 2009). Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan upacara hari jadi Kendal di alun-alun kabupaten Kendal. Berdasarkan catatan KR hal ini dapat diwujudkan atas kerjasama dengan  PT Pos Indonesia,  kantor POS Kendaldan Kantor POS Pusat  POSINDONESIA, melalui unit filateli Bandung. &lt;br /&gt;Isi dari Sampul, Perangko, dan kartu pos ini ialah mendokumentasikan peristiwa heroik dan monumental.Edisi ini bersifatterbatas dan untuk sampul hanya dicetak 1000 lembar dengan harga 5000/lembar, Perangko dicetak 10 000-15 000 buah, sedangkan perangko berupa proma didalamnya bias memuat foto atau identitas perseorangan maupun instansi dan untuk kartu pos terdapat tiga pilihan yaitu seri pelantikan bupati, panen raya, dan monumen kereta kuda. &lt;br /&gt;Bagi anda yang merasa tertarik segera buru dan dapatkan. &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5633287144369927374?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5633287144369927374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/perangko-hari-jadi-kendal-di-luncurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5633287144369927374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5633287144369927374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/perangko-hari-jadi-kendal-di-luncurkan.html' title='PERANGKO HARI JADI KENDAL DI LUNCURKAN'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1786380986148243498</id><published>2009-07-29T23:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T23:58:24.363-07:00</updated><title type='text'>KEMAH BUDAYA BERNUANSA MAJAPAHIT</title><content type='html'>Berdasakrakn catatan harian kedaulatan rakyat edisi kamis 30 Juli 2009 Dinas kebudayaan dan pariwisata kota Solo mengadakan kegiatan yang sangat unik dan tergolong langka. Kegiatan ini ialah kemah budaya bernuansa masa kerajaan Majapahit, dan diselenggarakan selama 3 hari mulai kamis 30 juli 2009 dan diikuti oleh 220 kawula muda, di taman Balekambang Solo. &lt;br /&gt;Semua aktivitas selama kemah berlangsung dibuat benar-benar mendekati situasi zaman Majapahit mulai dari busana peserta, interior lingkungan, sampai aktifitas jual beli diarena perkemahan tidak menggunakan uang rupiah tetapi menggunakan uang kepengyang telah disiapkan panitia. &lt;br /&gt;Kegiatan yang melibatkan pemuda ini sungguh sangat menggembirakan ditengah menipisnya rasa bangga akan keluhuran dan keagungan budaya ditengah gempuran budaya asing. Rangkaian acara yang telah disipkan oleh panitia anatara lain workshop budaya, outbond budaya, seminar, pemutaran film sejarah, dll. Semua aktifitas berlangsung menggunakan bahasa jawa, demikian papan petunjuk, informasi, pengumuman dll ditulis dalam bahasa jawa. &lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1786380986148243498?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1786380986148243498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kemah-budaya-bernuansa-majapahit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1786380986148243498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1786380986148243498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kemah-budaya-bernuansa-majapahit.html' title='KEMAH BUDAYA BERNUANSA MAJAPAHIT'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3293256402234574525</id><published>2009-07-29T23:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T23:54:55.287-07:00</updated><title type='text'>MONUMEN NGOTO</title><content type='html'>Monumen Ngoto yang terletak di Ngoto, bantul, Yogyakarta ini  adalah monumen perjuangan TNI AU dimana ditempat itulah jazad pahlawan nasional Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh disemayanmkan. Monumen itu terasa sangat penting terutama untuk keluarga besar TNI AU pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya dimana pada tanggal 29 Juli tahun 1947 silam pesawat Dakota VT-CLA jatuh dalam misi kemanusiaan. Korban tewas dalam peristiwa itu ialah para perintis TNI-AU yaitu Komodor Muda Udara A Adisutjipto, Komodor Udara prof. Dr. Abulrahman Saleh dan Opsir Muda udara Adisumarmo.&lt;br /&gt;Dengan mengenl sejarah bangsa kita diharapkan  generasi penerus  dapat meneladani semangat perjuangan  dan selalu berbuat yang terbaik demi kejayaan bangsa dan negara dalam rangka ikut mengisi kemerdekaan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3293256402234574525?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3293256402234574525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/monumen-ngoto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3293256402234574525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3293256402234574525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/monumen-ngoto.html' title='MONUMEN NGOTO'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4131322818541502738</id><published>2009-07-29T23:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T23:51:34.285-07:00</updated><title type='text'>PARADE DALANG CILIK</title><content type='html'>Hari ini parade dalang cilik dilaksanakan di UNY. Acara yang diselenggarakan oleh Keluarga mahasiswa Seni Tradisi (Kamasetra), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNY,  Persatuan pedalangan  Indonesia DIY mengambil tempat di Pendapa Tejakusuma UNY.  Acara ini diikuti oleh 12 Dalang Cilik dengan usia maksimal 15 tahun. &lt;br /&gt;Tertarik Untuk menyaksikan? Silah kan dating ke Pendapa Tejakusuma UNY karena acara di mulai jam 10.00&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4131322818541502738?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4131322818541502738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/parade-dalang-cilik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4131322818541502738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4131322818541502738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/parade-dalang-cilik.html' title='PARADE DALANG CILIK'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-497177564690197647</id><published>2009-07-29T23:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T23:50:01.412-07:00</updated><title type='text'>Tiga serangkai</title><content type='html'>Mendut, Pawon, dan Borobudur terbujur pada suatu garis lurus, dan merupakan satu kesatuan perlambang. Mendut adalah yang tertua, dengan patung Buddha setinggi tiga meter, terpahat dari segumpal batu sebagai pernyataan bukti kepadasang guru yang mengajarkan jalan pembebasan dari derita. &lt;br /&gt;Kurang lebih jarak dua kilometer setelah menyebrangi sungai Elo dan Progo terletak mustika arsitektur Candi Pawon yang mungil yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan untuk mensucikan diri sebelum menginjak candi Borobudur.&lt;br /&gt;Kemudian setelah menempuh jarak kurang lebih seribu limaratus meter tibalah kia di Candi yang sangat megah ini bernama Borobudur. &lt;br /&gt;Bila kita melngkah mengitari candi diantara dinding kutamara, angkasa menjadi langit-langit puri tempat memuja sambil menyusuri ukiran  sepanjang dua setengah kilometer menanjak lke puncak suci, doa, dan mantra diucapkan mendambakan kebebasab abadi.&lt;br /&gt;Para pemuja yang ingin mencapai tingkat Bodhisattva, dating ke Mendut menyampaikan penghormatan kepada Buddha.&lt;br /&gt;Namun demikian Borobudur tetap merupakan batu perwujudan dan sembahyang dan doa yang dipanjatkan lewat ukiran dan hiasan untuk mencapai tingkat ke Buddhaan, pembebasan mutlak dari pengulangan kelahiran yang tak kunjung henti.&lt;br /&gt;Borobubr by. Yazir marzuki and Toety Heraty&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-497177564690197647?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/497177564690197647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/tiga-serangkai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/497177564690197647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/497177564690197647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/tiga-serangkai.html' title='Tiga serangkai'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5038970562699617601</id><published>2009-07-28T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T20:51:06.767-07:00</updated><title type='text'>Kendal Genap Berusia 404 tahun</title><content type='html'>Dalamrangka memperingati hari jadi kabupaten Kendal berbagai agenda kegiatan dilakukan oleh segenap elemen masyarakat seperti yang dilansir oleh harian kedaulatan rakyat edisi selasa pahing 28 Juli 2009 dengan jedul Menelusuri petilasan Bupati antaralain dengan menggelar ziarah ke makam  leluhur sreperti makam kiai Gebyang, Pangeran Juminah,  Sunan kantong, Pangeran Mandurorejo, Kiai guru,  dan makam mantan Bupati,  Kendal Djoemadi. &lt;br /&gt;Dalam tanggap warsa tahun ini  kerabat kraton Mataram  wewengkon Kendal  mencoba menelusuri makam atau petilasan tumenggung bau rekso dimakam jambu  Bukit Tanjung  di desa Lebaksiu Kidul  kecamatan Lebaksiu kabupaten tegal. Makam tersebut menurut Hamam Rochani (salah satu kerabat kraton) diyakini sebagai makam Tumenggung Bahurekso Bupati pertama Kendal. Makam ini seperti dilansir KR dalam kondisi seadanya. &lt;br /&gt;Tema yang diangkat dalam perayaan hari jadi Kendal tahun ini seperti yang dikemukakan oleh bapak bupati “ Dengan semangat hari jadi Kabupaten Kendal ke-404, kita wujudkan  kerja iklas, nyata dan dinamis” merupakan tema yang sangat menarik untuk kita bahas lebih lanjut karena didalam tema tersebut terkandung spirit untuk menggali potensi diri potensi wilayah Kendal pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tercermin dari berbagai agenda kegiatan ziarah diatas merupakan wujud nyata usaha untuk mengenal dan menghormati para leluhur yang telah memeberikan sumbangsih nyata baik pikiran maupun tenaga tehadap kabupaten Kendal.  Degan demikian spirit kita untuk kerja iklas, nyata, dan dinamis mendapatkan gambaran, arah, dan petunjuk yang baik sesuai apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu.&lt;br /&gt;Dalam pengembangan kedepan tentunya saya sebagai penulis sangat mendukung pengembangan kegiatan untuk dikembangkan lebih lanjut untuk tidak hanya di lakukan sebagai kegiatan rutinitas dalam memeperingati hari jadi Kabupaten Kendal, tetapi lebih jauh dapat dijadikan agenda wisata sejarah jang tentunya mengandung nilai-nilai kesejarahan yang sangat positif untuk kita semua ketahui bersama. Betapa tidak pembangunan akan terasa tidak mempunyai roh dan karakter tanpa kita mengetahui jatidiri sebenarnya tentang asal usul kita sendiri. &lt;br /&gt;Kegiatan pariwisata sejarah akan memepermudah langkah untuk mewujudkan kesadaran sejarah secara kolektif dengan lebih mudah ketika semua pihak saling bahu membahu mewujudkannya. Aset telah ada dan terjaga tinggal bagaimana kita sebagai generasi penerus menyikapinya. Ahirnya selamat buat kabupaten Kendal dalam hari jadinya yang ke 404, semoga kedepan lebih maju dan berkarakter. Amin.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5038970562699617601?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5038970562699617601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kendal-genap-berusia-404-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5038970562699617601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5038970562699617601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kendal-genap-berusia-404-tahun.html' title='Kendal Genap Berusia 404 tahun'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-5134524052085673268</id><published>2009-07-28T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T20:09:27.774-07:00</updated><title type='text'>KIRAB BUDAYA KAMPUNG JOLOSUTRO</title><content type='html'>Kirab budaya di kampung Jolosutro yang dilakukan  senin 27 Juli 2009 seperti yang dilansir KR selasa 28 Juli 2009 merupakan kegiatan dalam rangka mengenang Sunan Geseng yang dipercaya oleh masyarakat kampung Jolosutro Srimulyo Piyungan sebagai seorang penyebar Agama Islam di kampung tersebut. &lt;br /&gt;Acara yang dimulai dari lapangan Jolosutro ini tiadalain ialah menuju makam Sunan Geseng yang berjarak kurang lebih 2 kilometer. Menurut penjalasan tokoh masyarakat setempat Watiti 51 seperti yang dilansir KR kegiatan ini bertujuan untuk menyambung sejarah pepunden Sunan geseng, serta mempertahankan budaya agar tidak punah.&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini sungguh usaha yang sangat mulia dan patut kita dukung bersama-sama. Betapa tidak masyarakat kampung Jolosutro telah menyadari arti pentingnya sebuah sejarah dan kelestarian budaya local mereka ditengah gempuran arus globalisasi yang semakin menggila dewasa ini. Tentunya hal ini menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat untuk menangkal segala pengaruh negatif dari masuknya budaya asing. &lt;br /&gt;Sungguh kegiatan budaya ini patut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, yang dalam hemat penulis dapat dikembangkan kedalam pengembangan pariwisata sejarah dan budaya di Gunungkidul. Selain menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat kegiatan ini akan semakin menarik minat generasi muda untuk turut serta mempertahankan, dan sekaligus mengembangkan budaya yang mereka miliki.&lt;br /&gt;Semoga dengan adanya tulisan ini pihak-pihak yang merasa peduli dengan kelestaraian nilai-nilai budaya dan sejarah tergerak hatinya dan mulai melakukan langkah kongkrit dalam mempertahankan dan memajukan nilai-nilai budaya yang kita miliki dan kita banggakan bersama-sama. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-5134524052085673268?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/5134524052085673268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kirab-budaya-kampung-jolosutro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5134524052085673268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/5134524052085673268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/kirab-budaya-kampung-jolosutro.html' title='KIRAB BUDAYA KAMPUNG JOLOSUTRO'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-2837222003915994829</id><published>2009-07-28T20:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T20:05:31.784-07:00</updated><title type='text'>SALAH SIAPA?</title><content type='html'>Kiranya judul diatas akan sangat menyakitkan jika kita telaah lebih jauh. Betapa tidak tanpa visi dan prioritas yang jelas, akan dikemanakan arah dan masadepan generasi penerus kita sekarang ini? Tentunya tanpa itu semua nilai-nilai dan keagungan akal dan budi hasil olah cipta, rasa dan karsa para pendahulu bangsa ini akan lenyab begitu saja ditelan zaman.&lt;br /&gt;Dengan menyunting hasil pemikiran dari Friedrick Hegel tentang konsep realitas yang berdialektika (tesis, antitesis, dan sintesis) tentunya kita sebagai bangsa yang berdaulat dan sangat menjunjung tinggi akan nilai-nilai budaya bangsa tidak akan merasa terkaget-kaget bahkan merasa terseok-seok ditengah pergumulan antar bangsa yang telah mengglobal. Dimana dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekana semakin membuat batas dan penghalang antarnegara untuk berkomunikasi dan saling menukar informasi tidak ada lagi. Tidak hanya pengaruh yang bersifat positi saja yang masuk tetapi pengaruh negatifpun seakan tidak terbendunglagi.&lt;br /&gt;Generasi muda kita dengan berbagai kemudahan akan teknologi semamkin mudah mengakses segala informasi yang mereka perlukan. Seperti yang dipercaya oleh banyak pihak bahwa kehadiran teknologi dengan segala fasilitas kemudahannya bagaikan pedang yang mempunyai dua sisi yang sama-sama tajam. Satu sisi akam memberikan pengaruh positif dan disisilan akan memberikan pengaruh negatif.&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama mengkoreksi jika kita prosentase manakah yang lebih besar antara prosentase pengaruh positif dan pengaruh negatif? Tentunya jika kita mau jujur dengan kenyatan yang ada memang seakan-akan pegaruh negatiflah yang mendominasi dalam perkembangan saat ini. Jika memang kenyataannya demikian, salah siapa gerangan jika bangsa kita mempunyai generasi yang tanpa visi dan prioritas? Kiranya tidak sepatutnya kita menyalahkan salahsatu pihak (mengkambinghitamkan), mari kita bersama-sama saling mengkoreksidiri. Sudah tepatkah apa yang selama ini kita lakukan? Apa dampak dari tindakan yang kita lakukan? Dengan demikian jika dari masing-masing kita merevleksi diri kita harapkan akan memunculkan kesadaran bersama-sama akan pentingnya nilai-nilai yang telah lebih dahulu ada, mempertahankan dan mengembangkannya. Sehingga bangsa kita akan tumbuh kembang semakin kuat ditengah kancah globalisasi. Amin.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-2837222003915994829?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/2837222003915994829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/salah-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2837222003915994829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/2837222003915994829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/salah-siapa.html' title='SALAH SIAPA?'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3155414476172579158</id><published>2009-07-26T05:30:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T05:34:12.399-07:00</updated><title type='text'>EMPAT TINGKATAN GOLONGAN MASYARAKAT DALAM AGAMA BRAHMA</title><content type='html'>Agama Brahma dinusantara berkembang dengan pesatnya melalui jalur-jalur perdagangan dan berkembangsubur melalui Bandar-bandar perdagangan. Rempah-rempah, beras, emas, intan, kapur barus dll pada abad ke-7 dan 8 merupakan magnet paling kuat yang menarik para saudagar dari negeri timur jauh seperti India untuk melakukan perdagangan dengan para pedagang di Nusantara. Sebutlah Bandar-bandar besar seperti kota Malaka, Sumatra, Jawa, kalimantan, dan Sulawesi. Saat itu muncul Bandar-bandar dagang besar seperti Sriwijaya, Tulang Bawang, Melayu, Demak, dll.&lt;br /&gt;Selain melakukan perdagangan para saudagar tersebut juga melakukan misi penyebaran agama baik melaui dakwah maupun dengan melalui perkawinan. Mereka melakukannya dengan jalan damai dengan melakukan dakwah kepada para pemimpin kerajaan seperti raja maka parasaudagartersebut dengan mudah memperoleh pengikut (masyarakat masa itu masih patuh dan taat pada raja). &lt;br /&gt;Tumbuh kembangnya agama Brahma di nusantara memunculkan strata baru dalam masyarakat yang awalnya belum dikenal seperti tingkatan Brahma, Ksatria, Weda, dan Sudra. Namun strata atau yang lebih kita kenal sebagai klas social ini tidak sama persis dengan yang ada di negeri asalnya (India). Strata tersebut telah mengalami akulturasi dengan budaya nusantara. Sehingga pemahaman tingkatan tersebut tidak seketat di negeri asalnya. &lt;br /&gt;Brammana (golongan agamawan) ada dua macam golongan pertapa yang tinggal diluar istana dan yang tinggal di istana sebut saja empu sendok yang hidup pada masa Mataram kuno. Ia sangat berpengaruh di lingkungan kerajaan dan berhasil memindahkan ibukota Mataram Kono ke Kediri tahun 928 Masehi. Ksatria (golongan prajurit) nampak menonjol saat masa jayanya kerajaan Majapahit pada masa Hayam Wuruk dengan patihnya Gadjah Mada tahun 1365 Masehi. Empu Prapanca yang hidup pada masa ini juga sangat berpengaruh. Golongan selanjutnya ialah golongan Weda (Pedagang) dimana golongan ini banyak hidup di daerah2 bandar-bandar perdagangan. Dan golongan terahir Sudra kiranya harus kita bahas lebih mendalam dimana Sudra di Nusantara ini tidak dipahami sebagai golongan Budak namun dipahami sebagai golongan rakyat bias. Bangsa kita tidak mengenal golongan budak. &lt;br /&gt;Walau empat tingkatan itu membatasi secara jelas golongan masyarakat namun tidak sampai mengganggu keharmonisan hubungan dalam bermasyarakat. Bangsa kita hidup bergandengan bahu-membahu dan dalam suasana yang penuh dengan kedamaian. Jadi tidak benar jika ada anggapan bahwa bangsa kita hidup dan suka berperang bahkan barbar. Jelas itu anggapan yang sangat keliru. Justru kehadiran bangsa baratlah sebut portugis, belanda, Ingris, lah yang menanamkan benih2 permusuhan yang saat itu mempunyai kepentingan 3 G (God, Glory, dan gospel) dengan semena-mena dan menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3155414476172579158?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3155414476172579158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/empat-tingkatan-golongan-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3155414476172579158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3155414476172579158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/empat-tingkatan-golongan-masyarakat.html' title='EMPAT TINGKATAN GOLONGAN MASYARAKAT DALAM AGAMA BRAHMA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4756099578577336739</id><published>2009-07-26T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T05:35:40.485-07:00</updated><title type='text'>CANDI PRAMBANAN (CP) EKSOTIK, PENUH DENGAN MISTERI (EPDM)</title><content type='html'>Candi bergaya Hindu satu ini memang sangat pantas menyandang predikat candi bergaya hindu yang paling istimewa dan paling eksotik yang ada di bumi nusantara ini. Betapa tidak dari mulai masuk kawasan candi ini kita seakan di sihir oleh situasi yang mana kita seakan dibawa masuk ke alam abad ke 8 dan 9 Masehi dimana saai itu berdasarkan catatan sejarah merupakan saat dimana agama Hidu dan Buda berkembang pesat di tanah Jawa dengan kerajaan Mataram Kuno sebagai pusat perkembangan.&lt;br /&gt;Sesaat kita masuk komplek Candi Prambanan saat kita menelusuri lorong-lorong jalan yang mengantarkan kita menelusuri peninggalan masa jaya kerajaan Mataram, kita akan melihat komplek candi prambanan yang bergaya hindu, candi sewu yang ber corak Buda, Candi Lumbung bercorak Buda, candi Bubrah. Sungguh pemandangan yang sangat eksotik dimana masyarakat pada masa ini telah mengenal saling menghormati antara pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya. Cermin keluhuran budi dari para pendahulu negeri ini betapa tidak candi pada masa itu adalah tempat suci bagi umat hindu dan buda. Ada yang sebagai tempat persembahyangan dean bahkan ada juga sebagai tempat menguburkan abu jenazah raja yang telah mangkat. &lt;br /&gt;Setelah kita masuk di kompleks candi Prambanan kita akan melihat tiga buah candi utama Wisnu, Siwa, dan Brahma dan 3 buah candi pewara. dan puluhan candi kecil yang belum dapat direkonstruksi sampai sekarang. Candi prambanan terbagi dalam tiga ruangan. Pertama ialah latar, Candi pendamping, dan yang terahir ialah candi induk atau candi utama. Sekarang kitahanya bias melihat candi induknya saja karena latar sudah tidak dapat kita kenali lagi dan keberadaan candi kecilpun sampai sekarang belum dapat direkonstruksi. Walau keberadaan candi sudah tidak seperti sediakala candi Prambanan masih tetap menawan dan takakan lekang dimakan zaman.&lt;br /&gt;Candi terbesar adalah Candi Wisnu. Candi ini memiliki empat pintu, empat bilik dan setiap bilik terdapat patung yang masing-masing menggambarkan keistimewaan dari sang Wisnu. Ada patung ganesa (Ilmu pengetahuan) ada Siwa, ada Durga dan ada sang pendeta. Patung-patung dewa tersebut selain memiliki makna filosofis juga memiliki makna histories. Betapa tidak candi ini dan dua candi induk lainnya merupakan symbol dimana agama hindu yang verkembang saat itu ialah agama Brahma dimana dalam ajaran Brahma dikenal 3 dewa utama yaitu Brahma(Dewa yang menjelmakan semesta alam), Dewa Wisnu (Dewa yang memiliki sifat menjaga), dan dewa Siwa (Dewa yang memiliki sifat merusak). &lt;br /&gt;Disetiap lorong-lorong candi baik Siwa, Brahma, dan Wisnu terdapat relief yang menceritakan kisah Rama Sinta. Relief yang dimulai dari candi Siwa ini menceritakan keadaan negara Astinapura, yang dalam perjalanannya digoda oleh para raksasa pimpinan dari Rahwana. Kisah Rama Sinta ini berahir di candi Brahma dimana Rama beserta pasukan kera pimpinan Hanoman berhasil mengalahkan Rahwana di kerajaannya Alengka. Dan berhasil membawa pulang Sinta ke Astinapura. Sedangkan di Candi Wisnu juga terdapat relief yang menceritakan kisah perjalanan sepiritual sang wisnu.&lt;br /&gt;Tidak hanya berhenti disana keeksotikan Prambanan dari pembangunan candi nampak luar adalah mencerminkan keluhuran budi dari masyarakat nusantara kita dari atas sampai bawah bangunan mencerminkan perpaduan gaya bangunan candi Buda dan Hindu. Disana nampak beberapa patung burung kinara dan kenari yang divisualisasikan bersama pohon beringin dimana melambangkan keseimbangan alam. Pelajaran yang begitu berharga yang hendak disampaikan para pendahulu kita.&lt;br /&gt; Sekaranglah saatnya untuk kita generasi muda menghayati nilai-nilai adiluhung yang telah di ajarkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagaimana ajaran nilai-nilai yang ada di Prambanan keeksotikan dan misteri yang ada harus kita tempatkan tepat pada tempatnya sehingga usaha kita untuk membina kehidupan yang lebih bermakna untuk mengarungi perubahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks dan beraneka semakin menuai hasil yang positif. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 26 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4756099578577336739?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4756099578577336739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/candi-prambanan-cp-eksotik-penuh-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4756099578577336739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4756099578577336739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/candi-prambanan-cp-eksotik-penuh-dengan.html' title='CANDI PRAMBANAN (CP) EKSOTIK, PENUH DENGAN MISTERI (EPDM)'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3903068045975228596</id><published>2009-07-19T20:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T20:24:01.658-07:00</updated><title type='text'>JABATAN MENTRI</title><content type='html'>Mentri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan &lt;br /&gt;(MENKO POLHUKAM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Nama Jabatan Masa bakti&lt;br /&gt;1. Maraden Panggabean, Jend. Menko Polkam 1973-1978&lt;br /&gt;2. Surono, Jend. Menko Polkam 1978-1982&lt;br /&gt;3. Sudomo, Marsekal Menko Polkam 1982-1987&lt;br /&gt;4. Susilo Sudarman, Jend. Menko Polkam 1987-1998&lt;br /&gt;5. Feisal Tanjung, Jend. Menko Polkam 1998-2000&lt;br /&gt;6. Wiranto, Jend. Menko Polkam 2000-2001&lt;br /&gt;7. Susilo B. Yudhoyono, Jend. Menko Polkam 2001-2004&lt;br /&gt;8. Widodo Aji Sucipto Menko Polkam 2004-Sekarangs&lt;br /&gt;Sumber: (Almanak Negara Indonesia, Buku Pintar Master, Editor H.M. Iwan Gayo, Pustaka Warga Negara; Jakarta 2005. hlm. 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-3903068045975228596?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/3903068045975228596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/jabatan-mentri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3903068045975228596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/3903068045975228596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/jabatan-mentri.html' title='JABATAN MENTRI'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-7053034462124225839</id><published>2009-07-19T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T20:15:34.934-07:00</updated><title type='text'>MENTRI-MENTRI PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA</title><content type='html'>1. Ki Hadjar Dewantara  Lahir di Jogjakarta 2 Mei 1889-26 April 1959&lt;br /&gt;a. Mentri pengajaran, Kabinet Presidentil. Periode 19 Agustus 1945-14 November 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dr. Mr. T.S. G. Mulia (1896-1969)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mentri Pengajaran Kabinet Sjahrir I Periode 14 November 1945-12 Maret 1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mentri Muda Pengajaran , Kabinet Sjahrir II Periode 12 Maret 1946-2 Oktober 1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3.  Muhammad Sjafei (21 Januari 1896-11 November 1966)&lt;br /&gt; a. Mentri Pengajaran, kabinet Syahrir II Periode 12 Maret 1946-2 Oktober   1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Wikana&lt;br /&gt;       a. Mentri negara Urusan Pemuda, Kabinet Sjahrir II, Periode 29 Juni-2 Oktober 1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       b. Mentri negara Urusan pemuda, kabinet Sjahrir III Periode 2 Oktober 1946-27 Juni 1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       c.  Mentri Negara Urusan Pemuda, Kabinet Amir Sjarifudin I Periode 3 Juli-11 November 1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      d. Mentri Negara Urusan Pemuda, kabinet amir sarifudin II, Periode 11 November 1947-29 Januari 1948&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mr. Suwandi (Surakarta, Oktober 1899-6 Maret 1964)&lt;br /&gt;    a. Mentri Pengajaran, Kabinet Sjahris III Periode 2 Oktober 1946-27 Juni 1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ir. R. Gunarso (Ponorogo, 22 Oktober 1908)&lt;br /&gt;    Mentri Muda Pengajaran , Kabinet Sjahrir III Periode 2 Oktober 1946-27 Juni 1947&lt;br /&gt;7. Mr. Ali Sastroamidjojo (Grabag, 21 Mei 1903-13Maret 1976&lt;br /&gt;    a. Mentri Pengajaran, Kabinet Amir Syarifudin I- Periode 3 Juli 1947-11 November 1947&lt;br /&gt;    b. Mentri Pengajaran , Kabinet Amissyarifuddin II Periode 11 November 1947-29 Januari 1948&lt;br /&gt;    c. Mentri PP dan K, Kabinet Hatta I- Periode 29 Januari 1948-4 Agustus 1949 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-7053034462124225839?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/7053034462124225839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/mentri-mentri-pendidikan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7053034462124225839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/7053034462124225839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/mentri-mentri-pendidikan-nasional.html' title='MENTRI-MENTRI PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-1042655617465044737</id><published>2009-07-19T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T20:12:35.024-07:00</updated><title type='text'>ANNE VAN JOGJA</title><content type='html'>Sinopsis....&lt;br /&gt;Anne (Rachel Maryam), berayah Jawa beribu Belanda. Karena perkawinan ini, ayahnya diusir dari keluarga dan sang ayah membangun usaha perkebunan sendiri. Anne ditinggal ayahnya karena kecelakaan ketika masih  kecil. Ketika  berusia 10 Tahun, keadaan Jogja kisruh. Sekolah Anne ditutup, dan perusahaan yang dipegang oleh Ibunya yangt Belanda harus diserahkan  kepada pribumi. Perkebunan tersebut diambil alih oleh Ayah Satrio (Arie Kristanto), sahabat Anne. Akibat semua ini, Ibu Anne meninggal, hingga Anne hidup hanya bersama pembantunya. Ia pindah ke Solo dan berusaha batik. Usaha ini berhasil. Ternyata Satrio diam-diam membantu dengan memebeli batik dalam jumlah besar atau mencarikan pembeli karena dia masih menyayangi Anne. Cintanya ini tak kesampaian karena ia telah dijodohkan orangtuanya dengan putrhi kraton solo. Anne ahirnya tahu semua ini, tetapi ia juga haruis memendam cintanya. Ia juga tahu bahwa hidupnya tak lama  lagi karena kangker paru-paru. Ia memutuskan akan  memeberi batik hasil karya tangannya untuk hadiah perkawinan Satrio. Ditengah sakitnya ia berhasil me nyelesaikan karyanya dan mengirimkannya pada Satrio lewat pembantunya.&lt;br /&gt;Durasi...&lt;br /&gt;90 Menit&lt;br /&gt;Format...&lt;br /&gt;35mm&lt;br /&gt;Rasio&lt;br /&gt;1:1.9.85&lt;br /&gt;Tahun produksi&lt;br /&gt;2005&lt;br /&gt;Sutradara&lt;br /&gt;Bobby Sandy&lt;br /&gt;Produser Eksekutif&lt;br /&gt;Harry Simon&lt;br /&gt;Produser&lt;br /&gt;Sri Hastanto&lt;br /&gt;Penulis naskah&lt;br /&gt;Maria Laurianti Stehanie, Nur Adhhani, Pahala Sigito Pradika Bestari, Yanwar&lt;br /&gt;Snematografi&lt;br /&gt;Jusuf Safari&lt;br /&gt;Editor&lt;br /&gt;Dwi Ilalang&lt;br /&gt;Musik&lt;br /&gt;Regina Lam &lt;br /&gt;Pemain&lt;br /&gt;Rachel Maryam, heru Prasetyo&lt;br /&gt;Production Company&lt;br /&gt;PT. Jatayu Cakrawala&lt;br /&gt;Film&amp;Video Jln. Tanah Abang V/14 Jakarta 10160 Tlp. (021) 3849490 Fax: (021) 3849482&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Katalog Film Indonesia 2000-2006, Mentri Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, 2006 hlm. 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-1042655617465044737?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/1042655617465044737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/anne-van-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1042655617465044737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/1042655617465044737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/anne-van-jogja.html' title='ANNE VAN JOGJA'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-8169504621667331346</id><published>2009-07-19T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T20:09:18.335-07:00</updated><title type='text'>100% SARI</title><content type='html'>Sinopsis......&lt;br /&gt;      Sari (Oky) gadis Bali yang Energik Ingin menemukan jati dirinya. Hari Harinya diisi dengan peran-peran yang berbeda-beda sebagai gadis bali yang penuh dengan upacara dan latihan tari. Sebagai gadis yang ambisius dengan berbagai les. Sebagai putri bapa (Sudjiwo Tedjo) yang harus menjaga galeri dan mendengar semua komentar negatif akan lukisan ayahhya . Sebagai penjaga warnet dan sebagai ... clubber.&lt;br /&gt;Daniel (Marlon Gerber) adalah seorang D.J. yang sedang dikejar-kejar produsernya untuk memebuat album ke dua, namun yang ada di kepalanya hanya surfing. Suatu malam, sebuah insiden memaksa mereka untuk bertemu, dan hidup Sari mulai berubah...&lt;br /&gt;Karena sari secara tidak sengaja menghilangkan file lagu di Komputer daniel, maka Daniel memebuat kesepakatan dengan Sari (dengan cara menyandra handphone  sari)  untuk menyalin ulang lagunya sementara ia  bisa menggunakan waktu untuk surfing sambil berharap produsernya akan putus asa  dan memebatalkan kontrak.&lt;br /&gt;Sari pun mulai berbohong ke kanan-ke kiri supaya bisa menghabiskan waktu bersama daniel, dan menjalani berbagai kegiatan “Liburan” yang tidak pernah ia lakukan selama ini. Perubahan Sari meembuat kesal sahabantnya Nyoman (Tipi Jabrik). Tapi yang Sari tidak tahu, ternyata sama seperti dirinya, Nyoman si Waiter ternyata juga punya kehidupan rahasia.&lt;br /&gt;Suatu hari terjadi pertemuan yang tidak disengaja saat sari menemani Daniel suntuk Surfing, dan disana mereka  bertemu Nyoman yang selama ini diam-diam juga  berlatih Surfing. Bertigha diatas sebuah kapal ditengah lautan Sepi, mereka bertiga terpaksa menghabiskan waktu bersama dalam situasi yang tidak nyaman. Daniel mengajak Nyoman berkompetisi surfing, tapi nyoman yang dilarang surfing oleh Kakanya, terpaksa menolak.&lt;br /&gt;Bapa ahirnya mengetahui mengenai kedekatan Sari dengan ‘pria Bule” dari gosip Warga. Ia pun bertengkar dengan sari dan melarangnya untuk berkegiatan apapun selain yang berhubungan dengan adat. Sari semakin kesal dan pergi ke tempat Daniel yang sedang menjadi D.J.  Dilyuar dugaan Bapa, Menyusul ke sana dan menganca m akan membom tempat itu. Bapa pun dipenjara. Daniel menemani Sari menjenguk bapa, yang hanya membuat Bapa bertambah marah.&lt;br /&gt;Saat sari mulai merasa jatuh cinta dengan Daniel, Nyoman menyatakan perasaannhya ke Sari Dengan sedih terpaksa Sari Menolaknya. Masih memikirkan  kata-kata nyoman pada dirinya, sari mencoba curhat ke Daniel. Tapi kemudian sari mendapat berita yang mengejutkan, dan kehidupan Sari kembali berubah, Apakah sari akan bisa menjadi sari 100%?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi:&lt;br /&gt;94 Menit&lt;br /&gt;Produksi:&lt;br /&gt;Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata&lt;br /&gt;Sutradara/Skenario&lt;br /&gt;Caaandra Massardi&lt;br /&gt;Penata Fotografi&lt;br /&gt;Jun Mahir, Faozan Rizal&lt;br /&gt;Editor&lt;br /&gt;Yourdan Anand&lt;br /&gt;Penata Artisrtik&lt;br /&gt;Eros Eflin&lt;br /&gt;Camera Underwater&lt;br /&gt;Arya Subiyakto&lt;br /&gt;Pemain&lt;br /&gt;IGA Okky (sari), Marlon Geber (Daniel), Tipi Jabrik (Nyoman), Sudjiwo Tedjo (Bapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Katalog Film Indonesia 2000-2006, Mentri Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, 2006 hlm. 05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-8169504621667331346?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/8169504621667331346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/100-sari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8169504621667331346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/8169504621667331346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/100-sari.html' title='100% SARI'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-4169952225311375017</id><published>2009-07-19T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T20:06:27.634-07:00</updated><title type='text'>ANTARA SEJARAH DAN MASA LAMPAU</title><content type='html'>ANTARA SEJARAH DAN MASA LAMPAU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan masa lampau adalam dua hal (dwitunggal) yang tidak dapat kita lepaskan dan tidak dapat kita pahami satu persatu secara terpisah. Sejarah adalah bagian dari masalampau begitu juga masalampau adalah unsure penting dari sejarah. Hal ini pelu saya kemukakan karena dalam pemahaman sejarah kita sebagai seorang awam terkadang memukul rata (gebyahuyah) terhadap pemahaman sejarah. Tidak sedikit orang menganggap bahwa sejarah adalah masa lampau begitu juga setiap peristiwa masa lampau  kita sebut dengan sejarah. Dalam persoalan ini ada hal mendasar yang perlu saya kemukakan agar pemahaman kita terhadap sejarah sesuai dan benar tidak salah kaprah, diantaranya ialah pemahaman sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah. Dalam buku Pemahaman Sejarah Indonesia Sebelum dan Sesudah Revolusi terbitan LP3ES dijabarkan dengan lugas hal apa saja yang membatasi diantara pemahaman keduanya. Berbeda dengan disiplin ilmu yang lain sejarah memang sangat unik sesuai dengan sifatnya-sifnya  enmaling dan hanya sekali terjadi dengan demikian tidak mungkin terluang kembali dalam waktu yang sama dan peristiwa yang sama. Sesuai dengan sifat dari sejarah itu sendiri maka kita harus hati-hati mengkatagorikan mana sejarah yang termasuk kedalam sebuah kisah dan sebuah peristiwa. Hal ini sangat penting guna mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan pendapat kita yang keluar.&lt;br /&gt;Sejarah sebagai sebuah peristiwa ialah semua hal yang terjadi hanya satu kali dan tidak mungkin terjadi lagi baik sama persis waktu, peristiwa, motif, dan kejadian yang melatar belakangi. Peristiwa yang demikian bisa kita sebut sebagai peristiwa sejarah dengan asumsi peristiwa tesebut tidak dapat kita ulangi lagi. Sedangkan sejarah sebagai sebuah kisah ialah sejarah yang telah melalui tahap penulisan oleh seorang sejarawan. Sejarah tiadalain ialah hasil karya dari seorang sejarawan yang telah melakukan interprestasi terhadap suatu data-data baik data primer maupun sekunder .dengan menggunakan metode ilmiah khusus yang menghasilkan tulisan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya  secara ilmiah. &lt;br /&gt;Dengan demikian seharusnya kita memposisikan sejarah sebagai salah satu usaha kita untuk memahami masa lapau untuk kita gunakan di masa sekarang dan untuk menyusun masa depan yang lebih baik. Karena dengan memahami sejarah secara tepat maka kita dapat memberikan yang terbaik untuk hidup kita baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sejarah dan masa lampau adalah satu kesatuan sejarah tidak mungkin ada tanpa masa lampau begitupun tanpa ada sejarah kita tidak dapat memahami masa lampau. Sejarah sebagai kisah dan peristiwa sudah jelas perbedaannya, dimana sejarah yang kita pelajari di linggkungan akademis baik sekolah dasar samapai perguruan tinggi ialah sejarah sebagai sebuah kisah yang dapat kita pertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak ada alasan untuk menganggap sejarah sebagai disiplin ilmu yang menjenuhkan dan tidak penting. Sejarah  akan selalu dibutuhkan oleh generasi mana saja, kapan saja, dan dimana saja untuk membantu mengerti jati diri yang sebenarnya dan untuk menuntun langkah yang tepat untuk menentukan masa depan yang lebih baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=xa-4a62ae4b7cc6b6dd" title="Bookmark and Share" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2024692411436944777-4169952225311375017?l=belajarsejarahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/feeds/4169952225311375017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/antara-sejarah-dan-masa-lampau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4169952225311375017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2024692411436944777/posts/default/4169952225311375017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarsejarahonline.blogspot.com/2009/07/antara-sejarah-dan-masa-lampau.html' title='ANTARA SEJARAH DAN MASA LAMPAU'/><author><name>REVOLUSI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00368270540802004310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Qby9xT_wO-E/SdgH1heDf-I/AAAAAAAAAos/3tA0enwWpoU/S220/Mamat+kepanasen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2024692411436944777.post-3347101927584183403</id><published>2009-06-25T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T22:34:00.063-07:00</updated><title type='text'>Metode Baru Pembelajaran Sejarah</title><content type='html'>Metode Baru Pembelajaran Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini adalah kali kelima pelaksanaan Lawatan Sejarah Nasional atau Lasenas. Diikuti sekitar 200 siswa dan guru&lt;br /&gt;sejarah SMA dari seluruh provinsi di Indonesia, Lasenas ini sungguh istimewa. Pada 13 Agustus 2007, Menteri&lt;br /&gt;Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik memberi sambutan&lt;br /&gt;sekaligus melepas peserta menuju Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini pula Departemen Pendidikan Nasional terlibat langsung, seperti tampak dengan dukungan anggaran. Mudah&lt;br /&gt;dimengerti karena sesungguhnya Lasenas berada di ranah pendidikan. Dalam sambutannya, Mendiknas mengatakan&lt;br /&gt;bahwa Lasenas merupakan metode baru bagi pembelajaran sejarah yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasenas yang berakhir pada 18 Agustus itu mengunjungi sejumlah situs dan monumen bersejarah dengan tema&lt;br /&gt;"Pemerintah Darurat Republik Indonesia sebagai Mata Rantai Perjalanan NKRI". Ide itu mendukung tema utama setiap&lt;br /&gt;Lasenas sejak 2003, yakni "Merajut simpul- simpul Perekat Keindonesiaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian "nasional" pada Lasenas berarti ruang lingkup sejarah Indonesia dan merupakan tingkat yang lebih tinggi dari&lt;br /&gt;Lawatan Sejarah Daerah (Laseda). Penyelenggara Laseda adalah Balai Pelestarian (d/h Kajian) Sejarah dan Nilai&lt;br /&gt;Tradisional, unit pelaksana teknis (UPT) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di daerah. Peserta Lasenas adalah&lt;br /&gt;mereka yang terpilih dari Laseda. Lasenas diselenggarakan oleh Direktorat Sejarah Depbudpar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawatan adalah mengunjungi situs dan monumen bersejarah yang bermakna integrasi bangsa dalam memperjuangkan&lt;br /&gt;kemerdekaan Indonesia dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Untuk memperoleh pemahaman dan pemaknaan itu,&lt;br /&gt;peserta Lasenas berdiskusi dan berdialog dengan sejarawan, tokoh, dan pelaku sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, peserta Lasenas— dengan berpakaian daerah masing-masing—mengikuti upacara HUT Kemerdekaan 17&lt;br /&gt;Agustus di daerah tujuan Lasenas, dapat memberi warna dan makna tersendiri. Periode pelaksanaan Lasenas memang&lt;br /&gt;ditetapkan dalam suatu pekan, termasuk di dalamnya tanggal 17 Agustus. Jadi, "lawatan" tidak sama dengan perjalanan&lt;br /&gt;wisata biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa disebut "lawatan"? Bukankah istilah itu hanya cocok untuk kunjungan ke negeri asing, seperti istilah untuk&lt;br /&gt;kepala negara apabila bepergian ke China misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, bukankah Indonesia juga merupakan "negeri" asing bagi kebanyakan warganya? Buktinya, bukan hanya tidak&lt;br /&gt;saling mengenal satu sama lain, tetapi juga masih banyak terjadi peristiwa seperti konflik sosial yang marak antara 1999-&lt;br /&gt;2001. Kalau begitu, mungkin benar konstata
